CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Buku-Buku yang “Membelokkan” Sejarah Dunia Termasuk Sejarah Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ede686065b24d71e3739c72/buku-buku-yang-membelokkan-sejarah-dunia-termasuk-sejarah-indonesia

Buku-Buku yang “Membelokkan” Sejarah Dunia Termasuk Sejarah Indonesia

Buku-Buku yang “Membelokkan” Sejarah Dunia Termasuk Sejarah Indonesia

Tokoh-tokoh yang paling berpengaruh di dunia telah dibahas dengan komprehensif oleh Michael Hart dalam The 100. Begitu pula, buku-buku yang mengubah dunia sudah diulas oleh Andrew Taylor dalam The Books that Changed the World

Untuk menandingi dua penulis di atas tentu ane nggak bakalan mampu, mendekatinya juga pastinya nggak bakal sampai. Seperti sekeras apa pun kita berusaha balikan sama mantan yang sudah jauh lebih bahagia dengan kekasihnya yang baru. NGIMPI!

Namun di sini, ane pengen berbagi angle yang agak beda. Buku yang “jikalau tidak ada, mungkin perjalanan sejarah akan berbeda”. Jadi bisa dikatakan, buku yang keberadaanya membuat sejarah dunia “berbelok”, apakah itu ke arah yang lebih baik atau justru lebih buruk, Agan dan Sista boleh menilainya sendiri.

Ane, di sini hanya menyajikan. Pun kalau Gan-Sist tidak setuju dengan ulasannya, silakan loh ya ditambahkan dan dikomentari. Yukslah, langsung aja bareng-bareng kita simak beberapa buku yang membelokkan sejarah dunia.

De revolutionibus orbium coelestium

Marco Polo boleh menulis buku Inigo Mundidan Ibnu Batutah Nuzzhar menulis fi Ghara'ib al-Amshar wa 'Aja'ib al-Asfar atau persembahan mengenai kota-kota asing dan perjalanan yang mengagumkan. Keduanya dianggap menginspirasi perjalanan bangsa Eropa ke seluruh dunia.

Buku-Buku yang “Membelokkan” Sejarah Dunia Termasuk Sejarah Indonesia

Akan tetapi, penjelajahan bangsa-banga Eropa itu kemungkinan besar tak akan terjadi tanpa perubahan radikal pandangan dunia Barat akibat buku karya Nicolaus Copernicus yang memaparkan teori bahwa matahari adalah pusat alam semesta. Bukan Bumi seperti yang dianut kebanyakan orang Eropa pada waktu itu. Dan satu lagi, menurut teori heliosentrisnya, bumi berbentuk bulat, bukan datar yang artinya memiliki jurang kalau manusia berlayar terus ke tepiannya. 

Sejak itu, ditambah jasa Galileo Galilei yang menyempurnakan teori Copernicus dan berhasil menciptakan teleskop, ilmu astronomi dan navigasi semakin pesat sehingga membuat bangsa Eropa menjelajahi dunia untuk mewujudkan 3G (gold, glory, dan gospel). Dan inilah yang menjadi benih dimulainya “sejarah penjajahan bangsa-bangsa” oleh dunia Barat.

Tanpa buku De revolutionibus orbium coelestiumdan teori heliosentrisnya – yang disebarluaskan oleh Galileo Galilei dan ilmuan masa pencerahan seperti Isaac Newton – bangsa Eropa mungkin masih ngendon hingga kini. Nggak bakal berani ke mana-mana mereka, takut jatuh ke jurang [s]ketidakpastian[/s] yang tidak berdasar.  Dengan sendirinya, tanpa buku Copernicus tak akan ada kolonialisme Barat di Timur.

Das Kapital

Ini bisa dianggap kitab sucinya kaum komunis dan kaum kiri di seluruh dunia. Meski Karl Marx penulisnya pernah menyatakan, “Bahwa agama adalah candu” dan tidak mengakui adanya Tuhan, isi buku ini sendiri tidak menganjurkan siapa pun untuk meninggalkan agamanya, seperti diulas oleh Geger Riyanto di Mojok.

Buku-Buku yang “Membelokkan” Sejarah Dunia Termasuk Sejarah Indonesia

Kalau baca buku ini, (pasti nggak selesai karana hampir seribu halaman) yang kemungkinan besar terjadi adalah kegalauan untuk memikirkan kembali konsep “kerja keras” yang selama ini merupakan norma umum. “Apakah kita memang harus bekerja keras?”, “Untuk apa?”, “Bukankah ini hanya akal-akalan kapitalis saja biar produksi bisa terus digenjot?” “Siapa yang kaya dari hasil kerja keras kita?”, dan lain-lain, dan lain-lain.

Namun, tidak dapat dimungkiri kalau keberadaan buku ini memang membelokkan sejarah. Tanpa Das Kapital, Revolusi Industri di Inggris menggurita dan bertahan hingga kini dengan jam kerja yang panjang, tanpa aturan pembatasan jam kerja, cuti hamil, dan tunjangan kesehatan. Kita semua mungkin akan diperbudak!

Dan jangan lupa, tanpa Das Kapitalpula, takkan ada Perang Dingin antara Blok Barat dan Timur serta bisa dipastikan negara Uni Soviet, RRT, dan Korea Utara, tidak akan eksis saat ini. Dunia nggak seru jadinya, yekan? Haha. 

Mein Kampf

Perang Dunia Dua (PD II) merupakan tragedi besar yang meluluhlantakkan dunia. Tidak kurang dari 50 juta kematian terjadi dan mengukuhkan statusnya sebagai perang terbesar dan paling berdarah. Bahkan beberapa ahli memperkirakan, jumlah itu masih kurang mengingat banyaknya korban yang tidak teridentifikasi dan beberapa negara “penjahat perang” menutup-nutupi jumlahnya.

Buku-Buku yang “Membelokkan” Sejarah Dunia Termasuk Sejarah Indonesia

Dalam pelajaran sejarah di sekolah, umum diketahui bahwa penyebab PD II ini adalah aneksasi Jerman terhadap Polandia, invasi Jepang ke Tiongkok, dan Serangan Pearl Harbour. Ya, semua benar tapi ada yang terlewat, yaitu bangkitnya fasisme di Jerman yang diiniasi oleh, siapa lagi kalau bukan Adolf Hitler.

Namun Hitler yang terkenal dengan orasinya yang agitatif dan manipulatif tidak akan efektif mendirikan NAZI, tanpa penyebaran lewat buku curhatannya di dalam penjara; Mein Kampf. Ya, buku inilah yang menyihir bangsa Jerman yang ketika itu sedang putus asa dan malu akibat kekalahan di Perang Duna I, menjadi kembali agresif dan merasa punya harga diri.  

Gagasan berbahaya Mein Kampf adalah tentang superioritas ras terpilih, dalam hal ini Arya-Germania yang harus mewujudkan takdirnya dengan cara apa pun termasuk memusnahkan bangsa lain, seperti Yahudi dan Anglo Saxon (Inggris dan Amerika) yang menekan mereka secara ekonomi. Mein Kampf membuat dunia yang relatif damai sejak PD I berakhir, menjadi jauh lebih bergejolak karena agresi NAZI di Eropa. Bahkan hingga kini, Mein Kampf masih dikagumi oleh kaum ultranasionalis atau ekstrem kanan.

Max Havelaar

Sejatinya, negara Indonesia sebelum merdeka yang masih bernama Hindia-Belanda akan dijadikan “Negeri Belanda” di Timur Jauh. Tentu saja bangsa Indonesia akan menjadi warga kelas dua di bawah ras kulit putih, seperti orang-orang kulit hitam di Afrika Selatan saat politik apartheid.

Buku-Buku yang “Membelokkan” Sejarah Dunia Termasuk Sejarah Indonesia

Untunglah, Multatuli atau Eduard Douwes Dekker menulis novel Max Havelaar yang mengguncang kesadaran orang-orang Eropa bahwa negeri Belanda di abad ke 19 yang merupakan salah satu negara paling makmur di dunia, ternyata ditopang kelaparan, kemiskinan, dan keterbelakangan kaum bumiputera yang dieksploitasi dalam Tanam Paksa. Buku ini membuat mengalirnya berbagai tekanan ke pemerintahan Belanda dari penjuru Eropa untuk memberlakukan politik balas budi yang kemudian dikenal dengan Politik Etis di Hindia Belanda.

Dan seperti yang kita tahu, Politik Etis akhirnya melahirkan kaum terpelajar yang menjadi tokoh-tokoh pergerakan nasional. Bolehlah berandai-andai, kalau Max Havelaar tidak terbit, takkan lahir aktor-aktor pergerakan seperti Sukarno, Hatta, Tan Malaka, Agus Salim, dan Syahrir yang mengantarkan Indonesia ke gerbang kemerdekaan.

Empat buku tentu belum cukup sebagai daftar “buku yang membelokkan sejarah”. Karena pastinya banyak buku lain, dengan dampak yang tak kalah besar di luar sana terlewat dibahas karena keterbatasan pengetahuan ane. Jadi, silakan banget kalau ada yang mau menambahkan biar diskusinya makin seru, sembari saya nyari-nyari referensi untuk membuat thread buku pembelok sejarah bagian 2. Setuju nggak? 

 

Sumber Image Cover

Sumber Image Thread: 1, 2, 3, 4
profile-picture
profile-picture
profile-picture
notagoodman dan 53 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh iqbalawal
Halaman 1 dari 5
Jangan pernah lupakan sejarah emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
begitu rupanya emoticon-cystg
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan Sinkhole memberi reputasi
Lihat 2 balasan
ohhh... kirain membelokkan itu menyesatkan...
ternyata mengarahkan toh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vryo21 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kelakukan eropa biasa
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan pitung81 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
domino effect, apakah tanpa adanya tokoh-tokoh dan buku-bukunya tsb, maka tidak akan ada First International, Komune Paris, Revolusi Bolshevik, Perang Dunia, dan kemerdekaan Indonesia? who knows?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
If only the templars could get rid off Nicollo Copernico lebih cepat dari mesin print. Mungkin Netherlands tidak akan bercokol di Nusantara.
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Lihat 4 balasan
the prince nya machiavelli masuk ga? gara gara dia dan bukunya maka pemimpin jualan janji+oportunis menjadi hal yg dimaklumi sampai detik iniemoticon-Ngakak

the prince konon jd favorit para diktator ngetop dunia dari hitler,napoleon,stalin,dll.kabarnya napoleon sering naruh buku the prince dibawah bantal tidurnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kangnasgor123 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dispenserr
Lihat 2 balasan
Iyaaa kah ?
Bukan membelokkan gan wkwk
Merubah arus harusnya sih kalo kata ane
profile-picture
profile-picture
ryuseirecca dan iqbalawal memberi reputasi
Lihat 1 balasan
buku max havelaar cikal bakal terbentuknya rasa nasionalisme bumiputera
profile-picture
profile-picture
iqbalawal dan hantumasam memberi reputasi
nitip sendal, bagus trit nya
profile-picture
iqbalawal memberi reputasi
Workers of the world, UNITE!!!! emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
MirrorBoy dan iqbalawal memberi reputasi
Sejarah hanya milik Sang Pemenang emoticon-Cool
profile-picture
iqbalawal memberi reputasi
jadi inget salah satu scene di film skinhead serbia,seorang skinhead memberikan buku "mein kampf" ke temen nya yg seorang mahasiswa biasa yg akhirnya ikut2an jadi skinhead juga
wkkwkw
jadi ngomongin filmemoticon-Peace
profile-picture
iqbalawal memberi reputasi
Lihat 2 balasan
"Membelokan" disni bukan berarti memanipulasi sejarah yg sudah lalu, tapi lebih kepada merubah nasib dari suatu keadaan yg akan datang
profile-picture
iqbalawal memberi reputasi
jaman dulu mungkin buku bisa powerful, tapi sekarang mungkin lebih efektif pake media lain buat mengubah sejarah emoticon-Bingung

btw, mungkin judul trit ini lebih tepat pake "mengubah" timbang "membelokkan" deh hehehe emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
melonpisang dan iqbalawal memberi reputasi
ternyata sejarah bisa dibuat ya,
profile-picture
iqbalawal memberi reputasi
Lihat 1 balasan
jwah baru tau saya
Kisah perjalanan sejarah itu akan slalu berubah, seiring waktu yg terus berlalu...
profile-picture
iqbalawal memberi reputasi
Diubah oleh yoseful
klo membelokkan kayaknya kurang etis gan konotasinya jelek..mungkin lebih tepatnya buku yg menciptakan tatanan baru..kalimat membelokkan mungkin lebih pas dengan sejarah yg ditutupi dr fakta sebenarnya..ini sih pendapat ane saja gan..
profile-picture
profile-picture
yoseful dan iqbalawal memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di