CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Catatan Perjalanan OANC /
Touring Motor Jogja – Bali (Part 1) - WheelsJourney
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ede4e1b09b5ca253333fe68/touring-motor-jogja--bali-part-1---wheelsjourney

Touring Motor Jogja – Bali (Part 1) - WheelsJourney

Hai. Salam Journey. Ini adalah perjalanan Touring motor saya pertama kali. Akhir tahun 2019 saya dan kawan saya, Tomi, melakukan perjalanan touring motor dari Jogja ke Bali. Kami sudah merencanakan perjalanan ini sejak awal tahun 2019. Harusnya kami berangkat bertiga, sayangnya satu teman kami yang lain, Huda,  tidak bisa ikut karena sudah punya istri. Planning kami perjalanan ini akan membutuhkan waktu 7 hari 7 malam dengan rute yang sudah saya tentukan. Saya mengendarai Honda CB150R New dan Tomi menggunakan Yamaha Xabre.
Hari pertama.

Kami berangkat hari Senin, 23 Desember 2019 pukul  2 siang dari Jogja. Melintasi jalur selatan melewati perbukitan dan sesekali menyusuri pantai selatan sebelum akhirnya kami tiba di Pacitan pukul 5 sore. Istirahat sejenak sembari menikmati sore di alun-alun Pacitan dengan segelas kopi. Tegukan kopi terakhir mengantarkan kami menuju masjid Agung Pacitan untuk sholat maghrib lalu melanjutkan perjalanan sekitar pukul setengah 7 malam menuju Kabupaten Ponorogo.

Di sepanjang jalan sebenarnya kami merasa was-was dan khawatir. Jalan berkelok naik turun yang gelap dan sepi sempat membuat nyali kami ciut. Kami sempat berpikir untuk putar balik mencari penginapan dan melanjutkan perjalanan besok. Tapi sudah kepalang tanggung. Lagi pula eman-eman kalau harus sewa penginapan hanya untuk tidur semalam. Di sepanjang jalan kami harus ekstra hati-hati melewati jalur hutan yang gelap. Jarak pandang yang terbatas karena nyaris tidak ada penerangan di sepanjang jalan.

Setelah keluar dari jalur hutan yang gelap dan mulai masuk daerah perkotaan (saya lupa nama daerahnya) kami memutuskan untuk istirahat di Indomaret. Badan terasa pegal-pegal padahal baru tadi siang kami mulai perjalanan. Mapsmenunjukkan angka 30 km lagi sebelum kami sampai di kota Ponorogo. Setelah mengganjal perut dengan sebungkus siomay kami pun melanjutkan perjalanan. Segera kami pacu kuda besi menuju kediaman sahabat kami di salah satu Pondok Pesantren kecil di Ponorogo Kota.

Pukul 10 malam kami tiba di lokasi, kebetulan pengasuhnya sedang pergi. Kami dipersilahkan oleh salah seorang santri untuk istirahat di kamar. Para santri menyambut kami dengan ramah. Segelas kopi dan gorengan mereka suguhkan. Kami berbincang sebentar hingga jam menunjukkan pukul tengah malam. Kami pun bergegas tidur. Rencananya besok pagi selepas shubuh kami akan melanjutkan perjalanan. Oh iya, beberapa bulan yang lalu saya sempat singgah di pondok pesantren ini untuk urusan pekerjaan, karena itulah saya jadi kenal beberapa santri yang ada disana.

Hari Kedua.

Adzan shubuh berkumandang. Mata terasa berat. Karpet lantai yang kami jadikan alas tidur terasa sangat nyaman dan terus-terusan menggoda kami untuk melanjutkan tidur. Saya memaksa bangun dan segera bersih-bersih lalu sholat shubuh. Udara sangat dingin. Perlahan matahari mulai terbit di ufuk timur. Sinar keemasan perlahan menguasai langit timur. Rencana kami melanjutkan perjalanan ba’da shubuh terpaksa kandas. Kami masih malas untuk beranjak. Segelas kopi susu panas dengan asap yang masih mengepul menggoda kami sembari ibu jariku dengan lincah memainkan layar handphone. Scroll atas bawah lalu klik. Seketika petikan suara gitar mulai terdengar dari handphonedan diiringi suara penyanyi yang merdu. Pagi yang syahdu. Disaat yang bersamaan ingatan dan kenangan masa lalu itu muncul dan  membuat saya termenung. Wajah itu kembali lagi. Ah sudahlah.

Pukul 06.30 kami bergegas melanjutkan perjalanan menuju Trenggalek lalu Tulungagung dan Blitar. Di sepanjang perjalanan kami melintasi jalan perbukitan yang sangat indah dan sejuk. Jalan yang masih sepi dan aspal yang halus membuat kami sesekali memacu kecepatan atau sekedar corneringdi belokan tajam. Nikmat sekali.

Pukul 10.00 kami sampai di makam Bung Karno untuk ziarah. Sebenarnya ini adalah kali kedua kami ke makam bung karno. Tahun lalu saya dan bersama rombongan menyewa mobil untuk ziarah makam yang ada di Jawa Timur. Seperti nostalgia. Setelah ziarah kami mencari tempat sarapan untuk mengisi perut yang sudah kosong. Mampir di warung kecil dan memesan nasi pecel dan es teh. Nikmat.

Pukul 11.00 kami melanjutkan perjalanan menuju Kepanjen lanjut ke Lumajang. Sebenarnya rencana awal kami ingin mampir ke Gunung Bromo Lewat Malang. Namun kami urungkan karena keterbatasan waktu. Lagi pula tiga bulan yang lalu kami pernah ke Gunung Bromo. Mungkin lain kali saya akan kesana lagi. Tunggu saja.

Hari semakin siang dan matahari menantang kami. Cuaca panas dan terik membuat kami sering mampir di Indomaret sekedar cari untuk berteduh. Mengendarai motor di siang hari sangat menjengkelkan. Selain panas, rasa kantuk pun sering menyerang. Kalau sudah begini kami sering-sering berhenti dan berteduh jadi solusi. Karena saya dan Tomi tidak merokok, obat kantuk kami adalah kopi atau permen karet. Sebenarnya saya sempat merokok tapi sudah berhenti beberapa bulan yang lalu dengan alasan demi kesehatan sekaligus cita-cita ingin ikut lari marathon.

Menjelang sore kami tiba di Lumajang dan melanjutkan sampai di Jember. Istirahat sejenak di Indomaret melemaskan otot-otot yang kaku. Bagi saya perjalanan motor yang paling menyenangkan adalah saat-saat seperti ini. Saat matahari hendak tenggelam di barat. Tidak panas, tidak gelap dan tidak dingin.

Perlahan kami memacu motor menuju daerah Genteng sebelum masuk ke daerah Banyuwangi. Malam sudah menjelang dan gelap menyergap. Lagi-lagi kami harus ekstra hati-hati. Jalur berkelok relatif sepi ditengah hutan masih cukup menyeramkan. Saya hanya bisa berdoa semoga perjalanan ini baik-baik saja tidak halangan yang berarti.

Kami sampai di kota banyuwangi sekitar pukul setengah 10 malam. Istirahat sejenak di Indomaret untuk cari penginapan menggunakan Traveloka. Setelah urusan booking kamar selesai kami bergegas menuju penginapan. Saya sengaja mencari penginapan yang satu arah menuju pelabuhan Ketapang supaya besok pagi bisa langsung berangkat. Sempat ada kendala saat hendak masuk ke penginapan. Berkali-kali saya memanggil pemilik rumah namun tidak kunjung muncul. Maklum, waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Cukup malam untuk check-in ke penginapan berbasis rumah seperti ini. Sekitar 15 menit menuggu, muncul seseorang dari rumah yang berbeda dan membukakan pintu gerbang. Beliau adalah pemilik penginapan. Setelah mengurus ini itu kami pun segera masuk kamar.

Biaya penginapan relatif murah dengan fasilitas yang ada. Kisaran harga akan saya sharedi tulisan lain. Saya segera mandi dan bersi-bersih. Badan sudah terasa lebih segar dan saya segera menyeduh teh yang sudah disediakan oleh pemilik rumah. Tomi sudah tidur sejak tadi. Saya duduk-duduk santai di teras depan sambil buka-buka handphone barang kali ada SMS atau Whatsapp yang penting. Pemilik penginapan sempat menghampiri saya di teras. Kami ngobrol sebentar tentang ini itu. Melihat saya berkali-kali menguap beliau pamit dan mempersilahkan saya untuk istirahat.

Pagi menyambut. Selepas sholat shubuh saya menyeduh teh dan nongkrong santai di teras. Nikmat sekali. Tiba-tiba handphone berbunyi. Ada pesan masuk. “Mas dimana?” tulisnya dari seberang. Sial. Pondasi yang sudah saya bangun begitu lama dan saya pikir cukup kuat nyatanya seketika langsung luluh lantah.

Bersambung.Touring Motor Jogja – Bali (Part 1) - WheelsJourneyTouring Motor Jogja – Bali (Part 1) - WheelsJourneyTouring Motor Jogja – Bali (Part 1) - WheelsJourney
profile-picture
profile-picture
Disconnected dan nona212 memberi reputasi
Diubah oleh sdrjtrf
kalo dikasih foto foto harusnya lebih cakep lagi ni trit.
sayang gaknada dokumentasinya.
profile-picture
sdrjtrf memberi reputasi
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di