CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Australia Sudah Memohon, Tetapi Tiongkok Telanjur Sakit Hati
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ede2feb26377221500d1fc0/australia-sudah-memohon-tetapi-tiongkok-telanjur-sakit-hati

Australia Sudah Memohon, Tetapi Tiongkok Telanjur Sakit Hati

Australia Sudah Memohon, Tetapi Tiongkok Telanjur Sakit Hati

jpnn.com, CANBERRA - Pemerintah Australia kecewa lantaran Tiongkok tidak mengindahkan seruan untuk meredakan ketegangan antara kedua negara yang merenggang karena virus corona.

Tiongkok tersinggung lantaran Australia ikut mendukung penyelidikan internasional tentang asal-usul virus corona. Namun, Canberra bersikeras bahwa penyelidikan tersebut bukan bermaksud untuk menyudutkan rekan dagang terbesarnya itu.

Sayangnya Beijing tidak percaya penjelasan itu. Sejak beberapa waktu lalu, Tiongkok telah menghentikan impor daging sapi dari empat pengolah daging terbesar di Australia dan memberlakukan tarif yang tinggi untuk impor jelai.

Baca Juga:
Ini Salah Satu Contoh Warga Tiongkok jadi Korban Rasisme di Australia
Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham, yang selama berminggu-minggu telah meminta pengadaan diskusi dengan mitranya dari Tiongkok, mengatakan Beijing telah mengabaikan permintaan Canberra.

"Sayangnya, permintaan kami untuk diskusi sejauh ini telah ditanggapi secara negatif. Hal itu mengecewakan," kata Birmingham kepada radio Australian Broadcasting Corp (ABC), Senin (8/6).

Sejauh ini, Tiongkok adalah pasar ekspor terbesar Australia, dengan nilai lebih dari 30 persen ekspor Australia.

Baca Juga:
Demi George Floyd, Ribuan Warga Australia Langgar Aturan Negaranya Sendiri
Secara keseluruhan hubungan kedua negara sudah menjadi tegang di tengah tuduhan Australia tentang campur tangan Tiongkok dalam urusan dalam negeri dan kekhawatiran tentang apa yang dilihat Australia sebagai pengaruh Tiongkok yang terus berkembang di kawasan Pasifik.

Pada Jumat (5/6), pemerintah Tiongkok menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Australia, dengan alasan diskriminasi rasial dan kekerasan terhadap orang Tiongkok sehubungan dengan pandemi virus corona.


Namun, Canberra membantah adanya diskriminasi rasial dan kekerasan terhadap warga Tiongkok di Australia.

Baca Juga:
Disebut Berperilaku Rasial Oleh Tiongkok, Australia Meradang
Sebuah pemungutan suara untuk surat kabar The Australian pada Senin menunjukkan bahwa 79 persen warga Australia mendukung upaya investigasi global untuk mengetahui asal-usul virus corona baru. (ant/dil/jpnn)


https://m.jpnn.com/news/australia-su...ur-sakit-hati

Ayo lèng, hajar terus bule paok itu.emoticon-Ultah
Jangan kasih kendor, tekan terus.
Buat bule paok Oz itu bertekuk lutut dan jadi budaknya Mènglèng.

emoticon-Wakakaemoticon-Wkwkwkemoticon-Wakakaemoticon-Wkwkwkemoticon-Ultahemoticon-Wowemoticon-Wow


Spoiler for spoiler:





Spoiler for spoiler:


profile-picture
profile-picture
bajier dan nona212 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
cuma gara'' asal usul korona toch,,?? tanya ajja ke si so-mad..,,
profile-picture
profile-picture
aceng.fani dan diamondchest memberi reputasi
Lihat 3 balasan
mampus bule aussie itu ...siapa suruh mau ikut bule amerika

bule aussie & bule american itu same shit different toilet
same shit = sama2 keturunan eropa
different toilet = cuma beda nama tempat aja
profile-picture
profile-picture
ingkak dan cellengz memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Quote:


tukang genosida pribumi & perampas tanah pribumi
Australia Sudah Memohon, Tetapi Tiongkok Telanjur Sakit Hati
emoticon-Ultah
emoticon-Ultah
Baper amat emoticon-Big Grin
Ekonomi masih bergantung sama main land,
Tapi sok-sokan...
emoticon-Cape d...
profile-picture
sunyimembara memberi reputasi
Mengleng baperan. Siapapun yang bikin mengleng merasa kesenggol bakal dihajar

emoticon-Ngakak

Australia Sudah Memohon, Tetapi Tiongkok Telanjur Sakit Hati

Australia Sudah Memohon, Tetapi Tiongkok Telanjur Sakit Hati

Kayak gini mau jadi superpower?


emoticon-Wkwkwk
Diubah oleh panchre
Lihat 2 balasan
gini mau jdi super power ? ngambekan. Hahaha
negara2 yg sering teriak "Death to America" aja malah masih rutin nerima bantuang dana dri america.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reita96 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh 7270727
Ausie itu goblok sok sok nantangin RRC, padahal RRC itu konsumen terbesar Aus

Tambang, pertanian dan pendidikan mayoritas dibeli RRC

Kuliah di Aus serasa di mainland, 80% murid orang mainland

Udah kaya gini sekarang si mamarika kasih apaan ke Aus? Padahal USA dan Aus kompetitor, produk pertanianya sama, gandum, susu, daging sapi
profile-picture
profile-picture
aceng.fani dan sunyimembara memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Udah.. kerjasama aja yg bener.. biar kelar ni urusan pirus.
ga perlu pake senjata perangnya, tinggal boikot jg udah pd bingung
profile-picture
sunyimembara memberi reputasi
Quote:


Australia Sudah Memohon, Tetapi Tiongkok Telanjur Sakit Hati

padahal beijing dan sekitarnya mayoritas makan daging sapi emoticon-Belo
turut berduka deh buat aussie, makanya jangan sok ikut²an koar kalo udah china vs amerika lagi memanas emoticon-Big Grin
profile-picture
sunyimembara memberi reputasi
Kalau bisa damai2 aja lah...
Lagian ikut2an bully bareng usa ngapain jg?
MAU jd jagoan?


emoticon-Traveller
profile-picture
sunyimembara memberi reputasi
investigasinya kapan neh emoticon-Malu

penasaran emoticon-Malu wabah ini terjadi karena unsur kesengajaan atau tidak? emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
reita96 dan kampret.strez memberi reputasi
rasain lo

coba indo pny leader yg kyk gtu

malah planga plongo jd leader
kelompokny jg sama

makin ancur negriku emoticon-Turut Berduka
Lihat 6 balasan
Ngajak diskusi diartikan memohon ?

Quote:


Emang kayak negara lu dimana suara masyarakat gak dianggap penting.
Lihat 1 balasan
ew, cinak mewek sm as, kenapa memasukan politik ke dalam perdagangan, sungguh tidak profesional

lah cinak sendiri seperti ini emoticon-Big Grin
Bentar lagi daging sapi impor ada promo. Cek sopie
wah daging sapi impot bakalan ada promo nih emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di