CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Hampir 80 % Penderita Tidak Mengalami Gejala Covid-19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ede1d1b28c991277841b0fc/hampir-80--penderita-tidak-mengalami-gejala-covid-19

Hampir 80 % Penderita Tidak Mengalami Gejala Covid-19

Hampir 80 % Penderita Tidak Mengalami Gejala Covid-19

Jakarta- Juru bicara pemerintah penanganan Covid-19 Achmad Yurianto kembali memperbarui data perkembangan Covid-19 di Indonesia. Hari ini, penambahan kasus positif meningkat sebanyak 993 kasus. Dengan demikian total kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 sebanyak 30.514 orang. Penambahan ini berasal dari pemeriksaan spesimen sebanyak 13.09, sehingga totalnya 394.086 spesimen.

'Kenaikan tertinggi pada hari ini kita dapatkan dari pemeriksaan di Jawa Timur sebanyak 286 kasus, DKI Jakarta 104 sebagian berasal dari tracing yang secara agresif dan dari Pekerja Migran Indonesia yang masuk melalui Soekarno-Hatta, Papua 87 orang, Sulawesi Utara 79 orang, Sumatera Utara 68 orang orang,' kata Yuri.

Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh yakni 464 total 9.907, kasus meninggal bertambah 31 total 1.801. Dengan wilayah terdampak di 421 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Yuri menekankan kenaikan ini harus disikapi secara bijak dengan terus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Seperti yang kita tahu, Covid-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan yang menular melalui percikan droplet baik saat batuk maupun bersin. Data yang dimiliki pemerintah, sebaran droplet sejauh 1 meter dan dapat menempel pada benda sekitar. Oleh karenanya mereka yang berjarak kurang dari 1 meter dan memegang benda yang terpapar droplet kemudian tangan yang sudah tersemar menyentuh area wajah, sangat memungkinkan terjadinya penularan.

'Mari kita merubah cara hidup kita agar lebih sehat dan lebih aman agar bisa terhindar dari kemungkinan penularan, mari kita menjaga jarak setidaknya lebih dari 1,5 meter, ini penting karena kita tidak pernah tahu siapa yang sakit dan sehat. Karena dari data yang dihimpun, hampir 80% tidak memiliki gejala apapun, sehingga yang bersangkutan merasa baik-baik saja, inilah yang menjadi risiko terbesar dari sumber penularan,' imbuhnya.

Selain menjaga jarak, Yuri menekankan agar masyarkaat turut membudayakan kebiasaan menggunakan masker dengan benar saat keluar rumah, saling mengingatkan pada masyarakat yang belum menerapkan protokol kesehatan, rutin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

'Kebiasaan ini bukan hanya kita gunakan di rumah, sekitar rumah tetapi dimanapun, oleh karena itu dengan cara seperti ini kita akan tetap aman. Karena tugas kita saat ini adalah tetap aman dan produktif,' ujarnya.


Sumber :Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotlineHalo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id (MF)

Team : NTTnews Update & NTT Times

profile-picture
profile-picture
profile-picture
jasakurirjkt dan 5 lainnya memberi reputasi
Ud diprediksi otg sdh banyak ,psbb aja gagal otg tambah nyebar,skrg new normal secara logika ya meledak kecuali pemerintah main curang manipulasi data bisa jadi ga meledak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Quadpixel dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ya brarti die baik2 saja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sam86 dan 3 lainnya memberi reputasi
80% penderita tidak mengalami gejala, katanya virus mematikan jadi makin bingung gua.
profile-picture
profile-picture
Quadpixel dan entop memberi reputasi
Lihat 3 balasan
ada ga yg bisa bandingin kematian jantung dan corona per hari? mana yg lebih mematikan? emoticon-Bettyemoticon-Ngakak
profile-picture
entop memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Tanpa gejala artinya baik2 saja ntar bisa sembuh sendiri jadi bener kata menkes..
profile-picture
profile-picture
Quadpixel dan entop memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Tanpa gejala emang dianya baik2 aja, tapi kan bisa menularkan ke orang2 yg rentan. Makanya lebih baik di rumah aja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sam86 dan 3 lainnya memberi reputasi
Semua berkat nasi kucing emoticon-Angel
profile-picture
entop memberi reputasi
Masih mending itu.
90% penderita keracunan kitab fiksi justru gk merasa dirinya mengalami kebencian & halusinasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
virusnya telah berevlousi gaes
profile-picture
entop memberi reputasi
Berita gak jelas....
orang sehat dituduh kopit


mati gara2 apa aja ntar dibilang kopit....



meramput
profile-picture
entop memberi reputasi
Setiap hari Kasus Positif cenderung masih fluktuatif, semoga cepat selesai Covid ini....
emoticon-Angel
profile-picture
entop memberi reputasi
Diubah oleh riendzy92
semoga karena virusnya melemah
profile-picture
entop memberi reputasi
Lalu kenapa harus heboh? toh akhirnya mereka sembuh sendiri.
profile-picture
entop memberi reputasi
mana tau mgkn kt jg sebenernya dah pernah kena virusnya, cm mgkn krna lg sehat ngga berdampak apa2
Bahaya ya....kacau....tapi orang yg tinggal di gang, yg di pemukiman padat, g liat jarang pake masker...
Kacau deh....
Alasan mereka rata2 sama, antara agama dan konspirasi...

Agama gak usah di bahas ya...nnti sensian.

Konspirasi, menurut g kalo itu benar, terlalu rapi dan benar2 suatu skandal terbesar dunia...yg human error nya sangat tinggi tp dapat dikontrol dan ditekan semua sampai tidak ada yg bocor..itu butuh organizing yg bagus loh...
ini sih yang bikin ngeri otg, diam diam menyebarkan virus ke orang lain merasa baik-baik saja dan bebas bepergian kemanapun padahal dia bawa virus yang dapat menularkan ke orang lain memamg paling bener buat jaga jarak sih dan hindari bersentuhan secara fisik
la dirumah sakit itu apa semua dta poisitif puluhan ribu itu apa indikasi nyawak wak piye sih la kalau tanpa gejala mayoritas sudah kenak lah wak wak


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di