CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tutut Soeharto: Bapakku Negarawan, Tak Akan Tinggal Glanggang Colong Playu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ede136bc820841da50355b2/tutut-soeharto-bapakku-negarawan-tak-akan-tinggal-glanggang-colong-playu

Tutut Soeharto: Bapakku Negarawan, Tak Akan Tinggal Glanggang Colong Playu

Tutut Soeharto: Bapakku Negarawan, Tak Akan Tinggal Glanggang Colong Playu

Jakarta - Setiap tanggal 8 Juni, Siti Hardiyati Indra Rukmana (Tutut Soeharto) biasanya selalu mengadakan acara mengenang hari lahir sang ayah, Presiden ke-2 Indonesia Soeharto . Namun tahun ini, tak ada acara dengan mengumpulkan banyak orang karena memang masih dalam suasana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait dengan adanya pandemi COVID-19 atau Corona.
Selain doa untuk kedua orang tua, tepat di hari lahir Soeharto, Tutut membuat tulisan untuk mengenang sang ayah. "Saya nulis di IG saya," kata Tutut kepada detikcom, Jumat 5 Juni 2020.

Putri pertama Presiden ke-2 Soeharto itu pun menepati janjinya. Pada Sabtu 7 Juni 2020 dini hari tulisan pun jadi dan diberi judul, 'Bersyukur Kita Masih Di Uji Allah'. Tulisan diunggah ke akun Instagram pribadinya @tututsoeharto dan websitenya.

Tutut mengisahkan detik-detik di hari terakhir Soeharto memutuskan untuk berhenti menjadi presiden karena desakan dari masyarakat dan juga mahasiswa. Sayang setelah permintaan itu dituruti, muncul hujatan, cacian, hingga tuduhan kepada Soeharto dan keluarganya.

Namun, Soeharto kala itu selalu mengingatkan Tutut dan keluarganya untuk sabar dan tidak mendendam. "Berat rasanya bagi saya dan adik-adik menerima semua tekanan ini. Walau Bapak selalu mengingatkan agar kami sabar dan jangan dendam," tulis dia.

Bersyukurnya, di tengah-tengah peristiwa itu masih ada banyak orang yang perhatian dengan Soeharto. Mereka meminta Soeharto untuk meninggalkan kediamannya dan mengungsi ke tempat lain. Beberapa pemimpin negara bahkan siap menerimanya.

Hanya saja, Soeharto mengaku tidak akan meninggalkan kediamannya, apalagi Indonesia. Sebab, Indonesia adalah Tanah Air baginya di mana ia lahir dan harus mati di sana.

"Sampaiken terima kasih saya pada sahabat-sahabat saya dari negara-negara lain. Tapi maaf, saya tidak akan meninggalken Indonesia. Saya lahir di Indonesia. Seandainya saya harus mati, saya akan mati di Indonesia, negeri di mana saya dilahirken," kata Tutut menirukan ucapan Soeharto.

Hal ini dilihat Tutut sebagai sifat ksatria dan negarawan, yakni tidak mau lari dari masalah atau dalam bahasa Jawa 'tinggal glanggang colong playu' (lari dari masalah atau lari meninggalkan tanggung jawab).

"Mendengar jawaban bapak, rasa bangga dan haru, tak dapat dibendung. Bapakku seorang negarawan dan ksatria. Tidak akan "tinggal glanggang colong playu" (lari dari masalah atau lari meninggalkan tanggung jawab)," kata Tutut.

Lebih lanjut, wanita berusia 71 tahun ini mengatakan pada dasarnya hatinya terguncang atas kejadian yang menimpa keluarganya. Ia merasa marah dan kecewa yang menuduh Soeharto berbuat buruk kepada Indonesia. Sebab menurutnya, Sang Ayah telah mengabdikan dirinya untuk bangsa Indonesia.

"Kami merasa tidak terima terhadap apa yang mereka tuduhkan kepada bapak, karena kami tahu sebagian besar hidup Bapak, diabdikan untuk kejayaan Bangsa dan Negara Indonesia. Sejak Indonesia lahir melalui serangkaian perjuangan melawan penjajahan hingga proses membangun bangsa dengan tantangan yang tidak sederhana," jelasnya.

Soeharto menasihati anak-anaknya agar tetap sabar dan tidak mendendam. Sebab, dendam tidak akan menyelesaikan masalah dan justru bisa menambah korban. Tutut dan adik-adiknya diingatkan agar tidak tersulut emosi dengan hujatan yang tidak mendasar.

Hujatan dan tuduhan yang selalu datang membuat Tutut memberanikan diri untuk menanyakannya ke Soeharto, kenapa Allah SWT menguji umatnya dengan hal yang begitu berat padahal sebagai umat telah taat menjalankan perintahnya.

Soeharto pun menjawab bahwa Allah SWT selalu memberikan ujian pada umatnya untuk menaikkan tingkat keilmuannya. Sebab, tak ada orang yang bisa naik pendidikannya bila tak diuji.

"Allah sedang menguji kesabaran kita, mampukah kita menerima ujian yang Allah beriken, atau kita akan menyerah dalam setiap peristiwa yang Allah beriken, terpasrah patah tanpa iman. Coba kamu pikirken wuk, kamu masuk sekolah dari kelas 0 sampai dengan universitas, pada setiap kenaikan kelas, pernah tidak kamu tidak dijuji," tanya Soeharto kepada Tutut dengan jawaban selalu diuji.

Soeharto pun melanjutkan, menurutnya ilmu Allah sangat lah tinggi. Maka dari itu, ujian yang akan dihadapi umat akan lebih berat dan berbeda dari ujian sekolah. Maka dari itu, Soeharto kembali mengingatkan Tutut dan keluarganya agar selalu sabar, istiqomah dalam menjalankan sholat lima waktu dan menjauhi larangan Allah.

"Tapi kalau kamu sabar, istiqomah dalam menjalanken sholat 5 waktu serta perintah-perintah Allah dan menjauhi semua larangan Allah, kamu rajin bersedekah membantu orang lain, dan kamu selalu baik dengan orang lain, insya Allah kamu akan dapat melewati semua ujian yang Allah berikan wuk. Bersyukur lah kita masih diuji Allah, artinya kita diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik kalau kita dapat melewati semua ujian dengan baik, dan itu menunjukkan bahwa Allah menyayangi kita," kenang Tutut.

Sejak mendapatkan banyak pelajaran dan nasehat dari Soeharto, Tutut mengaku mulai mendalami Al Quran hingga saat ini. Ia bersyukur bisa mengetahui semua isi Al Quran sesuai dengan apa yang Soeharto dulu pernah sampaikan.

Soeharto yang lahir di Kemusuk, Yogyakarta pada 8 Juni 1921 meninggal dunia pada 27 Januari 2008 atau saat berusia 87 tahun. Ia dimakamkan di makam keluarga Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah.


Tutut Soeharto: Bapakku Negarawan, Tak Akan Tinggal Glanggang Colong Playu

Pak Harto itu bukan hanya seorang Presiden. Beliau adalah jendral besar bersama para ulama berhasil menghancurkan kekuatan PKI. Beliau adalah Presiden sekaligus Jendral besar yang sangat memuliakan ulama.

Hanya antek keturunan PKI & Liberal yang berusaha menggulingkannya saat itu. Sekarang, para neo-PKI mencoba bangkit kembali. Umat Islam harus tersadar dan bersatu untuk memberangus kekuatan neo-PKI yang mencoba bangkit , menistakan agama dan merendahkan perjuangan Pak Harto dan para Ulama.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
isu152 dan 11 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
Tutut dan mega sama saja, sama sama suka bawa nama bapaknya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mesashetra dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Iya, pdhl jaman suharto anjing2 islamist langsung diberangus.
Beda ama wiwi yg ga berangus kirik2 penggonggong islamisme.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaldi.sarpin dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Cerita akhir hayat presiden Soekarno gmn?

Ulama setuju ga beli lambo?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 5 lainnya memberi reputasi
Soeharto gak kabur krn dia d lindungi golkar. Salahnya negara ini pasca Reformasi ga bubarkan golkar jg. Dulu ada guyon klo pohon beringin itu tempatnya kuntilanak ( setan)

Dan pengadilan soeharto gak prnh terlaksana krn d lindungi orang2 golkar d Parlemen
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Koncong dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
hasil korupsi 32 tahun ke kamanain tut?? kentuttttt,..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jexjonn dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Kita jangan terlalu memuja soekarno dan kita jangan terlalu membenci soeharto gan. Semuanya ada positif dan negatif.

asal jangan memuja habib habib palsu di petamburan ya emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
isu152 dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
tut lah,,,kentutt..,, betewe ngapa3n tuch ke tembok besar mengleng..,,?? antek aseng,,..
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
pki dimunculkan, orba pun diangkat le permukaan

ada yg aneh?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
isu152 dan 10 lainnya memberi reputasi
dengan segala keburukannya soeharto masih tau arti kestabilan dan kedamaian, jadi orang gak bisa sembarangan kritik atau demo anarkis gak jelas, beda dengan sekarang kritik anarkis dan demo sampai kebablasan malah dibiarkan atas nama demokrasi dan ham
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pang5biru dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh jeffm12
Lihat 2 balasan
yes ane dukung suharto, hanya dizamannya radikalis anjink2 khifafuck dibantai trus ditumpuk dlm truck dibuang langsung ke neraka jahanam.
contoh :
1. Tragedi Tj. Priok
2. Talang sari
profile-picture
profile-picture
profile-picture
isu152 dan 9 lainnya memberi reputasi
Kalo badan disuapin makanan haram dari kecil, otak pun jadi kagak waras.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jexjonn dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Tenang, gw dari dlu udah punya bukti konkrit, kok emoticon-Bingung kenapa Presiden Soeharto termasuk orang bersih dan lurus, dya juga mengabdi dan membangun negara.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
isu152 dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Urgensinya gak ada buat bubarin partai Golkar, kecuali ada indikasi kudeta kayak yang dituduhkan ke PKI dulu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
halah.. kontoI

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Apapun statemen yang ada sekarang tetap pak harto adalah salah satu presiden idola kakek nenek ane. yang gak tahu sejarahnya secara langsung ya kebanyakan bakalan nyinyir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pang5biru dan 5 lainnya memberi reputasi
yang pasti jaman soeharto gak ada sensor sensoran geje. pilem semi dan acara kartun dewasa tayang dengan bebas. ini baru liberal. pak harto memang :mantab
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jexjonn dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh foolbaby
iye gak kemana mana. tapi duit tabungannya dimana mana wkwkw
profile-picture
profile-picture
profile-picture
marsonos dan 2 lainnya memberi reputasi
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Sekarang hari puja-puji si mbah kah?
Sampai2 ulama kesayangan nasbung, ayah naen, pun tak henti2nya memuja muji si mbah. Mungkin ayah naen lupa peristiwa priok 84.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jexjonn dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
omong kosong a la cendana. semoga generasi ke depan akan semakin cerdas sehingga tidak mudah terlena oleh celoteh para pendongeng orde baru.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jexjonn dan 2 lainnya memberi reputasi
Awas bahaya laten PKI.

Selain PKI, juga ada bahaya laten DI/TII, NII, Permesta dan lain-lain. Semuanya berpotensi mencederai Pancasila dan kelangsungan NKRI sebagai negara majemuk dan tempat tinggal berbagai suku bangsa dan agama.

Jangan cuman PKI terus yang diungkit2, DI/TII, NII, Permesta, juga dong.

emoticon-norose
profile-picture
profile-picture
profile-picture
isu152 dan 4 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di