CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ratusan Ojol di Surabaya Nekat Makamkan Rekan Berstatus PDP
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ede115682d49543c617fc21/ratusan-ojol-di-surabaya-nekat-makamkan-rekan-berstatus-pdp

Ratusan Ojol di Surabaya Nekat Makamkan Rekan Berstatus PDP

Ratusan Ojol di Surabaya Nekat Makamkan Rekan Berstatus PDP

Setidaknya ratusan pengemudi ojek daring (ojek online/ojol) tetap nekat memakamkan salah seorang rekannya yang dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) terkait pandemi virus corona (Covid-19).

PDP tersebut adalah seorang perempuan berinisial DAW, 39. DAW meninggal dalam perawatan pascakecelakaan saat dijambret.

Salah satu rekan almarhumah, Suroso mengatakan DAW dijambret saat sedang mengantar pesanan makanan di kawasan Jalan Darmo Harapan, Sukomanunggal, Surabaya, Kamis (4/6) lalu. 

"Saat itu Mbak DAW mengantarkan makanan, dikiting (diikuti) orang. Di perempatan Darmo Harapan kesamper itu jatuh dan luka-luka," ujarnya Suroso, kepada CNNIndonesia.com, Senin (8/6).

DAW, kata Suroso, kemudian tak sadarkan diri akibat kecelakaan itu. Ia lalu dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tak lama setelah itu, DAW dirujuk ke RSUD dr Soetomo.

Usai dirawat selama kurang lebih empat hari, kondisi DAW ternyata makin memburuk. Ia pun meninggal dunia pada Minggu (7/6), pukul 14.30 WIB siang. 

"Di WhatsApp dapat kabar meninggal 14.30 WIB," kata Suroso.

Namun, kata dia, pemakaman DAW terkendala. Lantaran RSUD dr Soetomo menetapkan DAW sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Berdasarkan protokol, PDP seharusnya dimakamkan secara khusus terkait Covid-19.

Ratusan ojol yang mendatangi RS dr Soetomo. Mereka menuding diagnosis yang menyatakan DAW sebagai PDP corona adalah hal yang salah. Alhasil, para ojol itu pun meminta DAW agar segera dikebumikan dengan tetap menggunakan tata cara pemakaman normal. 

"Ternyata di RS ada masalah. Sampai jam 22.00 baru keluar dari kamar mayat," ucap Suroso.

Rekan-rekan DAW pun berupaya mencari jalan lain yakni dengan membicarakan hal tersebut ke Anggota DPRD Surabaya, Baktiono. Baktiono pun memediasi pihak rumah sakit dan keluarga terkait pemakaman DAW.

Baktiono mengatakan jenazah DAW sendiri sempat tidak diperbolehkan dibawa ke rumah duka karena statusnya sebagai PDP Covid-19. Itulah, yang membuat para ojol yang merupakan teman korban mendatangi RSUD dr Soetomo.

"Mereka minta bukti kalau benar terinfeksi Covid-19 atau tidak. Mereka minta jenazah segera dibawa ke rumah duka, kalau RS tidak bisa membuktikan," katanya.

Kini, jenazah DAW pun telah dimakamkan di belakang rumahnya sendiri di kawasan Dukuh Kupang Barat, Surabaya. Dengan tata cara normal tanpa menerapkan protokol Covid-19. 

Sementara itu, Humas RSUD dr Soetomo, dr Pesta Parulian menuturkan meski meninggal akibat kecelakaan, DAW merupakan salah satu pasien dengan status PDP.

Atas dasar itu, sebagai bentuk antisipasi, jenazahnya pun seharusnya dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19. 

"Memang [seharusnya] protokol Covid-19 mas, kan PDP," kata Pesta, kepada CNNIndonesia.com

Saat ditanya, soal dugaan adanya kesalahan diagnosis yang dilakukan RSUD dr Soetomo, Pesta mengatakan hal itu tak perlu lagi diperdebatkan. Ia mengatakan perawatan jenazah pun telah dilakukan sesuai protokol. 

"Saya kira tidak lagi diperdebatkan mas, keluarga menerima jenazah dengan baik dan jenazah sudah dirawat sesuai protokol," katanya. 

Perihal pemakaman jenazah yang dilakukan keluarga tanpa menerapkan protokol kesehatan, Pesta mengaku pihaknya tak tahu menahu. Ia mengatakan hal itu merupakan keputusan pihak keluarga dan bukan lagi wewenang pihaknya. 

"Dari kami sudah sesuai prosedur," kata Pesta.


https://www.cnnindonesia.com/nasiona...berstatus-pdp

SOLIDARITAS BOLEH ASAL TETAP UTAMAKAN KESEHATAN DIRI DAN KELUARGA
profile-picture
profile-picture
profile-picture
putrateratai.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh nevertalk
wii ride 2gether,,,we die 2gether,,,..ojol 4 life..
profile-picture
lustyrose memberi reputasi
Lihat 1 balasan
horee surabaya gosong meneh
udah keliatan trendnya kok.
masyarakat antara gak tau dan gak mau tau lagi bahayanya corona atau udah capek dengan corona.
jadi ya udah dicuekin aja semuanya.
apalagi pemerintahnya juga begitu.
niu normal ma es. lol
Ini adalah salah satu kesulitan tim medis di lapangan.

Fyi status pdp adalah diagnosis berdasarkan anamnesa riwayat + pemeriksaan fisik dan radiologis. Gold standard diagnosis covid-19 tetap swab pcr. Mengingat sensitifitas rapid test yang kecil, idealnya pasien pdp walau hasil rapid test antibodi hasilnya negatif tetap dilakukan pemeriksaan swab pcr.

Masalahnya pada pasien yang didiagnosis pdp tapi sudah meninggal sebelum dilakukan tes swab pcr.
Apakah status pdpnya gugur atau tetap dilakukan pemakaman sesuai prosedur covid-19?
Apakah minimal harus ada hasil rapid test antibodi 1 kali yang positif sebagai dasar hukum rs untuk melakukan pemakaman sop covid-19? Ini dengan pertimbangan jika hasil rapid test negatif, pasien itu masih ada kemungkinan terinfeksi covid-19 ya. Jadi tetap tidak ideal secara medis, tapi setidaknya secara hukum tidak bisa disalahkan.
Mang ojol Indon memang komplotan bermotor sedjati... emoticon-Malu
Wan abud goblok beginilah kalau anjing jadi pemimpin emoticon-Ngakak
Lihat 1 balasan
Sak karepmu rek. Meh keno corona yo urusanmu. emoticon-Big Grin
Innalillahi wainnailaihi rojiun..
nekat men rek
Malah takut order, takut klo dpt salah satu driver itu emoticon-Takut (S)
Jangan naik ojol yang tidak mau taat,, atau dari pihak Ojol bisa memberikan sanksi. Kasihan penumpangnya, bisa tertular....
Diubah oleh riendzy92
Yarin aja udah.. yarin.. emoticon-Smilie
Resiko kerja,
ya keselamatan utama,
yg merawat resiko penyakit menular
juga sama bahayanya emoticon-Hammer (S)
dah bosen lah liat kelakuan dengan mikirin hawa nafsunya doang emoticon-Embarrassment
pantesan jadi ojol, emang goblok emoticon-Traveller
RIP Daru Ardya Wiyati

Hati hati pesan GOjek di surabaya, terutama yang jemput jenazah beliau


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di