CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Perang Salib VIII dan Gagalnya Pasukan Eropa
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edde2489775136929449c10/perang-salib-viii-dan-gagalnya-pasukan-eropa

Perang Salib VIII dan Gagalnya Pasukan Eropa

Perang Salib VIII dan Gagalnya Pasukan Eropa

Hasil yang didapat pasukan salib Eropa pada Perang Salib VII tidak sesuai dengan harapan mereka. Pasukan salib pimpinan Louis IX dari Prancis terpaksa kembali ke Eropa karena kekalahan demi kekalahan yang mereka dapat dari pasukan Muslim.

Bahkan, Louis IX merasa sangat bersalah karena posisinya ketika itu yang sempat ditawan oleh pasukan Muslim menjadi pemicu utama mundurnya pasukan salib Eropa. Ditambah uang yang harus dikeluarkan demi menebus dirinya telah membebani ekonomi Prancis ketika itu karena jumlahnya yang sangat besar.

Penyelasan dari Louis IX itu telah berubah menjadi motivasi bagi dirinya untuk kembali melakukan ekspedisi pasukan salib ke wilayah Jerusalem pada 1270. Ketika itu, Louis IX telah berusia sekitar 56 tahun, namun masih tetap dengan semangat tinggi untuk menebus kesalahannya.

Selain alasan pribadinya, Louis IX merasa jengah dengan beberapa peristiwa yang terjadi di Syria, yang menimpa beberapa negara salib di sana. Ketika itu pasukan Muslim pimpinan Sultan Mamluk Baibars memutuskan untuk menyerang sisa-sisa negara salib yang masih berdiri di kawasan itu.

Hal itu sangat bertentangan dengan proses perdamaian yang sebelumnya telah disepakati bersama. Tercatat pada 1256, pasukan Muslim pimpinan Baibars berhasil menaklukkan wilayah Nazareth, Haifa, Toron, dan Arsuf.

Sultan Baibars kemudian memerintahkan pasukannya terus bergerak ke wilayah utara hingga wilayah Armenia, yang saat itu berada di bawah kendali bangsa Mongol. Dikisahkan pula pada 1268, kota Antiokia telah jatuh ke dalam kekuasaan Baibars dan pasukannya dengan jumlah korban sipil yang cukup besar.

Rangkaian peristiwa yang menimpa wilayah pasukan salib itu telah membuat Louis IX kembali terpanggil untuk mengobarkan semangat Perang Salib baru. Louis IX yang kembali menjadi pimpinan pasukan salib, dibantu oleh saudaranya Charles I dari Anjou, mengawali ekspedisinya dengan menaklukan wilayah Tunis terlebih dahulu.

Charles I berpendapat bahwa jika ingin menaklukan wilayah Mesir, maka wilayah Tunis sangat strategis untuk dipilih sebagai basis kekuatan pasukan salib. Namun beberapa orang berpendapat bahwa pemilihan Tunis oleh Charles I adalah kepentingan pribadinya yang ingin menguasai ekonomi wilayah Mediterania.

Louis IX lalu berangkat dari wilayah Prancis bagian selatan bersama dengan pasukan yang cukup besar, dan mengarahkan kapal-kapal mereka ke pesisir Afrika. Pada 1270, pasukan Louis IX berhasil mendaratkan kapalnya di wilayah Afrika. Tetapi sial bagi pasukan salib Eropa, mereka tiba di Afrika ketika keadaan iklim di sana sedang sangat buruk.

Kesulitan air bersih untuk kebutuhan mereka membuat banyak tentara yang tidak bertahan. Ditambah serangan wabah penyakit yang semakin memperburuk kondisi pasukan Prancis tersebut. Bahkan pada 25 Agustus 1270, Louis IX menghembuskan napas terakhirnya setelah turut terserang penyakit. Akhirnya ekpedisi Perang Salib VIII kembali mengalami kegagalan.

#gesper666 @sejarah
profile-picture
profile-picture
Pupilsxone dan nona212 memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di