CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Apakah negara lebih baik berhutang atau mencetak uang untuk sesuatu yang produktif
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eddc742facb954c5f57e53f/apakah-negara-lebih-baik-berhutang-atau-mencetak-uang-untuk-sesuatu-yang-produktif

Apakah negara lebih baik berhutang atau mencetak uang untuk sesuatu yang produktif

Apakah negara lebih baik berhutang atau mencetak uang untuk sesuatu yang produktif?

Jika negara berhutang maka akan menjadi suatu masalah besar seandainya suatu saat keadaan ekonomi suatu negara sedang memburuk, sehingga daya untuk melunaskan uang dapat memuai dan menjadi beban negara.

Lalu bagaimana jika seandainya negara dengan mengambil langkah dengan kebijakan sebagai berikut:
1. negara mencetak uang dengan secara proporsional dimana uang tersebut digunakan untuk usaha yg produktif dan kegiatan usaha yang di ACC adalah jenis usaha yang keuntungannya lebih besar dari pada nilai inflasi, jika rata2 inflasi 7%, maka minimal pendapatan usaha itu lebih besar dari nilai inflasi tersebut dan mungkin hal ini dapat meningkatkan suatu pendapatan negara sehingga dampaknya rakyat dapat lebih sejahtera.

2. negara mencetak uang Dimana uang tersebut digunakan sebagai alat untuk memberikan pinjaman kepada negara lain yang membutuhkan dengan catatan negara memberikan pinjaman kepada negara lain dengan bunga yang mana nilai pinjaman nya lebih besar dari nilai inflasi, dan inflasi dinegara kita rata-rata 7% , maka kita dapat memberikan pinjaman kepada negara lain diatas nilai inflasi tersebut secara proporsional sehingga hal ini juga dapat memberikan keuntungan dalam meningkatkan pendapatan negara sehingga dampaknya rakyat kita menjadi lebih sejahtera.

Bagaimana menurut pendapat agan tentang hal ini, apakah negara lebih baik berhutang atau mencetak uang?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh CTFors
Halaman 1 dari 3
salah tempat postingan
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Yang bilang cetak uang adalah solusi siapa sih?
emoticon-Ngakak
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
Lihat 20 balasan
yang punya ide tolol gini dulu kalo gak salah geng gerandong deh...

pinter nyuruh cetak belagak gatau resikonya,tar giliran inflasi,langsung siapin demo deh bilang pemerintah gak becusemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
No. 1
Udah ada yg mikirin ini gan para ekonom dr jaman Firaun udah sepakat bahwa mencetak uang adalah faktor yg meningkatkan inflasi, kecuali ente punya faktor lain yg jauh lbih kuat utk meredam inflasi emoticon-Big Grin

No.2
Biasanya lewat swasta, misal perush Jepang disini minjem Yen, Korea minjem won



profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh xrm
Lihat 3 balasan
cetak uang seenak jidat tanpa perbadingan emas oleh pemerintah, kalau berhasil bisa kayak dolar mamarika sekarang kalau gagal bisa kayak zimbabweemoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
cetak uang banyak, harga barang otomatis naik terhadap uang.

yang pegang duit hasil cetakan sih seneng2 aja.

kalo yang nggak dapet gimana? rakyat kecil lagi yang kena.
profile-picture
buron.warteg memberi reputasi
Lebih Baik utang lah emoticon-Embarrassment
Kenapa bunga bank tinggi itu untuk menarik uang agar tidak melimpah di lapangan. Kalau rupiah terlalu banyak apa yg terjadi? Rupiah tidak ada nilainya alias inflasi.
Ketua Badan Anggaran MH Said Abdullah mengatakan, dalam cetak uang ini inflasinya bisa dihitung. Dia memperkirakan inflasi hanya 5-6% jika BI mencetak uang Rp600 triliun. Hal itu tertuang dalam rekomendasi Banggar yang ditujukan ke pemerintah dan BI.


Said Abdullah rupanya sang penggagas cetak uang
Mang rupiah kuat bgt apa sampe bisa jadi alat utang negara lain emoticon-Big Grin

Akhir2 ini byk yg pengen Indonesia cetak uang tapi dgn alasan yg ngawur
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Itu kalau negara belum mencetak uang. Kalau negara mencetak uang, angkanya bakal lebih besar. Tidak bisa asal patokkan angka 7% atau sekian % sebelum melihat dampak inflasi yang terjadi. Prediksi bisa dibuat tapi belum tentu akurat.

Coba sebelum mikirin negara, kamu pikirkan analogi kecil dulu. Misalnya dalam keluarga, kamu sebagai bapak, dengan 2 orang anak. Selama ini kamu mencetak kupon snack yang bisa digunakan untuk makan snack apapun di kulkas. Biasanya diberikan 1 lembar per bulan dan 2 lembar tiap anak berprestasi. Terus kamu bisa ngasih imbalan kupon tiap menyuruh anak melakukan sesuatu. Dengan sistem saat ini, kamu hanya perlu menyetok kulkas sebulan 1x. Kalau tiba2 kamu mencetak 100 kupon terus dibagikan cuma2, si anak bakal males gerak ketika disuruh. Yang ada kupon kamu kehilangan harganya. Kulkas kamu juga kosong karena snacknya diambil semua. Nyetok kulkas sampai berkali2 sebulan.

Nah, kembali lagi ke 2 pilihan yang kamu tuliskan. Untuk pilihan pertama, apa bedanya dengan pemerintah meminjamkan uang kepada pelaku usaha dengan bunga di atas 7%? Bisnis itu susah ditentukan bakal untung atau rugi. Toh startup trilyunan sekalipun ada yang gulung tikar. Mencetak uang dengan alasan pilihan pertama itu bodoh karena uang yang dicetak bakal mengakibatkan uang yang beredar menjadi lebih banyak. Uang yang lebih banyak membuat orang menaikkan harga. Dan hasilnya inflasi.

Untuk pilihan kedua, itu lebih konyol lagi. Karena uang yang dipinjamkan ke negera lain itu bakal kembali ke tanah air untuk digunakan. Misalnya untuk membeli hasil expor, tenaga kerja, atau bahkan aset tanah. Uang yang kembali ke tanah air tentu saja ujung2nya inflasi.

Kamu harus sadar, meskipun tanpa jaminan aset emas, uang bisa digunakan untuk membeli aset lain, misalnya tanah. Kalau misalnya kita minjamin 1000T dengan bunga 10% ke Malaysia dan Malaysia menggunakan 1000T itu buat borong tanah di tengah ibukota, duitnya seketika balik di tangan masyarakan Indonesia dan banyak OKB yang main borong sana sini sehingga pemilik tokopun naikin harga agar kecipratan duit tsb. Inflasi instan. Ketika ada yang mau beli lagi tanah tsb dari Malaysia, mereka naikin harga 2-3x lipat. Inflasi lagi. Yang dikorbankan ya rakyat kecil dan menengah yang simpanan hari tuanya semakin tak berharga. Mau beli rumah, harganya sudah tak terjangkau.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Jgn harap korupsi bisa diberantas kalau KPK dan IPW juga ikut kecipratan

Ada yg beneran mau berantas korupsi dan g tebang pilih malah dimusuhi oleh Mafia hukum
bisa sih, asal cetak uangnya pakek emas murni 24 karat.
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
bisa sih di cetak 10000 trilyun

dengan syarat duit koruptor di invalidkan emoticon-Ngakak
pilihan ketiga meningkatkan pendapatan bumn lewat ekspor
2-2nya gk efektif.. cara yg lebih baik adalah bubar..jadi negara kecil2 aja.. tiap wakil dpr jd presisen tiap negaranya.. biar nyahok
sudah pernah dilakukan oleh zimbabwe dan venezuela...hasilnya inflasi meroket...bisa sampe ratusan persen...mau dipinjemin negara lain dengan bunga 7 persen...keburu bangkrut soalnya uang ga ada nilainya lagi...itu kebijakan paling parah dalam keuangan negara gan....hanya 1 negara yg bisa melakukan penctakan uang semaunya...amrik...karena dollar amrik dipake sebagai standar mata uang dunia
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan junior43 memberi reputasi
Diubah oleh liong_san
no 1 bukannya dari dulu udah coba dilakukan? Bikin bumn utk garap proyek yg pasti untung. udah gitu bumnnya masih bisa rugi dan disuntikan modal lagi sama pemerintah.

Jgn lupa mesti dibandingkan lagi pemerintah garap lewat bumn dgn segala resikonya vs pajak dari perusahaan swasta. seandainya pemerintah bisa dapet dari pajak lebih besar, gimana? tetep paksa cetak uang utk bunuh swasta?

no 2 negara laen mao megang uang rupiah buat apa? cuman bisa digunakan di indonesia, sama aja uangnya masuk kembali ke indo, bikin inflasi

lagian kalo minjamin bunga gk bisa seenaknya, kalo pinjem rupiah bunga setinggi itu, sapa yang mao? contoh malaysia, apa gk mending dia pinjam dalam dollar dgn bunga 3%?
http://www.worldgovernmentbonds.com/...ntry/malaysia/

kemudian kalo indonesia pinjamkan ke negara yg lagi butuh uang kayak argentina/yunani, kemudian mereka gk mao bayar gimana? pejabat mana yg mao disalahkan?
profile-picture
junior43 memberi reputasi
Dodol cetak uang itu bukan solusi, bukan menambah kemampuan ekonomis suatu negara atao masarakat, yang bisa meningkatkan kemampuan ekonomis suatu negara adalah produksi.
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan junior43 memberi reputasi
cetak aja uang yang banyak buat bayar utangemoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di