CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Denny Siregar: Cara Benny Tjokro Menggarong Jiwasraya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edcc7c3f4d695629f5023bf/denny-siregar-cara-benny-tjokro-menggarong-jiwasraya

Denny Siregar: Cara Benny Tjokro Menggarong Jiwasraya

Denny Siregar: Cara Benny Tjokro Menggarong Jiwasraya

Kemarin sidang perdana kasus asuransi Jiwasraya mulai digelar. Bisa dibilang ini kasus besar karena negara, dalam hal ini PT Asuransi Jiwasraya sebagai BUMN, rugi sampai Rp 17 triliun. Itu bukan uang sedikit, karena di sana ada uang ribuan nasabah.

Bagaimana sebenarnya kronologi kasus ini? Rumit penjelasannya. Kejahatan kerah putih atau disebut white collar crime, selalu merupakan kejahatan yang paling rumit karena dilakukan orang-orang yang super pintar. Tidak mudah mendeteksi jejak kriminal mereka, karena di setiap jejak mereka selalu memasang jebakan sehingga selalu lolos dari hukum.

Oke, kita sederhanakan saja ya. Asuransi Jiwasraya sebenarnya sudah lama merugi. Sejak tahun 2006. Kalau tidak salah, Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK sudah melihat Jiwasraya memainkan laporan keuangannya supaya kelihatan untung, padahal rugi besar.

Manipulasi laporan keuangan ini dinamakan window dressing. Secara bisnis kalau kita taruh uang kita di asuransi, uang itu pasti diputarkan perusahaan asuransi itu ke banyak investasi. Dan kita sebagai nasabah asuransi, biasanya dapat manfaat seperti jaminan ketika kita sakit, perusahaan asuransinya lah yang bayar.

Selain model standar seperti itu, ada lagi model yang saving plan. Kita taruh duit di perusahaan asuransi itu dalam bentuk investasi, dan mendapat bagi hasil dari keuntungan sebesar 9 sampai 13 persen setahun dari uang yang kita taruh di sana. Pastilah mereka menawarkan bagi hasil yang lebih tinggi daripada kita taruh uang di bank.

Jadi kalau kita taruh uang Rp 1 juta di sana, kita dapat bagi hasil lebih dari Rp 100 ribu setahun. Masalahnya, namanya investasi ada yang untung dan ada juga yang rugi. Sedangkan perusahaan asuransi seperti Jiwasraya itu tetap harus membayar keuntungan kepada nasabahnya, meskipun investasi mereka rugi. Mulai paham, kan?

Gini deh, misalnya si Rocky datang ke gua, "Den, gua punya duit Rp 1 juta nih. Bisa gak dengan duit ini lu kasih gua penghasilan Rp 100 ribu setahun?"


Ya gua terimalah duit si Rocky, siapa tahu ketika gua investasikan duitnya, gua dapat untung Rp 300 ribu. Yang Rp 100 ribu gua kasih ke si Rocky, gua dapat Rp 200 ribu. Cuan, kan? Uang si Rocky akhirnya gua investasikan ke perusahaan si Mardigu. Eh, ternyata si Mardigu cuma ngomong besar.

Bilangnya triliuner, tapi nyatanya abal-abal, malah sibuk jualan seminar. Ya rugi deh. Tapi kan gua juga tetap harus bayar si Rocky keuntungan Rp 100 ribu.

Kebayang gak, gua ini sebagai perusahaan asuransi Jiwasraya dengan nasabah puluhan ribu Rocky-Rocky lain yang investasi ke sini. Ruginya sudah pasti triliunan rupiah. Terus bagaimana caranya gua harus mengembalikan duit si Rocky itu? Di sinilah kuncinya.

Manajemen Jiwasraya tahu, ketika mereka masuk ke dalam perusahaan, Jiwasraya sebenarnya sudah rugi besar. Tapi mereka dipaksa untuk menjadikan Jiwasraya untung. Bagaimana caranya? Ya, tarik duit nasabah lagi dan berinvestasi lebih besar lagi.

Di sinilah masuk yang namanya Benny Tjokro. Menurut Wikipedia, Benny Tjokro adalah cucu dari pendiri Batik Keris. Cuma si Bencok, nama panggilan Benny Tjokro ini, lebih jago main saham daripada jadi pengusaha batik. Dia sudah dikenal di dunia saham, sebagai pemain gorengan. Jadi bukan tahu bulat saja yang digoreng dadakan ya, saham juga bisa, apalagi kalau yang menggoreng sekelas Benny Tjokro.

Nah, ngobrol punya ngobrol, si Benny Tjokro tahulah Jiwasraya punya masalah besar, yaitu utang triliunan rupiah ke para nasabahnya. Benny pun mendekati para Direktur Jiwasraya, biasanya sih sambil main golf, "Eh, gini deh. Gimana kalau gua yang mainin uang nasabah Jiwasraya? Tenang. Di tangan gua, lu bisa dapat keuntungan besar yang bisa dipakai bayar utang nasabah. Enak, kan? Pasti untung besar," kata si Benny meyakinkan para Direktur.

Direktur Jiwasraya tertarik dong. Tapi mereka juga pengin nebeng duit ke si Benny. Mereka bilang, "Terus gua dapat apa?" Benny jawab, "Tenang, gua atur semua. Lu pasti dapat komisi gede." Di sinilah terjadi peristiwa korupsinya, ketika para direktur memperkaya diri mereka sendiri.

Benny Tjokro kemudian mempersiapkan perusahaan-perusahaan yang harga sahamnya murah, tapi 'kalau digoreng oleh Benny Tjokro' perusahaan itu bisa tiba-tiba nilai sahamnya tinggi. Misalnya, Jiwasraya beli saham perusahaan Benny Tjokro sebesar Rp 1.000 per lembar saham. Benny menjanjikan saham itu nanti naiknya sampai Rp 1 juta per lembar saham. Jadi, nanti Jiwasraya dapat untung ratusan miliar rupiah. Gila, kan? Beli Rp 1.000 per lembar, dapat untung Rp 1 juta per lembar. Siapa yang enggak hijau matanya? Dan ini transaksi jutaan lembar saham.

Masalahnya, namanya juga investasi, apalagi yang mainin si Benny, Jiwasraya jangankan untung Rp 1 juta, saham-saham itu anjlok sampai Rp 50 per lembar saham. Rugi bandarrr.

Para direktur sudah dapat komisi, broker seperti si Benny juga sudah dapat komisi, nasabah yang punya duit di asuransi yang gigit jari. Dan angka kerugian yang sudah mencapai triliunan rupiah di Jiwasraya itu langsung bengkak menjadi Rp 17 triliun. Ambyar.

Yang enak ya si Benny Tjokro. Dengan main goreng-menggoreng saham seperti itu, harta pribadinya saja sudah mencapai Rp 9 triliun. Aset tanahnya di mana-mana. Dan dia masuk sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.

Karena utangnya menumpuk, Jiwasraya pun gagal bayar hasil investasinya ke nasabah. Nasabah pun teriak dong, "Oi, duit gua ke mana? Balikin dong."

Kejaksaan Agung dengar, dan orang-orang yang terlibat pun ditangkap satu per satu.

Begitu penjelasan sederhananya. Kalau penjelasan detailnya, waduh rumit banget. Bisa botak kepala kita lihat bagaimana Benny Tjokro dengan lihai memainkan gorengannya.

Tapi dengar-dengar, dari para terdakwa, Kejaksaan Agung sudah menyita harta mereka total sebesar Rp 13 triliun. Wow, besar juga. Dan ini menjadi harapan baru buat para nasabah kalau satu waktu, uang mereka akan dikembalikan. Maklumlah, yang investasi di Jiwasraya ini bukan saja orang kaya, tapi juga orang yang hampir seluruh tabungan hidupnya diinvestasikan supaya dia bisa mendapat penghasilan tambahan di sana.

Mari kita dukung Kejaksaan Agung segera menuntaskan kasus goreng-menggoreng saham ini dengan tersangka utama Benny Tjokro. Semoga cepat selesai dan kita harus apresiasi kalau pemerintah ingin masalah ini segera tuntas dan nasabah tidak dirugikan.

https://www.tagar.id/denny-siregar-c...rong-jiwasraya

profile-picture
profile-picture
profile-picture
pein666 dan 12 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Kebangetan lu, Ben! emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
entop memberi reputasi
Lebih keren teguh hidayat
profile-picture
entop memberi reputasi
Lihat 1 balasan
muka babik rakus kutu kupret penggemar kilapah..

profile-picture
profile-picture
entop dan scorpiolama memberi reputasi
ngapa ke si bossman mardigu nih bos
emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
entop dan bontakkun memberi reputasi
Lihat 2 balasan
sruput dulu kopinya
profile-picture
profile-picture
entop dan scorpiolama memberi reputasi
menurut salah satu sumber (yang belum tentu bisa dipercaya) :
si Bencok ini cuma dijadiin kambing hitam aja..
Bahwa Bencok menggoreng saham itu memang benar
Bahwa Bencok dapat share dari saham itu juga memang benar
tapi jauh sebelumnya Jiwasraya sendiri sudah hancur secara keuangan karna uang nasabahnya dibawa lari oleh .....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mamarnr dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Dari cina
Bersama cina
Untuk cina

emoticon-Selamat
profile-picture
profile-picture
aircrash dan entop memberi reputasi
Itu nasabahnya jg serakah..... Investasi itu ada resiko ruginya. Trrtmasuk resiko rugi adalah .... DITIPU.



Jd nasabahnyavkurang kontrol...... Dengar Chan besar lsng percaya.
profile-picture
entop memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Sejak 2006..
Pemerintahan apapun ,siapapun,bagaimanapun sudah terlalu lalai dan lama utk menyelesaikan masalah jiwasraya..
Luar biasa..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mamarnr dan 2 lainnya memberi reputasi
Dari 2006 sdh mo kolaps ...


Kemana bpk ... badan pengawas asuransi ..


Jokowi dimana nih emoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
mamarnr dan entop memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ajegile mainin sampe rugi segitu.
profile-picture
entop memberi reputasi
namaku bencok
rumah rel estet...



profile-picture
profile-picture
dnaltalf dan scorpiolama memberi reputasi
Lihat 1 balasan
spt biasa yg mamanya perusahaan pemerintah para tikus berdasi tau bahwa negara bakal mengganti kerugian, dan para wajib pajaklah yg selalu akan mwnjadi donatur tetap..wkwkwkwk.. btw bini ane juga invest di jiwasraya dan butuh 6 bulan buat cairin claim dari sebelumnya 3 bulan..dan nanti menjadi satu tahun..dst..dst..pelajaran apa yg kita bisa petik dari kasus jiwasraya??
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
main rapi skali ya korupsinya.. luar biasa emang.. dr tampangnya aja udah keliatan model orang serakah sih.. maklum aja sih main gelapin duit jd hal yg biasa buat dia..
Lihat 2 balasan
lingkaran setannya manteppp
Gila ya kok bisa ya? Dari bawah sampe ke atas pasti ada main
Usut smpai tntas.smpai keakar2nya.hrta kekayaannya hrus disita.biar mskin.dan pnjra seumur hdup.
Ini yg nulis laporan palsu gimana yah? Apalagi klo udah masuk bursa saham... Parah. Padahal indikasi investasi di saham adalah laporan keuangan perusahaan setiap tahun
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Jtuhi hkuman seumur hdup.dan hrtanya disita smua.biar jdi mskin.
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di