CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ratusan Warga Surabaya Pengantre Bansos COVID-19 Langgar Physical Distancing
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edc97ad9a972e0e16462350/ratusan-warga-surabaya-pengantre-bansos-covid-19-langgar-physical-distancing

Ratusan Warga Surabaya Pengantre Bansos COVID-19 Langgar Physical Distancing

Ratusan Warga Surabaya Pengantre Bansos COVID-19 Langgar Physical Distancing



Surabaya - Ratusan warga berdesak-desakan saat antre mengambil dana bantuan sosial tunai (BST) Rp 600 ribu di Kantor Pos Jemur Andayani. Kondisi ini mengkhawatirkan sebab mengabaikan aturan physical distancing di tengah pandemi COVID-19.

Pantauan di lokasi, warga sudah mengantre sejak pukul 7.00 WIB. Kedatangan warga ke kantor pos menggunakan berbagai moda transportasi seperti motor, angkot bahkan becak.

Tak hanya itu, warga yang mengambil juga tak jarang sambil mengajak anggota keluarga lainnya. Bahkan banyak warga tampak menggendong anak-anak mereka yang masih balita dan tanpa menggunakan masker.

Salah satu warga yang mengantre, Aji (40) mengatakan, dirinya mengajak serta anaknya dan datang sejak pukul 7.30 WIB. Ia mengaku sebenarnya khawatir dengan kondisi kerumunan ini.

"Ini saya mengajak anak saya. Karena yang dapat bantuan anak saya. Ya khawatir karena ramai sekali ini," kata Aji kepada detikcom di lokasi, Minggu (7/6/2020).

"Apalagi ini gak ada nomor antrean. Tapi datang dan langsung menyerahkan undangan ke petugas di depan terus nanti dipanggil petugas dan menunjukkan KTP dan KK kepada petugas baru dapat," tambahnya.

Menurut Aji, warga yang mengantre ini seluruhnya berasal dari Kecamatan Wonokromo. Ia menyebut kondisi sama juga terjadi kemarin.

"Ini semua warga dari Wonokromo. Kemarin juga pas giliran kecamatan lain sama kayak gini membeludak," tutur Aji.

Salah satu petugas Kantor Pos, Iswahyudi mengakui memang pada penyaluran BST tidak menerapkan physical distancing. Sebab jika diterapkan maka antrean warga akan semakin panjang dan meluber sampai jalan raya.

"Tidak ada, sebab kalau diberi jarak antrean malah meluber di jalan raya. Makanya kita putuskan seperti ini agar lancar,"
jelas Iswahyudi.

Untuk mengatasi panjangnya antrean, lanjut Iswahyudi, pihaknya juga telah membuka tiga loket untuk memecah warga yang berkerumun. Loket-loket itu ditempatkan di sebelah barat, tengah dan timur.

"Kami buka tiga loket pengambilan. Tapi memang karena jumlahnya banyak jadi memang tetap ada kerumunan," pungkasnya.

(sun/bdh)


https://m.detik.com/news/berita-jawa...l-distancing/1




wew! walikotanya gak marah2 nih emoticon-Ngakak


mungkin dengan bansos pemerintah berharap penderita covid 19 bisa lebih merata emoticon-Leh Uga



Zona hitam emoticon-Takut



#SurabayaWani emoticon-Big Grin


profile-picture
profile-picture
profile-picture
54m5u4d183 dan 3 lainnya memberi reputasi
Ada yang tidak pakai masker lagiemoticon-Mad (S)
profile-picture
profile-picture
entop dan sniper2777 memberi reputasi
Sesuai anjuran Menkes

Corona tidak berbahaya emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
entop dan sniper2777 memberi reputasi
Ratusan Warga Surabaya Pengantre Bansos COVID-19 Langgar Physical Distancing

Diam atau mati!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
clyope dan 3 lainnya memberi reputasi
kesadaran yang nol
profile-picture
entop memberi reputasi
salah gubernur dari awal gak becus
gak memperhatikan surabaya
bu walkot sudah bener tp karna gubernur nya gak becus urus bansos jadinya ya meluber
anies juga gak kasih orang pulang jakarta jadi ktp jakarta banyak ketahan disurabaya gak becus semua gubernur oposisi
contoh jokowi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rufin dan 6 lainnya memberi reputasi
Ratusan Warga Surabaya Pengantre Bansos COVID-19 Langgar Physical DistancingRatusan Warga Surabaya Pengantre Bansos COVID-19 Langgar Physical DistancingRatusan Warga Surabaya Pengantre Bansos COVID-19 Langgar Physical Distancingemoticon-Cape deeehh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaldi.sarpin dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Salah siapa nih bray
Baiknya dijatah biar ga gerumbel uda kebiasaan org indo kurang disiplin emoticon-Big Grin yg negatif bisa jd positif klo tiba2 kelupaan ingin ngupil emoticon-Big Grin
Quote:


Knp nnjing asuuemoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
westciss dan rakooon memberi reputasi
Lihat 1 balasan



Yg penting tes sebanyak-banyaknya
Dan bisa diklaim kota yg terbanyak melakukan tes
Itu udah dianggap prestasi pimpinan daerah


Ratusan Warga Surabaya Pengantre Bansos COVID-19 Langgar Physical Distancing


Cara ngetes nya kayak gini.
Sekali tes didapati 100 positif RAPID

Taruhlah dari 100 itu ketemu 30 positif SWAB

Selama ngantri yg 30 itu udah desak-desakan sama orang, ngobrol sama sekelilingnya, bersin di situ, batuk2 di situ, dll

Besok tes lagi sebanyak-banyaknya, kayak gitu lagi

Ini belum ngomongin mall yg masih tetap buka, warung kopi n warung makan yg tetap ramai pada makan di dalam, tempat2 publik yg ramai dgn kerumunan, pasar yg ramai kerumunan, lalulintas yg selalu macet, dll



profile-picture
profile-picture
fuckinghandsome dan rakooon memberi reputasi
Lihat 1 balasan
dilanggar pun plng cuma msk media. apa ada sangsinya atau yg bagiin juga kena sangsi krn bikin kerumunan... contoh pakdhe donk, ngasih door to door... nah baru bener.
kagak di gilir aja?
sekali masuk 10 orang kira2 1 jam proses, ntar yg lain bisa pulang ke rumah dulu
profile-picture
Lt.Evans memberi reputasi
Diubah oleh chisaa
Duh surabaya, kapan beresnya kalo kaya gini terus emoticon-Matabelo
wah nekat nemen rek


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di