CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
PLN Beberkan Penyebab Tagihan Listrik Bengkak Lagi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edc69724601cf7621104fb1/pln-beberkan-penyebab-tagihan-listrik-bengkak-lagi

PLN Beberkan Penyebab Tagihan Listrik Bengkak Lagi

Jakarta - Keluhan masyarakat soal tagihan listrik yang membengkak kembali merebak. Masyarakat memperkirakan ada kenaikan tarif listrik secara diam-diam atau ada subsidi silang yang diterapkan untuk pengguna daya 450 VA dan 900 VA.
Merespons keluhan-keluhan tersebut, PT PLN (Persero) angkat suara. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril memastikan seluruh anggapan itu tidak benar. PLN tidak pernah menaikkan tarif listrik karena bukan kewenangan BUMN.

"Pada intinya bahwa PLN itu tidak melakukan kenaikan tarif karena tarif itu adalah domain pemerintah. Kan sudah ada UU yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian ESDM. Jadi PLN tidak akan berani karena itu melanggar UU dan melanggar peraturan dan bisa dipidana bila menaikkan tarif," ujar Bob dalam konferensi pers bertajuk 'Tagihan Rekening Listrik Pascabayar', Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: Konsumsi Listrik Rumah Tangga Naik 17% saat PSBB, Kalau Industri?
Bob menegaskan kenaikan tagihan listrik pelanggan terjadi karena adanya kenaikan pemakaian dari pelanggan itu sendiri.

"Kenaikan tarif ini murni disebabkan oleh kenaikan pemakaian dan kenaikan pemakaian ini murni disebabkan oleh banyaknya kegiatan yang dilakukan di rumah dibandingkan kegiatan sebelumnya pada era normal. Mungkin kita akan lihat juga bagaimana dengan new normal nantinya apakah juga mengalami kenaikan," tambahnya.

Ia juga membantah tuduhan adanya subsidi silang untuk pelanggan 450 VA maupun 900 VA. Sebab, terkait subsidi, hal itu bukan wewenang PLN.

"Terakhir, tidak ada cross subsidi (subsidi silang). Kami tidak ada subsidi karena subsidi itu kewenangan pemerintah. Sebenarnya subsidi itu adalah untuk rakyat yang tidak mampu dan PLN hanya menjadi medianya. Jadi subsidi itu--saya ulangi--bukan untuk PLN, tapi subsidi untuk rakyat, rakyat yang tidak mampu, yaitu apa, kalau di listrik didefinisikan untuk rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang tidak mampu," pungkasnya.

Pencatatan Meteran yang Keliru Jadi Biang Kerok

Tak sedikit pelanggan yang menaruh curiga kepada petugas pencatatan meteran listrik lantaran tagihannya membengkak awal Juni ini. Sebagaimana diketahui, akhir Mei 2020 lalu, petugas pencatatan listrik sudah diizinkan kembali melakukan pencatatan meter secara langsung ke rumah pelanggan pascabayar untuk tagihan rekening bulan Juni 2020.

Lalu, apakah benar memang ada kesalahan pencatatan oleh para petugas tersebut?

PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa pihaknya memang mengandalkan pihak ketiga untuk melakukan pencatatan meteran listrik ke rumah-rumah pelanggan. Direktur Niaga dan Management PLN Bob Saril pun memastikan bahwa proses pencatatan meteran listrik oleh petugas sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

"Pencatatan itu sudah dilengkapi alat yang memadai, lalu saat melakukan pencatatan hasilnya di foto dan harus di foto itu untuk menjadi bukti bahwa mereka datang ke sana dan terlihat meter itu berapa angkanya," terang Bob dalam konferensi pers, Sabtu (6/6/2020).

Bob menjelaskan bukti foto itu penting terutama apabila ada pelanggan yang komplain mengenai tagihan listrik.

Di samping itu, Bob mengakui ada beberapa kendala yang dialami para petugas saat bertugas ke lapangan. Misal pagar rumah pelanggan kerap dikunci saat petugas akan melakukan pencatatan meteran. Sehingga mau tidak mau, aktivitas pencatatan meteran tak bisa dilakukan hari itu juga. Atau, pelanggan diminta melakukan pencatatan meteran sendiri dan melaporkan ke PLN.
Baca juga: Masyarakat Keluhkan Tagihan Listrik Bengkak Lagi, PLN Buka Suara
Bagi pelanggan yang tidak melakukan pelaporan, tagihan listriknya akan dihitung dari rata-rata pemakaian 3 bulan sebelumnya. Bila selama 3 bulan itu ada perubahan konsumsi listrik yang begitu signifikan bisa membuat rata-rata tagihan listrik pelanggan membengkak.

"Kalau tidak dilaporkan juga, maka kita lakukan perhitungan rata-rata 3 bulan. Nah kalau terjadi pola kehidupan berbeda-beda jadi hasilnya sangat jomplang. Seperti ada COVID-19 ini dan tidak ada COVID itu sangat jomplang," tuturnya.

Kendala lainnya, pelanggan yang mencatat pencatatan meterannya sendiri juga sering keliru melaporkan angka pemakaian daya listrik yang dipakai. Sehingga, hal itu membuat tagihan listriknya bisa berbeda dari yang ia laporkan.

"Kadang-kadang catatan itu tidak sesuai dengan yang angka di situ, dia salah, kadang-kadang salah. Itu juga salah satu penyebabnya," tambahnya.

https://m.detik.com/finance/energi/d...bengkak-lagi/2

Kalo mau ngibul pinteran dikitlah bos..
2 rumah gw tagihannya naik 100 dan 200 % dari rata2 pemakaian januari sampe mei padahal pemakaian sama daya sama gak ada elektronik baru...
Bijimana naek kalo tdl gak naek...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 6 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
dasar kang tipu
emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
soljin7 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh hantupuskom
itung sendiri gan
penggunaan kwh d bulan itu x rupiahny
kalo ada kesalahan
...lapor
profile-picture
profile-picture
qavir dan jamkecil memberi reputasi
Lihat 6 balasan
kiamat sudah dekat, sistem dunia harus diubahemoticon-Belgia
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan jamkecil memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Sepertinya perlu dikasih antiinflamasi.
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan jamkecil memberi reputasi
ijaang berbohong semogaa idoepnjaa tijadalaah tenang .
profile-picture
jamkecil memberi reputasi
bumn gak ada yg benar...koflo smua..mending dijadikan swasta aja...dari rakyat untuk pejabat motto bumn
profile-picture
jamkecil memberi reputasi
kalo pemakaiannya sama dayanya kan bisa ketauan..
Quote:


Quote:


Harusnya kalo emang naik dan buat subsidi masy yang digratiskan umumkan aja daripada kaya gini dipikir orang goblok apa bilang gak naek tp nyatanya tagihan naik 100%
Klo kasus sya yg salah PLN
Sudah lapor mandiri via WA sesuai tanggal yg ditentukan ada bukti foto juga masih bisa salah input angka meteran emoticon-Cape d...

Tinggal tunggu koreksi 1 minggu, klo gak ada koreksi ya komplain lagi emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
jamkecil memberi reputasi
Lihat 2 balasan
BUMN memang selalu jadi sapi perah, tapi harus di akui BUMN di rezim sekarang paling buruk sejak era reformasi,
profile-picture
jamkecil memberi reputasi
tapi banyak yang naiknya ga wajar sampe 300perssen sendiri
ga masuk akal gaaan
profile-picture
jamkecil memberi reputasi
palak rakyat 1300va keatas, buat subsidi 450va, tapi seolah olah pemerintah bantu ,emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
profile-picture
jamkecil memberi reputasi
Lihat 1 balasan


Seperti bulan April kemarin

Nyalahin work from home

Ya kalo karyawan yg biasa kerja kantoran ya iya wajar naik, krn aktifitas jd di rumah.

Lha masalahnya itu yg naik yg udah sejak dulu work from home. Para UMKM yg usaha loundry rumahan, toko kelontong, pembuatan roti cake rumahan, fotokopi rumahan, bengkel elektronik rumahan, dll

Biasanya usaha mereka ramai, listrik dipakai terus utk usaha. Sekarang usaha sepi. Mesin2 jarang dihidupin, secara logika harusnya listrik turun drastis.

Lha kok malah tagihan listrik membengkak naik hampir 2x lipat?

Jelas ada yg salah ini mah

profile-picture
jamkecil memberi reputasi

BUMN

rugi untuk negeri
Diubah oleh kureno23q
PLN maning emoticon-Ngakak
profile-picture
gembaladomba666 memberi reputasi
perlu ditampol sampe goblokemoticon-Mad
up, rumah gua juga kewalahan nih listriknya
bacod anyiing...
gelud ayok sini...
emoticon-Blue Guy Bata (L)
Ikutan curhat, Tagihan listrik gw juga bengkak dimasa psbb, gila.
masa masa biasa pemakaian listrik max 400rb.

Masa PSBB 650rb gila.

Alasan WFH dan SFH ?
Gue emang biasa kerja dirumah, dagang online, pemakaian listriknya ya lampu nyala, lappie nyala, cas HP tok

Istri WFH pake lappie buat teleconference cuma seminggu sekali itu pun ga sampe 20 menit. ITUNGLAH KWHnya

Anak 2, SFH ... modul nya pake google form, dikerjain pake HP trus submit, kelar. ITUNGLAH KWHnya

Dimasa PSBB demi mengurangi kunjungan dan interaksi, gw mengurangi pemakaian kompor gas dengan MEMAKAI TEKO LISTRIK 1,8L buat masak aer minum, konsumsi daya 350watt. Rumah cuma isi 4 orang. Katakan gw masak air buat minum 1 jam lebih aja deh alias 2hari 1Kwh. Artinya ..... 1 bulan gw cuma ketambahan 15-20Kwh yang artinya kalo dirupiahkan mungking kurang lebih 30-50rb TOK. ITUNGLAH KWHnya.

Seisi rumah nggak keluar atau katakanlah jarang keluar, anak2 juga ga sekolah, gw dagang online itu barang dijemput agen kurir, so....... MESIN CUCI dan POMPA AIR itu jelas lebih jarang dipakai, ITUNGLAH KWHnya

Alasan apalagi? AC? AC cm ada di kamar tidur dan ga pernah nyala siang hari, gw juga ga mau anak gw kebiasaan AC kok, cuma kipas/exhaust fan. Toh diHARI BIASANYA KIPAS ANGIN/EXHAUST FAN JUGA NYALA. ITUNGLAH KWHnya.

Buat PLN dan Jajarannya. Kalau dimasa PSBB penggunaan listrik per rumah meningkat 20-30 persen gw kira masyarakat juga paham lah kalo kenaikan dibarengin ama pemakaian yg lebih dr biasanya.

Ini........ kenaikan diatas 50% bahkan ada yg mencapai 100% lebih itu gimana ?
Coba anda anda disana pinter pinter ITUNGLAH KWHnya

Pernah baca bbrp waktu lalu artikel yg menyarankan masyarakat agar beralih ke kompor listrik krn lebih hemat pengeluaran........ Faktanya yg jelas beda dari gw cm 1 teko listrik buat masak air minum aja udah kaya gini. Ngga banget dah.
profile-picture
jamkecil memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Nemu di twitter
v
PLN Beberkan Penyebab Tagihan Listrik Bengkak Lagi

emoticon-Gila

--------------------

Ane juga bulan ini jadi ga jelas
v
PLN Beberkan Penyebab Tagihan Listrik Bengkak Lagi

Normal 200 - 400 rb/bln emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
Yg bulan januari 01/20 itu beda waktu jadi kantor
Diubah oleh galonaire
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di