CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kisah Hidup Al Capone
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edc43acaf7e937f5f4f3c46/kisah-hidup-al-capone

Kisah Hidup Al Capone

Quote:


Kisah Hidup Al Capone


Kisah Hidup Al Capone


Alphonse Gabriel Capone atau Al Capone, lahir pada tanggal 17 Januari 1899 di Brooklyn, New York. Orangtuanya adalah pasangan imigran Italia yang sama-sama lahir di Angri, Province of Salerno. Ayahnya yang bernama Gabriele, bekerja sebagai tukang cukur rambut. Sedangkan ibunya yang bernama Teresa Raiola, bekerja sebagai tukang jahit. Capone memiliki delapan orang saudara, dan satu diantaranya meninggal ketika dia baru berumur satu tahun.

Kisah Hidup Al CaponeCapone beserta Ibunya


Keluarga Capone pertama kali berimigrasi pada tahun 1893, dari sebelah selatan Italia menuju ke Rijeka, Kroasia. Dari sana, mereka melakukan perjalanan menuju ke Amerika dengan menggunakan kapal, dan menetap di 95 Navy Street yang terletak di pusat kota Brooklyn. Gabriele kemudian bekerja di tempat cukur yang terletak di 29 Park Avenue, dan ketika Capone berumur 11 tahun, dia beserta keluarganya pindah 38 Garfield Place yang terletak di kota yang sama.

Capone sempat bersekolah di sekolah Katolik. Namun ketika dia berumur 14 tahun, dia dikeluarkan oleh pihak sekolah karena memukul guru wanita tepat dibagian wajahnya. Dia sempat menjadi seorang pemain baseball semi profesional selama tiga tahun setelah sebelumnya bekerja secara serabutan di toko permen dan tempat bowling. Pada tanggal 30 Desember 1918, ketika Capone berumur 19 tahun, dia menikah dengan seorang wanita yang bernama Mae Josephine Coughlin. Mae yang merupakan seorang Katolik Irlandia, sudah melahirkan anak dari Capone sebelumnya yang diberi nama Albert Francis Capone. Mengingat saat itu Capone masih dibawah umur, maka orangtuanya harus memberikan ijin dalam bentuk tulisan agar dia bisa menikah.

Kisah Hidup Al CaponeMae Josephine Coughlin dan Albert Francis Capone


Kisah Hidup Al Capone


Pada awalnya, Capone bergabung dengan geng mafia kecil-kecilan yang bernama Junior Forty Thieves dan Bowery Boys. Dia kemudian bergabung dengan Brooklyn Rippers, dan kemudian bergabung dengan geng yang lebih kuat yang bernama Five Points Gang yang bermarkas di Lower Manhattan. Ketika itu, dia dipekerjakan dan dididik oleh rekan sesama penipu yang bernama Frankie Yale, yang merupakan seorang bartender di Harvard Inn yang terletak di Coney Island. Suatu waktu, tanpa sengaja Capone menyinggung seorang wanita. Saudara laki-laki dari wanita tersebut kemudian menyayatkan pisau pada bagian kiri wajah Capone sebanyak tiga kali. Luka yang membekas tesebut membuatnya mendapatkan julukan, "The Scarface". Namun kepada orang lain, dia akan mengatakan bahwa luka tersebut didapatnya ketika dia sedang berperang.

Kisah Hidup Al CaponeAl Capone


Pada tahun 1919, Capone meninggalkan New York untuk pergi ke Chicago atas undangan Johnny Torrio, seseorang yang sengaja dikirim oleh bos kriminal yang bernama James Colosimo. Capone kemudian bekerja sebagai tukang pukul disebuah rumah bordir, dimana dia sempat tertular penyakit siphilis, dan dia tidak pernah mendapatkan perawatan untuk penyakitnya tersebut. Pada tanggal 11 Mei 1920, Colosimo tewas dibunuh. Oleh karena itu, Torrio kemudian mengambil alih posisinya dan menjadikan Capone sebagai tangan kanannya.

Kisah Hidup Al CaponeJohnny Torrio


Torrio yang saat itu memimpin geng kriminal Italia paling besar di kota, sempat merasa khawatir akan terlibat dalam perang geng mafia dan mencoba untuk menegosiasikan kesepakatan atas wilayah yang dikuasai oleh masing-masing geng. North Side Gang yang dipimpin oleh Dean O'Banion, merupakan geng mafia kecil yang memiliki etnik campuran, dan selalu mendapatkan tekanan dari geng The Genna yang merupakan sekutu dari geng yang dipimpin oleh Torrio. O'Banion mengetahui jika Torrio tidak banyak membantu ketika The Genna kerap melancarkan gangguan pada North Side Gang, meskipun dia berpura-pura menjadi penengah perselisihan yang terjadi diantara keduanya. Pada tanggal 10 November 1924, O'Banion dibunuh di toko bunga miliknya, dan hal tersebut diduga diatur oleh Torrio. Terbunuhnya O'Banion membuat teman dekatnya yang bernama Hymie Weiss, menjadi pemimpin baru di North Side Gang. Dan dengan dukungan dari Vincent Drucci serta Bugs Moran, dia berniat untuk melakukan pembalasan terhadap kematian O'Banion.

Kisah Hidup Al CaponeDean O'Banion


Pada bulan Januari 1925, Capone disergap oleh North Side Gang. Dan 12 hari kemudian Torrio sempat ditembak beberapa kali setelah dia berbelanja. Setelah sembuh, dia mengundurkan diri dan menyerahkan posisi kepemimpinannya pada Capone yang saat itu baru berumur 25 tahun. Capone secara resmi menjadi bos dari sebuah organisasi yang menguasai tempat pembuatan bir ilegal dan jaringan transportasi menuju ke Kanada, dengan perlindungan dari tokoh politik dan para penegak hukum.

Dengan posisi yang dimilikinya, Capone menggunakan kekerasan demi meningkatkan pendapatan usahanya. Dia tidak segan untuk meledakkan perusahaan yang menolak untuk membeli bir darinya. Dan para saingannya juga menilai bahwa Capone merupakan penyebab dari banyaknya rumah bordir yang bermunculan. Sejak saat itu, Capone memiliki kehidupan yang memuaskan dengan menggunakan pakaian yang dibuat secara khusus, cerutu, makanan dan minuman mewah, serta pertemuannya dengan banyak wanita cantik. Dia sangat dikenal karena memakai perhiasan yang berlebihan dan mahal.

Capone kemudian menetap di Cicero, Illinois, setelah sempat menggunakan suap dan melakukan intimidasi secara luas untuk mengambil alih pemilihan dewan kota. Keberadaannya tersebut membuat North Side Gang kesulitan untuk menemukannya. Namun supirnya sempat disiksa dan kemudian dibunuh, dan Capone sempat melakukan upaya pembalasan pada Weiss ketika dia berada di Chicago Loop. Pada tanggal 20 September 1926, North Side Gang menggunakan sebuah tipuan untuk menarik perhatian Capone yang saat itu sedang berada di markasnya yang terletak di Hawthorne Inn. Sejumlah pria kemudian melepaskan tembakan dengan menggunakan senapan berjenis Thompson ke arah jendela-jendela restoran tersebut. Capone tidak mengalami luka dan justru dia menyerukan gencatan senjata, namun negosiasi yang dilakukan gagal. Tiga minggu kemudian, Weiss terbunuh dibekas toko bunga milik O'Banion yang merupakan markas North Side Gang. Dan pemilik Hawthorne Inn yang adalah teman Capone, kemudian diculik dan dibunuh oleh Moran dan Drucci pada bulan Januari 1927.

Kisah Hidup Al CaponeHymie Weiss


Capone menjadi semakin memikirkan keamanannya dan berkeinginan untuk pergi dari Chicago. Sebagai bentuk pencegahan, dia dan pengikutnya sering muncul secara tiba-tiba disalah satu stasiun kereta Chicago dan memborong satu gerbong kereta, serta kemudian melakukan perjalanan menuju Cleveland, Omaha, Kansas City, Little Rock, atau Hot Springs. Mereka akan menghabiskan seminggu menginap disebuah hotel mewah dengan menggunakan nama samaran. Pada tahun 1928, Capone membayar sekitar $40.000 pada seorang jutawan bir yang bernama August Busch, untuk menyewa tempat sebuah tempat di 93 Palm Avenue yang terletak di Palm Island, Florida. Capone tidak pernah mendaftarkan properti yang dimilikinya di bawah namanya sendiri. Dia bahkan tidak memiliki rekening banknya sendiri, namun dia selalu menggunakan Western Union untuk kiriman uang tunai, walopun jumlahnya tidak lebih dari $1.000. Selain itu, sebagai upaya untuk membersihkan citranya, Capone sering melakukan donasi dan mensponsori kegiatan amal lainnya.

Kisah Hidup Al CaponeKisah Hidup Al CaponeKisah Hidup Al CaponeSoup Kitchen, kegiatan amal yang dilakuan Capone


Kisah Hidup Al Capone


Tokoh utama politik di Chicago sudah sejak lama dikaitkan dengan metode-metode politik mereka yang dipertanyakan, bahkan dalam perang sirkulasi antar surat kabar. Namun kebutuhan para penyelundup untuk mendapatkan perlindungan membuat kekerasan dan korupsi terjadi lebih serius. Capone dipandang memiliki efek yang cukup besar dalam membawa kemenangan bagi seorang tokoh dari partai Republik yang bernama William Hale Thompson. Terutama dalam pemilihan walikota yang dilakukan pada tahun 1927, ketika Thompson berkampanye untuk kota yang lebih terbuka luas dengan mengisyaratkan bahwa ia akan membuka kembali bar-bar ilegal. Pernyataan dalam kampanyenya tersebut membuat dia mendapatkan dukungan dari Capone, dan sebagai bentuk kontribusinya, Thompson diduga menerima uang sejumlah $250.000 dari anggota geng. Mesin politik Cook County yang kuat dari Thompson juga telah mampu menarik perhatian komunitas Italia, namun hal ini justru bertentangan dengan bujukan yang sebelumnya dia lakukan terhadap komunitas Afro-Amerika.

Kisah Hidup Al CaponeWilliam Hale Thompson


Kisah Hidup Al CaponeJames Belcastro


Kisah Hidup Al CaponeOctavius Granady


Capone secara terus menerus mendukung Thompson. Bilik pemungutan suara yang terdapat di gedung dimana para pendukung oposisi berkumpul, dijadikan sasaran tembak oleh James Belcastro, yang merupakan anak buah Capone. Hal tersebut terjadi pada tanggal 10 April 1928, tepat di hari pemungutan suara dan menewaskan sekitar 15 orang. Belcastro kemudian dituduh sebagai pembunuh seorang pengacara yang bernama Octavius Granady, seorang Afro-Amerika yang menantang pencalonan Thompson dalam mendapatkan suara dari komunitas Afro-Amerika. Granady sempat dikejar di sepanjang jalan di hari pemungutan suara, sebelum akhirnya tewas oleh beberapa pria bersenjata. Empat orang polisi kemudian didakwa bersama dengan Belcastro, namun semua dakwaan dibatalkan setelah saksi menarik kembali pernyataan mereka. Sebuah indikasi sikap penegak hukum setempat terhadap organisasi yang dimiliki Capone muncul pada tahun 1931. Ketika Belcastro terluka dalam sebuah penembakan, polisi meyakinkan kepada wartawan yang curiga bahwa Belcastro adalah seorang operator independen.

Pada tahun 1929, terjadi sebuah peristiwa yang dikenal sebagai Saint Valentine's Day Massacre. Hal tersebut menyebabkan kegelisahan masyarakat atas kerjasama yang terjadi diantara Thompson dan Capone, serta menjadi faktor kemenangan atas Anton J. Cermak dalam pemilihan walikota yang dilakukan pada tanggal 6 April 1931. Capone diduga bertanggungjawab mengatur peristiwa tersebut, dalam upayanya menyingkirkan Moran, pimpinan North Side Gang baru setelah pimpinan sebelumnya yaitu O'Banion, Weiss, dan Drucci terbunuh.

Kisah Hidup Al CaponeBugs Moran


Untuk mengawasi pergerakan mereka, anak buah Capone sengaja menyewa sebuah apartemen yang terletak tepat di seberang gudang dan garasi yang sekaligus merupakan markas yang ditempati oleh Moran. Pada tanggal 14 Februari 1949, mata-mata Capone mengisyaratkan kemunculan orang-orang bersenjata yang menyamar sebagai petugas polisi untuk memulai sebuah serangan. Polisi palsu tersebut kemudian membariskan tujuh korban di sepanjang dinding dan memberi isyarat pada kaki tangannya yang dipersenjatai dengan senapan mesin. Foto-foto ketujuh korban yang terbunuh kemudian mengejutkan masyarakat dan hal tersebut merusak reputasi Capone. Dalam beberapa hari, dia menerima surat panggilan untuk bersaksi di Pengadilan Chicago atas tuduhan pelanggaran Hukum Federal, namun dia mengaku terlalu sakit untuk hadir disana.

Capone dikenal sebagai seseorang yang kerap memerintahkan orang lain untuk melakukan pekerjaan kotor untuknya. Suatu hari, Capone mengetahui bahwa tiga orang anak buahnya melakukan konspirasi bersama dengan saingannya yang bernama Joe Aiello, untuk melawannya. Capone sempat mengajak ketiga anak buahnya tersebut untuk makan malam, dan setelahnya dia memukuli mereka dengan menggunakan tongkat baseball, serta menyuruh bodyguardnya untuk menembak mereka.

Kisah Hidup Al Capone


Pada tanggal 27 Maret 1929, Capone ditangkap oleh FBI begitu dia keluar dari ruang sidang pengadilan Chicago, setelah dia memberikan kesaksian kepada dewan juri yang sedang melakukan penyelidikan tentang pelanggaran Hukum Federal. Dia didakwa karena berusaha menghindar dari panggilan pengadilan dengan berpura-pura sakit. Pada tanggal 16 Mei 1929, Capone ditangkap di Philadelphia karena membawa senjata selundupan. Keesokan harinya, Capone menjalani sidang dan dinyatakan bersalah, serta dihukum penjara selama satu tahun. Pada tanggal 8 Agustus 1929, Capone dipindahkan ke Philadelphia Eastern State Penitentiary.

Kisah Hidup Al Capone


Satu bulan setelah dia dibebaskan, pada bulan April 1930 dia kembali ditangkap karena melakukan vagrancy ketika dia mengunjungi Miami Beach. Gubernur sempat memerintahkan Sheriff untuk segera membawanya keluar dari sana. Capone sempat mengaku bahwa polisi Miami menolak untuk memberinya makan dan minum, serta mengancam akan menangkap keluarganya. Pernyataannya tersebut membuat Capone dihukum atas tuduhan perjury, namun kemudian dia dibebaskan setelah sidang yang hanya berlangsung selama tiga hari pada bulan Juli 1930. Pada bulan September, seorang hakim Chicago mengeluarkan surat perintah untuk penangkapan Capone atas tuduhan vagrancy, dan memanfaatkan publik untuk melawan Thompson dalam pra-pemilihan partai Republik. Pada bulan Februari 1931, Capone kembali didakwa dengan tuduhan penghinaan terhadap pengadilan. Oleh Hakim James Herbert Wilkerson, Capone dijatuhi hukuman enam bulan penjara.

Pada tanggal 13 Maret 1931, Capone didakwa atas tuduhan penghindaran pajak penghasilan untuk tahun 1924. Pada tanggal 5 Juni 1931, Capone didakwa oleh dewan juri Federal atas 22 tuduhan penghindaran pajak penghasilan dari tahun 1925 hingga tahun 1929, namun dia dibebaskan dengan jaminan $50.000. Seminggu kemudian, Elliot Ness yang merupakan seorang American Prohibition Agent, beserta timnya yang bernama The Untouchable, menimbulkan kekacauan keuangan besar-besaran pada operasi yang dijalankan oleh Capone. Oleh karena itu, dia mendapatkan dakwaan atas 5.000 pelanggaran Volstead Act.

Kisah Hidup Al CaponeElliot Ness


Pada tanggal 16 Juni 1931, di Gedung Federal Chicago, di ruang sidang Hakim Wilkerson, Capone mengaku bersalah atas penghindaran pajak penghasilan dan pelanggaran 5.000 Volstead Act sebagai bagian dari upaya tawar-menawar keringanan hukuman penjara selama 1,5 tahun. Namun, pada tanggal 30 Juli 1931, Hakim Wilkerson menolak hal tersebut dan penasihat Capone membatalkan permohonan bersalahnya. Pemerintah mendakwa Capone dengan penghindaran pajak senilai $215.000 atas total pendapatannya senilai $1.038.654, selama periode lima tahun. Capone dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan penggelapan pajak penghasilan yang dilakukannya pada tanggal 17 Oktober 1931, dan dijatuhi hukuman 11 tahun penjara Federal. Ditambah dengan denda sebesar $50.000 dan biaya pengadilan sebesar $7.692 untuk biaya pengadilan, serta pajak yang harus dibayar sebesar $215.000, ditambah dengan bunga.

Kisah Hidup Al CaponeKisah Hidup Al CaponeCatatan kriminal milik Al Capone


bersambung ke #2

Kisah Hidup Al Capone


Sekian, dan terimakasih.

*

*

*


sumber 1
sumber 2
sumber 3


profile-picture
profile-picture
profile-picture
iwakbandeng55 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Kisah Hidup Al Capone


Capone dikirim ke Atlanta US Penitentiary pada bulan Mei 1932, ketika dia berumur 33 tahun. Setibanya di Atlanta, Capone secara resmi didiagnosis menderita siphilis dan gonore. Dia juga menderita gejala karena kecanduannya terhadap kokain, yang menyebabkan munculnya sebuah lubang di bagian septum hidungnya. Capone memiliki kemampuan dalam pekerjaannya di penjara dengan menjahit sol sepatu selama delapan jam sehari. Dia dipandang sebagai seseorang yang memiliki kepribadian lemah, terlebih ketika dia menghadapi intimidasi dari sesama tahanan. Sehingga teman satu selnya yang bernama Red Rudensky, memiliki ketakutan bahwa Capone akan mengalami gangguan.

Rudensky merupakan seorang penjahat kecil-kecilan yang terkait dengan geng yang dipimpin oleh Capone, namun sekarang dia justru menjadi pelindung bagi Capone. Perlindungan yang terlihat dari Rudensky dan tahanan lainnya sempat memicu kecurigaan bahwa Capone menerima perlakuan khusus. Hal tersebut menjadi alasan untuk memindahkan Capone ke Federal Alcatraz Penitentiary yang baru dibuka pada bulan Agustus 1934. Dan pada tanggal 23 Juni 1936, Capone sempat terluka karena ditikam oleh sesama tahanan Alcatraz yang bernam James C. Lucas.

Kisah Hidup Al CaponeKisah Hidup Al Capone


Selama di Alcatraz, daya tahan tubuh Capone mengalami penurunan ketika neurosiphilis semakin menggerogoti kemampuan mentalnya. Dia menghabiskan tahun terakhir hukuman Alcatraznya di bagian rumah sakit, dengan kondisi yang terlihat kebingungan dan kehilangan arah. Capone menyelesaikan masa hukumannya di Alcatraz pada tanggal 6 Januari 1939, dan dipindahkan ke Federal Correctional Institutional di Terminal Island, California untuk menjalani hukumannya atas tuduhan penghinaan terhadap pengadilan. Dia dibebaskan pada tanggal 16 November 1939, setelah istrinya Mae mengajukan banding ke pengadilan, berdasarkan kemampuan mentalnya yang semakin berkurang.

Kisah Hidup Al Capone


Karena kesehatannya yang buruk, Capone dibebaskan dari penjara pada tanggal 16 November 1939, dan dirujuk ke Johns Hopkins Hospital di Baltimore untuk perawatan paresis. Namun pihak John Hopkins Hospital menolak mengakuinya hanya karena reputasinya yang dikenal buruk. Beruntung, Union Memorial Hospital bersedia menerimanya. Dan sebagai rasa terimakasihnya, Capone mengirim dua pohon cherry Jepang kepada pihak Union Memorial Hospital pada tahun 1939. Setelah selama beberapa minggu keluar masuk rumah sakit, Capone meninggalkan Baltimore pada tanggal 20 Maret 1940, untuk menetap di Palm Island, Florida. Pada tahun 1942, penisilin mulai diproduksi secara massal Amerika, dan Capone menjadi salah satu dari sekian pasien pertama yang mendapatkan perawatan dengan obat baru tersebut. Meskipun sudah terlambat baginya untuk menyembuhkan kerusakan di otaknya, namun hal tersebut setidaknya mampu memperlambat perkembangan penyakit yang dideritanya.

Kisah Hidup Al CaponeKediaman Al Capone


Pada tahun 1946, seorang dokter dan psikiater Baltimore yang memeriksanya menyimpulkan bahwa Capone memiliki mental seorang anak berumur 12 tahun. Capone menghabiskan masa-masa terakhir hidupnya di rumahnya yang terletak di Palm Island, Florida, bersama dengan keluarganya. Pada tanggal 21 Januari 1947, Capone terserang stroke. Dia sempat tersadar kembali dan keadaannya mulai membaik, namun dia mengalami bronkopneumonia. Pada tanggal 22 Januari 1947, Capone mengalami serangan jantung. Dan pada tanggal 25 Januari 1947, Capone meninggal setelah dia mengalami gagal jantung akibat apoplexy. Jenazahnya dibawa kembali ke Chicago seminggu kemudian dan pihak keluarga hanya mengadakan upacara pemakaman secara pribadi. Pada awalnya dia dimakamkan di Mount Olivet Cemetery di Chicago. Namun pada tahun 1950, jenazah Capone, bersama dengan jenazah ayahnya, serta jenazah saudara lelakinya, Salvatore, dipindahkan ke Mount Carmel Cemetary di Hillside, Illinois.

Kisah Hidup Al CaponeKisah Hidup Al Capone


Kisah Hidup Al Capone


profile-picture
profile-picture
profile-picture
ditanyaan27 dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:
profile-picture
Laiposee memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Lihat 11 balasan
Keren gan trit2 ente..
Lihat 1 balasan
film godfather nih
Lihat 1 balasan
Capone G Bege
mantep.. di indo TW nih
Lihat 3 balasan
Gk.sperti.di film .. emoticon-Matabelo
Kasian malah
Lihat 6 balasan
lhah meninggalnya krn sakit yaa bukan di tembak ?? baru tau ane emoticon-Matabelo malah sakitnya sipilis lagi emoticon-Matabelo kebanyakan ena2 sama cwe sii


Nais sher gan .. nambah elmu lgemoticon-2 Jempol
orang ini menjadi iconic karena perisitiwa bloody valentinenya yg secara vulgar mejajarkan korban dan foto sebelum dan setelah diberondong dikirim ke surat kabar.. untuk membuat kicep rival gank nya,sontak pada hari itu seluruh amerika heboh.. gokss...
Lihat 1 balasan
siapanya Al Pacino nihemoticon-Big Grin
Lihat 1 balasan
dari sekian aktor yg memerankan Al Capone...menurut ane yg pas dan keren adalah Robert De Niro di film "The Untouchable"
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di