CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
4 Orang di Surabaya Meninggal, Keluarga: Tak Dapat Bantuan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edb97254601cf32e43a4782/4-orang-di-surabaya-meninggal-keluarga-tak-dapat-bantuan

4 Orang di Surabaya Meninggal, Keluarga: Tak Dapat Bantuan

Jatimnow.com - Keluarga D mengalami musibah di tengah Pandemi Covid-19. Empat orang tercintanya meninggal dunia.

Kakak ipar dan anaknya diisolasi di hotel. Sedangkan kakak kedua dan dirinya serta keponakannya menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

"Kakak kedua saya rapid test-nya reaktif dan sudah swab," ujar D kepada jatimnow.com, Sabtu (6/6/2020).
Kakaknya itu menjalani tes swab massal yang digelar di Taman Mundu, Surabaya beberapa waktu lalu. Tapi sampai Jumat (5/6/2020), D belum menerima kabar, apakah hasil swab-nya negatif atau positif.
"Kakak saya sekarang isolasi mandiri di rumah di Gubeng," tuturnya.
Sedangkan D, perempuan 27 tahun ini tinggal di kawasan Medokan, Surabaya bersama keponakan yaitu anak kakak keduanya yang berusia 4 tahun.
"Memang rapid test saya dan keponakan saya non reaktif. Tapi karena saya sempat bersentuhan dengan papa, mama, saya sadar diri melakukan isolasi mandiri," tuturnya.
Selama menjalani isolasi mandiri di rumahnya, D yang tinggal di Medokan dan kakak keduanya tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya.
Justru mereka mengucapkan terima kasih kepada kerabatnya maupun tetangganya yang peduli dengan mengirimkan makanan yang dicantolkan di pagar rumahnya masing-masing, 
"Kalau selama ini suplai makanan untuk kakak kedua saya Alhamdulillah banyak mendapatkan kiriman dari saudara dan juga tetangga. Makanannya dicantolin di pagar," katanya.
"Saya yang tinggal di Medokan juga banyak banget kiriman makanan dari saudara. Kalau masalah bahan pangan Alhamdulillah stoknya kami masih ada semua," tambahnya.
D dan kakak keduanya juga tidak mendapatkan wedang pokak maupun telur dari Pemkot Surabaya.
"Nggak ada. Saya dan kakak saya nggak ada (bantuan makanan dari pemkot)," akunya.
Sedangkan suami dari kakak pertamanya serta anaknya yang berusia 17 bulan sudah menjalani rapid test dan hasilnya reaktif. Oleh Pemkot Surabaya, keduanya diisolasi di hotel di kawasan Gubeng sekitar Rabu atau Kamis lalu.
"Saya berkomunikasi dengan kakak ipar saya. Katanya kalau makan dapat tiga kali sehari. Air mineral 2 botol," katanya.
"Tapi selama di hotel tidak mendapatkan handuk, tidak ada sabun. Jadi kami yang mengirimkan pakaian, handuk dan sabun," ujarnya.
Selama menjalani isolasi di hotel, tidak ada dokter atau petugas medis yang merawat atau melihat perkembangan kondisinya.
"Katanya kakak ipar saya nggak ada dokter, nggak diberi obat," terangnya.

sumur


keknya bermasalah neh pemdanya
profile-picture
nona212 memberi reputasi
Buk risma belum denger? emoticon-Ngacir
Kondisi kayak gini emang ga ideal, belum pemkotnya juga lg kesusahan karena kekurangan uang akibat setoran pajak yg turun.

Berharap covid cepat berlalu
profile-picture
jeffm12 memberi reputasi
Yg penting tes sebanyak-banyaknya
Dan bisa diklaim kota yg terbanyak melakukan tes

Itu udah dianggap prestasi


4 Orang di Surabaya Meninggal, Keluarga: Tak Dapat Bantuan


Cara ngetes nya kayak gini.
Sekali tes didapati 100 positif RAPID

Taruhlah dari 100 itu ketemu 30 positif SWAB

Selama ngantri yg 30 itu udah desak-desakan sama orang, ngobrol sama sekelilingnya, bersin di situ, batuk2 di situ, dll

Besok tes lagi sebanyak-banyaknya, kayak gitu lagi

Ini belum ngomongin mall yg masih tetap buka, warung kopi n warung makan yg tetap ramai pada makan di dalam, tempat2 publik yg ramai dgn kerumunan, pasar yg ramai kerumunan, lalulintas yg selalu macet, dll



profile-picture
Aparatkaskus memberi reputasi
Diubah oleh urban21
Lihat 1 balasan
Masih mending tetangganya mau suplai makanan. Tetangga temen gue di Cengkareng abis mudik, ditempelin stiker, didatangi RW, Lurah, Satpol PP dan Gugus Tugas Covid, diminta jangan keluar rumah 14 hari. Makanan bakal disuplai tetangga katanya. Udah 4 hari ga ada yg suplai makanan, beli makan sendiri keluar rumah malah dilaporin ke RW, didatangi lagi sama Lurah, Satpol PP dan Gugus Tugas Covid. Sekarang temen gue juga dapet perlakuan yg sama, karena abis mudik, babehnya meninggal.
Lihat 2 balasan
berhubung new normal kali jadi pusat sampe pemda dah ga begitu ngurus lagi masalah bansos ,dilepas aja buat cari makan sendiri2 toh cuma dianjurkan protokol kesehatan
profile-picture
Aparatkaskus memberi reputasi
Bukan knp, di hotel mmg nggak dapat apa apa.
Krn utk isolasi mandiri, bkn utk pengobatan
Emang surabaya dapet sorotan tajam ya. Semoga segera membaik deh kondisi covid di sana emoticon-Matabelo
Apakah krn dana bansosnya ga ada? Atau dari sri mulyani lum cair? Hmm..harus diomeli dulu sama risma kayaknya nih mbak sri
kata mermaid man karena orangnya lupa baca doa qunut
Kok kesannya mau gratis semua dibiayai oleh orang lain..enga ada usaha sama sekali dr diri sendiri berjuang..
profile-picture
DoDoLanDoDoL memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di