CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Donald Trump Bawa Kabar Baik, Ekonomi Dunia Bakal Pulih?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edb56dda727680bd013e1e4/donald-trump-bawa-kabar-baik-ekonomi-dunia-bakal-pulih

Donald Trump Bawa Kabar Baik, Ekonomi Dunia Bakal Pulih?

Donald Trump Bawa Kabar Baik, Ekonomi Dunia Bakal Pulih?

Jakarta, CNBC Indonesia - Secara mengejutkan angka pengangguran di Negeri Paman Sam mengalami penurunan di bulan Mei. Mulai dibukanya kembali secara gradual perekonomian Amerika Serikat (AS) di bulan Mei ditengarai menjadi penyebab turunnya angka pengangguran ini.

Tingkat pengangguran AS turun menjadi 13,3% pada Mei 2020 dari level 14,7% pada April yang merupakan rekor tertinggi sejak 1939. Tingkat ini juga berada di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan akan berada di 19,8%.

Jumlah lapangan pekerjaan di AS meningkat sebanyak 2,5 juta pada Mei. Angka ini mengungguli estimasi para ekonom yang memperkirakan bahwa jumlah pekerjaan yang hilang di bulan Mei mencapai 8,3 juta. 

Penurunan tingkat pengangguran ini turut mendapat tanggapan dari berbagai pihak mulai dari ekonom, pelaku pasar hingga Presiden AS sendiri yakni Donald Trump.

"Angka penganggurannya mantap, tingkat partisipasi kerja meningkat. Ini terkonfirmasi sebagai laporan yang solid," tutur Drew Matus, Kepala Perencana Pasar MetLife Investment Management, sebagaimana dikutip CNBC International.

"Laporan [tingkat pengangguran menurun] ini adalah berita bagus. Ini menunjukkan bahwa orang mulai mendapatkan pekerjaan mereka kembali, tetapi jalan masih panjang. Anda memiliki puluhan juta orang Amerika yang masih menganggur, "kata Ed Keon, kepala strategi investasi di QMA.

Trump yang eksis di media sosial twitter pun ikut memberikan cuitannya terkait kabar gembira ini. "Sungguh laporan lapangan pekerjaan yang hebat. Luar biasa Presiden Trump (bercanda tapi serius)!" begitu cuitnya.

[Gambas:Twitter]

Penciptaan kerja di bulan Mei merupakan lonjakan satu bulan terbesar dalam sejarah AS setidaknya sejak 1939. Kenaikan ini bahkan mengungguli rekor sebelumnya yang tercatat di bulan September 1983 dengan kenaikan penciptaan lapangan kerja dalam sebulan mencapai angka 1,1 juta.

Namun penurunan pengangguran tidak terjadi secara merata. CNBC International melaporkan penganggur pria kulit putih mengalami penurunan dari 12,4% menjadi 10,7% dan wanita kulit putih turun dari 15% menjadi 13,1% pada Mei.

Namun, tingkat penganggur untuk warga Afro-Amerika naik lebih tinggi sebesar sepersepuluh poin persentase menjadi 16,8%, meskipun tingkat penganggur untuk pria turun dari 16,1% menjadi 15,5%.

Pekerja di sektor rekreasi dan perhotelan telah kembali bekerja dan menyumbang kenaikan sebesar 1,2 juta atau hampir separuh dari total kenaikan lapangan kerja setelah dilaporkan kehilangan 7,5 juta pekerjaan pada bulan April lalu. Pekerja di bar dan restoran juga meningkat sebesar 1,4 juta seiring dengan upaya pelonggaran pembatasan sosial di berbagai wilayah.

Sementara di sektor konstruksi ada tambahan sebesar 464.000 pekerjaan. Untuk sektor layanan pendidikan dan kesehatan jumlah pekerjaan naik 424.000 dan untuk ritel naik 368.000 setelah turun 2,3 juta sebulan sebelumnya.

"Tampaknya bisnis mulai mempekerjakan kembali para pekerja lebih awal dan dalam jumlah yang lebih besar dari yang diperkirakan, sebuah tren yang kemungkinan akan terus berlanjut karena lockdown dilonggarkan di seluruh negeri," kata Eric Winograd, ekonom senior di AllianceBernstein.

"Supaya jelas: segalanya masih sangat jauh dari normal untuk sektor pasar tenaga kerja. Namun dengan laju peningkatan seperti sekarang, jika terus berlanjut maka semakin menunjukkan lebih banyak alasan adanya harapan ekonomi mulai pulih di paruh kedua tahun ini daripada yang kita lihat dari rilis data sebelumnya," tambahnya.

Kenaikan lapangan kerja juga terjadi di sektor layanan lain. Kategori layanan lain mengalami kenaikan sebesar 272.000 berkat lonjakan pekerjaan di sektor layanan pribadi dan binatu sebanyak 182.000.

Setelah kehilangan 1,3 juta pekerjaan, sektor manufaktur akhirnya melaporkan adanya peningkatan sebesar 225.000 pekerjaan meskipun sektor ini masih dalam keadaan terkontraksi.Tak hanya AS, negara-negara lain terutama dari anggota G20 geliat perekonomiannya sudah mulai terasa. Beberapa indikator ekonomi mulai menunjukkan bahwa ekonomi mulai kembali terpacu lagi seiring dengan ekonomi China yang terus melaju dan pelonggaran lockdown di berbagai negara.

Indikator yang mencerminkan bahwa ekonomi mulai membaik secara perlahan adalah Purchasing Manager's Index (PMI). Angka PMI manufaktur di negara-negara dengan kontribusi PDB terbesar di dunia yakni G20 pada bulan Mei mengalami peningkatan.

Namun angka PMI manufaktur mayoritas negara-negara anggota G20 masih di bawah 50 yang mengindikasikan bahwa sektor manufaktur masih dalam keadaan terkontraksi. Hanya China dan Afrika Selatan saja yang tercatat angka PMI manufakturnya sudah mencapai level 50.

Angka PMI Manufaktur Negara-negara Anggota G20

 Negara Mei April
Australia 41.6 35.8
Brazil 38.3 36.0
Canada 40.6 33.0
China 50.7 49.4
Euro Area 39.4 33.4
France 40.6 31.5
Germany 36.6 34.5
India 30.8 27.4
Indonesia 28.6 27.5
Italy 45.4 31.1
Japan 38.4 41.9
Mexico 38.3 35.0
Netherlands 40.5 41.3
Russia 36.2 31.3
Saudi Arabia 48.1 44.4 


Beralih ke sektor jasa, angka PMI jasa bulan Mei 2020 di negara-negara G20 juga sudah mengindikasikan adanya perbaikan. Kebanyakan negara masih menunjukkan adanya kontraksi karena angkanya masih di bawah 50. Hanya China yang sektor jasanya sudah mengalami ekspansi. 

Angka PMI Jasa Negara-negara G20 

Negara Mei April
Brazil 28 27
China 55 44
Euro Area 31 12
France 29 10
Germany 33 16
India 13 5
Italy 29 11
Japan 27 22
Russia 36 12
Spain 28 7
Switzerland 36 21
United Kingdom 29 13
United States 38 27 


Memang terlihat dari indikator-indikator tersebut ekonomi sepertinya sudah beranjak bangkit. Hanya saja masih belum dapat dipastikan seberapa lama periode pemulihannya mengingat ketidakpastian masih ada. 

Vaksin yang efektif untuk saat ini belum ditemukan, sehingga ancaman gelombang kedua wabah masih mengintai. Jika pelonggaran yang dilakukan momentum dan sektornya tidak tepat sehingga memicu terjadinya kembali lonjakan kasus maka rebound yang terjadi bisa nyungsep lagi. Semoga saja ini tidak terjadi 


sumur

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...-bakal-pulih/1



Donald Trump Bawa Kabar Baik, Ekonomi Dunia Bakal Pulih?

TRUMP 2020  emoticon-Imlekemoticon-Imlekemoticon-Angkat Beer

profile-picture
nona212 memberi reputasi
Gimana gak mau nurun, orang lagi lockdown tapi dipaksa buat kerja balik.
Semua demi pencitraan bahwa ekonominya seolah-olah baik.

Paling tinggal nunggu jumlah koronanya berkali-kali lipat jadinya.

Btw,
Tahun 2016
Donald Trump Bawa Kabar Baik, Ekonomi Dunia Bakal Pulih?
Tahun 2020
Donald Trump Bawa Kabar Baik, Ekonomi Dunia Bakal Pulih?

GDP naik 2T, tapi utang naik 6T lebih.
The best economic ever
emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga

Makanya gw setuju sama MAGA 2020, biar di tahun 2024 nanti jadi :

Donald Trump Bawa Kabar Baik, Ekonomi Dunia Bakal Pulih?

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
profile-picture
diamondchest memberi reputasi
Lihat 4 balasan
keren, tadi gw tonton video diskusinya, keren bgt

bener-bener trump ingin semua industri amerika pulih

banyak industri yang mati suri krn kebijakan perubahan iklimnya obama dan lockdown di state nya demokrat

pelan-pelan semua pulih kembali, tentu dengan protokol baru krn masih era pandemi, reopen america, mantap!
profile-picture
batigols memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ya jelas ekonomi membaik ketika lockdown dilonggarkan
Justru Trump bikin ekonomi dunia berantakan emoticon-Ngakak


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di