CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Belanja Online Bakal Kena Pajak 10 Persen, Apa Kata Masyarakat?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5edb2b8bf4d6952d4d216be2/belanja-online-bakal-kena-pajak-10-persen-apa-kata-masyarakat

Belanja Online Bakal Kena Pajak 10 Persen, Apa Kata Masyarakat?

Tren belanja online di Indonesia semakin populer, separuh orang Indonesia gemar belanja online apalagi didukung dengan berkembangan teknologi yang kian hari semakin canggih. Tentunya ini memudahkan konsumen dalam melakukan aktivitas belanja produk dan menggunakan jasa digital baik dalam negeri maupun luar negeri.


Melihat hal tersebut, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah mengumumkan pembelian produk digital dari luar negeri akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen mulai 1 Juli 2020.

Kendati begitu, menurut Hayfa Rosyadah (23) karyawati disalah satu perusahaan di Bandung yang gemar berbelanja dan berlangganan jasa digital, menyatakan tidak mempermasalahkan jika nantinya PPN 10 persen diterapkan 1 Juli mendatang.

“Kalau alasannya bantu ekonomi negara setuju-setuju saja. Cuma artinya nanti tergantung kemampuan pasar buat lanjutin langganannya atau enggak. Kan sekarang, mungkin banyak yang langganan karena harus dirumah saja, jadi banyak yang langganan,” kata Hayfa kepada Liputan6.com, Senin (1/6/2020).

Namun, menurut Hayfa keadaan akan berubah kembali disaat sudah memasuki fase new normal. Karena sebagian masyarakat Indonesia akan beraktivitas di luar rumah lagi, sehingga tidak lagi berlangganan jasa digital seperti Netflix hingga game, dan juga belanja online lainnya.

“Kalau nanti, pas sudah new normal mungkin gak banyak orang yang punya banyak waktu luang. Apalagi biaya langganannya nambah, jadi bisa aja malah gak pada langganan,” ungkapnya

https://m.liputan6.com/bisnis/read/4...ata-masyarakat

Tak masalah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gmc.yukon
Halaman 1 dari 3
Free ongkir masih ada ga ?
intinya kalo orang mau, mahal pun dibeli...

kalo gak mau, murah belum tentu dibeli... kecuali duitnya banyak...


tapi kalo kata ahy... bodo amat...

emoticon-Leh Uga
kalo ini terjadi, nantinya ecomers hanya sebagai org numpang iklan, transaksi nya balik manual/model kaskus jadul, pembeli meminta transaksi diluar ecomerse/transferlgs agar tidak kena pajak, dan akhirnya juga akan meningkat resiko penipuan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
pajekin aja, org miskin yg buat makan sehari hari masih kurang ga mikirin belanja online kok
profile-picture
kageninja memberi reputasi
Klo ad PPN , yg reseller musti bikin ppn masukkan dan keluar (vat in vat out) jd tuh brg ga dobel ppn . . .

Selama ini reseller ga pake ppn krn brgnya emg g kena ppn dr agen atau pake harga bersih stlh ppn . . . .
Lihat 3 balasan
Pajakin aja gpp, asal prosedurnya jangan mbulet. Yang harus ada NPWP lah, ijin usaha lah, ijin anu lah...

Kalau mau sederhana, pembayaran pajaknya lewat e-commerce aja. Selama ini kan penjual dipotong sekian persen buat komisi e-commerce. Sekalian masukin pajak ke situ. Jadi penjual tahu beres, nggak usah ngurus dokumen apa2 lagi.
profile-picture
profile-picture
viniest dan falin182 memberi reputasi
Diubah oleh ev103
Lihat 6 balasan
harap maklum pemerintahnya lagi BU.
jadi akan makin banyak hal2 yang akan dipajakin. lol
Gak masalah, emang udah hak negara pungut pajak, asal duit pajak dipergunakan dengan bijak

beli barang 500 rb
ongkir 20 rb
pajak 10% 50 rb
total 570 rb
mahal pajak daripada ongkir
balik lagi dah ke sistem kontak seller dan rekber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BelumRegister dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
welcome FJB
lama tak jumpa
Berdebah kali regime ini, butuh duit sampe segitu nya. Ane taat bayar pajak tapi pembangunan di daerah ane gak ada sama sekali. Air bersih aja gak ada. Kampret
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ladies.hunter01 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
pesan soto di gofood grabfood

soto betawi = Rp 15.000
convinient fee = Rp 2.000
ongkir = Rp 8.000
pajak = Rp 1.500

potongan nya sendiri udah seharga soto nya emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
latsyrc dan gmc.yukon memberi reputasi
lg BU dikit2 pajak emoticon-Traveller
profile-picture
Aparatkaskus memberi reputasi
siap2 rekber bakal jadi trend lagi wkwkwkw............ lagian kebanyakan toko2 udah membebankan PPN diharga produk...... ditambah lagi ppn di ecommerce mah bajingan emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan Aparatkaskus memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Pajakin aja semua.
tarif wc umum juga dikenankan pajak 10%. Lumayan tuh buat pemasukan pemerintah.
profile-picture
profile-picture
X.moon dan Aparatkaskus memberi reputasi
Melihat hal tersebut, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah mengumumkan pembelian produk digital dari luar negeri akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen mulai 1 Juli 2020.


Netizen kita ini, baca berita aja masih pada salah
Sok ikut campur ngurusin masalah negara yg kompleks

Terus emang kenapa juga kl ente beli sesuatu terus dipungut PPN?
Negara butuh pajak woei buat ngegaji para ASN biar pd sejahtera... emoticon-Big Grin


profile-picture
profile-picture
profile-picture
BelumRegister dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh xrm
Lihat 3 balasan
Jasa escort kena juga ngga ? emoticon-Ngakak (S)
Lihat 1 balasan
Harganya ga jauh amat sama toko fisik bahkan ada bbrp yg lbh mahal dionline
profile-picture
latsyrc memberi reputasi
Diubah oleh AldoWilopo
Jual beli online dikenakan pajak sebesar 10%, kemudian semua pekerja, baik ASN, TNI, Polri, pejabat negara, pegawai BUMN dan BUMD, maupun pekerja dari perusahaan swasta bakalan dipungut iuran sebesar 2,5% % dari gaji buat kepersertaan Tapera. Sep dah
Ini berita zaman jebot kok diangkat lagi
Lihat 3 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di