CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kominfo Sumbar: Aplikasi Injil Bahasa Minang Sudah Dihapus
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eda7aff09b5ca402d318099/kominfo-sumbar-aplikasi-injil-bahasa-minang-sudah-dihapus

Kominfo Sumbar: Aplikasi Injil Bahasa Minang Sudah Dihapus

Kominfo Sumbar: Aplikasi Injil Bahasa Minang Sudah Dihapus

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sumatera Barat Jasman Rizal menyampaikan aplikasi Injil berbahasa Minangkabau telah dihapus dari Play Store.

Jasman mengatakan pihaknya sudah lama mengetahui aplikasi tersebut dari pengaduan masyarakat. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga telah menyurati Menkominfo Johnny G. Plate untuk menghapus aplikasi tersebut.

"Kini aplikasi itu sudah dihapus," kata Jasman, Jumat (5/6).


Irwan telah menyurati Menkominfo pada 28 Mei 2020. Dalam surat itu ia mengatakan masyarakat Minangkabau keberatan dan resah terhadap aplikasi tersebut.


Ia juga menyampaikan bahwa aplikasi itu sangat bertolak belakang dengan adat dan budaya masyarakat Minangkabau yang memiliki falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

"Berkenaan dengan hal tersebut, kami harapkan Bapak melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika dapat menghapus aplikasi tersebut dari Play Store Google dan menghindari kemungkinan munculnya aplikasi sejenis di kemudian hari," kata Irwan.

Tembusan surat tersebut disampaikan kepada Kapolri, Jaksa Agung, Kepala Badan Intelejen Negara, Ketua DPRD Sumbar, Kapolda Sumbar, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Danrem 032 Wirabraja, Danlantamal II, Danlanud Sutan Sjahrir, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Ketua MUI Sumbar, dan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM).

Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar menilai aplikasi Injil berbahasa Minang bisa memicu polemik berbau suku agama ras dan antargolongan (SARA) jika didiamkan. Karena itu, pihaknya juga mendukung penghapusan aplikasi tersebut.

Anggota DPRD Sumbar Arkadius juga mendukung pencabutan aplikasi tersebut karena tak sesuai dengan falsafah Minang. Selain itu, ia melihat ada upaya pemurtadan di balik pembuatan dan penyebaran aplikasi itu.


Ketua LKAAM, Sayuti, memandang aplikasi Injil berbahasa Minang tak sesuai dengan falsafah Minang. Ia menegaskan bahwa orang Minang pasti beragama Islam. Orang Minang yang murtad tidak lagi disebut orang Minang, dan hak gelar adat dan pusakonya hilang.

"Mereka boleh saja menerjemahkan Injil ke dalam bahasa Minang untuk orang yang dulunya Minang yang pindah ke agama Kristen. Namun, dalam kata pengantar terjemahan itu harus dituliskan bahwa Injil itu untuk kalangan mereka sendiri, bukan untuk orang Minang beragama Islam," kata Sayuti.

"Yang kami tidak setuju adalah menyebarkan dan mempublikasikan terjemahan itu untuk umum, yang berarti ada tujuan tertentu, yakni memperluas agamanya untuk orang Minang," tuturnya.

Sayuti pun meminta orang yang membuat dan menyebarkan aplikasi itu segera meminta maaf kepada masyarakat Minang karena sudah membuat resah.

Di sisi lain, intelektual dan sastrawan muda Sumbar, Heru Joni Putra, punya pendapat tentang terjemahan kitab suci ke dalam bahasa Minang.

Ia mengatakan ketika Alquran diterjemahkan ke bahasa Minang, bahasa Minang tak punya perkakas yang banyak untuk menampung apa yang disebut kesakralan Alquran.

"Begitu juga ketika saya membaca terjemahan Injil ke bahasa Minang, saya merasa terjemahannya juga jadi cerita lucu. Lihat misalnya terjemahan Markus 1.11: Kudian tadangalah suaro Allah mangatoan, 'Angkaulah Anak-Den, nan Den kasiahi. Angkaulah anak nan manyanangan ati Den'," ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sumatera Barat Jasman Rizal menyampaikan aplikasi Injil berbahasa Minangkabau telah dihapus dari Play Store.

Jasman mengatakan pihaknya sudah lama mengetahui aplikasi tersebut dari pengaduan masyarakat. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga telah menyurati Menkominfo Johnny G. Plate untuk menghapus aplikasi tersebut.

"Kini aplikasi itu sudah dihapus," kata Jasman, Jumat (5/6).


Irwan telah menyurati Menkominfo pada 28 Mei 2020. Dalam surat itu ia mengatakan masyarakat Minangkabau keberatan dan resah terhadap aplikasi tersebut.


Ia juga menyampaikan bahwa aplikasi itu sangat bertolak belakang dengan adat dan budaya masyarakat Minangkabau yang memiliki falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

"Berkenaan dengan hal tersebut, kami harapkan Bapak melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika dapat menghapus aplikasi tersebut dari Play Store Google dan menghindari kemungkinan munculnya aplikasi sejenis di kemudian hari," kata Irwan.

Tembusan surat tersebut disampaikan kepada Kapolri, Jaksa Agung, Kepala Badan Intelejen Negara, Ketua DPRD Sumbar, Kapolda Sumbar, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Danrem 032 Wirabraja, Danlantamal II, Danlanud Sutan Sjahrir, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Ketua MUI Sumbar, dan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM).

Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar menilai aplikasi Injil berbahasa Minang bisa memicu polemik berbau suku agama ras dan antargolongan (SARA) jika didiamkan. Karena itu, pihaknya juga mendukung penghapusan aplikasi tersebut.

Anggota DPRD Sumbar Arkadius juga mendukung pencabutan aplikasi tersebut karena tak sesuai dengan falsafah Minang. Selain itu, ia melihat ada upaya pemurtadan di balik pembuatan dan penyebaran aplikasi itu.


Ketua LKAAM, Sayuti, memandang aplikasi Injil berbahasa Minang tak sesuai dengan falsafah Minang. Ia menegaskan bahwa orang Minang pasti beragama Islam. Orang Minang yang murtad tidak lagi disebut orang Minang, dan hak gelar adat dan pusakonya hilang.

"Mereka boleh saja menerjemahkan Injil ke dalam bahasa Minang untuk orang yang dulunya Minang yang pindah ke agama Kristen. Namun, dalam kata pengantar terjemahan itu harus dituliskan bahwa Injil itu untuk kalangan mereka sendiri, bukan untuk orang Minang beragama Islam," kata Sayuti.

"Yang kami tidak setuju adalah menyebarkan dan mempublikasikan terjemahan itu untuk umum, yang berarti ada tujuan tertentu, yakni memperluas agamanya untuk orang Minang," tuturnya.

Sayuti pun meminta orang yang membuat dan menyebarkan aplikasi itu segera meminta maaf kepada masyarakat Minang karena sudah membuat resah.

Di sisi lain, intelektual dan sastrawan muda Sumbar, Heru Joni Putra, punya pendapat tentang terjemahan kitab suci ke dalam bahasa Minang.

Ia mengatakan ketika Alquran diterjemahkan ke bahasa Minang, bahasa Minang tak punya perkakas yang banyak untuk menampung apa yang disebut kesakralan Alquran.

"Begitu juga ketika saya membaca terjemahan Injil ke bahasa Minang, saya merasa terjemahannya juga jadi cerita lucu. Lihat misalnya terjemahan Markus 1.11: Kudian tadangalah suaro Allah mangatoan, 'Angkaulah Anak-Den, nan Den kasiahi. Angkaulah anak nan manyanangan ati Den'," ujarnya.

sumber

Terimakasih atas respon yang cepat dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Depkominfo Republik Indonesia

Serta jangan lupa ditunggu permintaan maaf dari pembuat aplikasi karena sudah menimbulkan keresahan bagi masyarakat minangkabau

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 7 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 1 balasan
takut kena ntr kayaknya emoticon-Leh Uga
Lah, kok jadi sara?
Mungkin bahasa minang itu lebih islam daripada bahasa Arab gan.
Suku minang lebih islam daripada suku Arab. Klo orang Arab mah orang Kristen tetap aja orang Arab
yang ane tau dari teman ane yang kontra alkitab minang bilang, klo orang minang murtad maka dia bukan orang minang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Proloque dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kominfo Sumbar: Aplikasi Injil Bahasa Minang Sudah Dihapus

Kejang2
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cahmlg123456 dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
aneh bener..
kalo dari androidnya nginject maksa supaya diinstall ya silahkan protes..
profile-picture
xneakerz memberi reputasi
Sak karepmulah...

Quote:
profile-picture
pertotperbaik memberi reputasi
Diubah oleh 54m5u4d183
Kitab injil emang udah diterjemahkan ke berbagai bahasa termasuk ke bahasa Arab, bahasa yg dianggap suci oleh kaum kadrun

Terus ada orang Arab yg protes ada injil bahasa Arab, kayaknya sih gak ada tuh

Padahal native speakers bahasa Minang juga gak banyak kenapa mesti terguncang saat ada injil bahasa Minang

Aceh juga belum lama terguncang sama app kitab injil ini

Aseli goblok emang kadrun

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
profile-picture
pertotperbaik memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 3 balasan
Kominfo Sumbar: Aplikasi Injil Bahasa Minang Sudah Dihapus

Kominfo Sumbar: Aplikasi Injil Bahasa Minang Sudah Dihapus


Kominfo Sumbar: Aplikasi Injil Bahasa Minang Sudah Dihapus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
harsontol dan 7 lainnya memberi reputasi
Logikanya goblok banget dah
Orang Minang yg murtad ga disebut org Minang lagi

Eh bahlul, orang Minang tetap orang Minang mau apapun agamanya, itu darah Minang tetap selamanya ada di tubuh dia , ga bisa diganti darah suku lain. Sama kayak orang Cina masuk Islam tetaplah orang Cina meskipun ia Muslim. Karena secara darah keturunan itu gak bisa digantikan. Yang bisa berubah itu agamanya aja, terserah orangnya mau Agama apa. Karena agama itu hanya keyakinan yg dianut. Hari ini Muslim, besok murtad juga bisa.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
auditor.kaskus dan 18 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh abau.
Lihat 1 balasan
Makin protektif makin kabur rame2. Liat aja tar





emoticon-Traveller
Sok suci padahal ga ada apa2 nya cm mitos
profile-picture
profile-picture
profile-picture
albertmare dan 5 lainnya memberi reputasi
bokep di arab jg pake bahasa sorga kali..emoticon-Imlek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Proloque dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan


profile-picture
profile-picture
istri.pedopil dan pertotperbaik memberi reputasi
Yang lalu bukan orang sembarangan

Kini bukan etnis sembarangan emoticon-Nyepi

Yg bikin apps nya buruan cepet2 minta maaf deh, sebelum diberi kedamaian emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
istri.pedopil dan akumidtorc memberi reputasi
pasti difasilitasi...pinter jokeoki.
gegara sepele nanti bilang kowi ga adil mentang2 sumbar mayoritas gak pilih kowi.dst dst..

Klo pun ini prob mereka yg buat si kaldrun, maka gatot rencananya.
Klo sebaliknya cebong yg buat, bearti buat cari simpati aka pencitraan sesuai pesanan penguasa.

emoticon-Angkat Beer
irwan aagmanya apa
profile-picture
chevelle16 memberi reputasi
kegoblokan kaum kadal emang ga bisa diremehkan yah akhiemoticon-Leh Uga
Apabila aplikasi itu memang diperlukan oleh umat dsana ya monggo dimanfaatkan yg berbeda keyakinan ya ga usah ikut campur. klo aplikasi itu ada virusnya ya cepat dihapus dr predaran.
ga usah kaya drama Korea lah
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di