CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Disuntik 11 T, Hutama Karya Percepat Pembangunan JTTS
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ecf978a09b5ca21c93a0b96/disuntik-11-t-hutama-karya-percepat-pembangunan-jtts

Disuntik 11 T, Hutama Karya Percepat Pembangunan JTTS


Disuntik 11 T, Hutama Karya Percepat Pembangunan JTTS
Salah satu proyek yang sedang dikerjakan Hutama Karya, Jalan Tol Trans Sumatra (Dok. Hutama Karya)


Jakarta, Gatra.com - Pemerintah telah setuju untuk memberikan suntikan dana berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Hutama Karya (Persero).

Pada mulanya, Hutama Karya hanya mendapatkan PMN sebesar Rp3,5 triliun. Namun, dengan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23/2020 tentang Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), perusahaan plat merah tersebut kembali mendapatkan suntikan dana sebesar Rp7,5 triliun.

"Dengan begitu, total keseluruhan PMN yang akan diterima Hutama Karya di tahun 2020 menjadi Rp11 triliun," kata Senior Executive Vice President (SEVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan, di Jakarta, Rabu (27/5).

Fauzan menjelaskan, tambahan dana didapatkan Hutama Karya, karena perusahaan dinilai memenuhi kriteria yang diberikan pemerintah. Yaitu berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak, peran sovereign yang dijalankan perusahaan BUMN itu, eksposur terhadap sistem keuangan, kepemilikan pemerintah serta total aset yang dimiliki perusahaan.

"Perusahaan sangat berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh stakeholder. Hal ini tentunya akan memperkuat perusahaan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pemerintah," imbuh dia.

Dengan suntikan dana tersebut, Hutama Karya akan segera menyelesaikan proyek penugasan yang diamanahkan oleh pemerintah, yakni pembangunan dan pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.765 KM, yang terbentang dari Lampung hingga Aceh.

Fauzan merinci, beberapa ruas jalan tol yang akan dikanjutkan pembangunannya, antara lain: Ruas PekanbaruDumai sepanjang 131 km (2 Triliun), Ruas Sp. IndralayaMuara Enim sepanjang 119 km (3,2 Triliun), Ruas PekanbaruPangkalan sepanjang 95 km (Rp 4,3 Triliun).

"Serta menutup pembiayaan untuk ruas tol yang telah selesai, yaitu ruas Terbanggi BesarPematang PanggangKayu Agung sepanjang 189 km. Itu Rp 1,5 triliun," pungkas Fauzan.

[hr]

Sumber
https://www.gatra.com/detail/news/48...mbangunan-jtts

Suntik 11 T
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh juraganind0
Oalaah besar betdagh itu duitemoticon-Bingung
profile-picture
entop memberi reputasi
sedemikian mendesaknyakah pembangunan jalur jalan tol ini jika dibandingkan dengan jalan protokol di daerah tersebut?

emoticon-Bingung
profile-picture
entop memberi reputasi
Lihat 1 balasan
alhamdulillah ya
profile-picture
entop memberi reputasi
itu perpu corona yg gak bisa digugat perdata n pidana itukah yg dipakai buat guyur2 bumn triliunan???
profile-picture
entop memberi reputasi
Tol Bengkulu-Lubuk Linggau tolong dipercepat pembebasan lahannya emoticon-Salaman
profile-picture
entop memberi reputasi
Pesen ane nih...
Awasi truk yg suka berlebih muatannya...
Kasian jalanan cepet rusak dan gak sedikit biaya buat benerinnya
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan entop memberi reputasi
Halah Tol lagi cuman mensejahterahkan ujung dan di ujung Tol yang dilintasi kagak. Mending jalan nasional diperbesar.
profile-picture
entop memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Ini permintaan investor. duitnya duit asing. Duit china untuk infrastruktur Indonesia. Bayarnya? Gak tau kapan. Kalau gagal bayar itu jd tanahnya China. Gitu gan kira2 emoticon-Big Grin

Jgn baper ya. Emg negeri ini begini adanya
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
BUMN kebanyakan di suntik muluemoticon-Leh Uga
selama buat infrastruktur terutamanya di luat jawa, ya bagus2 aja. sumatra emang harus dibangun buat ngimbangi malay disebelah. kalau jtts jadi, dan kota2 pantai timur maju semua bakal jd efek getar buat malay


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di