CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ini Dia Sisi Lain Kopi dan Jambu Biji di Masa Pandemi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ecf7001facb951a901d9c7d/ini-dia-sisi-lain-kopi-dan-jambu-biji-di-masa-pandemi

Ini Dia Sisi Lain Kopi dan Jambu Biji di Masa Pandemi

Ini Dia Sisi Lain Kopi dan Jambu Biji di Masa Pandemi
Foto: pixabay.com


Ada-ada aja ide di masa pandemi Covid-19 ini. Atau mungkin bawaan banyak bengong kali ya, jadi cliiing.... tiba-tiba topik kecil nan sederhana bisa dirangkai menjadi kata-kata yang indah mempesona. Hehehe...lebay ya. Ngapain sih saya menuliskan kopi dan jambu biji? Bukannya keduanya sudah sangat sering dituliskan, bahkan disertai analisis secara keilmuan?

Ada apa dengan kedua produk itu hingga saya tertarik untuk menuliskannya? Apakah saya juga akan menghadirkan teori-teori ilmiah beserta penelitian terbaru tentang kopi dan jambu biji? Atau, apakah saya sedang merintis jualan kopi dan jambu biji? Kagak tuh! Ini alasan sederhananya.

1. Keduanya dekat dengan saya
Prinsip mudah dalam menuangkan ide adalah tulislah hal-hal yang terdekat denganmu! Nah, di suatu hari nan indah meski langit mendung, saya menuliskan tentang kopi dan jambu biji, karena keduanya sangat dekat dengan keseharian saya, dan tentu saja, penuh makna.

Kopi dekat dengan saya karena tiap hari saya mengonsumsinya. Meski bukan kopi murni yang hitam legam itu, dan harus dicampur dengan susu atau krimer, juga dengan rasa capucino, saya menikmati kopi, setidaknya dua cangkir sehari. Pagi dan sore, atau pagi dan malam, tergantung situasi serta kondisi.

Ini Dia Sisi Lain Kopi dan Jambu Biji di Masa Pandemi
Foto: tasteatlas.com


Bagaimana dengan jambu biji? Sebelum pandemi corona, memang tidak tiap hari saya makan jambu biji. Biasanya ketika badan saya sudah mau meriang alias demam, saya lalu membeli jambu biji, dan memakannya. Kebetulan juga, di tempat saya tinggal saat ini, wilayah Citayam Depok Jawa Barat, tidak susah mendapatkan jambu biji. Banyak petaninya dan hasil panen jambu biji ini juga dijual ke Jakarta dan sekitarnya. 

Di masa pandemi corona ini, hampir tiap hari, kami sekeluarga mengonsumsi jambu biji. Kadang langsung telan, kadang dijus, sesuai selera masing-masing. Secara teori memang jambu biji merupakan sumber vitamin C, bahkan menurut beberapa literatur, kandungan vitaminnya lebih banyak daripada jeruk.

Nah, kopi dekat dengan keseharian saya, karena setelah minum kopi saya mendapatkan energi lebih. Terutama kalau ingin menulis, saya biasanya mengawalinya dengan minum kopi. Saya yakin kandungan kafeinnya mampu menambah daya melek saya, sekaligus memberikan kekuatan untuk menuangkan karya demi karya.

Sementara jambu biji, membuat saya lebih segar, apalagi ketika akan terpapar flu. Beberapa kali saya makan jambu biji, hasilnya pun, tubuh lebih punya daya tahan terhadap serangan flu. Itu pengalaman pribadi, tak perlu dicocokkan dengan hasil riset tentang kopi dan jambu biji. Simpel saja kok!

Sangat bermakna dalam hidup saya, maka kopi dan jambu biji akan terus menemani setiap karya saya, meski saya tetap tidak abai dengan takaran yang pas, agar saya tidak overdosis dalam mengonsumsi kopi dan jambu biji.

2. Menjaga stok untuk sebuah kesinambungan
Nah, makna apa lagi nih? Yups, sisi lain dari kopi dan jambu biji adalah memberikan pelajaran hidup kepada saya tentang stok dan kesinambungan. Agar tidak kehabisan kopi, misalnya, saya selalu melihat stoknya di lemari makanan. Jika persediaan sudah menipis, setidaknya saya harus ngacir ke warung atau beli banyak sekalian di warung ritel, dengan harga lebih murah.

Demikian juga dengan jambu biji. Di masa serangan virus corona ini, saya juga rajin mengecek isi kulkas, apakah stok jambu biji aman. Biasanya beli 2-3 kg jambu biji untuk dimakan dua tiga hari. Tapi kadang cuma sehari habis, karena seluruh keluarga doyan makan jambu! Makan rame-rame, seru dan sehat! Persediaan tak boleh habis, untuk menjaga tubuh tetap fit!

Ini Dia Sisi Lain Kopi dan Jambu Biji di Masa Pandemi
Foto: pixabay.com


Ibarat stok kopi dan jambu biji yang harus saya perhatikan, demikian pula, stok ide untuk berkarya jangan sampai habis. Untuk menjadi pribadi yang produktif, dalam bidang pekerjaan apa pun, tak bolehlah ide terhenti. Harus ada kesinambungan, ada rangkaian yang dijaga agar tak putus di tengah jalan. Itulah sisi lain kopi dan jambu biji, yang mengajarkan saya untuk mencari ide, menyimpannya dan mengeluarkannya di saat yang tepat.

Bagi orang lain, pasti ada sisi-sisi lain kopi dan jambu biji. Banyak makna masih bisa diuraikan, banyak arti masih bisa dijabarkan. Di situlah seninya kita menikmati hidup, dengan berbagai hal yang sangat dekat dengan kita. Cara ini juga tidak akan menjauhkan kita akan rasa syukur yang senantiasa kita ucapkan, dalam suka maupun duka. Itu karena yang dekat bisa kita maknai, yang jauh bisa kita dekatkan untuk makin memperkaya ilmu serta kebijaksanaan yang bermanfaat untuk kita, saat ini dan nanti. 


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di