CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Supranatural /
Fatamorgana – 1 - #Janji Janin
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ecbf6c5337f9340754c5a6f/fatamorgana--1---janji-janin

Fatamorgana – 1 - #Janji Janin

Malam GanSis, malam ini ane mau lanjut lagi cerita Janji Janin, seperti biasa,
jangan lupaemoticon-Toast ,emoticon-Rate 5 Star share atau minimal komeng ya gan sis, dan yang belum baca dari awal di persilahkan baca cerita yang ini dulu :


Janji Janin - Karina Yustika Opening
Pisungsung Getih
Tumbal
Pulung Gantung - Tumbal Part 2 #Janji Janin

OK tanpa Basa basi di Part 5 kali ini dengan judul :

Fatamorgana – 1 - #Janji Janin 

Fatamorgana – 1 - #Janji Janin

Taburan bunga mengakhiri acara pemakan bulek Purwa sore itu, dari hasil otopsi yg dilakukan pihak berwajib jua tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan di tubuh bulek. Selepas pemakaman aku terpaksa harus menginap di rumah pak le, bersama mbah dan saudara lain nya.

Aku merasa cangung dengan keluarga ini, bawasannya semasa ibu dan ayah ada, aku hanya sekali berkunjung ke sni. Saudara dari trah ibu lebih banyak mengunjungi kami ke Jakarta, entah kenapa ibu sangat berat hati dan selalu menolak bila dulu aku meminta untuk berlibur kerumah mbah. Dan entah hanya perasaan aku saja, sedari aku tiba disini, warga seperti tak menghendaki akan kehadiran ku. Tampak wajah wajah sinis mereka yang memandangi aku sedari tadi, tanpa senyum sedikit pun. 


Arep mulih kapan nduk? tanya pak le kepada ku

sesuk ejang paklek saget ngeterke mboten wonten stasiun?(kalau bisa besok pagi, boleh rina meropoti tuk diantar ke stasiun?)


Iso wae, tapi opo wis bulat teladmu mulih ndok, opo sing mbok tok pikirke iso pakle jelaske. (bisa saja, tapi apa kamu tak mau mengundurkan niat mu pulang ndok.


apa yg kamu pikir kan smua bisa pak le kasih penjelasan nya).
Maksud nya pak le?


Bab opo sing wong tuo mu alami karo bulekmu, sesuk bengi meluo paklek, tak tunjuke opo sejatine sing terjadi. (soal apa yg terjadi kepada orang tua mu, dan juga kepada bulek mu. besok malam ikut lah bersama pak le. akan pak le tunjukan apa yg sebenar nya terjadi).

Tapi nek kowe arep ngrampungke kabeh urusane sing digawe ibu mu. (tapi itupun bila kamu mau menyelesaikan segala urusan yg pernah dibuat oleh ibu mu).

Mangkeh rina pikir riyen paklek(nanti rina pikir kan dulu ya paklek)


Selang percakapan bersama keluarga di sore itu, aku pergi menuju kamar yg telah disiapkan oleh pak le. kamar ini tempat nya berada di belakang, bersebelahan dengan dapur dan kamar mandi.  Sepintas kamar ini tiada bedanya dengan kamar khas di perkampungan, hanya saja terkesan horor dengan adanya wadah persembahan berisi kembang kuntil serta kendi yang diletakan di bawah tempat tidur. 


Aroma kembang terasa sangat memenuhi seluruh ruangan ini, sejenak ku rebahkan badan sembari menata  pakaian yang akan ku gunakan malam ini. ditengah rasa penasaran ku, terdengar sayup pembicaran dari arah dapur, suara itu seperti suara khas orang yang ku kenal.

Ku buka pintu dan melangkah ke arah dapur, tampak 2 wanita sedang asik memasak badan mereka membelakangi aku, sehingga aku tidak dapat melihat wajah mereka

Nyuwun sewu bude, wonten sing saget kulo ewangi?Tanya ku kepada mereka

Namun tiada jawaban hingga aku menanyakan sekali lg.

Bude, enten sing saget rina bantu?bude, ada yg bisa rina bantu? 


Mereka masih asik dengan perbincangan mereka yang tak kumengerti dan mengabaikan kehadiran ku. Sudah lah mending ku tinggalkan saja.

Disela langkah ku yg berniat untuk kembali ke kamar, salah 1 dari mereka berkata kepada ku.


Muleh ojo gawe sial ning kene (pulang jangan bawa sial disini)



Mendengar ucapan itu sontak membuat darah ku panas. dan ingin rasa nya memaki wanita itu, segera ku balikkan badan ingin menatap siapa yang berani berbicara seperti itu.
Anehnya dapur tampak kosong, tiada 2 wanita yg tadi ku lihat.
Badan ku langsung merinding, menyaksikan kembali hal hal mistis yang tiada henti. Mata ini masih mengamati sekitar, sebelum semua semakin buyar ketika ada tangan yang menepuk pundak ku.
Sedang apa kamu rin? Tampak pak le ada tepat dibelakang ku.
Rasa kaget ku semakin menjadi.
Anu pakde...

Seolah mengerti dengan apa yang terjadi, pak le hanya berkata
Sudah tidak perlu kamu lanjut.
Kamu tunda kepulangan mu, besok akan pak le jelasin apa yang terjadi.

Kembali aku seperti orang gila yang kehilangan akal sehat nya, ku urungkan niat untuk mandi lebih baik aku tidur saja dikamar, ternyata kembali keputusan yang salah telah ku ambil. Keadaan semakin horor ketika ku buka kamar tidur itu, tampak bulek sedang duduk sembari tersenyum, iya memakan bunga kuntil itu dan wajah nya terlihat damai.

Kowe wis teko tho ndok? (kamu sudah datang nak?) ucapnya kepada ku.

Ya Allah .. apa lagi ini? dia berjalan ke arah ku, dan untuk sekian kali nya aku seperti kerbo congek yang tak berdaya, dia menarik ku duduk dikasur. pintu pun tertutup.

Kowe ojo whedi, Aku bulek mu.

Aku tak dapat berbuat apa apa, aku benci situasi ini. Bagaimana bisa aku duduk disamping orang yg tadi sore telah ku abtar kan keliang lahat nya?
Dia masih santai duduk sembari terus mengunyah kembang kuntil yg ada disitu. 
tiada pembicaraan. hingga wajah melirik ke arah ku. 

Kowe gelem ndok ? (kamu mau ndok?)


Enggak.. engg..
Dia langsung menyodorkan tangannya sembari tangan yang satu  memegang mulut ku.

Aku semakin histeris. Wajah bule yang tadi terlihat ayu, berubah menjadi sosok yang mungkin kita kenal dengan sebutan kuntilanak, sangat  mengerikan. Tangan itu pun akhirnya berhasil memaksa aku untuk memakan bunga kuntil itu, tidah hanya disitu iya juga memaksa aku untuk meminum cairan kental. entah itu darah yang berasal dari kendi tersebut.
 
Seketika semua masuk ke dalam tubuh ku, membuat rasa mual yg tiada tanding. Dia masih menahan mulut ku agar tidak memuntahkan makanan itu, hingga perlahan mata ku menatap hal ganjil.

Iya, Tidak hanya dia, tampak makhluk lain hitam tinggi dan telanjang ada disana. Setan  lain yang menyurupai pocong, dan yangg membuat aku tiada tertahan sehingga meneteskan air mata ku lihat ibu. dalam keadaan di rantai pada lehernya dan Ia berada di kaki makhluk hitam itu.
Pandangan ku semakin kabur ..dan...


-------------------------------


Ku dapati diri ku berada di ruang tamu, Ruangan ini seperti rumah mbah, hanya saja dengan interior yg berbeda.
Tampak 2 wanita muda sedang berbicara serius.
Mba, kayane warga wis ngerti tindak tandukmu (mba warga seperti nya sudah mengetahui kelakuan mu? )
aku wis ngerti dek tapi janji kuwi ora oleh diingkari opo jabang bayi sing ning wetengku ini dadi taruhane
(aku sudag tau dek, tapi janji itu tidak boleh diingkari, atau anak yg ada diperutku ini akan  menjadi taruhannya).


Dalam sekejap view pandang kembali berubah,  layaknya seperti film yang sedang diputar mundur, kini aku berada di gubuk tua. Tampak salah satu dari 2 wanita tadi sedang melakuan ritual, disampingnya ada seorang pria, aku tidak bisa melihat wajah nya, iya tampak bersujud menghadap sesajaen yang ada didepan mereka.

Sesaat ku dapati wanita itu mengangkat daging, bukan itu Janin, dan mulai memakan nya. 

Aku tidak kuat melihat lagi dan berteriak...

Hentikan…..

Wanita itu berhenti dan melihat  kearah ku,ini untuk kehidupan mu. 



Reneo, deloke opo sing mbok goleki (kemarilah, lihat lebih jauh apa yg kamu cari)


Rasa penasaran ku yang sekarang lebih gila dari pada rasa takut membuat aku berjalan ke arah wanita itu. Kini aku sudah beradu pandang. Ceritakan apa ini sebenar nya bentak ku.

Lelaki yang berada disamping tampak tertawa. Aku tidak dapat melihat jelas wajah nya , dia berdiri dan langung memeluk ku. 
Rasa nyeri terasa diperut ku. Dia menghunuskan pisau diperut ku, sambil masih memeluk ku dan berkata.


Urung wektune kowe ndelok kabeh ndok. (belum saat nya kamu lihat semuanya nak), 

Muliho (pulanglah) 


Dan hal itu sontak menyadarkan ku kembali dikamar rumah yangg telah dipenuhi oleh Pak le, Mbah, sepupu dan seorang tetangga.

Lanjutannya baca disini GanSis jangan lupa Komeng emoticon-Toast





Fatamorgana 2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abiimanyunn dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh smart70again
Bagus ceritanya tapi buat yg penakut baca siang aja biar malem bisa tidur pulas nggak ngebayangin horor 😁😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abiimanyunn dan 3 lainnya memberi reputasi
lanjut gan emoticon-Lempar Bata
profile-picture
profile-picture
smart70again dan Calyaaje memberi reputasi
Lihat 1 balasan
sering kali liat fatamorgana di jalan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abiimanyunn dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di