CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Rindu yang Tak Tertahan (1)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ecbe67e4601cf1026214613/rindu-yang-tak-tertahan-1

Rindu yang Tak Tertahan (1)

Aku seorang perempuan yang usianya sudah cukup matang untuk membina rumah tangga. Namun sampai sekarang belum memiliki calon suami yang siap dikenalkan ke orang tua. Bukannya tidak punya rasa cinta kepada lawan jenis namun hubungan yang ingin ku bina dengan seseorang tidak memiliki kejelasan untuk menuju jenjeng pernikahan.

Aku mengenal seorang lelaki sejak Januari 2019. Perkenalan kami dimulai dari keisenganku membuat akun di salah satu sosial media belajar bahasa inggris Hello Talk (HT). Aku membuat akun tersebut karena  sering menonton drama korea.

Aku penasaran gimana caranya mendapat teman dari Negara Korea. Supaya aku bisa belajar bahasa korea karena aku ingin nonton drama korea tanpa melihat subtitle. Aku ingin mendalami ekspresi dan emosi yang diperankan para pemain tanpa melihat subtitle yang ada di bawahnya.

Namun ternyata tak semudah yang aku bayangkan. Sesudah membuat akun HT tak ada satupun teman Korea yang aku dapat. Alasannya aku hanya bisa bahasa indonesia dan sedikit bahasa inggris. Sedangkan kebanyakan orang korea yang aku ajak ngobrol kurang lancar berbahasa inggris. Jadi aku bingung bagaiama cara mengajak mereka berbicara. Sedangkan aku sendiri tidak bisa berbahasa korea.

Ternyata orang korea tidak seramah yang aku bayangkan. Saat berkenalan dengan orang baru yang tidak bisa berbahasa korea mereka kurang aware dengan kehadiran kita. Mereka tidak suka berbincang dengan orang yang tidak paham bahasa mereka. Jadi misiku untuk belajar bahasa korea dengan orang korea tidak berhasil. Bahkan aku lebih banyak berkenalan dan ngobrol dengan orang amerika dan australia di HT. Meskipun bahasa inggrisku sangat dasar namun mereka sangat wellcome dan senang berkenalan denganku yang asli orang Indonesia.

Ditengah kegagalan misiku mendapatkan teman dari Korea secara tidak sengaja aku menemukan akun orang Indonesia. Awalnya aku mengomentari postingannya yang menunjukkan gambar bangunan gedung universitas di Arab. Aku kira dia seorang mahasiswa yang belajar disana. Ternyata bukan, justru dia orang yang tinggal tidak jauh dari kotaku. Kita masih satu provinsi, kira kira 5 jam jarak dari rumahku ke rumahnya.

Berawal dari saling komentar di postingan masing masing kemudian berlanjut dengan ngobrol lewat DM. Aku sering curhat ke dia tentang pengalamanku berkenalan dengan orang asing di HT. Meskipun seringkali dia menanggapinya dengan candaan yang sifatnya mengejek karena seringkali aku kenal orang asing yang salah.

Hari berganti hari tak terasa perkenalan kami sudah jalan 2 bulan. Entah kenapa rasa penasaranku tentangnya semakin tinggi. Dia bukan orang yang serta merta mau menunjukkan identitasnya ke orang lain. Oleh karena itu aku mencari tahu dari seluruh penjuru media yang aku punya. Dari instagram, FB, Twitter, sampai lewat pencarian di google. Berbekal akun twitternya aku bisa menguak identitas pribadinya seperti nama lengkap, universitas, jurusan, teman, bahkan nama kakak kandungnya akupun tahu.

Dia heran kenapa aku bisa tahu sejauh itu. Padahal dia tak pernah mengatakannya kepadaku. Namun sikapku yang demikian membuatku seperti seorang detektif gila yang terobsesi pada sebuah kasus. Aku kira dia akan ilfil dan takut denganku. Justru dia penasaran kenapa aku bisa sampai sejauh ini. Akhirnya dia memintaku membuat telegram supaya bisa lebih intens ngobrol denganku.

Tak terasa sudah 4 bulan kita saling mengenal. Tak bisa ku pungkiri rasa itu tumbuh dalam diriku. Meskipun kita tak pernah sekalipun bertemu. Suaranya seperti apa akupun tak tahu. Kita tidak pernah telepon hanya saling berkirim chat.

Terkadang dia mengirim foto kegiatannya sehari hari. Namun dalam foto itu tidak pernah di tunjukkan foto dirinya. Yang ada hanya foto makanan yang dia makan, tempat yang dia kunjungi, kegiatan yang akan dia lakukan. Meskipun demikian aku tetap senang ngobrol dengannya. Aku mengirimkan foto balik kepadanya. Terkadang saat aku ingin menyanyi, aku rekam suaraku dan kukirimkan kepadanya.

Hubunganku dengannya kelihatan sangat sederhana. Terasa tidak ada ikatan diantara kita berdua. Namun hari hari tanpa ku mendapat kabar darinya terasa hambar. Aku tahu ini aneh dan terkesan berlebihan, mengingat kami hanya orang asing yang tidak sengaja saling bertegur sapa lewat dunia maya. Namun kehadirannya dalam hari hariku rasanya sangat ku tunggu. Akupun berharap dia juga merasakannya. Namun ternyata yang terjadi tak seindah harapanku.
Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 3 lainnya memberi reputasi
nah kan ini udah mulai cakep tritnya.
akhirnya ane tau cara cewe stalking, bener-bener berbahaya emoticon-Hammer2
profile-picture
Mrs.Dep memberi reputasi
Lihat 3 balasan
stalkingnya ngalahin intel
profile-picture
Mrs.Dep memberi reputasi
Lihat 3 balasan
ngeri stalkingnya
profile-picture
aryanti.story memberi reputasi
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di