CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Dunia Hiburan /
Indira Kalistha Dibully Saat Ngaku Salah, Bagaimana Seharusnya Minta Maaf?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ecbd0bd26377251a51efd31/indira-kalistha-dibully-saat-ngaku-salah-bagaimana-seharusnya-minta-maaf

Indira Kalistha Dibully Saat Ngaku Salah, Bagaimana Seharusnya Minta Maaf?

Senin, 18 Mei 2020 14:30 WIB



Sarah Oktaviani Alam - detikHealth

Indira Kalistha Dibully Saat Ngaku Salah, Bagaimana Seharusnya Minta Maaf?

Indira Kalistha dibully setelah mengaku salah. (Foto: Indira Kalistha (YouTube Gritte))

Jakarta - Setelah viral karena ungkapan yang terkesan meremehkan virus Corona, YouTuber Indira Kalistha ditemani suaminya akhirnya meminta maaf lewat podcast di Channel Youtube Deddy Corbuzier. Sambil meneteskan air mata, ia meminta maaf pada semua pihak termasuk tenaga medis.

"Aku mau minta maaf sama semuanya. Aku nggak tahu omongan aku bakal jadi kayak gini. Aku sama sekali bukan untuk ngeremehin tenaga medis, nggak," ujar Indira sambil menangis.

"Aku mau minta maaf, kalian jangan dengerin omongan aku yang itu karena sebenarnya, aku tuh pakai masker dan aku itu juga bawa tisu basah. Jadi omongan aku bener-bener ngawur banget. Please kalian jaga kesehatan, selalu pakai masker, dan selalu jaga kebersihan," tutur Indira.
Dari permintaan maafnya tersebut, banyak netizen yang beranggapan bahwa Indira mengungkapkannya tidak tulus atau dari hati. Hal ini karena dianggap masih ngeles saat sang suami Gustaf Syailendra atau Utap, menyebut dirinya introvert. Bagaimana sih sebaiknya minta maaf yang tepat?

Yang dimaksud minta maaf tulus adalah minta maaf yang memang didasari oleh kesadaran, bahwa orang tersebut telah melakukan kesalahan. Hal ini umumnya bisa dinilai dari komunikasi non verbal (gesture tubuh, mimik muka), dan komunikasi verbal (isi ucapan yang diutarakan, nada pengucapannya)," jelas Veronica Adesla, psikolog klinis Personal Growth pada detikcom, Senin (18/5/2020).

Menurut Veronica, antara ucapan dan sikap yang dimunculkan saat meminta maaf bisa menunjukkan apakah dia tulus melakukannya. Jika nada bicaranya tidak menunjukkan rasa penyesalan seperti terkesan memaksa, bisa saja permintaan maaf itu tidak tulus diungkapkannya.

"Misalnya seperti 'IYA! Saya minta maaf...tapi kan itu saya lakukan untuk kamu!' coba bayangkan jika teks tersebut diungkapkan dengan nada tinggi," katanya.

Namun, Veronica sendiri menilai bagaimana pun cara permintaan maaf itu sendiri tetap perlu diapresiasi, dan berharap itu dilakukan tanpa dorongan, paksaan, serta dalam keadaan sadar. Menurutnya, ia banyak sekali menemukan orang yang sulit mengucapkan maaf meskipun dirinya salah.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di