CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 29-30 (Sepenggal Harapan Keluarga)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ecbaa91a727682247724140/ls-quotketika-ia-datang-untuk-pergiquot-part-29-30-sepenggal-harapan-keluarga

LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 29-30 (Sepenggal Harapan Keluarga)

LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 29-30 (Sepenggal Harapan Keluarga)





PART 29 - 30 (Sepenggal Harapan Keluarga)






LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 29-30 (Sepenggal Harapan Keluarga)




PART 29





Nenek : sana mandi dulu kalian berdua, nanti demam lagi, ini om sama keponakannya sama sama susah di atur โ˜บ๐Ÿ˜Š
" Kata omah sambil tersenyum lebar"


Dini : ia mas, om sana mandi dulu gih,
"Timpal dini dengan nada sedikit sewot"


Om : ren om pinjem baju kamu ya, soalnya om gak bawa baju ganti nih?
"Kata om"
Gua : ia om, banyak kok,
"Jawab gua"



Lalu gua dan om menuju kamar gua, gua ambil kaos di dalam tas, yang baru gua beli waktu habis nganterin lisa balik ke purwokerto, gua mampir sebentar ke distro bang ben, di distronya bang ben adalah salah satu tempat nongkrong gua, gua tau yang metal metal dari bang ben dan teman temanya,


Gua : ini om kaosnya,
"Kata gua"

Om : ia ren taruh aja di atas kasur kamu,
"Jawab om gua yang sedang mandi di kamar mandi yang ada di kamar gua"

Gua : ia om, rendi mandi di kamar mandi dapur ya om,
"Kata gua sambil membawa handuk dan keluar dari kamar menuju kamar mandi di dekat dapur"



Selesai gua mandi, gua menuju kamar gua, gua lihat om lagi menyisir rambutnya di depan cermin,

Gua : wihhh... Pas om bajunya?
"Tanya gua sambil menutup pintu kamar"

Om : pas ren, ini baju masih baru ya? Kamu suka metal juga ya ren?
"Kata om gua sedikit kaget"

Gua : ia om, aku cinta mati sama metal ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜Š
"Kata gua sambil menunjukan koleksi baju baju dan kaset pita sama kaset cd yang sebagian gua bawa"

Om : ๐Ÿ˜ฎwoww... Matep, berarti kita sama dong, ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜„
"Jawab om gua"

Gua : ia sama lah, om anaknya omah, aku cucu nya omah, bener kan ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜ om hahahaha...
"Kata gua sambil tertawa meledek"

Om : wah parah kamu ren, main ke lampung ren aku kasih liat koleksi koleksi om, banyakan om kayanya, soalnya dari SMA om udah suka nih sama yang beginian

Dini : om di panggil omah
"Kata dini tiba tiba udah ada di depan pintu kamar gua"

Om : ia din
"Jawab om yang berlalu keluar kamar"

Dini : kamu juga mas di panggil omah
"Tambah dini"

Gua : ia din nanti mas nyusul
"Kata gua sambil menutup pintu kamar"


Tak berapa lama gua pun bergabungbergabung, di ruang tamu, gua lihat mamah udah mulai tersenyum walaupun matanya masih sembab,


Omah : rendi sayang sini, omah sama opah pengen ngobrol serius,
"Kata omah sambai melambaikab tangannya"

Gua pun langsung menghampiri omah,

Gua : omah maafin rendi, karena rendi udah ngebentak omah, udah marah sama omah dan opah,
"Kata gua lirih dengan menggenggam tangan omah lalu menciumnya"

Omah : udah rendi, rendi gak salah yang salah omah sama opah, maafin omah ya re?
"Tanya omah"

Opah : ia ren maafin opah juga ya
"Kata opah"

Gua pun tertunduk tanpa berkata apa apa dan gua langsung memegang tangan opah dan menciunnya, tak terasa air mata penyesalan gua pun membanjiri kelopak mata gua, terus gua memeluk omah, pecahlah tangisan gua dalam pelukan omah,

aku sayang ๐Ÿ’• omah..
"Kata gua dengan lirih dan pelan"

Om : lohhhhh.. Rendi nangis, masa keponakan om cengeng sih ๐Ÿ˜„
"Ledek om gua"


Gua gak perduli dengan kata kata om gua, karena baru kali ini gua merasakan kasih sayang yang tulus dari seorang kakek dan nenek gua, yang baru pertama kali gua ketemu, setelah gua peluk omah, gua pun memandang ke arah mamah yang ada di saping kanan gua, gua lihat mamah pun meneteakan air mata tapi tanpa ada suara, gua melepaskan pelukan ke omah dan nerganti memeluk mamah,

Gua : mah rendi minta maaf dengan perlakuan rendi tadi yang ngebentak bentak mamah, rendi nyesel udah bikin mamah sedih dan menangis, rendi mohon maaf mah,
"Kata gua dalam pelukan mamah"

Mamah masih terdiam tapi pelukan mamah semakin erat dan butiran air mata pun saling berjatuhan membasahi punggung gua, dan mamah pun menangis pelan,

Mamah : maafin mamah juga ya ren, tadi sakit gak?
"Kata mamah sambil melepaa pelukannya dan menyentuh kedua pipi gua dengan telapak tangannya yang lembu, ini adalah tangan yang sudah mati matian berjuang untuk melahirkan gua, dan telapak tangan ini yang di setiap sentuhannya menandakan begitu besarnya kasih sayang nya terhadap anak anak nya"

Gua : gak sakit mah cuma agah pedih sedikit ๐Ÿ˜Šโ˜บ
"Kata gua sambil tersenyum"

Dini : yeyyyy... Ya berarti sakit juga kali kalo pedih sih,
"Celoteh dini dan di sambut dengan senyuman omah, opah, om dan mamah"

Gua : alahhhh... Ganggu momen aja loe din๐Ÿ˜ค
"Kata gua dan gua pun tersenyum juga"


Terus gua menghampiri om dan memegang tangannya dan terus gua cium,

Gua : om maafin rendi ๐Ÿ˜„
"Kata gua"

Om : ia ren om juga minta maaf, tapi awas pesan om tadi ya ๐Ÿ˜„๐Ÿ‘
"Jawab om sambil mengacak acak rambut gua"


Omah : udah udah omah mau ngobrol serius nih,Rina dan kamu Rian anak anak ibu yang paling ibu sayangi, ibu sadar ibu sudah tidak muda lagi, dengan umur ibu yang sudah menua, ibu sama bapak akan meninggalkan kamu berdua tanah dan usaha omah sama opah, kelak di kemudian hari ibu pergi jauh, ibu sudah tenang karena sudah memberikan apa yang bapak dan ibu perjuangkan, ibu akan meninggalkan kalian sebuah toko dan tanah berupa sawah yang ada di lampung,



PART 30




Omah : udah udah omah mau ngobrol serius nih,Rina dan kamu Rian anak anak ibu yang paling ibu sayangi, ibu sadar ibu sudah tidak muda lagi, dengan umur ibu yang sudah menua, ibu sama bapak akan meninggalkan kamu berdua tanah dan usaha omah sama opah, kelak di kemudian hari ibu pergi jauh, ibu sudah tenang karena sudah memberikan apa yang bapak dan ibu perjuangkan, ibu akan meninggalkan kalian sebuah toko dan tanah berupa sawah yang ada di lampung
ibu harap kalian berdua tidak menjualnya dan jadikan toko dan sawah untuk bekal nanti membesarkan dan mendidik anak anak kalian, sekarang terserah kalian berdua bagai mana cara mengolah dan membaginya nak,
"Kata omah dengan serius"
Tiba tiba om menjawab pertanyaan omah,

Om : bu kalau Rian terserah mba Rina ajah, mau pilih yang mana?
"Kata om"

Mamah : bingun ian, kalo mba harus pulang ke lampung dan menetap di sana, suami mba juga menitipkan sesuatu untuk mba dan anak anak mba, terus mas surjaya berpesan sebelum dia meninggal, supaya mba harus mengurus peninggalannya di sini,
"Jawab mamah"


Gua sama dini cuman diem jujur waktu itu gua sedikit tidak tau apa yang sedang di obrolkan sama omah, opah, om dan mamah, gua hanya mendengar dan memperhatikan obrolan antara mamah, om dan kedua orang tuanya,


Om : menurut ibu sama bapak gimana, mba Rina gak mau pindah ke lampung bu,
"Tanya om gua ke omah"

Omah : kalau itu ibu gak bisa putuskan karena surjaya udah berpesan kepada Rina sebagi istrinya, dan itu kewajiban istri yang latuh terhadap suaminya walaupun suaminya sudah meninggal,
"Jawab omah pelan"

Om : ya udah terserah mba gimana enak nya karena mba Rina anak tertua, rian pasrahkan sama mba,
"Kata om ke mamah"

Mamah : ya udah gini aja ian, mba pilih tanah sawah?
Gimana ian?
"Jawab mamah"

Om : ya udah Rian nurut aja apa yang mba pilih,
"Kata om gua"

Opah : ya udah gini ajah, bener kata Rina, biar kamu yang melanjutkan usaha toko ibu sama bapak, nah untuk tananhnya biarin di pilih sama mba kamu, nak, nanti begini, biarkan Rina di sini, nah untuk tanahnya biar di urus sama kamu ian, jadi mbak mu hanya menerima dalam bentuk uang, nanti kalian bagi berdua kerja sama, karena tanahnya milik mba kamu dan yang menanam sampai memanennya kamu ian, terus hasilnya di bagi dan kamu kirimkan uangnya ke mba kamu,
"Kata opah dengan bijak"

Mamah : setuju pak, Rina juga sama di sisni harus ngurusin tanah yang berbentuk sawah yang di amantkan sama mas surjaya,
"Kata mamah sambil menganggukan kepalanya"
"Kata opah dengan bijak"
Serta di susul jawaban dari omah,

Omah : nah begitu, luar biasa nih bapak,๐Ÿ˜Šโ˜บ tapi inget pesan bapak sama ibu, kalian harus rukun, saling membantu dan saling menjaga, karena cuma kalia berdua anak anak ibu,
"Kata omah ke om dan mamah gua"

Opah : Rin besok bapak harus pulang, mau menghantar cek up ibu mu,
"Kata opah"

Mamah : ibu sakit apa pak sehingga harus cek up,
"Tanya mamah penuh kekhawatiran"

Omah : yah namanya orang sudah tua ya harus sering cek up nak,
"Jawab omah cepat, tanpa ada curiga dari mamah"

Alhamdulillah yang tadinya gua khawatir jadi tenang setelah kata omah tadi,

Omah : malam ini omah pengen tidur sama ke dua cucu cucu omah, sama ke dua anak ibu,
"Kata omah"

Om : kita tidur di ruang tv ajah gimana, bu?
"Usulan dari om Rian"

Omah : nah boleh ian โ˜บ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š
"Jawab omah dengan sangat senang"

Opah : tapi ada peraturannya
"Kata opah"

Gua : apa opah peraturannya, heuhhhh... Udah kaya pemerintah aja nih ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜„๐Ÿ˜
"Tanya gua"

Opah : kalau lagi dengan opah kalian harus sholat berjamaah,
"Jawab opah"

Dini : tuh mas denger gak opah bilang apa,
"Kata dini"

Gua bener bener kaget, ternyata kakek gua sangat rajin beribadah, bukan kaya cucunya selalu malas๐Ÿ˜๐Ÿ˜„๐Ÿ˜† "tanya gua dalam bain"

Gua : ya sholat lah din, emang kalau mau sholat mas harus bilang dulu sama kamu,
"Kata gua ke dini"

Opah : udah udah jangan pada ribut, sana pada ber wudhu dulu, sekarang masuk waktunya sholat magrib,
"Kata opah tegas"


Kami pun berwudhu dan sholat berjamah di ruang tv, singkat waktu, setelah sholat isya kami tidur ber enam di ruang tv, sungguh damai suasana saat itu,


Singkat cerita, pada pagi harinya sehabis sholat subuh omah, opah dan om Rian pamit untuk pulang ke lampung, omah pun mendekat dan mencium kening gua, "Rendi jangan nakal ya, jagain mamah mu", lalu gua memegang tanngannya dan menciunnya, "ini buat jajan awas jangan boros" Kata omah, sambil memberikan amplop yang berisi uang, dini juga sama di kasih, tapi gak tau ada berapa isinya,


Lalu gua bersalaman dan mencium tangan sama opah dan om,
"Ren kalou liburan main ke lampung ya" kata om gua, "ia om nanti Rendi main" Kata gua dengan tersenyum.



Spoiler for Dia Dellisa Marta bagian 2:




Thread sudah digembok
GDP Network
Beritagar โ€ข Bolalob โ€ข Garasi โ€ข Historia โ€ข IESPL โ€ข Kincir โ€ข Kurio โ€ข Opini โ€ข Womantalk
ยฉ 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di