Kaskus

Entertainment

l13skaAvatar border
TS
l13ska
Kilas Balik Corona Hingga New Normal Jadi Pilihan Indonesia Dan Dunia
Kilas Balik Corona Hingga New Normal Jadi Pilihan Indonesia Dan Dunia

Sebenarnya bahas Corona udah enek banget. Bosen, karena dari bulan desember 2019 berita tentang Corona hingga sekarang begitu menggemparkan dunia. Setiap hari seolah tak pernah surut semua jenis pemberitaan.

Pada kesempatan kali ini sedikit flashback aja yah.


Sejak awal adanya Corona di Wuhan Cina, saya lumayan mengikuti perkembangan meskipun tak seintensif jadwal tayang setiap berita. Ada beberapa hal terkait judul thread saya yang jadi pengamatan saya kali ini

Setiap kali menyaksikan berita melalui kayar kaca TV. Secara tak langsung yang sata lihat adalah kepanikan dan ketakutan dari semua pihak di Wuhan-China. Semua bingung baik warga, tenaga medis maupun pemerintah China saat itu.

Bisa dibayangkan bagaimana ketakutan dan kepanikan akan Corona itu setiap hari menghias layar kaca hampir semua warga di dunia. Otomatis apa yang tengah mereka (warga Wuhan) alami seolah menjadi momok bagi kebanyakan orang. Alhasil, ketakutan itu juga menular ke seluruh masyarakat dunia.

Entah benar atau salah tapi menurut saya yang memperparah jumlah kematian di Wuhan kala itu adalah karena adanya ketakutan dan kepanikan tersebut.

Terlebih untuk pertama kalinya virus ini terjangkit dan begitu cepat menyebar. Sehingga yang terjadi adalah kepanikan dimana-mana. Alhasil, semakin banyak warga jatuh sakit dan korban jiwa meninggal. Total 4000 lebih jiwa meninggal dalam kurun waktu dua bulan masa lockdown di Wuhan (sumber).

Saat Covid-19 ditemukan pertama kali di Indonesia menteri kesehatan sudah menjelaskan bahwa Corona ini tak jauh beda dengan flu yang hanya akan menyerang mereka yang punya imunitas rendah. Kala itu masyarakat dihimbau untuk tak khawatir ataupun takut agar imunitas tidak menurun.

Sebagai orang awam yang tak paham corona otomatis saya pun manggut-manggut saja akan pernyataan pak Terawan yang berhasil menemukan mesin penyembuh kanker. Menurut hemat saya, jika benar Corona tak ubahnya flu maka yang harus dilakukan jika terpapar adalah istirahat cukup, konsumsi vitamin C dan makan makanan bergizi.

Sejak kecil hingga punya dua anak dua saya sudah hapal dengan penyakit ini. Sudah langganan dan alhamdulillah sudah tau bagaimanan cara mengatasi flu. Bisa dibilang penyakit flu adalah penyakitnya orang miskin macam saya. 🤪

Meski demikian rupanya apa yang saya yakini tak semua diyakini masyarakat yang lain. Di Indonesia sendiri warga negara sudah banyak yang panik duluan. Terlebih banyak tersebar hoax atau berita palsu yang tersebar di tengah-tengah masyarakat yang lebih dipercaya daripada fakta yang ada.

Orang-orang banyak yang berubah menjadi lebih egois. Adanya ketakutan jika lockdown benar-benar terjadi hingga memunculkan gejala panik buying. Tak jarang juga ada orang- orang yang mengambil keuntungan dari situasi yang ada seperti menjual masker dan handsanitizer dengan harga diatas kewajaran.

Orang kecil lebih takut kati kelaparan dibanding corona. Fakta di lapangan bahwa banyak rakyat kecil yang menghiraukan protokol WFH dan lebih memilih tetap bekerja. Bagi mereka ada fakta yang tak bisa dihindari bahwa Corona bukanlah satu-satunya penyebab kematian.

"Bisa-bisa kita bukan mati karena corona tapi karena kelaparan." Ujar pedagang bakso yang saya temui sekitar sebulan yang lalu.

Beberapa orang yang tak bisa mengandalakan gaji bulanan layaknya ASN memilih tetap bekerja. Beberapa profesi ada yang nekat tetap bekerja meski himbauan tetap di rumah sudah digalakkan. Sebagaimana para petani dan pedagang.

"Halah lha lek aku gak kerjo kate mangan mbek opo? Iyo lek mangan ditanggung presiden."

Nah jadi serba salah kan?? Akhirnya banyak muncul kekacauan terlebih di dunia maya. Banyak pro dan kontra terkait kebijakan pemerintah. Saya tak mau bahas lebih jauh, takut salah atau keliru berucap.

Quote:


Balik lagi, ketakutan yang muncul mungkin terpengaruh berita tentang Wuhan yang mereka tonton sebelumnya. Sehingga apapun perkataan yang disampaikan Bapak Menkes tak bisa diterima logika masyarakat. Sudah kadung terperangkap dalam ketakutan sendiri.

Banyak warga takut mati hingga tak sedikit yang memborong masker yang sangat dibutuhkan petugas medis untuk bertugas. Tanpa sadar sikap beberapa warga ini justru merugikan para petugas medis yang memang sangat membutuhkan APD. Alhasil, beberapa dokter tumbang dan gugur dalam pertarungan melawan Corona. Sungguh miris melihat kenyataan ini.

Saat dinyatakan bahwa hand sanitizer bisa mematikan virus serta merta produk satu ini laris di pasaran. Masyarakat berebut membeli produk kesehatan ini sekedar untuk dipakai sendiri bahkan dijual lagi.

Inilah yang saya maksud bahwa
Menurut hemat saya virus ini tak begitu mematikan yang membuat ia jadi mematikan adalah rasa ketakutan dan kecemasan berlebih jika sampai terjangkit. Akhirnya banyak orang takut meninggal dan menjadi super tega alias egois dengan manusia yang lain.

Quote:


Sudahlah jangan memperkeruh suasana. Mari bersatu melawan corona. Saya setuju kug kalau yang kaya sumbang yang miskin, karena nyatanya keadaan ini akan berlangsung lebih lama lagi. Dan kita butuh oranglain untuk sekedar menyambung hidup.

Faktanya, setelah beberapa upaya dilakukan oleh masyarakat dunia dan juga Indonesia rupanya belum mampu meredam angka korban yang berjatuhan akibat virus ini. Makin hari jumlah korban meninggal terus bertambah.

Beruntung di Indonesia angka kematian tak sebesar di negara-negara berpenduduk besar lainnya. Tengok saja negara yang diklaim menjadi sumber penyatkiy ini. Di wuhan saja sudah menelan 4632 jiwa korban meninggal dunia. Bahkan di negara adidaya sekuat Amerika korban meninggal sudah tembus angka 90.000 jiwa.

Lalu apa yang harus dilakukan? Setujukah dengan kebijakan new normal?

Sebagai pribadi saya setuju saja karena rakyat kecil seperti saya yang bergantung hidup dari hasil usaha suami tiap hari hanya bisa mencak-mencak karena tak ada pemasukan. Jualan apapun demi menyambung hidup. Hutang pada orangtua buat modal usaha dan terancam gak bisa bayar hutang.

Tak masalah jika resiko yang harus dihadapi adalah tertular corona. Bagi rakyat kecil seperti saya mati kelaparan itu lebih menyiksa dibanding Corona. Toh yang harus kita lakukan adalah hidup berdampingan dengan si virus yang tiap hari beranak pinak hingga antivirus ditemukan.

Lalu apa yang mesti dilakukan agar tak terpapar covid-19?


Ikuti instruksi para ahli, jaga kesehatan diri dan keluarga. Kita lakukan Social Distance seperti intruksi tenaga ahli. Jangan ngawur apalagi percaya berita hoax yang malah bikin ketakutan bertambah.

Kesimpulan tulisan saya kali ini adalah jangan terlalu takut dan was-was. Kerakutan dan was-was berlebih hanya akan memperburuk suasana. Bisa menyebabkan stres dan menurunnya imunitas tubuh. Pada akhirnya mereka yang sehat visa dengan mudah terjangkit virus ini.

Sebagaimana pernyataan Terawan "Kita ini punya Allah, jadi jangan takut."

Jadi, ikuti instruksi tenaga ahli dan hindari mengkonsumsi dan menyebarkan berita-berita tak penting apalagi hoax. Lebih bijak bersosmed yah.. Bahagia dan sehat selalu ya Gan Sis.

Mari kita sambut new normal dengan hidup berdampingan bersama covid-19. Kita tak tahu kapan pandemi akan berakhir tapi setidaknya kita bisa jaga diri agar tak mudah sakit.

Sekian dulu tulisan saya. Semoga segala bentuk ketakutan hilang dari diri kita. Virus Corona segera teratasi dan kita bisa jalani hiduo dengan normal kembali. Wassalam.




L13ska

#komalkuraya
#coronavirus
#perangdanhadangcovid



CahayahalimahAvatar border
c4punk1950...Avatar border
nona212Avatar border
nona212 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
619
26
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan