TS
DikiRamadhan14
Doa-doa Cinta.
Cinta Mata Bulan
Karya : Diki Ramadhan
Legenda telah memasung tuan putri ke dalam bola senja
Dia jatuh ke dalam tidur yang tanpa akhir
Tiada seorang pun yang tahu, kapan dia akan terbangun
Namun perlahan bola senja itu memangsa jiwa-jiwa cantik dari dalam dirinya
Kemudian, Tuhan mengirim pangeran cahaya bulan sonata
Yang terbentuk atas kandungan cinta
Untuk melepas pasung pada tubuh tuan putri
Juga menghancurkan mantra si bola senja
Sungguh tuan putri yang malang
Malam pun beranjak datang
Pangeran bergegas menuju gerbang perbatasan matahari dan bulan
Tak lupa, dia membawa senjata terkuatnya
Si cinta mata bulan
Sungguh, begitu kuat senjata pangeran
Sesampainya pangeran di matahari, malam telah pergi
Dia memaksa agar fajar cepat berlalu
Karena bola senja hanya ada di waktu senja
“Waktu tak pantas untuk ditekan.” Bisik Tuhan pada telinga pangeran
Sungguh, langit tak kunjung menguning
Pangeran kemudian melancarkan mantra pada senjatanya
“Cinta mata bulan, perlahan datang, mengusir sepi, melindungi tuan putri dengan wajah yang temaram.”
Akhirnya, Tuhan pun mengerti pada cinta pangeran dan tuan putri
Dia mempercepat rotasi, hingga senja tampak wajahnya
Sungguh, sang pangeran begitu rindu
Dengan cahaya bulan sonatanya
Pangeran dengan cepat menuju matahari
Tempat di mana bola senja berada
Lalu legenda pun dilenyapkan
Tuan putri diselamatkan
Maret 2020.
Halo agan dan sista, pembaca setia Kaskus.
Kenalin namaku Diki, newbie di kreator kaskus dan juga punya hobi menulis, terutama puisi.
“Cinta menuntut semuanya, dan memiliki hak untuk segalanya.” ~ Beethoven.

Cinta Yang Terhempas
Karya : Diki Ramadhan
Padamu dewi malam, yang bersemayam di relung kalbuku
Dengar doaku, pada-Mu penuh seluruh
Cintaku terhempas bagai tsunami menerjang daratan
Menghancurkan bangunan-bangunan di jantungku
Padamu dewi padi, yang bersemayam di surga tertinggi
Dengar doaku, pada-Mu penuh seluruh
Cintaku terhempas bagai kumpulan rintik hujan dari loteng, menghujam tanah
Menghancurkan batu yang ditimpanya
Padamu Jesus, yang bersemayam di salib suci
Dengar doaku, pada-Mu penuh seluruh
Cintaku terhempas di api neraka
Meleburkan rinduku yang dibakarnya
Padamu Allah, yang bersemayam selalu di hatiku
Dengar doaku, pada-Mu penuh seluruh
Cintaku terhempas di dinginnya gurun pasir malam hari
Melelahkan tawa, menyumbat senyumku
Cintaku, kau hempas aku sejadi-jadi
Aku miskin harta, kaya hati
Cintaku, kau hempas aku sejadi-jadi
Aku miskin tegak berdiri
Mei 2020.

DUA SAJAK BUAT TUHAN
Oleh : Diki Ramadhan
Kepada : Allah SWT, Jesus Kristus, Buddha, Trimurti, Tian
Sajak I
Ada tanganku berdoa, pada setiap waktu yang terbuka, di buka pada swastamita, di antara Sidratulmuntaha, di samping Yerussalem Baru, di atas Bunga Melati dengan hiasan kepala kobra
Ada tanganku menengadah, mengepal, berdoa, harap mirat datang bersama syafaat.
Ada mataku terpejam, khusyuk bermantra-mantra, baik pagi, siang dan malam.
Sajak II
Kepada Tuhan yang hendak menjawab doa-doa, berpikir sekali saja
Kepada Tuhan yang hendak menjawab doa-doa, kami para hamba
Buat Tuhanku dan agamaku, damai dan bersatulah.
Buat Tuhanmu dan agamamu, junjunglah kasih dan bersatulah
Februari 2020.

https://ntdindonesia.com/budaya/moon...ng-oleh-waktu/
Karya : Diki Ramadhan
Legenda telah memasung tuan putri ke dalam bola senja
Dia jatuh ke dalam tidur yang tanpa akhir
Tiada seorang pun yang tahu, kapan dia akan terbangun
Namun perlahan bola senja itu memangsa jiwa-jiwa cantik dari dalam dirinya
Kemudian, Tuhan mengirim pangeran cahaya bulan sonata
Yang terbentuk atas kandungan cinta
Untuk melepas pasung pada tubuh tuan putri
Juga menghancurkan mantra si bola senja
Sungguh tuan putri yang malang
Malam pun beranjak datang
Pangeran bergegas menuju gerbang perbatasan matahari dan bulan
Tak lupa, dia membawa senjata terkuatnya
Si cinta mata bulan
Sungguh, begitu kuat senjata pangeran
Sesampainya pangeran di matahari, malam telah pergi
Dia memaksa agar fajar cepat berlalu
Karena bola senja hanya ada di waktu senja
“Waktu tak pantas untuk ditekan.” Bisik Tuhan pada telinga pangeran
Sungguh, langit tak kunjung menguning
Pangeran kemudian melancarkan mantra pada senjatanya
“Cinta mata bulan, perlahan datang, mengusir sepi, melindungi tuan putri dengan wajah yang temaram.”
Akhirnya, Tuhan pun mengerti pada cinta pangeran dan tuan putri
Dia mempercepat rotasi, hingga senja tampak wajahnya
Sungguh, sang pangeran begitu rindu
Dengan cahaya bulan sonatanya
Pangeran dengan cepat menuju matahari
Tempat di mana bola senja berada
Lalu legenda pun dilenyapkan
Tuan putri diselamatkan
Maret 2020.
Halo agan dan sista, pembaca setia Kaskus.
Kenalin namaku Diki, newbie di kreator kaskus dan juga punya hobi menulis, terutama puisi.
“Cinta menuntut semuanya, dan memiliki hak untuk segalanya.” ~ Beethoven.

Cinta Yang Terhempas
Karya : Diki Ramadhan
Padamu dewi malam, yang bersemayam di relung kalbuku
Dengar doaku, pada-Mu penuh seluruh
Cintaku terhempas bagai tsunami menerjang daratan
Menghancurkan bangunan-bangunan di jantungku
Padamu dewi padi, yang bersemayam di surga tertinggi
Dengar doaku, pada-Mu penuh seluruh
Cintaku terhempas bagai kumpulan rintik hujan dari loteng, menghujam tanah
Menghancurkan batu yang ditimpanya
Padamu Jesus, yang bersemayam di salib suci
Dengar doaku, pada-Mu penuh seluruh
Cintaku terhempas di api neraka
Meleburkan rinduku yang dibakarnya
Padamu Allah, yang bersemayam selalu di hatiku
Dengar doaku, pada-Mu penuh seluruh
Cintaku terhempas di dinginnya gurun pasir malam hari
Melelahkan tawa, menyumbat senyumku
Cintaku, kau hempas aku sejadi-jadi
Aku miskin harta, kaya hati
Cintaku, kau hempas aku sejadi-jadi
Aku miskin tegak berdiri
Mei 2020.

DUA SAJAK BUAT TUHAN
Oleh : Diki Ramadhan
Kepada : Allah SWT, Jesus Kristus, Buddha, Trimurti, Tian
Sajak I
Ada tanganku berdoa, pada setiap waktu yang terbuka, di buka pada swastamita, di antara Sidratulmuntaha, di samping Yerussalem Baru, di atas Bunga Melati dengan hiasan kepala kobra
Ada tanganku menengadah, mengepal, berdoa, harap mirat datang bersama syafaat.
Ada mataku terpejam, khusyuk bermantra-mantra, baik pagi, siang dan malam.
Sajak II
Kepada Tuhan yang hendak menjawab doa-doa, berpikir sekali saja
Kepada Tuhan yang hendak menjawab doa-doa, kami para hamba
Buat Tuhanku dan agamaku, damai dan bersatulah.
Buat Tuhanmu dan agamamu, junjunglah kasih dan bersatulah
Februari 2020.

https://ntdindonesia.com/budaya/moon...ng-oleh-waktu/
nona212 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
614
12
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan