CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
mengatasi masalah tentang mudah naik darah bukanlah hal yang sulit.
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec8c63fc820847eff532dd5/mengatasi-masalah-tentang-mudah-naik-darah-bukanlah-hal-yang-sulit

mengatasi masalah tentang mudah naik darah bukanlah hal yang sulit.

mengatasi masalah tentang mudah naik darah bukanlah hal yang sulit.

Suatu kali, putraku pulang ke rumah sehabis bersekolah, dan ketika aku membolak-balik agenda sekolahnya, aku melihat pesan dari seorang guru, "Chengcheng telah bertengkar dengan teman sekolahnya di sekolah hari ini dan dia tidak mau mengakui kesalahannya tanpa peduli apa pun yang dikatakan kepadanya, dan dia marah kepadaku. Harap pastikan agar engkau mendidik putramu." Membaca ini, aku tak bisa menahan amarahku dan aku meledak. Anak laki-lakiku ini benar-benar membuatku sangat khawatir dan selalu menyebabkan kesakitan bagiku. Aku telah menerima banyak catatan seperti ini selama bertahun-tahun, dan aku sering kali harus meminta maaf kepada para guru dan orang tua lainnya. Semakin aku memikirkan hal ini, semakin marah aku dibuatnya, dan aku mendamprat anakku. Melihatnya seolah-olah merasa diperlakukan amat tak adil dan takut setelah dimarahi, aku merasa kesal dan mencela diriku sendiri. Aku kemudian pergi ke hadapan Tuhan untuk mencari, dan aku melihat firman Tuhan ini, "Begitu manusia memiliki status, ia akan kesulitan mengendalikan suasana hatinya, dan ia akan menikmati bila ada kesempatan untuk mengungkapkan ketidakpuasan dan melampiaskan emosinya; ia akan sering terbakar amarah tanpa alasan jelas, untuk menunjukkan kemampuannya dan membiarkan orang lain tahu bahwa status dan identitasnya berbeda dengan orang biasa. Tentu saja, orang yang rusak tanpa status juga akan sering kehilangan kendali. Amarah mereka sering kali timbul karena keuntungan pribadi mereka disinggung. Untuk melindungi status dan harga diri mereka, umat manusia yang sudah rusak akan sering melampiaskan emosinya dan menyatakan sifatnya yang sombong." Hanya ketika aku membaca penyingkapan dari firman Tuhan inilah aku menjadi sadar akan akar penyebab mengapa aku kehilangan kesabaran dengan putraku—ini karena reputasiku telah dirusak. Setiap kali seorang guru mengirimkan pesan yang mengatakan bagaimana anakku telah melakukan kesalahan ini atau itu, aku merasa anakku tidak mencerminkan aku dengan baik dan membuatku terlihat buruk, dan itulah sebabnya aku menguliahinya dengan cara merendahkannya. Aku juga menjadi paham bahwa menjadi marah merupakan pengungkapan dari watak congkak Iblis dalam diriku. Di masa lalu, untuk membuat anakku mengubah kebiasaan buruknya, aku sering kehilangan kesabaran dengannya dan menguliahinya dengan cara merendahkan dirinya, secara kompulsif aku mencoba untuk mengubah kebiasaan buruknya. Dari luar, aku tampaknya seolah-olah melakukan hal ini karena aku memiliki maksud baik bagi putraku, tetapi pada dasarnya, aku memperlakukan anakku dengan mengandalkan watak congkak Iblis dalam diriku, dan aku juga menyakitinya. Aku akhirnya melihat bahwa kehidupan yang aku hidupi tidak memiliki kemiripan dengan manusia sejati, dan bahwa aku terlalu egois dan terlalu congkak. Ketika aku memikirkannya dengan saksama, aku menyadari bahwa normal bagi anak-anak untuk membuat kesalahan dan bahwa aku harus membimbingnya dengan cara yang lebih baik, lebih sistematis, sehingga dia belajar mengubah kebiasaan buruknya, dan tidak menguliahi dia dengan mengandalkan watak congkakku.

Setelah itu, setiap kali putraku melakukan kesalahan dan aku kehilangan kesabaran terhadapnya, aku akan segera datang ke hadapan Tuhan dan berdoa. Aku akan mempercayakan putraku kepada Tuhan, dan aku belajar menggunakan firman Tuhan untuk membimbingnya. Aku menemukan bahwa anakku mulai berubah secara perlahan, dan para gurunya amat jarang mengirimkan pesan kepadaku dengan mengatakan bahwa dia telah berkelahi dengan teman sekelasnya di sekolah. Terlebih lagi, hubunganku dengan putraku semakin lama menjadi semakin baik, dan hal ini memungkinkan aku untuk menghargai sukacita yang datang dari menerapkan kebenaran. 


tahu lebih banyak: Perhatikan kilat dari timur, perhatikan tempat tujuan dan kesudahan manusia 
Diubah oleh Kevinsmithon


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di