CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Anggaran 41 Miliar Telah Didistribusikan untuk Penelitian Corona di Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec7e33a28c9917e3c76ac52/anggaran-41-miliar-telah-didistribusikan-untuk-penelitian-corona-di-indonesia

Anggaran 41 Miliar Telah Didistribusikan untuk Penelitian Corona di Indonesia

JAKARTA - Anggaran sebesar Rp 41 miliar dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional sudah terdistribusikan untuk mendanai kegiatan penelitian mengenai virus corona.

Anggaran yang terdistribusikan itu sekitar 68% dari total anggaran yang disediakan Rp 60,6 miliar.

Sebagaimana diketahui, Kemenristek/BRIN sebelumnya membentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.

Tujuannya untuk mendukung percepatan penanganan pandemi virus corona. Keanggotaan konsorsium ini terdiri dari kalangan perguruan tinggi, lembaga penelitian, kementerian kesehatan.

Berdasarkan data Kemenristek/BRIN, konsorsium ini mendapatkan anggaran Rp 90 miliar. Anggaran itu digunakan untuk mendanai berbagai penelitian yang telah melewati saringan proposal penelitian. Ada dua tahap saringan proposal penelitian.

Anggaran sebesar Rp 60,6 miliar dimana Rp 41 miliar di antaranya sudah disalurkan merupakan anggaran tahap pertama yang dikeluarkan. Pada tahap pertama ini, ada 134 proposal yang berhasil lolos seleksi.

Adapun sisanya sebesar Rp 29,4 miliar menjadi anggaran yang keluar pada tahap kedua.

Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro mengatakan, penyaringan proposal penelitian tahap dua telah dibuka mulai Senin 18 Mei 2020 lalu. Pendaftaran dan penyerahan proposal penelitian diterima paling lambat 2 Juni 2020.

Proposal penelitian itu ditentukan dalam 4 tema, yakni terkait dengan pencegahan, pemindaian dan diagnosis, alat kesehatan dan pendukung, kemudian pengobatan dan terapi. Selain ilmu pasti, Bambang juga menuturkan, pihaknya mendukung proposal penelitian di bidang sosial humaniora serta model kebijakan kesehatan masyarakat.

"Dalam kondisi pandemik ini, semua orang ingin tahun kapan pandemik berakhir dan apa syaratnya supaya pandemik itu segera berakhir, misalnya. Kemudian juga bagaimana mitigasi supaya bisa diterapkan di masyarakat," kata Bambang menjelaskan tentang perlunya penelitian di bidang sosial-humaniora.

Mengenai perkembangan penelitian pada tahap pertama, Bambang mengatakan, dari Rp 41 miliar yang sudah terdistribusikan sejauh ini, dipakai untuk berbagai riset. Ada riset yang berbentuk pengembangan teknologi screening atau diagnosis, seperti rapid test maupun PCR test. Kemudian riset pengembangan alat kesehatan dan pendukungnya, seperti ventilator.

"Tentunya alat pelindung diri, maupun upaya-upaya untuk mensterilkan APD maupuan mensterilkan RS sehingga bisa menyelematkan tenaga kesehatan. Itu masuk kategori alkes dan pendukungnya," kata Bambang.

Ia menambahkan, riset yang dibutuhkan saat ini adalah di bidang obat-obatan dan terapi. Beberapa riset di bidang ini tengah dikembangkan.

"Tapi, selain itu juga kita berikhtiar dengan terapi, salah satunya adalah plasma konvalesen ini langsung berupaya untuk menolong pasien yang sedang dalam kondisi berat akibat covid-19. Ini dengan mempergunakan plasma yang diambil dari pasien yang sudah sembuh dari covid-19," ujarnya.

Beberapa hasil riset dan inovasi tahap pertama ini bahkan telah diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) April 6 April 2020 lalu dan digunakan oleh berbagai fasilitas kesehatan yang membutuhkan.

Produk tersebut antara lain Tes Kit baik yang berbasis PCR atau non PCR, handsanitizer dari LIPI-BPPT, mobile handwasher dari BPPT, ventilator, robot kesehatan (Raisa) dari ITS-Unair, alat kesehatan lain dan APD dari beberapa pusat riset.

Beberapa produk lainnya akan segera diluncurkan pada tanggal 20 Mei 2020 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Menurut Bambang, itu diniatkan sebagai momentum dalam kebangkitan “Inovasi Indonesia” menuju Kemandirian bangsa pada produk kesehatan, khususnya dalam penanganan Covid-19.

https://www.pikiran-rakyat.com/pendi...a-di-indonesia

Anggaran penelitian Indonesia termasuk sangat kecil..

anggaran penelitian Indonesia pertahun itu sebesar 1,5 Triliun.

sedangkan untuk Amerika Serikat, anggaran penelitian pertahun nya sebesar 9.479 Triliun

Berbeda sampai ribuan triliun emoticon-Matabelo

sebenarnya, apa sih masalahnya, mengapa anggaran penelitian Indonesia kecil, jika dibandingkan dengan amerika jauh sekali ya.

Apa masalahnya?
Anggaran yg sia2emoticon-Turut Berduka
profile-picture
nasgorbabi memberi reputasi
Anggaran kementerian agama mencapai 70 Triliun, sedangkan anggaran untuk penelitian "cuma" 1,5 Triliun. Jomplang sekali bedanya ya?

anggaran agama untuk apa sebanyak itu?
profile-picture
trimusketeers memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Apakah di sisa hidupku, aku bisa melihat Indonesia menjadi negara superpower? emoticon-Mewek emoticon-Frown
profile-picture
Bibalinhgum memberi reputasi
Bangun wc waktu udah kebelet emoticon-Leh Uga
Ujung ujungnya berserakan eek di jalan
profile-picture
nasgorbabi memberi reputasi
kalah sama anggaran buzer 72 M
profile-picture
nasgorbabi memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Anggaran 41 Miliar Telah Didistribusikan untuk Penelitian Corona di Indonesia
profile-picture
nasgorbabi memberi reputasi
41 miliar yang sia2
semua manusia pada akhirnya akan mati juga
padahal kalo dialokasikan untuk membangun masjid bisa buat bekal menuju sorge emoticon-Leh Uga
profile-picture
nasgorbabi memberi reputasi
Program Penelitian Virus Global dananya cuma 41 Milyar!

emoticon-Wakaka Dapet hasil apaan itu cuk?

Program bagi2 uang kepada Para Pengangguran Pra Kerja aja dananya 5,6 Trilyun!

emoticon-Wkwkwk Plonga-plongo!
profile-picture
nasgorbabi memberi reputasi
41 Milyar cuma dapat tutorial ngeracik Jamu doang cuk!

Kalau mau nemu Vaksin dan Antiviris Corona ya yg lebih seriuslah cara dan anggarannya!

emoticon-Wakaka
profile-picture
nasgorbabi memberi reputasi
Ujung ujungny impor vaksin dari cina jgemoticon-Leh Uga
profile-picture
nasgorbabi memberi reputasi
yang bikin kebijakan rada2

ga niat majuin negara, padahal penelitian itu sumber duit.

emoticon-Blue Guy Bata (L)

mental maunya instant pejabatnya
profile-picture
nasgorbabi memberi reputasi
penelitian yg cm nunggu hasil dr luar
profile-picture
nasgorbabi memberi reputasi
Quote:
Masalah nya Bos nya tidak Suka sains dan penelitian.. penelitian sekarang hasilnya bisa 10 tahun ke depan..jelas tak bisa untuk gaya2 an politik...orang tua saja membiayai penilitian riset skripsi anaknya kuliah biayanya besar..nah kalau negara harusnya....
Itu kalau mau maju negaranya.

profile-picture
nasgorbabi memberi reputasi
Diubah oleh Nibrashilmy2
Lihat 1 balasan
Ngak ada usaha yang sia², hasil tidak akan mengkhianati usaha
profile-picture
nasgorbabi memberi reputasi
itulah indonesia, duit penelitian aja pelit, suramlah jadi peneliti di indonesia.

negara sebelah aja hobi ngeledekin indonesia beserta dosen dan para penelitinya.

- susah sekali mau sejahtera jadi dosen di indonesia
- sedikit sekali duit riset
- ribet sekali aturan untuk dosen

ini omongan malay lho, makanya indonesia susah naik peringkat kampusnya, UI aja dibawah malaysia, padahal dulu malaysia belajar ke kita.

emoticon-Wakaka

emang ga becus orang2 yang urus dana penelitian di negara ini.

Mr.Crack aja bertahun-tahun lebih suka dijerman, karena udah tau disini ribet aturannya.

emoticon-Leh Uga
Diubah oleh rajin.meremas
Masih mending dikasih, kan udah "Berdamai"
Masa masih aja nyari vaksin?
Mending setop ae, herd imunity is best possible solution.
5,6 T buat nonton video
41 M buat penelitian Covid 19

Dagelan apa lagi ini emoticon-Wakaka


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di