CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tersinggung, Takmir Masjid di Sumenep Bubarkan Rapid Test yang Digelar Bupati
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec7cda8b8408861715b887e/tersinggung-takmir-masjid-di-sumenep-bubarkan-rapid-test-yang-digelar-bupati

Tersinggung, Takmir Masjid di Sumenep Bubarkan Rapid Test yang Digelar Bupati

Tersinggung, Takmir Masjid di Sumenep Bubarkan Rapid Test yang Digelar Bupati
Rapid test jemaah salat Jumat di Masjid Jamik, Sumenep/Foto: Rahman

Sumenep - Tim Gugus Penanggulangan COVID-19 Sumenep me-rapid test jemaah salat Jumat di Masjid Jamik. Namun baru 30 menit, acara rapid test itu dibubarkan takmir masjid.

Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep, Husen Satriawan mengaku terkejut melihat ada petugas berpakaian APD lengkap. Rapid test digelar usai jemaah menunaikan salat Jumat.

"Saya sebagai ketua takmir terkejut, tersinggung, terhina oleh tim dan bupati yang ikut langsung karena tanpa koordinasi dengan saya sebagai ketua takmir," kata Husen, Jumat (22/5/2020).

Pihaknya kemudian meminta rapid tes dihentikan dan petugas segera meninggalkan masjid. Menurut Husen, pihaknya sudah mengimbau warga yang merasa sakit, atau memiliki gejala yang mengarah ke COVID-19 tidak salat di Masjid jamik.

"Memang masjid ini punya umat Islam. Tapi kan ada yang ngurus. Ada takmir," terang Husen.

Menurut Husen, pihaknya kaget tiba-tiba petugas COVID-19 sudah ada di halaman masjid dan menggelar rapid tes. Ada beberapa jemaah yang bersedia menjalani rapid tes. Namun banyak jemaah yang tidak peduli dan langsung pulang.

Husen menyampaikan, seharusnya Pemkab Sumenep duduk bersama dulu dengan para ulama dan pengurus takmir Masjid Jamik mengenai penanganan kasus COVID-19. Sehingga akan terjadi komunikasi yang baik.

Bupati Sumenep, A Busro Karim yang menyaksikan langsung pelaksanaan rapid tes tersebut sempat ditegur oleh Husen. Bupati pun langsung meminta maaf dan berusaha menjelaskan maksud dari rapid tes yang digelar.

Menurut bupati, pihaknya melakukan rapid test secara acak di berbagai tempat, untuk mendapatkan data masyarakat Sumenep yang terindikasi terpapar virus Corona. Salah satunya di Masjid Jamik.

"Ini usaha kami mengadakan rapid tes dengan cara acak di antaranya Masjid Jamik," kata A Busro Karim.

Meski sempat ada penolakan, menurut bupati, rapid tes akan terus berjalan di mana ada kesempatan. Nanti akan dilakukan secara acak tanpa harus berkoordinasi dengan pengurus masjidnya.

"Kalau acak itu ke pasar ke mana tinggal kita turun. Namanya saja acak," tambahnya.

Rapid test yang dikawal sejumlah anggota TNI dan polisi tersebut sempat berjalan sekitar 30 menit. Ada 30 jemaah yang bersedia di-rapid tes sebelum akhirnya dibubarkan. Hasil rapid tes akan disampaikan kepada yang bersangkutan via telepon.

sumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
farhan.faf dan 13 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Minta dihormati
profile-picture
profile-picture
profile-picture
junior43 dan 6 lainnya memberi reputasi
Infaq nol siap2
Udah gak enak bayanginnya
Persetan ma kesehatan kl dah urusan duit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
Emang langsung nyelonong gitu apa? Masa pemerimtah gak ada protap?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
hasseeekk horang suci sudah bergerak emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eastjerusalem13 dan 4 lainnya memberi reputasi
kesehatan itu nggak penting, yang penting itu ibadah biar masuk sorge terus ketemu bidadari emoticon-Hai
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eastjerusalem13 dan 7 lainnya memberi reputasi
Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan line.blue memberi reputasi
Salah juga sih karena tanpa koordinasi dengan pengurus setempat alias dadakan, namanya rapid test juga harus ada kesediaan dari pihak yg ingin dilakukan pengetesan

Ane juga bersedia kalau emang mau di rapid tapi emang gak semuanya bersedia apalagi kalau dadakan begitu kesannya seperti menuduh jamaah disana penyebar corona

Gak bagus juga gitu, bisa dibicarakan baik2 sebelumnya jadi gak sampai konflik begini.

Di Korea juga gak kayak gini modelnya tapi model pengecekan drive thru dan dilakukan secara sukarela, dimana ada pemberitahuan terlebih dahulu, tidak mendadak seperti mau menangkap kriminal

Bangsa kita ini katanya sosialnya tinggi, gotong royong tinggi tapi nampaknya komunikasinya malah payah, gak cuma tingkat RT RW kelurahan bahkan sampai tingkat presiden menteri aja cara komunikasi nya benar2 payah

emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MUF0REVER
Lihat 2 balasan
Bawain tentara aja
Pasti hormat
profile-picture
line.blue memberi reputasi
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Bangsa yg katanya ramah tapi mudah tersinggung,
padahal dilakukan untuk kebaikan mereka.

Ane malah dukung ga perlu pemberitahuan,
dadakan,
random,
dan, satu lagi, mandatori alias wajib, ga dikasih pilihan mau/tidak.

Takmir, pastor, manajer pasar, dll. wajib menyadari testing itu untuk kebaikan masyarakat. Harus didukung. Ga usah gila hormat.

emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eastjerusalem13 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Tersinggung, Takmir Masjid di Sumenep Bubarkan Rapid Test yang Digelar Bupati

Tersinggung, Takmir Masjid di Sumenep Bubarkan Rapid Test yang Digelar Bupati
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
halah, pake tersinggung segala, pingin banget dihormati, kan dah jelas ada bupati disitu berarti resmi, harusnya dukung aja tes corona tanpa minta dihormati berlebihan
Pantesan jatim jumlah coronanya makin tinggi
Moga ga terjadi lagi lah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh hulk.mad
Biarin aja pak bupati, doakan kena corona dan mati syahid emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Umat gampang tersinggung

Salahin terus pemerintahemoticon-Najis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
"Kecerdasan dapat dicari, tapi Kebodohan itu natural pemberian Ilahi"
emoticon-Salam Kenal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
masjid nya masih di wilayahnya bupati kan? Ya bebas lah selama bukan pungli. Malah harusnya bersyukur toh itu takmir juga gw yakin ga bakalan ngadain rapid test.
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan line.blue memberi reputasi
Ketua takmir eselon ½ yee?? Minta bgt koordinasi.

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan line.blue memberi reputasi
Minta sowan dan duit palingan. Apalagi isi otaknya tu orang kalo ga beli toa baru sama nyari bini lagi?
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan line.blue memberi reputasi
baca UU wabah, halang2i petugas dalam menanggulangi wabah (termasuk pemeriksaan) itu bisa masuk penjara 1 tahun.
tempat ibadah itu sarana umum, nggak ada pemiliknya. kalau untuk urusan wabah memang pemerintah nggak perlu izin siapapun kalau mau gelar pemeriksaan di sana. kepala daerah itu ex officio ketua satgas di daerahnya.
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan line.blue memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kenapa nolak test nya padahal kan tujuan nya bagus, bukankah lebih bagus jika petugas masjidnya koordinasi aja sama pihak terkait, test diadakan setiap hari, kan buat warga disekitar masjid juga, berbuat baik bagi masyarakat banyak,.

bener ternyata, masjid sekarg banyak yg beralih fungsi, yg harus nya buat kebaikan masyakarat sekitar masjid, malah jadi ajang kesombongan, berbangga diri.. mungkin ini artinya bermegahan membangu masjid..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di