CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
China Didepak dari Wall Street? Alasan AS: Sesatkan Investor
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec763584601cf7cea5597b3/china-didepak-dari-wall-street-alasan-as-sesatkan-investor

China Didepak dari Wall Street? Alasan AS: Sesatkan Investor




China Didepak dari Wall Street? Alasan AS: Sesatkan Investor
Foto: Donald Trump dan John Kennedy, December 2016 (Andrew Harnik/AP)
Jakarta, CNBC Indonesia - Dua senator AS dari dari Partai Republik dan Demokrat yang menjadi inisiator RUU Akuntabilitas Perusahaan Asing atau Holding Foreign Companies Accountable Act menegaskan bahwa beleid yang tengah diperjuangkan ini bertujuan demi menjaga kepentingan investor AS.

Kedua senator inisiator RUU tersebut yakni John Kennedy, senator Louisiana dari Partai Republik, dan Chris Van Hollen, senator Demokrat dari Maryland.

"SEC [Securities and Exchange Commission] bekerja keras untuk melindungi investor Amerika agar tidak ditipu. Ini sama saja bahwa kita memberi perusahaan-perusahaan China kesempatan mengeksploitasi warga Amerika yang bekerja keras - mereka yang menempatkan uang pensiun dan tabungan mereka di bursa kita," kata Senator John Kennedy, dalam situs resminya, kennedy.senate.gov, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (22/5/2020).


"Ada banyak pasar [saham] di seluruh dunia yang terbuka untuk [berbuat] curang, tetapi Amerika tidak bisa menjadi salah satu dari mereka," tegas Kennedy yang terpilih sebagai senator sejak 2016 ini.


Dia menilai China sedang mencoba mendominasi dan bersikap curang di setiap kesempatan. "Saya berharap kolega saya di DPR akan segera mengirimkan RUU ini meja presiden sehingga kita dapat melindungi orang Amerika dan uang mereka [dari investasi di perusahaan China]," tegas Kennedy.

Sebagai informasi, RUU tersebut sudah diloloskan oleh Senat atau DPD-nya AS pada Rabu (20/5/2020) waktu AS, tinggal menunggu kelanjutan dari DPR AS (House of Representatives). Kongres AS yang terdiri dari DPR dan Senat ini akan meloloskan undang-undang yang disepakati oleh Senat, yang kemudian dikirim ke Presiden Donald Trump untuk diratifikasi.

Dalam kesempatan yang sama, Chris Van Hollen juga mengatakan sudah terlalu lama perusahaan-perusahaan China mengabaikan standar pelaporan keuangan di bursa saham AS dan cenderung menyesatkan investor pemilik modal di Negeri Paman Sam.

"Ketika kita terus mengalami kejatuhan ekonomi dan volatilitas yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, kebutuhan untuk melindungi investor utama adalah yang paling penting," katanya di situs kennedy.senate.gov.

"Sudah terlalu lama, perusahaan China mengabaikan standar pelaporan AS, menyesatkan investor kami," tegas Van Hollen.

Sebab itu, dia menegaskan semua perusahaan publik di AS, mau dari AS sendiri atau dari China, harus memiliki standar yang sama, dan RUU tersebut akan menjadi regulasi dalam menyamakan kedudukan dan memberi investor transparansi yang mereka butuhkan sebelum mengambil keputusan investasi.

"Saya bangga bahwa kami dapat melewatinya hari ini [meloloskan RUU] dengan dukungan bipartisan yang luar biasa, dan saya mendesak rekan-rekan DPR kami untuk bertindak cepat [mengirimkan ke Trump]," kata Van Hollen.

Di Twitter, Kennedy pun mengungkapkan kegeramannya terhadap sepak terjang emiten China di pasar saham AS, Wall Street.

"Partai Komunis China curang, dan RUU Akuntabilitas Perusahaan Asing ini akan menghentikan mereka dari kecurangan di bursa saham AS," tegas Kennedy yang juga anggota Komite Perbankan Senat, dalam cuitan di Twitter.

"Kita tidak bisa membiarkan ancaman asing terhadap dana pensiun Amerika berakar di bursa kita."





We can’t let foreign threats to Americans’ retirement funds take root in our exchanges.



Sebelumnya, Senat AS meloloskan RUU di bidang pasar modal yakni "Holding Foreign Companies Accountable Act" yang digulirkan pada Rabu (20/5/2020) waktu AS.

RUU ini akan membuat perusahaan-perusahaan China yang tercatat di bursa AS seperti Alibaba Group Holding Ltd. dan Baidu Inc. bisa terdepak dari bursa saham AS di tengah hubungan kedua negara yang makin tegang.

Secara khusus, undang-undang tersebut akan mewajibkan perusahaan asing untuk menyatakan tidak dimiliki atau dikendalikan oleh pemerintah asing. Perusahaan asing wajib diaudit oleh Dewan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik (Public Company Accounting Oversight Board/PCAOB) jika perusahaan tersebut sebelumnya menggunakan perusahaan akuntansi asing yang tidak dapat diperiksa oleh dewan.



Jika dewan PCAOB tidak dapat memeriksa kantor akuntan perusahaan selama 3 tahun berturut-turut, saham perusahaan terkait tak bisa diperdagangkan di bursa.

Dewan PCAOB yang diawasi oleh otoritas bursa Securities and Exchange Commission (SEC) ini adalah badan nirlaba yang mengawasi audit semua perusahaan AS yang ingin mencari dana di pasar saham.

"Mudah-mudahan, ini adalah seruan untuk China mereka bisa menyesuaikan diri dengan seluruh dunia dan memungkinkan transparansi dalam audit perusahaan-perusahaan China," kata Clete Willems, mantan penasihat perdagangan administrasi Trump dan partner di Akin Gump, kepada CNBC

https://www.cnbcindonesia.com/market...atkan-investor

Sudah dipinjemin duit tapi berulahemoticon-Ngakak

profile-picture
tepsuzot memberi reputasi

ternyata cuma didepak dari kandang amerika ...

Diubah oleh Akong.Jiugui
Ayo leng bales leng!!!!

Bisa nggak bales?

emoticon-Wow emoticon-Wow emoticon-Wow emoticon-Wow emoticon-Wow emoticon-Wow
profile-picture
tepsuzot memberi reputasi
wah bakal berantem

masalahnya apakah indonesia kena imbasnya???
Sudah skak mat sodara-sodara!
Kalau harus ngaku kesalahan supaya bisa dagang saham kembali maka harus ngasih laporan keuangan yang sebenarnya dari laporan keuangan beberapa tahun lalu dan bayar denda berlipat.

Nah denda tadi pasti akan dikonversikan menjadi penerbitan saham baru dan mayoritas saham akan dimiliki publik seluruh dunia sehingga perusahaan-perusahaan China menjadi perusahaan dunia. Akibatnya apa? PKC tidak bisa lagi mengontrol karena perusahaan-perusahaan China menjadi terbuka, jujur, dan mayoritas sahamnya dimiliki publik seluruh dunia.

Sementara kalau China tetap ngeyel, proses penindakan tetap berjalan. Perusahaan-perusahaan China ditendang dari Wall Street dan siap-siap dolar serta aset lain di perusahaan China menjadi barang haram dan harus disita guna dibagikan kepada investor emoticon-Ngakak (S)

Skak mat!!!

PKC sudah kalah talak. Sudah tidak ada lagi sumber pemasukan partai. Internalnya ane yakin sudah kalang kabut. Tinggal nunggu berani gak ngebom Amerika emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
suryahendro dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
ati2 trump. ditagih utang ntar
Amerika masih ada dana cadangan dan darurat bree. Kalo cuman hutang 3 T mah bisa aja dibayar cash.
Lunasin dulu utang trump & mamarica ke china

Baru layak petantang petenteng

Bila perlu kirim bule2 jadi pekerja ke china, buat nambah devisa
Lihat 7 balasan
Nyimak gan
Wah checkmate nih belum kalo ada penyelidikan poanjang..emoticon-Ngacir
njirr, vonisnya bersikap curang di tiap kesempatan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di