CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
KPK Tangkap Rektor UNJ, Lalu Diserahkan ke Polisi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec73ecd68cc956cca026752/kpk-tangkap-rektor-unj-lalu-diserahkan-ke-polisi

KPK Tangkap Rektor UNJ, Lalu Diserahkan ke Polisi

KPK Tangkap Rektor UNJ, Lalu Diserahkan ke Polisi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Rektor UNJ, Komarudin, Rabu (20/5).

"Benar, pada Rabu tanggal 20 Mei 2020 sekitar jam 11.00 WIB, KPK bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto melalui keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5) malam.

Ia mengatakan kegiatan tangkap tangan itu berawal dengan adanya bantuan dan informasi dari pihak Itjen Kemendikbud kepada KPK perihal dugaan akan adanya penyerahan sejumlah uang yang diduga dari pihak Rektor UNJ kepada pejabat di Kemendikbud.

"Selanjutnya, tim KPK bersama dengan tim Itjen Kemendikbud menindaklanjuti informasi tersebut dan kemudian diamankan Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ) beserta barang bukti berupa uang sebesar 1.200 dolar AS dan Rp27,5 juta.

Karyoto pun menjelaskan konstruksi singkat kasus di Kemendikbud tersebut. "Rektor UNJ sekitar tanggal 13 Mei 2020 diduga telah meminta kepada Dekan Fakultas dan Lembaga di UNJ untuk mengumpulkan uang THR (Tunjangan Hari Raya) masing-masing Rp5 juta melalui Dwi Achmad Noor," ungkap Karyoto, seperti dilansir Antara.
THR tersebut, lanjut dia, rencananya akan diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud.

"Pada tanggal 19 Mei 2020 terkumpul uang sebesar Rp55 juta dari delapan fakultas, dua lembaga penelitian dan pascasarjana," tuturnya.

Pada 20 Mei 2020, Dwi Achmad Noor membawa uang Rp37 juta ke kantor Kemendikbud selanjutnya diserahkan kepada Karo SDM Kemendikbud sebesar Rp5 juta, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud sebesar Rp2,5 juta serta Parjono dan Tuti (staf SDM Kemendikbud) masing-masing Rp1 juta.

"Setelah itu, Dwi Achmad Noor diamankan tim KPK dan Itjen Kemendikbud," ucap Karyoto.

Selanjutnya, KPK melakukan serangkaian permintaan keterangan antara lain terhadap Rektor UNJ Komarudin, Dwi Achmad Noor, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Sofia Hartati, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud Tatik Supartiah, Karo SDM Kemendikbud Diah Ismayanti, staf SDM Kemendikbud Dinar Suliya, dan Staf SDM Kemendikbud Parjono.

"Bahwa setelah dilakukan permintaan keterangan, belum ditemukan unsur pelaku penyelenggara negara sehingga selanjutnya dengan mengingat kewenangan, tugas pokok dan fungsi KPK maka KPK melalui unit Koordinasi dan Supervisi Penindakan menyerahkan kasus tersebut kepada Kepolisian RI untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum," ujar Karyoto.

KPK, kata dia, mengimbau kepada penyelenggara negara untuk tidak melakukan korupsi dan atau menerima gratifikasi, terlebih dalam situasi prihatin saat ini dengan adanya musibah wabah COVID-19.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
ikasegahnyangit dan 7 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Wkkkwk. .sporadis
Lihat 1 balasan
Njir, KPK turun kelas jadi nangkepin yang beginian
profile-picture
agam69 memberi reputasi
Lihat 4 balasan
jangan terlambat sebelum curutnya berubah jadi "tikus" emoticon-2 Jempol
profile-picture
jazza memberi reputasi
Kabag jelek itu kitak tangkap yak gan emoticon-Marah
Bikin maluk aje ngasih duid cuman sejute2, gak kek yg laen ratusan jt.
pra Kerja Unicorn
siap di kejar Ka pe Ka
atau ga ada yang kakap kakap lagi

yang entah kafan di tangkap


recehan

emoticon-Traveller
profile-picture
panji89ls memberi reputasi
efek kecilnya tunjangan dosen dibanding tunjangan tendik, bahkan tunjangan tendik lebih besar dari dosen, sementara pendidikan dosen lebih berat dan mahal dari para tendik.

ga heran banyak pejabat kampus ngembatin recehan begini.

pemerintahnya juga perhitungan ngasih tunjangan ke dosen ptn, salahkan kemenkeu dan dikbud akan hal ini.
profile-picture
agam69 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Buset 55 jt???
KPK turun kelas jd kelas bulu ini mah. Akakkak
profile-picture
profile-picture
panther92 dan agam69 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Sedih bacanya emoticon-Berduka (S)
Makanya pake gopay biar aman..emoticon-Hammer2
OTT kelas kakap nih
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Astaga
recehan emoticon-Ngakak (S)


tapi mungkin buat dijadikan percontohan
supaya pemain receh berpikir dua kali
karena KPK juga mau turun di kasus receh


emoticon-Matabelo
profile-picture
agam69 memberi reputasi
Mung 1200 dolar, mendingan di QR pisah full amount luwih aman emoticon-Big Grin
Ibarat marc marquez ikutan road race di sentul. Tapi ngga papa deh daripada ngga sama sekali. Tak ada harun msiku dan nurhadi, curut pun jadi
profile-picture
agam69 memberi reputasi
KOMISI PENDUKUNG KORUPTOR emoticon-Nyepi
padahal yang begini hampir berlaku di seluruh indonesia..
khususnya dari PTS ke Kopertis...
kalau pemerintah Jeli itu gede sekali aliran dana disana
khususnya terkait akreditasi emoticon-Big Grin
belum dosen yang bikinin mahasiswa..skripsi
modusnya proposal mahasiswa ditolak terus..setelah menyerah..baru ditawarin dibikinin..
kalau kagak..kagak bisa lulus..
belum masalah nilai..dll,
padahalmahasiswa itu untuk kuliah sudah bayar mahal..
pas lulus harapan jadi PNS buyar...
lalu jadipengangguran..
kasihan orangtuanya
profile-picture
agam69 memberi reputasi
usuuut terus paak, jangan sampai kasih ampun keadaan kayak gini masih aje korupsi, mendingan kumpulin bantuan sosial deh huh.
profile-picture
panther92 memberi reputasi
walah udah gk wakil rakyat lagi yg maen korupsi.. udah merembet ke akademisi ternyata.. miris skali
profile-picture
agam69 memberi reputasi
Haduh bukannya mempersilakan gratifikasi. Tapi kelas KPK awalnya saya kira mega proyek beratus miliar atau setara jiwasraya.

Ternyata yang diuber koq hanya sekian juta.

Atau di indonesia sudah sepi korupsi ya sehingga KPK kesusahan menangkap yang kakap karena memang sudah punah koruptor kakap??

Semoga saja begitu sih sudah tidak ada korupai besar sehingga beralih urus yang relatif bukan kakap alias teri atau kelas mikroba dana desa.
yg membuat bahagia dr berita ini adalah korupsi di indonesia udah jauuuh menurun..
sampai2 KPK gak nemuin lg korupsi2 gede dan hanya nemuin korupsi puluhan juta saja..
mantap emoticon-Embarrassment
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di