CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
22 Mei Setahun yang Lalu, Jakarta Membara di Masa Pemilu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec735bf9a972e0b406bc762/22-mei-setahun-yang-lalu-jakarta-membara-di-masa-pemilu

22 Mei Setahun yang Lalu, Jakarta Membara di Masa Pemilu

22 Mei Setahun yang Lalu, Jakarta Membara di Masa Pemilu


Hari ini tepat setahun yang lalu terjadi kerusuhan di sekitar Sarinah, Jakarta Pusat implikasi dari kalangan yang kecewa terhadap hasil Pemilu 2019. Lebih dari 400 orang ditangkap.

Kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 sebatas bentrok antara massa dengan aparat di sejumlah titik sekitar Sarinah, Tanah Abang, dan Sabang. Tidak sampai terjadi penjarahan.

Bermula dari aksi unjuk rasa para pendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno di depan kantor Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), Sarinah, Jakarta Pusat. Pasangan tersebut kalah dari Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Kepolisian sendiri memberlakukan status siaga satu mulai dari 21 hingga 25 Mei 2019 untuk pengamanan usai penyampaian hasil final rekapitulasi nasional Pemilu 2019. Langkah itu diambil sebagai antisipasi jika terjadi kekacauan mengingat pendukung Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma'ruf terlibat dalam perseteruan yang kental hingga ke akar rumput.

Sejak pukul 10.00 WIB pada 21 Mei, massa sudah berorasi. Demonstrasi sejatinya berlangsung tertib hingga menjelang malam. Massa melakukan aksi damai, serta meminta tambahan waktu untuk melakukan salat magrib dan tarawih berjamaah.

Pada pukul 21.00 WIB, massa aksi balik kanan. Namun, dua jam kemudian terdapat kelompok di luar massa aksi sebelumnya mencoba merangsek ke depan Gedung Bawaslu. Mereka memprovokasi aparat.

"Pak polisi, pak polisi, jangan ikut kompetisi," pekik massa memprovokasi aparat yang sebagian besar tengah istirahat usai mengawasi demo sejak siang hari.


Unjuk rasa damai yang tercipta sejak siang kandas. Polisi bergerak cepat menangkapi massa yang memprovokasi. Massa berhamburan ke berbagai arah. Sejak itu, bentrok dengan aparat dimulai.

Titik bentrok terjadi di sepanjang Jalan KH Hasyim Asyari dan Jalan Sabang. Batu, kayu dan benda lain dilempari massa ke arah barisan kepolisian. Membalas mereka, polisi menembakkan gas air mata dari kejauhan.

Sepanjang puku 22.00 WIB hingga waktu sahur, bentrokan tak kunjung berhenti. Sudah begitu banyak orang yang ditangkap. Namun, massa tetap terus memprovokasi aparat dengan batu, kayu, kembang api dan benda lainnya.

Sekitar pukul 03.00 WIB, ada kelompok massa yang melakukan perusakan di Asrama Brimob.di Jalan KS Tubun, Slipi, Jakarta Pusat. Polisi mengatakan hal itu sudah dipersiapkan oleh suatu kelompok. Akibatnya, 14 mobil terbakar dan 11 unit rusak.

"Kita dorong, Jalan Sabang dan Wahid Hasyim bukan kooperatif tapi menyerang petugas dan masa brutal. Kami terus mengimbau hampir 5 jam hampir dini hari," jelas kata Muhammad Iqbal yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Humas Mabes Polri.


22 Mei Setahun yang Lalu, Jakarta Membara di Masa Pemilu


Berlangsung 2 Hari
Polisi tidak bisa menghentikan bentrokan pada 21 Mei dan berlanjut keesokan harinya. Jalan KH Hasyim Asyari arah Tanah Abang dan Masjid Cut Meutia menjepit aparat yang terpusat di sekitar Sarinah.

Massa terus melempari batu dan benda-benda lainnya ke arah barisan polisi. Gas air mata juga tak kunjung henti ditembakkan lantaran massa tak membubarkan diri.

Sempat terjadi momen menegangkan pada 22 Mei malam. Saat itu, ada berpakaian perempuan serba hitam, membawa tas, berjalan kaki menuju barisan aparat dari arah Monas.

Orang tersebut dicurigai membawa bom, sehingga kepolisian meminta berhenti dari kejauhan. Senapan sudah dibidik ke arah orang yang tak mau berhenti tersebut.

Jarak semakin dekat. Polisi lalu menembakkan gas air mata ke kaki orang misterius itu. Alih-alih menyerahkan diri, dia lalu berjalan lagi ke arah Monas.

Bentrokan masih berlangsung hingga 23 Mei dini hari. Hingga kemudian, polisi melakukan tindakan ofensif. Sudah terlalu lama imbauan kepolisian untuk membubarkan diri diabaikan. Aparat lalu menyerbu barisan massa. Ratusan orang diciduk.

Bentrokan lantas mereda. Kondisi di perempatan Sarinah berantakan. Batu kayu dan benda-benda lainnya serta sejumlah sepeda motor berserakan. Beberapa bangunan juga mengalami kerusakan.

22 Mei Setahun yang Lalu, Jakarta Membara di Masa Pemilu


Setelah itu, Kepolisian menghelat konferensi pers. Muhammad Iqbal, yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Humas Polri menyatakan telah menangkap 442 orang beserta barang bukti senjata tajam dan molotov. Beberapa hari kemudian disampaikan ada 456 orang yang ditangkap.

"Jadi, pada aksi massa 21-22 Mei itu ada dua segmen. Pertama, massa peserta aksi damai yang spontanitas. Kedua, massa perusuh yang sengaja menyusup untuk membuat rusuh," kata Iqbal.



Buntut Rivalitas Pilpres 2019
Kerusuan 21-22 Mei di Jakarta mencoreng penyelenggaraan pemilu yang sejak reformasi tidak pernah berbuntut bentrokan. Baru Pemilu 2019 terjadi hingga ratusan orang ditangkap hanya dalam hitungan 2 hari.

Pemilu 2019 terdiri dari pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang digelar serentak. Meski demikian, publik lebih menyoroti pilpres yang mempertemukan pasangan Jokowi-Ma'ruf versus Prabowo-Sandi.

Rivalitas pendukung kedua paslon sangat tinggi. Dari level elit hingga menular ke akar rumput. Media sosial selalu ramai oleh isu politik. Ujaran kebencian pun kerap dilontarkan kedua pendukung.

22 Mei Setahun yang Lalu, Jakarta Membara di Masa Pemilu


Tensi politik Pilpres 2019 sangat tinggi. Apalagi saat ditemukan sejumlah dugaan pelanggaran pemilu seperti pengerahan ASN untuk mendukung paslon tertentu, ketidaknetralan aparat, dan pengerahan kepala daerah serta aparatur pemerintah desa untuk ikut deklarasi dukungan kepada peserta Pilpres 2019.

Temuan dugaan kecurangan itu 'digoreng' sedemikian rupa dengan narasi politik guna meraih emosi publik.

Jokowi - Ma'ruf yang didukung oleh sembilan partai politik kemudian dinyatakan menang di 21 provinsi dengan perolehan suara 85.607.362 atau setara dengan 55,50 persen. Sedangkan Prabowo - Sandi yang diusung empat partai politik menang di 13 provinsi dengan mendapat 68.650.239 suara atau 44,50 persen.

Usai KPU mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara secara manual, sejumlah masyarakat dari berbagai daerah bergerak ke Jakarta dengan titik temu di Gedung Bawaslu. Tujuan mereka satu: Bawaslu menyatakan bahwa telah terjadi kecurangan dalam gelaran Pilpres 2019 hingga meletus bentrokan 21-22 Mei.

Pemilu 2019 juga tercoreng lantaran mengakibatkan 894 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit.

Pemilihan presiden, DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota serta DPD membuat petugas kelelahan. Keserentakkan Pemilu 2019 memang tidak sama seperti pemilu sebelumnya, yang mana pileg dihelat beberapa bulan terlebih dahulu.


SUMUR:
https://www.cnnindonesia.com/nasiona...di-masa-pemilu

emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 53 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Update.Berita
Halaman 1 dari 5
{thread_title}
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Syaakira dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
bodo amat wowo dh gabung cebong
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
22 Mei Setahun yang Lalu, Jakarta Membara di Masa Pemilu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 26 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Post ini telah dihapus oleh KASKUS.HQ
Wuih jadi catatan kelam.
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
jangan membuka luka lama dong emoticon-Sorry
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Bulan yg sama

Ini pasti konspirasi wahyudi emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
Syaakira dan yfel memberi reputasi
Bisnis ala Holocaust emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
kaga usah kena pandemi jg ancur sendirinya emoticon-I Love Indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
batmanitsme dan 2 lainnya memberi reputasi
Intinya cuma jadi bangke. yg dibela dah merapat yang jd bangke udh digerogotin cacing emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 4 lainnya memberi reputasi
yg di bela malah merapat...
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
kadrun lepas kendaliemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
jakarta? jangan lebay deh, cuma depan KPU, tanah abang ampe petamburan doang
emoticon-Cool
satu setengah kecamatan doang itu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sav.grezza dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
setahun kemudian stelah terpilih ngelawak semua dan sekarang lagi kelimpungan ngurusin corona yang grafiknya terus naik.

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ane masih inget bgt kejadian ini. Aparat sampe stand by semaleman buat menghalau massa emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
kalah ngamuk khas bocah emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
njirrr jadi inget setahun yg lalu tahun paling buruk yg ad di kehidupan gw makin parah njirrr deket rumah gw lagi udh gak bisa sahur di tambah masalah keluarga lagi aduhhh sedih njirr jadi ngingetin setahun yg lalu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
apa cuma saya yang pertama kali keyword yang terlintas adalah :

"22 Tahun Yang Lalu Kerusuhan Mei"

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
nais trit gan
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di