CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
Bulan Bamadhan Terlihat dari Kejahuan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec723812637722b92345773/bulan-bamadhan-terlihat-dari-kejahuan

Bulan Bamadhan Terlihat dari Kejahuan

🌴 *Kulihat Ramadhan dari kejauhan*
Lalu kusapa ia...
"Hendak ke mana..?"
Dengan lembut ia berkata,
"Aku harus pergi, mungkin Jauh dan sangat Lama...
Tolong sampaikan pesanku untuk orang Mukmin :
Aku akan pergi.. Syawal akan tiba...
Sampaikan salam & terima kasihku untuknya karena telah menyambutku dengan suka cita dan melepas kepergianku dengan derai air mata.
Kelak akan kusambut ia di Surga dari pintu AR RAYAN" .

Selamat meraih pahala terbaik di detik-detik terakhir Ramadhan
Masih ada beberapa hari lagi untuk bercengkrama dengan Ramadhan..
.😭😭😭

*"Ya ALLAH*...
Andai hari ini ada diantara hamba²-Mu yang ....
Engkau angkat derajatnya,
Engkau ampuni dosa²-nya,
Engkau lapangkan rizkinya,
Engkau muliakan keturunannya,
Engkau lepaskan dari semua kesulitannya,
Engkau indahkan akhlaknya dan
Engkau berkahi segala hartanya...


1. Ya Allah di hari yang mulia ini aku memohon dengan keagungan AsmaMu

2. Muliakanlah orang yang membaca doa ini.

3. Lapangkanlah hatinya, tentramkan jiwanya, sehatkan fisiknya.

4. Bahagiakan keluarganya.. jadikan anak-anaknya sholeh/sholehah.

5. Luaskan rezekinya seluas lautan yang engkau ciptakan. Lepaskanlah dari hutang piutang.

7. Mudahkanlah segala urusannya.

8. Kabulkanlah cita- citanya dan harapannya

9. Jauhkan dia dari segala penyakit, fitnah, prasangka keji, berkata kasar

10. Jauhkanlah dia dari segala musibah, serta

11. Terimalah semua amal ibadahnya dan kelak.

12. Jadikanlah dia sebagai penghuni SyurgaMu

. آَمِيـٍ... آَمِيـٍـِـن... آَمِيـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَم
Do'a Do'a kita dikabulkan, Aamiin...*
🙏🙏🙏

"KATA KATA UNTUK DETIK-DETIK TERAKHIR BULAN RAMADHAN"
Selamat Jalan Ramadhan, Rangkaian Kata-kata Ini Sangat Membuat Sedih
Selamat Jalan Ramadhan, Rangkaian Kata-kata Ini Sangat Membuat Sedih

Satu hal yang mesti direnungkan di akhir Ramadhan ini mengenai amalan yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan.

Benarkan amalan tersebut diterima di sisi Allah? Perlu diketahui bahwa kebiasaan para ulama salaf, mereka serius dalam beramal, namun setelah beramal, mereka khawatir amalan mereka tidak diterima. Di akhir bahasan terdapat kata-kata indah dari Ibnu Rajab mengenai perpisahan dengan bulan Ramadhan.

Renungan di Akhir Ramadhan

Ibnu Rajab berkata, “Para ulama salafush sholih biasa bersungguh-sungguh dalam menyempurnakan amal dan bersungguh-sungguh ketika mengerjakannya. Setelah itu, mereka sangat berharap amalan tersebut diterima dan khawatir bila tertolak. Merekalah yang disebutkan dalam ayat,

وَالذِينَ يُؤْتُونَ مَا آَتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنهُمْ إِلَى رَبهِمْ رَاجِعُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang penuh khawatir, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka” (QS. Al Mu’minun: 60).”

‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Mereka para salaf begitu berharap agar amalan-amalan mereka diterima daripada banyak beramal. Bukankah engkau mendengar firman Allah Ta’ala,

إِنمَا يَتَقَبلُ اللهُ مِنَ الْمُتقِينَ

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Ma-idah: 27)”

Dari Fadholah bin ‘Ubaid, beliau mengatakan, “Seandainya aku mengetahui bahwa Allah menerima dariku satu amalan kebaikanku sekecil biji saja, maka itu lebih kusukai daripada dunia dan seisinya, karena Allah Ta’ala berfirman,

إِنمَا يَتَقَبلُ اللهُ مِنَ الْمُتقِينَ

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Ma-idah: 27)”

Malik bin Diinar mengatakan, “Tidak diterimanya amalan lebih kukhawatirkan daripada banyak beramal.”


Abdul Aziz bin Abi Rowwad berkata, “Saya menemukan para salaf begitu semangat untuk melakukan amalan sholih. Apabila telah melakukannya, mereka merasa khawatir apakah amalan mereka diterima ataukah tidak.”

‘Umar bin ‘Abdul Aziz berkhutbah pada hari raya Idul Fithri, “Wahai sekalian manusia, kalian telah berpuasa selama 30 hari. Kalian pun telah melaksanakan shalat tarawih setiap malamnya. Kalian pun keluar dan memohon pada Allah agar amalan kalian diterima. Namun sebagian salaf malah bersedih ketika hari raya Idul Fithri. Dikatakan kepada mereka, “Sesungguhnya hari ini adalah hari penuh kebahagiaan.” Mereka malah mengatakan, “Kalian benar. Akan tetapi aku adalah seorang hamba. Aku telah diperintahkan oleh Rabbku untuk beramal, namun aku tidak mengetahui apakah amalan tersebut diterima ataukah tidak.”

Adakah yang yakin amalannya di bulan ini diterima

Shalat tarawih yang dilakukan setiap malam, yakinkah diterima?

Tilawah Al Qur’an setiap malamnya, yakinkah diterima?

Sedekah dan buka puasa, yakinkah diterima?

Kita hanya bisa berharap dan perbanyak do’a, moga Allah menerima setiap amalan kita di bulan Ramadhan dan memperjumpakan kita kembali dengan bulan penuh barokah ini.

Sebagian ulama salaf ada yang berkata, “Para salaf biasa memohon kepada Allah selama enam bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Kemudian enam bulan sisanya, mereka memohon kepada Allah agar amalan mereka diterima.”

Selamat Jalan Ramadhan

Rangkaian kata-kata perpisahan dengan Ramadhan dari Ibnu Rajab:

Wahai hamba Allah, bulan Ramadhan telah bersiap-siap untuk berangkat.

Tidak ada lagi yang tersisa kecuali saat-saat yang singkat.

Barangsiapa yang telah melakukan kebaikan selama ini, hendaklah ia menyempurnakannya.

Barangsiapa yang malah sebaliknya, hendaklah ia memperbaikinya dalam waktu yang masih tersisa. Karena ingatlah amalan itu dinilai dari akhirnya.

Manfaatkanlah malam-malam dan hari-hari Ramadhan yang masih tersisa,

Serta titipkanlah amalan sholih yang dapat memberi kesaksian kepadamu nantinya di hadapan Al Malikul ‘Alam (Sang Penguasa Hari Pembalasan).

Lepaskanlah kepergian (bulan Ramadhan) dengan ucapan salam yang terbaik:

“Salam dari Ar-Rahman (Allah) pada setiap zaman.

Atas sebaik-baik bulan yang hendak berlalu.

Salam atas bulan di mana puasa dilakukan.

Sungguh ia adalah bulan yang penuh rasa aman dari Ar-Rahman.

Jika hari-hari berlalu tak terasakan.

Sungguh kesedihan hati untuk tak pernah hilang.”

Ibnu Rajab berkata pula:

Di mana kepedihan (dan kesedihan) orang-orang yang bersungguh-sungguh di siang hari Ramadhan? Di manakah duka orang-orang yang shalat pada waktu malam?

Jika demikian keadaan orang-orang yang telah mendapatkan keuntungan selama Ramadhan, bagaimanakah keadaan orang-orang yang telah merugi pada siang dan malam?

Apakah manfaat tangisan mereka yang melalaikan bulan Ramadhan ini, sementara musibah yang akan menimpanya demikian besar?

Betapa banyak nasihat telah diberikan kepada orang yang malang, namun tidak juga memberikan manfaat untuknya.

Betapa banyak ia telah diajak untuk melakukan perbaikan, namun ia tidak juga menyambutnya.

Betapa sering ia menyaksikan orang-orang yang mendekatkan diri kepada-Nya, namun ia sendiri malah semakin jauh dari-Nya.

Alangkah seringnya berlalu dihadapannya rombongan orang-orang yang menuju kepada-Nya, sedangkan dia hanya duduk berpangku tangan (malas beribadah).

Hingga setelah waktu menyempit dan kemurkaan-Nya telah membayang,

Ia pun menyesali kelalaiannya pada saat penyesalan tidak lagi bermanfaat dan kesempatan untuk memperbaiki keadaan telah menghilang.

Semoga pula orang-orang yang telah ketinggalan segera menyusul dan bersama.

Semoga para tawanan dosa segera dilepaskan,

Dan semoga orang (Islam) yang telah dinyatakan masuk Neraka segera dibebaskan.

Selamat jalan Ramadhan.

Semoga Allah memudahkan kita bersua kembali dan moga amalan kita pun diterima di sisi Allah.


Beliau kembali berkata pula:

Wahai bulan Ramadhan.

Berikanlah belas kasihmu, sementara air mata para pencinta mengalir dengan deras.

Hati mereka (gundah) akibat kepedihan perpisahan terbuai, semoga detik-detik perpisahan akan memadamkan api kerinduan yang membara.

Semoga saat-saat taubat akan melengkapi kekurangan puasa yang dilakukan. Sumber
Polling
0 Suara
Apa kata-kata terakhir untuk melepaskan bulan ramdhan ini di tahun ini ? 
Mereka yang dapat memahami makna malam seribu bulan, maka merekalah yang dapat memahami makna ibadah

Mereka yang dapat memahami makna ibadah, maka merekalah yang dapat memahami makna kembali fitrah

Mereka yang dapat memaknai kembali fitrah, maka merekalah yang dapat memahami makna kemenangan dan ampunan.

Dan mereka yang sudah dapat memahami makna itu semua, maka setiap hari adalah hari jumat (hari baik) dan setiap bulan adalah ramadhan (bulan baik) bagi mereka.

Tidak ada makna berpisah bagi mereka, karena semua kebaikan sudah menyatu bagi Mereka yang sudah dapat memahaminya.

Setiap harinya adalah lembaran baru (lebaran).

emoticon-Traveller
profile-picture
zainalserver memberi reputasi
bnr bngt bro.. di mn mlm itu mlm terbaik dari malm penuh ampun dan penuh rahmat


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di