CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Standar Kemiskinan Itu Seperti Apa?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec70800facb955ee9547dce/standar-kemiskinan-itu-seperti-apa

Standar Kemiskinan Itu Seperti Apa?

Kemiskinan adalah suatu problema yang tak terpisahkan dalam kehidupan. Tak semua orang hidupnya tercukupi dan ada saja yang hidupnya serba kekurangan terlebih saat musim pandemi seperti sekarang ini membuat mereka yang susah memenuhi kebutuhan hidupnya semakin kesusahan dan mereka yang bekerja pun bisa hilang pekerjaannya hingga hidup yang dijalani pun akan terasa berat dan susah untuk dijalani sehingga tak jarang butuh uluran bantuan dari orang lain.
Standar Kemiskinan Itu Seperti Apa?

Credit : beritalima.com

Ditengah wabah virus yang sedang mewabah pemerintah pun tak tinggal diam, mereka yang hidup dalam garis kemiskinan dan memenuhi syarat atau kriteria tentunya akan mendapatkan bantuan. Namun dalam penyaluran bantuan ini terkadang menjadi problema tersendiri karena tak tepat sasaran. Ada dari mereka yang hidupnya susah namun tak dapat bantuan dan mirisnya orang yang punya kendaraan dan rumahnya bagus malah dapat bantuan, hal tersebut menjadi ironi tersendiri. Belum lagi ada kecemburuan sosial di masyarakat, mereka yang terlihat hidup berkecukupan pun cemburu dengan mereka yang bisa dapat bantuan entah itu dari pemerintah ataupun dari siapapun.

Berkaca pada pemberian bantuan yang tidak tepat sasaran hal ini menjadi pertanyaan besar, standar kemiskinan itu seperti apa? Tak sedikit orang yang punya banyak harta tapi merasa miskin dan juga tak sedikit mereka yang terlihat miskin merasa cukup dalam menjalani kehidupannya. Tak jarang kisah-kisah menarik terliput media massa dimana orang yang terlihat kekurangan namun menolak menerima bantuan karena merasa dirinya masih mampu bekerja. Namun di sisi lain orang yang punya rumah bagus dan punya kendaraan seakan tak malu menerima bantuan yang semestinya bukan haknya dia untuk menerima.

Standar kemiskinan itu seperti apa? Jika kita nilai dari segi materi kadang hal tersebut seperti jauh dari kenyataan di lapangan. Hal ini terlihat dari bantuan pemerintah yang disalurkan misalnya tak tepat sasaran dan seringkali menjadi polemik dan kecemburuan sosial di masyarakat terutama dari mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan. Standar kemiskinan tak selamanya bisa kita hitung secara materi, hal ini kembali kepada mental masing-masing setiap orang apakah merasa dirinya mampu atau tidak. Apa yang terlihat secara fisik tak selalu benar, tak jarang mereka yang punya rumah bagus dan kendaraan pun tanpa malu menerima bantuan karena merasa dirinya serba kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun di sisi lain kadang ada yang dibawah standar kemiskinan yang ditetapkan pemerintah tapi hidupnya berkecukupan dan bisa hidup mandiri.
Standar Kemiskinan Itu Seperti Apa?

Credit : izi.or.id

Bagi mereka yang terlalu membutuhkan uang dan merasa kekurangan meskipun berkecukupan tentu saja mereka akan ambil bantuan tanpa menyadari bahwa itu bukan haknya dia untuk menerima. Berkaca dari banyaknya kasus bantuan salah sasaran di masyarakat alangkah baiknya pihak pemerintah atau siapapun bicara cermat dalam menetapkan standar kemiskinan atau selektif dalam memberi bantuan agar tepat sasaran dan tidak menjadi masalah di masyarakat. Lalu bagaimana kesimpulannya tentang standar kemiskinan itu sendiri? Pada akhirnya jumlah materi tak selalu menjadi tolak ukur sendiri apakah seseorang atau keluarga miskin atau tidaknya, jika mental setiap orang merasa cukup dengan yang ada tentu saja tak sedikit orang yang merasa cukup dengan yang ada dan tak ketergantungan dengan bantuan orang lain. Standar miskin atau tidaknya tak hanya sekedar jumlah materi, akan tetapi kembali kepada diri setiap orang terutama mental setiap orang dalam menjalani kehidupannya apakah merasa memenuhi kebutuhannya atau tidak. Demikian paparan tulisan ane kali ini, bagaimana pendapat agan dan sista? Silahkan sampaikan di kolom komentar dan sampai jumpa di tulisan selanjutnya. emoticon-Big Grin

Sumber : Opini Pribadi dan diolah dari berbagai sumber (via google dan inspirasi kehidupan)
Sumber gambar via google images
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ushirota dan 8 lainnya memberi reputasi
Reserved
Entahlah GanTafa... Ada orang yg tinggal di rumah 2 lantai, tp skrg malah mengharapkan bantuan dari pemerintah karena ndak punya kerjaan...
emoticon-Mewek
Standar Kemiskinan Itu Seperti Apa?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ritsco dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 12 balasan
ada orang kaya yang ngaku2 miskin biar dapet bantuan ,ada orang miskin yang ngaku2 kaya demi eksistensi belaka
profile-picture
profile-picture
Zhendong.Wanmei dan tafakoer memberi reputasi
Lihat 3 balasan
miskin apa fakir?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Kalo limbad gan?...

Dia kan fakir mejisyen...
emoticon-Ngakak
Bawahnya dikit kismin mejisyen...
profile-picture
profile-picture
tafakoer dan Zhendong.Wanmei memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Ikuti standar hirarki maslow aja
Dari paling bawah sampai tangga ketiga.
Dibawah tangga ketiga belum mampu dipenuhi, berarti miskin
profile-picture
tafakoer memberi reputasi
Diubah oleh Zhendong.Wanmei
Lihat 1 balasan
Miskin itu kalau pada akhirnya kita hanya jadi penghuni neraka
profile-picture
tafakoer memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Menurut ane pribadi ya.. standar kemiskinan dilihat dari bagaimana kepandaian pribadi yang bersangkutan bersyukur

jadi ndak salah kalau ada orang yang terlihat mampu tapi masih merasa butuh bantuan.. mereka hanya kurang pandai bersyukur
profile-picture
tafakoer memberi reputasi
Lihat 1 balasan
naik motor beat sama punya hp siaomiy kalau kata bocil milenial sekarang.
profile-picture
tafakoer memberi reputasi
Lihat 1 balasan
bagi yg make ipun/samsul itu yg missqueen pake siomay


tapi ane mah cuek pake siomay yg penting makanannya mevvahemoticon-Cool
profile-picture
tafakoer memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Makanan, itu yang paling utama ...
Orangnya makan berapa kali dalam sehari ?
Kemudian apa yang dimakan ...
Tentunya bila itu ternyata kurang, itu juga baru dapat dikatakan sebagai acuan kemiskinan, karena orangnya memang tidak memiliki cukup uang untuk mencukupi kebutuhan makannya dari segi kuantitas ataupun kualitasnya. Terkait kualitas itu harus omong-omong dengan ahli gizi, dan ada hubungannya pula dengan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

Beban kehidupan lain yang harus ditanggung ...
Punya anak berapa, apa orang bersangkutan merupakan tumpuan dalam keluarganya (harus menghidupi adik atau bahkan orang tuanya) ...
Kalau anak dan adik, selain makanan kita bicara pula mengenai masalah pendidikan (disini yang saya jadikan sebagai sesuatu yang patut untuk memaknai kata "sandang" adalah ilmu pengetahuan, yang mana itu akan disandang seumur hidup seseorang).

Untuk masa sekarang, dua itu saja kiranya ..., kalau jaman dulu mungkin cuma masalah makanan saja.
profile-picture
tafakoer memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kemiskinan itu relatif sih sebenernya, banyak yang dilihat orang lain kaya raya tapi masih merasa miskin, banyak juga yang keliatannya ga punya tapi merasa sudah berkecukupan. hehehe
profile-picture
tafakoer memberi reputasi
Lihat 1 balasan
tergantung gan, miskin apa dulu, harta? hati? pikiran?
profile-picture
tafakoer memberi reputasi
Lihat 1 balasan
standar kemiskinan itu relatif, misal orang yang sudah berkecukupan harta atau uang nya tapi selalu merasa kekurangan menurut saya termasuk golongan (jiwa) miskin
profile-picture
tafakoer memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kalo ane mah tergantung kondisi
profile-picture
tafakoer memberi reputasi
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di