CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Viral Papan Nisan "Indonesia bin Terserah Kalian" di TPU Jombang, Tangsel
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec651a410d295453c629024/viral-papan-nisan-quotindonesia-bin-terserah-kalianquot-di-tpu-jombang-tangsel

Viral Papan Nisan "Indonesia bin Terserah Kalian" di TPU Jombang, Tangsel

Viral Papan Nisan "Indonesia bin Terserah Kalian" di TPU Jombang, Tangsel

Tagar #Indonesiaterserah sempat menjadi pembicaraan warganet di media sosial, awalnya tagar itu digaungkan oleh tenaga medis sebagai ekspresi keresahan tenaga medis, atas tindakan sebagian masyarakat yang melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan protokol COVID-19.

Namun kritikan itu tidak hanya datang dari tenaga medis, para petugas makam di TPU Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan juga mengekspresikan kekecewaan mereka. Para petugas TPU Jombang membuat sindiran dengan tulisan di sebuah papan nisan.
"Indonesia Bin Terserah Kalian, Kami Tunggu Di Sini, TPU Jombang Tangerang Selatan," tulis sejumlah petugas di papan nisan tersebut yang tersebar sejak Sabtu (16/5).
Foto tulisan tersebut mendapat banyak respons dari netizen hingga akhirnya viral.
Dikonfirmasi kumparan, Tabroni, Ketua TPU Jombang, mengatakan bahwa inisiatif itu muncul karena merasa prihatin atas sikap masyarakat Indonesia yang memadati bandara, pusat perbelanjaan, dan ruang publik lainnya.
"Jangan masyarakat menganggap virus corona ini sebelah hati lagi, kami di lapangan ini bisa sampai menguburkan 5 orang dalam sehari," kata Tabroni kepada kumparan, Kamis (21/5).

Sebanyak 19 petugas TPU Jombang juga terpaksa tidak dapat merayakan hari raya meski di rumah masing-masing, karena mereka harus tetap bertugas di TPU hingga waktu yang tidak dapat diprediksi.
"Kami ini hanya ingin semua segera berakhir, buatlah kami bisa istirahat sebentar, ngga di TPU terus sampai lebaran pun di TPU,"
Tabroni pun tetap optimis bila masyarakat mau menaati aturan yang dibuat, dengan memakai masker dan tetap melakukan aktivitas di rumah masing-masing atau dengan protokol kesehatan yang tertib, musibah ini akan dapat dilewati bersama.

https://m.kumparan.com/kumparannews/...el-1tSQCCduuaV

Yah sayangnya umat mayo nda peduli corona karena sudah dijamin mati syahid ame muiemoticon-Hammer2

Alhasil...

Herd imunity hingga vaksin berhasil ditemukan,lockdown psbb new normal dll adalah cara sehat untuk matiemoticon-Angkat Beer


Ekonomi hancur membunuhmu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh singawallah
Klop, kebanyakan masyarakat dan pemerintahnya dungu2an
profile-picture
bangsutankeren memberi reputasi
Bebas aja mau ngapain asal gak melanggar hukum
profile-picture
bangsutankeren memberi reputasi
paramedis sama tukang gali kuburnya udah capek kali... mereka berjuang nyembuhin ehhh yg sehat leha-leha.

emoticon-norose
profile-picture
bangsutankeren memberi reputasi
Saya lebih suka pakai istilah acceptable risk daripada herd immunity, new normal.

Kalo dulu, tiap anda keluar rumah, ada resiko 0.00001 persen anda tiba2 ditabrak mobil terus mati. Anda mengetahui itu, tapi itu tidak menghentikan anda keluar rumah.

Nah sama dengan dunia post korona sebelum ada vaksin nanti.

Akan ada suatu titik dimana orang kembali pada pekerjaan, kembali kepada aktivitas normal.
Bukannya mereka ga tahu mereka bisa kena korona dan bisa mati, tapi mereka tahu tapi menerima resiko tersebut sebagai bagian dari pekerjaan mereka. Daripada mati kelaparan di rumah.
Itu resiko yang diketahui tapi diterima.

Yang disebut sebagai new normal sebenarnya hanya cara kita menurunkan resiko tertular korona tersebut, dengan pakai masker, social distancing. Dst.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lucid dan 6 lainnya memberi reputasi
iya biarin aja yg ngelanggar
mayan klo kena trus meninggal

buat ngurang2in populasi yg udh membeludak

*buat yg melanggar ya, buat yg engga mah lain cerita, netijen suka generalisir jd hrs dijelasin cem anak2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dawn79 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ya ampun.. masker nya di pakek dong












takut di ciduk nanti
profile-picture
bangsutankeren memberi reputasi
ane sih lebih setuju kalau di nisan ditulis

korban frenly fire
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dawn79 dan 2 lainnya memberi reputasi
Kalau garda terdepan dalam perang melawan virus (dokter, perawat, petugas medis) sudah berkata "terserah kamu", ane pikir itu tandanya sudah parah.
profile-picture
profile-picture
dawn79 dan bangsutankeren memberi reputasi
Diubah oleh kampret.strez
Lihat 2 balasan
tenaga medis overproud,kaya kerja gratisan aja pdhl rakyat bayar mahal,mereka itu bukan tni&polri klo ga mau kerja ya resign aja toh ga ada hukumanya,, nanti klo pemerintah datengin tenaga medis dri asing,salah lagi...
profile-picture
profile-picture
maverick1 dan roker02 memberi reputasi
Lihat 19 balasan
Quote:


Quote:


Quote:



Siapin batu nisan
profile-picture
dawn79 memberi reputasi
Simpel aja sih...

Diantara bebibum 4rebu kelahiran...
emoticon-Ngakak
Yakin, ga ada yg dikasi nama "endonesah terserah"?...
emoticon-Bingung emang dokter ga mikir ya kalo ne virus sebenarnya ga ada obatnya emoticon-Takut lockdown / PSBB itu bulshit cuman untuk memperlambat bukan menghilangkan virus... lockdown di wuhan aja masih ada virusnya ini yg ditakutkan kalo udah penularaannya human to human .. kalo merasa ga kuat udah berhenti aja jadi dokter ga usah dipaksain kesian gue ama dokter sama perawat...
Diubah oleh a.muzakki
Sudahlah bro, nggak perlu menakut nakuti orang bakalan terus mati kalau kena covid-19.. Tuh covid19 nggak berlaku pada orang penjual buah tuh.
Penjual buah yang hampir 24 jam jualan dan tidur di jalan raya.

Masih nggak percaya?? Lihat saja kampung anda sendiri, apa ada kematian massal karena sakit ??
Kalau nggak ada kematian massal karena sakit? Artinya covid bukan sesuatu yang mengerikan sampai sampai parno sekali

Apakah saya tidak percaya adanya covid?
Percaya ada covid.
loh kenapa nih tukang gali kubur kok ngeluh, apa lupa sumpah profesinya... emoticon-Ngakak
yg kek gini nih yg ga ikhlas kerjanya. om sama sepupu ane yg nanganin langsung pasien covid aja ga ngeluh kek tenaga medis yg sering koar koar indonesia terserah. Udah 2 bulan lho ga bisa balik. Kalau emang udah ga kuat, mending resign aja. Ga usah pake alibi kemanusiaan.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di