CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec650d8a2d19534334a36bc/patient--2

PATIENT – 2

Wajah tampan, penampilan cool, cocok dengan motor ninja merah yang dibawanya. Penampilannya di sekolah sangat berbeda dengan keadaannya di rumah. Dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Seorang gadis cantik duduk manis dibonceng oleh Angkasa. Anak seorang usahawan itu adalah kekasihnya. Mereka terlihat sangat cocok karena selain wajah mereka yang hampir menyerupai sempurna, mereka juga anak orang kaya.

Mungkin itulah yang orang lain tahu. Karena selama ini tidak ada seorang pun yang tahu bahwa Angkasa hanyalah anak seorang janda yang hidup serba kekurangan, kecuali Surya. Itu salah satu alasan kenapa Angkasa benci kepada Surya, saudara angkatnya. Dia takut rahasia tentang keluarganya terbongkar. Alasan lainnya karena Surya hanya saudara angkat. Angkasa iri jika Surya bisa mendapatkan kasih sayang Emak layaknya anak kandung sendiri.

Anak pertama Mariah ini tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya bukan anak orang kaya. Ah, bukan. Maksudnya belum bisa menerima kenyataan. Andai saja suatu saat dia sadar.

Angkasa menghentikan motornya di tempat parkir, membuka helmnya lalu melihat pantulan wajahnya di spion. Dia merapihkan rambutnya yang sedikit acak-acakan. Gadis yang tadi diboncengnya sudah turun dari motor beberapa detik yang lalu. Kini pandangannya beralih kepada Tiara, kekasihnya. Angkasa memberikan senyum termanisnya kepada gadis 17 tahun itu. Senyum yang tidak pernah Ia berikan kepada siapapun, bahkan Emaknya sendiri.

"Angsa! Sini Lo," panggil Arya, -teman sekelasnya Angkasa- dengan sedikit berteriak. Dia menghampiri Angkasa yang masih duduk diatas motornya.

Angsa. Itulah panggilan dari teman-temannya untuk Angkasa.

"Apaan lo pagi-pagi udah teriak-teriak aja," ucap Angkasa kesal, lalu turun dari motornya.

"Biasa," ucap Arya sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.

"Biasa apaan?" tanya Angkasa semakin tidak mengerti yang dimaksud Arya.

"Gak usah pura-pura lupa, lo udah janji mau jajanin gue kan," jawab Arya sambil meletakkan tangannya di bahu Angkasa.

"Kemarin gue bilang istirahat pertama," ucap Angkasa lalu menepis tangan Arya.

"Sekarang gak bisa apa, gue laper nih Sa, belum sarapan," ucap Arya menempelkan telapak tangan kanannya di perut saat mengucapkan kata lapar.

"Lebay Lo! gue juga sama belum sarapan," timpal Angkasa tidak mau kalah.

"Udah deh kasih aja kenapa sih," ucap Tiara kepada Angkasa jengah melihat mereka bertengkar dipagi yang seharusnya damai ini.

"Gak bisa gitu dong sayang, nanti istirahat pertama dia minta lagi," ucap Angkasa sambil mengelus rambut Tiara.

"Kenapa Lo takut gue minta jajan dua kali, orang kaya bangkrut? Hahaha ...," ucap Arya sambil tertawa mengejek, "tumben juga lo berangkat sekolah belum sarapan, kehabisan stok beras lo?" lanjutnya.

"Bukan gitu tolol! Yang ada gue bangkrut karena jajanin lo terus. Udah lah ganggu aja lo, sana pergi!" Angkasa mengusir Arya yang sekarang tengah berjalan menjauh sambil terus mentertawakan leluconnya. Sementara Angkasa merasa tersinggung dengan ucapan Arya. Dia menyadari bahwa dirinya bukanlah orang kaya, namun Dia belum bisa menerima.

Mau jajanin Arya gimana? Gue aja gak dikasih duit sama Emak, batin Angkasa.

Seketika Angkasa melihat Surya menuruni sepedanya. Dia tersenyum miring saat hadir ide licik dikepalanya.

"Kamu liatin apa sih, sayang?" tanya Tiara ketika menyadari Angkasa menatap lurus bukan pada dirinya. Dia mengikuti arah mata Angkasa dan mendapati Surya disana.

"Sayang, kamu ke kelas duluan aja, Aku mau ngobrol dulu sama Surya," ucap Angkasa terburu-buru, takut jika Tiara menolak ditinggalkan. Tiara mencegah dengan mencekal lengan Angkasa.

"Tapi aku mau nungguin-" Dia tidak menyelesaikan kalimatnya ketika Angkasa menghempaskan tangannya lalu berlari menuju tempat dimana Surya berada. Tentu saja Tiara sangat kesal. Sementara Angkasa tidak peduli dengan Tiara yang kini sudah meninggalkan tempat parkir.

"Surya, gue mau kita ketemu di rooftop satu jam sebelum istirahat pertama," ucap Angkasa To The Point. Surya menyimpan sepedanya di tempat yang teduh, lalu menatap Angkasa.

"Mau ngapain?" tanya Surya kebingungan. Biasanya Angkasa paling tidak suka bicara dengan Surya di sekolah. Tapi hari ini? Sungguh ini sebuah keberuntungan bagi Surya.

"Gak usah banyak tanya. Turutin aja," ucap Angkasa, yang sekejap menempatkan tangan kanannya di pundak Surya lalu pergi meninggalkan Surya yang masih heran dengan sikap saudara angkatnya.




Bersambung ....



21 Mei 2020
Rinliaa
profile-picture
delia.adel memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di