CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Kisah Karantina Eyam "Desa Yang Terkutuk".
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec6478eb840880a04609a6d/kisah-karantina-eyam-quotdesa-yang-terkutukquot

Kisah Karantina Eyam "Desa Yang Terkutuk".

Kisah Karantina Eyam "Desa Yang Terkutuk".
Ny. Hancock menguburkan anak dan suaminya sendiri

Pada tanggal 1 November 1666, seorang petani bernama Abraham Morten menghembuskan nafas terakhirnya, dia merupakan korban terakhir dari 260 orang yang meninggal karena wabah pes di desa terpencil di Derbyshire, bernama Eyam. Saat itu seisi desa membuat keputusan luar biasa untuk mengkarantina diri mereka sendiri dalam upaya heroik untuk menghentikan penyebaran Wabah Pes ini. Berikut adalah kisah para penduduk desa yang memberanikan diri untuk menghadapi wabah yang mematikan ini.

Abraham berusia akhir 20-an ketika dia meninggal. Dia adalah salah satu dari 18 anggota keluarga Mortens yang terdaftar sebagai korban wabah dalam sebuah catatan gereja. Tetapi sebenarnya kisah wabah di Eyam telah berlangsung selama 14 bulan. Wabah itu dimulai dengan kedatangan sepaket kain yang dikirim dari London, tempat penyakit itu telah membunuh ribuan penduduk. Diketahui bahwa 1 bal kain yang tampak basah itu mengandung kutu yang membawa wabah penyakit.


Quote:


Quote:


Quote:

Kisah Karantina Eyam "Desa Yang Terkutuk".
Pendeta saat ini, Mike Gilbert, mengatakan: "Ketika Anda membaca surat-surat dari Mompesson, orang-orang pasti mengira ia akan jatuh sakit dan sekarat, dalam salah satu suratnya ia menuliskan kata-kata 'Saya orang yang sekarat'. Dia sebenarnya dihinggapi oleh rasa takut yang hebat, namun dia tetap melakukan itu semua. Pasti ada harapan akan surga yang membuat dia terus maju, tetapi tetaplah keadaan saat itu sangat sulit untuk dihadapi karena kematian akibat wabah itu bukanlah cara yang diharapkan untuk mati. 'Saya akan mati dalam kesakitan dan tidak ada yang bisa membantu saya dalam kematianku'. Hampir tidak masuk akal untuk memikirkan seperti apa rasanya saat itu, saya kira rasa takut membuntuti mereka semua disetiap hari dalam hidup mereka pada saat itu."

Saat ini, tiga setengah abad telah berlalu, kisah itu masih terkenal diantara orang-orang di Eyam. Sejarawan setempat, Mr Thompson mengatakan, "Siapa yang dapat mengira mereka akan setuju untuk melakukan karantina tersebut dan menempatkan diri mereka dan keluarga mereka dalam bahaya yang besar, sehingga setidaknya sepertiga dari populasi Eyam tewas karena wabah saat itu. Mereka tahu bahwa mereka mempertaruhkan nyawa dan anggota tubuh mereka, namun mereka setuju untuk menghadapinya".

Kisah Karantina Eyam "Desa Yang Terkutuk".
Pekuburan umum di gereja Eyam hingga saat ini


Sumber
Sumber
Sumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gantengimut dan 82 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh liamonters
Penduduknya punya kesadaran yang tinggi dan nurut ketika disuruh karatina demi kebaikan sendiri, walaupun pada akhirnya mereka juga merasakan susahnya tapi sikap mereka yang seperti itu sangat hebat, karena sadar bukannya hanya untuk kebaikan mereka saja tapi juga untuk kebaikan orang lain.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
strangekl dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh comrade.frias
Lihat 1 balasan
Disini mah katanya kalo mau lockdown harus ada bantuan, begitu ada bantuan malah beli bajuemoticon-Cool


Indonesia Terserahemoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qisatria dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
widih. kasian amat gan.
tp salut sih jaman itu penduduk ny dah punya kesadaran tinggi.emoticon-Sorry
profile-picture
profile-picture
profile-picture
strangekl dan 3 lainnya memberi reputasi
Perjuangan yang tidak mudah bagi pemuka agama di Eyam untuk meyakinkan warganya mengkarantina diri di desa agar tidak menular ke skala yg lebih besar lagi. Salut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fachri15 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
semoga tak terjadi di negara ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
serliacan dan 2 lainnya memberi reputasi
Susah lockdown disini bos
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 2 lainnya memberi reputasi
Ilmu lagi.. mantap..
profile-picture
profile-picture
Air.Gate dan servesiwi memberi reputasi
Quote:


1. artinya sih dari kain jualan yang terkontaminasi yang masuk ke daerah tersebut
2. ga, cuma karena teknologi logistik jaman dulu terbatas, maka barang yang berasal dari daerah terpapar hampir pasti juga terpapar, nah dalam kasus ini mungkin di tumpukan kain yang dibawa ke eyam untuk jualan ada virus yang nempel atau ikutan ada kutu atau tikus yang kebawa
3. nggak ada, pengobatan ala kadarnya sampai ada herd immunity secara alami.

Quote:


dalam kasus ini nggak, karantina eyam ini murni inisiatif warga eyam (yang dipelopori pastur setempat). karena mereka rela karantina, earl lokal dan warga desa sekitar juga membantu dengan memberikan bahan makanan yang diletakkan di luar batas desa.

profile-picture
englishprivate memberi reputasi
ini sperti kejadian flu di spanyol... klo dikitamah beda skrg emoticon-Hammer2
profile-picture
Kevinsmithon memberi reputasi
awal mula dr bal kain itu dr mn?
mmg ada seseorang yg sengaja menaruh kutu2 penyakit di dlmnya???
pengobatannya bgmn?
apakah vaksin di temukan atau pengobatan ala kadarnya?
profile-picture
Kevinsmithon memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di