CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Airlangga: 75 Persen Peserta Kartu Prakerja Merasa Konten Pelatihan sesuai Kebutuhan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec61989e83c726d8c12e6b3/airlangga-75-persen-peserta-kartu-prakerja-merasa-konten-pelatihan-sesuai-kebutuhan

Airlangga: 75 Persen Peserta Kartu Prakerja Merasa Konten Pelatihan sesuai Kebutuhan

Airlangga: 75 Persen Peserta Kartu Prakerja Merasa Konten Pelatihan sesuai Kebutuhan

iNews.id - Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut, program Kartu Prakerja sejauh ini cukup relevan di tengah pandemi Covid-19. Pelatihan yang disediakan oleh platform digital dinilai sesuai kebutuhan peserta.

"Kita sudah melakukan survei terhadap 520 penerima dan mereka 75 persen merasa bahwa (pelatihan) ini sesuai dengan minat dan bakat, dirasakan sangat penting dan perlu, jadi sudah ada feedback mekanismenya," ujar Airlangga, Rabu (20/5/2020).

Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, setiap paket pelatihan Kartu Prakerja telah disediakan ruang bagi peserta untuk mengulas konten. Saat pelatihan tuntas, mereka bisa langsung menilai konten itu.

"Itu seperti kita beli di Android atau iPhone selalu ada survei rating, jadi pada saat rating turun, maka orang yang akan memilih program tersebut semakin sedikit," kata dia.

Selain itu, kata Airlangga, biaya pelatihan peserta jauh di bawah pagu anggaran yang disediakan sebesar Rp1 juta per orang. Bahkan, beberapa konten dalam platform itu disediakan secara gratis.

"Dalam pilihan itu ada pilihan gratis, jadi ada lebih dari 3.600 pelatihan dan dengan platform yang namanya Sisnaker semuanya gratis, sehingga masyarakat pilih yang gratis, murah, atau sesuai dengan minat dan bakat, dan semua rata-rata ditekan di bawah Rp500.000," ucap Airlangga.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
saeful07 dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh iNews.id
Halaman 1 dari 3
Jilat bool terusssss ampe bersinarrrrrr
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ARShecca dan 2 lainnya memberi reputasi
Enak.. bikin pempek di yusif juga banyak
yang 25% kok ndak dikomentarin?
nggilani
Dimana2 kalo udah beli paket app premium alias berbayar, udah pasti sebagian besar bilangnya puas lah...
Subscribe app premium kayak Spot*fy aja pasti banyak yang rating bagus karena gak ada gangguan ad, bisa skip lagu, dst. dibandingin yang free.

Coba dibikin free programnya, apa iya hasil survey nya bakal sama? emoticon-Hammer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
apollion dan 2 lainnya memberi reputasi
Kok gratis doank, rakyat kismin mintak pelatihan yg digaji. Ada gak ? emoticon-Bingung
Airlangga: 75 Persen Peserta Kartu Prakerja Merasa Konten Pelatihan sesuai Kebutuhan
profile-picture
profile-picture
ngampasnism dan leonard21 memberi reputasi
jadi juru bicara lagi.. tipikal orang golkar emang gini kali ya

jaman lapindo bermasalah, jk jadi jubir lapindo... sekarang bermasalah di aplikasi penjual konten, sama juga, aerlangga jadi jubirnya
khas ebong, penjilat udah jd ciri khas mereka
Tulisan dapet dari fb....
.
.
.

Perlu kita simak kata Ketua KPK Firli Bahuri saat Rapat Dengar Pendapat dengan DPR hari ini (Rabu, 20 Mei 2020).

KPK sedang mendalami dugaan korupsi program Kartu Prakerja—bahkan sempat tercetus ancaman hukuman mati seperti tertulis dalam UU Tipikor, jika korupsi dilakukan dalam keadaan tertentu seperti bencana.

Seperti apa detailnya “mendalami” itu tidak dijelaskan. Tapi secara hukum ada proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), penyelidikan (mencari peristiwa pidana), penyidikan (mencari bukti yang membuat terang tindak pidana dan menentukan tersangka), penuntutan...

Ada 8 rambu agar penggunaan anggaran tidak masuk ranah tipikor: iktikad baik, tidak menerima kickback, tidak mengandung penyuapan, tidak ada gratifikasi, tidak ada benturan kepentingan, tidak ada kecurangan/malaadministrasi, tidak memanfaatkan kondisi darurat, dan tidak membiarkan terjadinya tindak pidana korupsi.

Kita sabar dan terus awasi saja, supaya barang ini jalan terus. Bagaimana pun kita harus hormati penegak hukum seperti KPK.

Secara politik, tekanan dari anggota DPR tidak kurang-kurang terhadap pemerintah—terutama Presiden Jokowi yang masih saja semedi. Anggota DPR Arsul Sani (PPP)—yang juga seorang advokat—pesannya spesifik bahwa kegiatan jual beli video pelatihan online Rp5,6 triliun bisa jadi kasus hukum, setelah Jokowi habis jabatan (2024). Dia sebut contoh semacam kasus BLBI (awalnya Rp130-an triliun sekarang sudah membengkak bunganya mungkin total pokok dan bunga Rp1.000-an triliun) dan Century (Rp6,7 triliun)—yang juga menyenggol Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta menyebut kasus Prakerja ini bisa jadi skandal paling memalukan dalam sejarah Indonesia merdeka. Model kerja sama dengan 8 platform digital adalah korupsi gaya baru. Ia berharap pemerintah dan platform digital masih waras pikirannya dan punya hati nurani!

Bagaimana suara PDIP? Anggota DPR dari PDIP Arteria Dahlan juga keras soal Prakerja ini ketika rapat dengan KPK beberapa waktu lalu. “Mainkan barang ini, Ketua,” kata dia waktu itu. Maksudnya: diusut!

Entah apa yang ada di dalam pikiran Presiden Jokowi melihat itu semua. Diam sambil memeluk ‘unicorn-unicorn’ milenial, membiarkan dan tidak menunda pencairan uang negara ke rekening platform digital—dengan dalih yang beli video adalah peserta—tidak memerintahkan evaluasi besar-besaran terhadap akitivitas transaksi beli video.

Periode tanpa beban malah membuat orang jadi aneh. Ahli psikologi rasanya perlu menjadikan fenomena ini sebagai bahan penelitian lebih lanjut. Kira-kira ‘vaksin’ apa yang ampuh untuk menyembuhkan. Ataukah ini merupakan manifestasi dari new normal?

Di lapangan, program ini jelas berantakan. Penerimaan insentif tertunda berlarut-larut. Kendala teknis dan nonteknis banyak sekali. Katanya digital? Katanya unicorn? Katanya fow poin sero?

Bahkan fakta tertulis dalam akta yang terang-terangan mencantumkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio sebagai Komisaris PT Tokopedia pun dianggap angin lalu. Seperti tidak ada penghormatan terhadap UU Kementerian Negara yang jelas melarang dan menyatakan sanksi harus diberhentikan.

Yang terjadi malah sehari setelah fakta itu meledak, menteri yang bersangkutan menyebar siaran pers bahwa pariwisata kita siap menghadapi new normal.

Ada pejabat yang bilang kalau lagi bencana, kelihatan aslinya orang Indonesia. Masyarakat juga berpikir begitu. Kalau lagi bencana, kelihatan aslinya pemerintah kita.

Contohnya ini. Natural sekali lucunya.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana berkata, jika masyarakat curiga terhadap adanya komisi dalam pembelian pelatihan online, silakan ke website Sisnaker. Di sana komisinya 0%. Kalau demikian, mengapa juga melibatkan unicorn dan calon unicorn itu dalam Prakerja dengan memperbolehkan ambil komisi dari alokasi Rp5,6 triliun? Lebih baik semua video ditayangkan gratis di Sisnaker, tanpa ada transaksi jual beli berkali-kali.

Niat memperkaya platform digital itu terasa sekali. Iktikadnya tidak baik!

Tapi kalau Anda membaca berita-berita hari ini, ada satu lembaga bernama Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang mengeluarkan hasil survei: 90,7% peserta Prakerja merasa program ini efektif meningkatkan kompetensi. Apa hubungannya pemilu dengan prakerja?

Kita tahan diri, jangan langsung menuding ini survei abal-abal. Mungkin responden surveinya biota laut, jadi hasilnya begitu.

Abal-abal sih tidak tahu, ya. Tapi yang jelas LKPI ini tidak terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM sebagai badan hukum perkumpulan, lembaga, yayasan, maupun perusahaan. Direktur eksekutifnya berganti-ganti sesuai topik pemberitaan. Website resmi tidak ada.

Dan yang paling fenomenal adalah hasil surveinya pada 2019 bahwa 66,3% kader di daerah ingin Airlangga Hartarto pimpin Golkar dan 89,9% pemilih Golkar puas dengan kinerja Airlangga Hartarto.

Sejuk surveinya, cair hasilnya.

Salam 5,6 Triliun.
profile-picture
profile-picture
Vikutorika dan alisson.13 memberi reputasi
Diubah oleh laziale.id
omong kosong, 100% peserta kartu prakerja mau ikut cuman buat uang 600rb nya emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Genjer666 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
nih pda nutup mata apa gimana ya ? udh jelas cuman ngincer duit. masa gitu ga keliatan loh, astaga
profile-picture
profile-picture
dibanned.melulu dan alisson.13 memberi reputasi
Serius nanya,
Itu sertifikat yang ditanda tangani pimpinan ruang guru, emang laku buat ngelamar kerja?

Secara dia kan bukan pihak yang kompeten?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gardu.listrik dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
survei ke 500 orangnya itu loh.....abis itu langsung tarik kesimpulan......bang sad emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
masfuad2015 dan 2 lainnya memberi reputasi
ngakak aja dah
dagelan rezim....




buzzerp kok gada yg nongol yak?



modyar apa yak?


emoticon-Cape d...
gw kesini cuma mau baca komen2 nya
gak aneh kok..
training online itu emang bagus..
saya suka ngerjain module2 gitu trus jawab pertanyaan terakhir.
gak ada yg sia2 dr belajar..
cuman masalahnya di harganya itu yg mahal disaat sebenarnya konten serupa bisa didapat gratis..
dgn dana yg berapa T itu baiknya 90% benefitnya buat pemilik kartu, 10% max buat penyedia konten lah.. apalagi di jaman corona saat ini..
profile-picture
profile-picture
sipit.siput dan alisson.13 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Demi 600 rebu
Airlangga: 75 Persen Peserta Kartu Prakerja Merasa Konten Pelatihan sesuai Kebutuhan
profile-picture
profile-picture
dibanned.melulu dan sipit.siput memberi reputasi
SURVEY ONLINE tujuannya biar sertifikat "lucu-lucuan" keluar, biar duit cair.

rating bagus karena dapat 600 Rebu

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
profile-picture
agusdwikarna memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di