CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Health /
PKRS Digital di Masa Pandemi Covid-19, Apa Pentingnya ?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec605abaf7e933992041351/pkrs-digital-di-masa-pandemi-covid-19-apa-pentingnya

PKRS Digital di Masa Pandemi Covid-19, Apa Pentingnya ?

PKRS Digital di Masa Pandemi Covid-19, Apa Pentingnya ?
Pandemi Covid-19 membuat warga harus wajib mengikuti protokol kesehatan. Warga dianjurankan untuk bekerja di rumah. belajar di rumah dan beraktifitas di rumah. 

Apabila tidak ada kepentingan mendesak para warga diharapkan untuk berada dilingkungan rumah dengan berinteraksi seminimal mungkin.

Pekerja dan siswa diharuskan untuk mulai menguasai pengetahuan informasi digital. Bagi siswa harus mampu belajar melalui media komunikasi via daring / online begitupun dengan para pekerja.

Pergeseran paradigma dalam upaya promosi kesehatan menuntut tenaga kesehatan khususnya penyuluh kesehatan rumah sakit untuk selalu berkembang. Terlebih lagi pada era revolusi industri 4.0 pada masa pandemi Covid-19 mengharuskan penyuluh kesehatan rumah sakit untuk tidak ketinggalan jaman. 

Brosur, leaflet, dan spanduk yang berada di area pelayanan rumah sakit akan tidak bisa dibaca oleh warga yang #DirumahAja. Pengumpulan orang/warga dalam beberapa bulan bahkan beberapa tahun kedepan akan dicegah karena aturan physical distancing. Jadi media daring (online) wajib hukumnya digunakan oleh penyluluh kesehatan rumah sakit.

Para pimpinan rumah sakit jangan melihat dampak jangka pendek tetapi harus melihat dampak jangka panjang. Bila melihat jangka pendek memang rumah sakit saat ini mengalami penurunan jumlah pasien yang begitu signifikan pada masa-masa pandemi Covid-19.

Pada suatu waktu bila vaksin dan obat telah ditemukan, bisa jadi Pemerintah suatu saat nanti mulai melonggarkan PSBB dan menyatakan masyarakat harus sudah siap hidup berdampingan dengan virus ini. WHO pun telah menyatakan virus ini akan tetap ada di muka Bumi. Tinggal tunggu waktu kapan warga dapat beraktivitas kembali diluar rumah.

Maka yang terjadi Rumah Sakit akan dibanjiri pasien yang datang untuk mendapatkan layanan pencegahan / prevensi kesehatan selain pasien yang butuh layanan kuratif / pengobatan. Rumah Sakit yang aktif dimasa pandemi Covid-19 dalam memberikan promosi kesehatan akan mendapatkan peningkatan kunjungan pasien. 

Warga +62 era revolusi industri cendrung enggan membuka iklan / jualan digital, tetapi lebih menerima diberikan edukasi yang bermanfaat bagi dirinya. 

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) seperti negara memaksa manajerial rumah sakit untuk menyediakannya wadahnya (instalasi/unit kerja fungsional) baik melalui peraturan Perundang-Undangan, Peraturan Menteri dan Akreditasi Rumah Sakit (SNARS).

Hal tersebut dibunyikan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI no.44 tahun 2018 tentang penyelenggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit pada pasal 17 ayat 1,2 dan 3 dimana Rumah Sakit membentuk satu unit kerja fungsional (instalasi) yang mempunyai tanggung jawab dalam penyelenggaraan PKRS.

Masih adanya anggapan bahwa Promosi Kesehatan hanya buang-buang uang bisa dibilang keliru. Promosi kesehatan dapat menjadi jalan mengenalkan nama rumah sakit, logo, alamat, call center dan situs / web rumah sakit. Selain memberi manfaat bagi masyarakat (edukasi kesehatan) juga mampu menjadi bagian dari soft selling rumah sakit.

Pada era revolusi industri 4.0, terdapat 4 dimensi perubahan promosi kesehatan. Pertama, dimensi temporal, yang telah bergeser dari sikap masyarakat yang bersifat reaktif kuratif menuju proaktif preventif. Semakin banyaknya informasi yang beredar, mendorong masyarakat semakin sadar tentang kesehatannya dan berusaha melakukan langkah-langkah preventif agar tidak sakit dan semakin sehat. 

Kedua, dimensi ecological, yang telah mengalami pergeseran dari perpektif individu menuju masyarakat yang kolektif. Oleh karenanya, praktisi kesehatan masyarakat perlu memperhatikan masalah kesehatan dengan perpektif lingkungan, tidak cukup hanya fokus pada indvidu tertentu saja.

Ketiga, dimensi partisipasi, yang telah bergeser dari era detachment menuju partisipatif. Hal ini sangat menguntungkan petugas kesehatan. Tentu saja, upaya peningkatan literasi kesehatan sangat diperlukan agar masyarakat dapat berpartisipasi secara tepat. 

Keempat adalah dimensi kapabilitas, yang telah berbeser dari berubahnya perspektif dalam memposisikan masyarakat, yang pada awalnya sebagai objek, dan saat ini kita harus memposisikan masyarakat sasaran sebagai subjek, sehingga ada upaya-upaya untuk melibatkan masyarakat sasaran sejak identifikasi masalah dan proses perancangan program-program promosi kesehatan.

Pergeseran tersebut menuntut kemauan belajar sepanjang waktu bagi petugas kesehatan, agar mampu beradaptasi dan mampu berinovasi dalam melakukan promosi kesehatan di digital ini.

Kebebasan informasi di era digital ini juga sering disebut sebagai era disruptif, yaitu era dimana teknologi dan masyarakat dapat berkembang secara dinamis dalam waktu yang sangat cepat, baik dalam hal positif maupun negatif dan dapat menjadi viral hanya dalam hitungan detik. 

Dalam bidang kesehatan, informasi yang beredar bebas sering kali tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menjadi hoaks yang menyesatkan masyarakat. Oleh karena itu, tenaga kesehatan di era ini dituntut untuk dapat berinovasi dalam promosi kesehatan salah satunya promosi kesehatan digital untuk mengatasi tantangan tersebut. 

Promosi kesehatan digital merupakan peluang dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengingat sebagian besar penduduk Indonesia menggunakan smartphone, dapat mengakses internet, dan memiliki media sosial.

Era revolusi industri 4.0 ini merupakan era post truth. Oleh karenanya kita perlu waspada dan masyarakat harus semakin cerdas memilah informasi agar tidak terjebak pada hoax. Hal tersebut karena hadirnya teknologi yang disertasi dengan konten akan dapat membentuk nilai baru dimasyarakat. 

Informasi mengenai Covid-19 acapkali disebarkan melalui whats apps oleh para warga. Masih banyak yang percaya kepada kiriman konten di what apps group tanpa mencari tau kebenarannya. Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Digital bisa membantu Pemerintah RI dalam memberikan informasi kesehatan yang benar baik dimasa Pandemi Covid-19 atau sesudahnya.

Rumah sakit dengan PKRS Digital dapat menginformasi masyarakat jika mereka mengalami masalah kesehatan dapat mengunjungi rumah sakit. Pada masa pandemi Covid-19 ini selalu melakukan skrining yang cukup ketat terhadap adanya potensi infeksi virus corona. 

Selain itu, PKRS Digital dapat menginformasikan bahwa Rumah Sakit memastikan area untuk perawatan pasien Covid-19 juga terpisah dengan pasien umum. Dilengkapi juga dengan ventilasi dan peralatan medis yang terpisah atau berbeda. Ini akan memberikan rasa nyaman dan kepercayaan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit. Karena sakit bila ditunda dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih parah.

Komunikasi dan informasi yang baik berperan penting dalam membina kepercayaan masyarakat. Untuk itu, perlu dikedepankan muatan edukasi agar masyarakat mendapatkan informasi dan pengetahuan lebih terutama terkait kesehatan.

Apalagi saat ini di tengah wabah virus corona (Covid-19) masyarakat membutuhkan informasi yang baik dan benar agar terhindar dari penularan. Demikian pula terkait isu - isu kesehatan lainnya, masyarakat harus tahu tentang pentingnya informasi kesehatan yang benar untuk keberlanjutan generasi mendatang.

Untuk merespon tantangan tersebut, RSKO Jakarta berusaha selalu aktif di forum-forum netizen dan sosial media. Sebagai salah satu gerakan promosi kesehatan digital, hingga saat ini RSKO Jakarta memiliki akun di Kompasiana, Kaskus, Facebook, Instagram, Twitter dan youtube. 

Melalui saluran informasi ini, masyarakat diharapkan semakin mudah untuk menemukan sumber informasi kesehatan yang terpercaya dan dapat menangkal hoaks di media digital. RSKO Jakarta pun siap berkolaborasi lebih luas bersama content creator dan tenaga kesehatan masyarakat, sehingga dapat memperbanyak informasi kesehatan yang menarik dan terpercaya di masyarakat dan meningkatkan literasi kesehatan di masyarakat.
---
Blogpost ini diupload oleh Instalasi Humas dan PKRS RSKO Jakarta
Penulis : Andri Mastiyanto, SKM (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)
Terima kasih, Salam Hangat RSKO Jakarta
Facebook (DISINI) - Twitter (DISINI) - Instagram (DISINI) - Web (DISINI)




profile-picture
profile-picture
saeful07 dan GaLaORG memberi reputasi
kalau dari saya sendiri sebagai 'konsumen' melihat situs/sosial media dari fasilitas kesehatan itu bisa sedikit banyak mencerminkan pelayanan yang ada di rumah sakit

sebut saja fasilitas antrian, apabila rumah sakit itu belum menyentuh daring, maka antrian tidak mungkin menggunakan daring. tentu saja antrian yang 'tradisional' tidak tepat fungsi waktu, bahkan mungkin data-data yang sering terjadi kekeliruan, dan sebagainya.
Lihat 2 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di