CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec6002f82d4953f6f794b61/hujan-di-sudut-kota

Hujan di Sudut Kota

Hujan di Sudut Kota



-♠-



Intermezzo

Terkadang hidup itu seperti membuka hadiah disaat kita kecil, kita bersemangat menebak-nebak seperti apa hadiah yg akan kita terima, namun terkadang pula kita kecewa karena hadiah itu tak sesuai dengan harapan kita.
Seperti surprise, ada yang datang untuk membuat kita bahagia, dan ada pula yang datang untuk menyadarkan kita dari kebahagiaan yang semu.
Dan aku percaya, semua itu ada alasannya, setiap moment akan membuat kita bertemu dengan orang-orang yang ditakdirkan mengiringi jalan hidup kita.


Aku mencoba menulis cerita ini agar setidaknya segala sesuatu yg terjadi didalam hidupku dapat terbentuk dan terpatri tidak hanya didalam ingatanku, namun melalui tulisan pula.
Oh, mungkin juga ini sebagai rasa syukur serta apresiasiku kepada orang-orang yang telah hadir dalam hidupku dan membuatku menjadi yang seperti ini.


Cerita ini mungkin ku awali pada tahun 2011, aku yang pada saat itu tidak tahu akan menjadi seperti apa, dan apa yang akan ku lakukan didalam hidupku, seorang anak yang belum genap berusia 17 tahun harus tinggal sendirian ditanah orang,
Ya.... sebenarnya aku dilahirkan disini, dan ayahku asli disini pula. Tetapi sejak lecil aku sudah dibesarkan di pulau seberang.
Dan pada tahun 2011 itu pula adalah kali pertamaku menginjakkan kaki ku kembali ditanah kelahiranku sejak aku lahir.

Aku yang baru tamat SMA, dan masih berusia 16tahun 7bulan, dan masih belum tahu apa-apa harus pergi merantau jauh dari rumah ke negeri orang. Ke kota yang dimana kata orang penduduknya ramah dan ayem, aku harus berjuang demi menggapai pendidikan yg lebih tinggi.

Hingga saat kakiku melangkah turun dari bus merah yang membawaku selama 2 hari diperjalan berhenti di sebuah terminal dikota ini, aku dapat mencium aroma udara yang berbeda.
Kota yang menjadi tempat tinggalku selama beberapa tahun kedepan, yang pada saat itu aku tak tahu aku akan bertemu dengan seseorang disana, ia yang mengajarkanku arti diriku dan melengkapi perjalananku hingga saat ini.


Reader SFTH, namaku Gio izinkan aku memberikan coretan-coretan di forum ini dan semoga dapat membuang sedikit rasa bosan kalian.
profile-picture
profile-picture
aryanti.story dan bukhorigan memberi reputasi
Diubah oleh iamgio

Part 1

Agustus 2011

~Lewat radio aku sampaikan, Kerinduan yang lama terpendam terus mencari biar musim berganti Radio cerahkan hidupnya Jika hingga mati ku tak bisa~

Sepasang earphone yang terpasang ditelingaku menyeruakkan nada demi nada yang beberapa hari ini sering ku dengar dari salah satu band yang sangat kusukai, lumayan untuk menemaniku di halte bis siang hari panas ini.
aku melirik jam tangan digital di tanganku dan sedikit bergumam 'ah masih jam 4 sore'
sebagai mahasiswa baru dan berada dilingkungan tempat tinggal yang baru aku masih belum mempunyai teman yang bisa diajak untuk menghabiskan waktu. jadi aku merasa bingung apa yang akan ku lakukan ketika sampai di kos.
aku mengalihkan pandangan ke seberangku, disana ada seorang perempuan yang sudah kulihat dari gerbang kampus tadi, asik memainkan ponsel nya dan sesekali tersenyum sendiri, aku mengalihkan kembali pandanganku ke seseorang yang berada disebelahnya, seorang wanita berambut sebahu dan kacamatanya yang terlihat sedikit catchy sesekali mengajak berbicara kepada perempuan yang sedang asik menatap layar kotak didepannya,

"Halte Kopma!" Tiba-tiba suara dari sang kondektur bis menyadarkan ku, ah ini haltenya aku membantin sembari turun dari bus tadi, sesaat entah kenapa aku menoleh kembali kearah bus yang kunaiki beberapa saat yang lalu, dan untuk sebentar saja mata kami bertemu, wanita berambut pendek itu melihat kearahku tanpa melepaskan pandangannya hingga bus yang membawanya pun pergi jauh, namun aku mengingat betul ekspresi wajahnya kala itu,

ia tersenyum kearahku..... Sepertinya.


aku buru-buru mencari sesuatu yang bdapat memantulkan bayangkanku, setelah menemukan sebuah mobil yang kurasa kaca jendelanya dapat merefleksikan wajahku, aku mengamati apakah ada sesuatu yang janggal yang menempel disana,

ah ga ada apa-apa, terus tadi kenapa tu cewe kayanya senyum-senyum dah? mungkin perasaan aja kali

aku melanjutkan perjalanan pulang ku dengan berjalan kaki. semoga besok menjadi hari yang lebih baik lagi.


~♠~




Keesokan harinya



"Bagi tadi yang merasa terlambat diharapkan selesai nanti berkumpul didepan aula"

sebuah suara terdengar dari pengeras suara, membuat sebagian dari kami yang sedang istirahat makan siang sedikit terkejut.
ah pasti bakal kena hukuman nanti, aku pikir

"Gi, panggilan buat kamu tuh emoticon-Big Grin "

Dia dimas, seorang temanku yang ku kenal  dan satu kelompok dengan ku, dan kebetulan kami juga satu prodi.

"aih bikin telat balik aja, ga jadi ngedota dong nanti?emoticon-Nohope "
ya aku adalah salah satu anak yang terlambat datang di hari terakhir ospek kampus ini, gara-gara alarmku tak berbunyi, bus yang terlambat datang ke halte akibat mogok, dan jarak kampus dari halte yang lumayan memakan waktu dengan berjalan kaki, alhasil aku terlambat 20 menit dari jadwal ospek.

"wes gpp nanti bisalah kita maen segame dua game dulu, emoticon-Big Grin "

"yaudah deh kalo gitu"

--

Satu persatu anak-anak kulihat sudah keluar dari kampus, aku terduduk di salah satu bangku panjang yang tak jauh menghadap ke aula, menunggu kating yang katanya akan memberikan tugas dan hukuman belum juga datang, kulirik jam tanganku dan sudah menunjukkan pukul 5 sore,  sambil menghabiskan waktu aku coba melirik-lirik kembali orang yang berada di dekatku, memakai setelan pakaian yang sama, yang ku tafsir anak-anak yang telat di hari terakhir ospek ini, padandangan ku tertuju kesalah satu orang yang sedang mengobrol dengan beberapa temannya,

kayanya aku pernah liat dia deh, tapi dimana ya?

Oh iya... itukan cewe yang di bus kemarin, lah dia telat juga?

aku tetap memperhatikannya hingga, tanpa terasa ia menoleh kearahku dan aku sedikit terkejut,
Tetapi aku ga bisa ngalihin pandangan ku darinya sampai akhirnya aku terpaksa senyum kearahnya.
Eh, ternyata dia senyum balik kearahku yang untuk sesaat membuat dada ku sedikit sesak.

Hingga hari ini aku masih mengingat ekspresi wajahnya ketika tersenyum


Setelah kating yang bertugas tiba. Kami diwajibjan untuk membuat tugas hukuman, seeperti kesan dan pesan tetapi ditulis tangan sebanyak dua lembar folio.
Menurutku ini hanya formalitas saja. Soalnya dari cara penyampaian kating dan gesture nya mereka tidak terlalu menekan kami harus seperti apa mengerjakannya...

Setengah jam kami diaula lalu akhirnya bisa pulang. Hampir bersamaan kami keluar dari gerbang kampus ini. Dan aku berjalan menuju halte bis yang biasa ku naiki. Tak jauh didepanku terlihat sigadis berkacamata berambut pendek berjalan dengan santai sembari mengayunkan tas terigunya.
Entah kenapa aku tersenyum melihat tingkah laku nya yang kupikir lucu. Hingga sampai di halte tak hanya kami berdua penumpang yang berada disini.


Hanya ada satu spot bangku tersisa disini, karena ia sepertinya masih sibuk dengan mencari recehan, akhirnya aku membayar duluan.dengan sedikit awkward aku berjalan masuk menuju ujung halte dan berdiri berusaha menghadap jalan. Melewati bangku kosong yang seharusnya bisa ku duduki. Namun aku mengacuhkannya

ah biarlah ia yang duduk pikirku


Bus dengan nomor kode A3 yang biasa ku naiki pun datang, tak berbeda jauh dari halte tadi. Didalam bus sedikit penuh sesak namun sepertinya masih ada spot kosong. Dan lagi2 ketika hanya kami berdua yang masih berdiri, cuma tersisa 1 bangku kosong yang tanpa pikir panjang aku mengangguk kecil kearahnya dengan isyarat menyuruh nya untuk duduk saja

"Makasih ya" ia berkata kepadaku dengan lirih. Hampir tak terdengar

Perjalanan yang biasa ku tempuh 15 menit terasa seperti baru 1 menit yang tanpa sadar sudah berada di halte tujuanku.

"Hee bentaar, tunggu!"
Aku mendengar suara dibelakangku, namun aku tak terlalu memperhatikannya karena sudah agak cape. Aku hanya ingin pulang mandi, dan main dota di warnet.

"Mas tunggu!!"
Seketika langkahku berhenti, bukan karena suara itu, namun seseorang menarik tali tas terigu yang ku bawa.

Aku menoleh, disana, gadis berkacamata itu berdiri dibelakangku dengan napas nya yang sedikit habis.

"Ya?"
Aku berkata dengan sedikit bloon

"Ini buat kamu, makasih ya buat dihalte sama di bus tadi, makasih juga buat yang dikampus"
Ia memberikan ku sebotol minuman dan sebatang 'sneakers'

"Oh ya sama-sama, ga usah repot-repot, ini buat apa?" Aku menunjuk barang yang belum kuterima masih tergenggam ditangannya

"Ya buat dimakanlah, nih bawa aja itung-itung rasa terimakasih aku"

"Yaudah makasih" aku menerimanya dan memasukkan di 'ransel'ku

"Oh iya, aku Gio" tanpa bersalaman aku menyebutkan namaku

"Aku clarissa, tapi panggil aja icha emoticon-Big Grin "

"Oke icha, eh kemarin bukannya kamu ga turun disini ya? " aku bertanya

"Iya turun di drop-off depan kok. Sama aja deket pun"

"Yaudah kamu mau bareng?"

Ia hanya tersenyum sembari berjalan mwndekati ku

"Eh sek bentar, tadi kamu bilang makasih buat yang dikampus? Emang makasih buat yg mana ya?"

"Kamu inget ga 2 minggu yg lalu waktu kita pembekalan materi ospek. Waktu maghrib sebelum pulang di parkiran motor"

"2minggu yg lalu waktu pembekalan ospek? Diparkiran motor? Waktu mau pulang?"

Aku mencoba berpikir keras karena aku sepertinya agak lupa. Namun....
profile-picture
aryanti.story memberi reputasi
Gio dan Ichaa... bagaimana nasib mu kini... lanjut Gan
Diubah oleh aryanti.story


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di