CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
Mau Kritik Anak? Coba Pakai Cara Ini!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec5e808af7e9376356a6cb0/mau-kritik-anak-coba-pakai-cara-ini

Mau Kritik Anak? Coba Pakai Cara Ini!

Mau Kritik Anak? Coba Pakai Cara Ini!diolahdaripixabay.com


Anak kadang melakukan kesalahan. Itu pun masih disebut wajar. Karena anak dalam pertumbuhannya berada dalam fase belajar. Belajar itu tidak menutup kemungkinan terjadi kesalahan.

Ada trial and error. Mencoba dan gagal.

Kegagalan itu akan memberikan pelajaran baginya untuk melakukan lebih baik, lebih benar di kemudian hari.

Jika tidak pernah mencoba, tidak pernah belajar, tidak pernah gagal, ia tidak akan pernah menjadi pribadi tangguh di kemudian hari. Setuju?

Bagaimana jika anak gagal dalam proses belajarnya?


Ada beberapa cara untuk memperbaiki ini. Salah satunya adalah memberikan saran dan kritik. Tentunya kritik yang membangun!

Tapi, bagaimana caranya mengkritik yang baik untuk kebaikan anak?

Yuk, cekidot kulikan Ki Jagat Alit kali ini!

Untuk memudahkan memahami persoalan dan cara menyampaikan kritik yang baik, mari kita ambil contoh sederhana seperti ini :

Anak selesai bermain, membiarkan mainan berantakan dan tidak dirapikan.


1. Sampaikan kesalahannya, jangan kritik pribadinya.

Mau Kritik Anak? Coba Pakai Cara Ini!diolahdarifimelia.com


Kita ingin mainan itu menjadi rapi kembali seperti semula. Maka, ini yang harus dilakukan:

" Aih...Mainan kok berantakan, cakep kalau dirapikan kembali setelah main."

Jangan sebaliknya seperti ini:

" Ah... kamu malas, semua jadi berantakan."

Kesalahannya adalah tidak merapikan mainannya kembali. Jangan mengkritik pribadi malasnya.

2. Dengarkan dan terima perasaan anak

Mau Kritik Anak? Coba Pakai Cara Ini!diolahdaripixabay.com


Selanjutkan pahami keadaan anak. Dengar, lihat, dan terima perasaan. Pinjam ingatan masa lalu ketika Anda kecil dulu.

" Sudah kecapaian main, berat ya untuk merapikan."

Sentuh perasaannya. Pahami keadaanya, dan perlahan arahkan ke tindakan yang benar.

" Pelan-pelan saja merapikannya. Kalau, rapi, semua terlihat indah."


3. Fokus kepada prilaku dan situasi yang bisa diubah, bukan memgungkit kesalahan masa lampau

Jangan singgung lagi kesalahannya lagi. Tapi segera bertindak mencari cara untuk memecahkan masalah itu. Fokuslah dibagian ini. Dengan harapan anak tidak akan mengulangi lagi kesalahannya.

" Yuk, buat kotak mainan untuk menyimpan semuanya."

Jangan langsung :

" Kamu selalu menghilangkan barang nanti."

Menghindari kritik frontal dengan melakukan teguran halus yang membuat anak mengetahui kesalahannya dan bisa mendapatkan jalan keluar. Agar kesalahannya tidak terulang kembali.


4. Gunakan kata seandainya atau ibu berharap

Mau Kritik Anak? Coba Pakai Cara Ini!diolahdaripixabay.com


Kata perandaian atau kata yang mengandung harapan, sangat tepat untuk mengganti kata-kata kritik yang biasanya mengandung kata-kata yang bernuansa negatif. Membuatnya malu, menyinggung perasaannya.

" Seandainya kamu merapikan mainan, nanti kalo ingin main lagi akan gampang mencarinya, lho."

" Ibu berharap, semua akan kembali rapi. Letakan semua mainan kembali ke kotak mainan semula, ya."


5. Bantu anak memahami.
Kesalahan itu diakui, bukan dihindari. Kesalahan bisa diperbaiki, bukan dibiarkan.


Mau Kritik Anak? Coba Pakai Cara Ini!diolahdaripixabay.com


Dulu ibu sepertimu juga. Habis main, mainan dibiarkan berantakan. Akibatnya, mainan rusak terinjak atau malah hilang terbuang. Kamu tidak ingin seperti itu, kan?"

" Ayo, lakukan lebih baik daripada ibu dulu. Rapikan dan simpan mainan kembali!"

Ini hanya beberapa teknik sederhana. Kritik yang biasa " pedas " bisa diganti dengan kata-kata positif yang lebih membangun. Bukan memerintah dan menghukum.
Yang kadangkala membuat anak menjadi takut, malu, mengacuhkan, bahkan mendendam. Karena ia merasakan bahwa apa yang dilakukan selalu salah saja. Hanya dikritik, diomeli tanpa pernah diajari mencari solusi atau jalan keluarnya. Untuk memutus kebiasaan buruk atau langkah salah di masa kecil. Yang pastinya akan memberikan andil membangun karakter anak di kemudian hari.


Mari, jangan pernah lelah dan menyerah membuat anak lebih baik dari waktu ke waktu. InsaAllah langkah perbaikan, kritik membangun akan memberikan andil yang besar untuk membuat mental dan karakter anak lebih baik dan terpuji.

Semoga dan Amin.

Selamat pagi, salam semangat dalam kesehatan dan kesyukuran dari
Ki Jagat Alit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Shyesun.pucha dan 45 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
bener sekali pak.
Lihat 1 balasan
bener bgttt, paling bener tuh bikin anak paham sih. yg bikin ngena bgt di anak itu kalo ngmg "kamu sih blablabla"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
penyukabiru dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Nomor 1 mah kritik pribadinya alias "kamu jelek kalau gamau beresin" wkwkwk canda
Lihat 2 balasan
bener bnget gan mauny jg seperti itu, tp kdang kta sndri kelupaan krna seharian kta dh terlalu lelah dg pekerjaan, tp klu bsa secapek2ny kta, kta hrus ttep tuh berikan perhatian ke anak jgn smpai anak merasakan kurang perhatian dr kta
profile-picture
bnoorraini memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Maunya begini tapi liat anak sembarangan langsung bilang "aduh jangan... "
Lihat 1 balasan
Terima kasih Pak De Iwan, saya perbaiki lagi cara mendidik anak dengan lebih lembut semoga bisa
Lihat 3 balasan
Pelan-pelan ngomong sama anak, soalnya itu membekas sampai besar.
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan yogidn90 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Nice thred gan sangat bermanfaat buat yang belum berumah tangga atau sudah
profile-picture
bnoorraini memberi reputasi
Lihat 1 balasan
wah...terima kasih atas pencerahan dan pembelajarannya gan 🙏🙏
Lihat 1 balasan
oke, trit sebelah tentang membangun anak juga, saya subscribe..
Lihat 2 balasan
Jangan kritik pribadinya, gan.
Lihat 1 balasan
Semoga pelan" bisa saya terapin agar jd kebiasaan..
Lihat 1 balasan
oke deh
Lihat 1 balasan
Siappp..

Harus sabar emang, jgn sampe kita marah2. Nnt anaknya ngikut kita gmn cara "menyelesaikan" masalah juga dgn marah2 emoticon-Smilie
Lihat 1 balasan
uwooogh 😱😱😱😱
Lihat 1 balasan
waa terimakasih sharin tipsnyaa gaan. bermanfaat nih utk ibu baru
Lihat 3 balasan
Teori banyak tapi hasil anak kelahiran sekarang kok masih banyak tamhah sadis .apa salah didik?
Lihat 5 balasan
jangan pernah menegurnya di tengah keramaian itu sama saja anda menelanjanginya, sampaikan secara halus kemudian bicaralah empat mata ke emoticon-Cool
profile-picture
bnoorraini memberi reputasi
Lihat 1 balasan
masukan bagus ini
emoticon-Jempol


Pernah sih marah waktu pulang kerja liat rumah berantakan mainan anak,ampe nangis sih abis itu saya juga merasa bersalah sih,selang beberapa hari dapet nilai bagus minta mainan lagi di online shop langsung saya beliin buat nebus rasa bersalah tapi rasanya masih ganjel gitu kenapa dulu marah2
profile-picture
ndutsetiawan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di