CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Rumah angker di kampung tak bertuan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec5b44ffacb95254a49ae24/rumah-angker-di-kampung-tak-bertuan

Rumah angker di kampung tak bertuan

Agus lansung bergegas menuju sepeda motornya yang berada di tepi jalan kampung,tak lagi menghiraukan suara aneh dalam bilik rumah itu.mukanya terlihat pucat lari terbirit birit dari jalan yang begitu semak.
Rumah angker di kampung tak bertuan
Sumber:edit

Sebelum nya......

Sore itu, doni dan ridho menyambangi kediaman agus.mereka adalah teman sekelas semasa di sekolah dulu,kini mereka telah lulus.

Tampak agus yang sedang asik mengelap motor di teras rumah nya, doni dan ridho pun datang menghampirinya.
Doni : "Gus, malam ini pergi cari burung yuk"
Agus : dimana..?,lagian kenapa malam si
Ridho : tenang..aku tahu tempat yang banyak burung nya,Gus".
Agus : okelah...".

Setelah mereka sepakat untuk pergi berburu malam itu, mereka pun berangkat menggunakan sepeda motor.doni dan ridho berboncengan sementara agus sendiri membawa peralatan berburu mereka.

Malam itu tampak gelap tak satu pun bintang di langit muncul, agus dan teman temannya melewati hutan yang berada cukup jauh dari desa mereka.setelah satu jam melakukan perjalanan, tibalah mereka di suatu tempat yang terlihat seperti kampung namun aneh nya tak satu rumah penduduk pun yang ada disini.jalan menuju kampung begitu semak dan di penuhi pohon pohon besar yang tinggi dan rindang.

Agus dan teman temannya menelusuri jalan semak itu sambil membawa senter mencari burung burung di sekitar tempat. Biasanya,jika di malam hari burung akan tidur di rerantingan pohon pohon.

Setelah beberapa saat, belum juga mendapatkan hasil kemudian mereka memutuskan untuk berpencar. Doni dan ridho pergi menuju lokasi di seberang parit dari jalan kampung itu, sementara agus menuju kepedalaman kampung.

Langkah demi langkah agus menelusuri jalan semak itu namun belum ada tanda tanda seekor burung pun yang muncul. Sekilas agus melihat seperti gubuk tua di tepi jalan yang di tutupi pohon albasia yang lebat, gubuk itu terlihat tak berpenghuni banyak rerumputan yang tumbuh menjalar menutupi atapnya.
Awalnya ia tak menghiraukan nya namun, tiba tiba terdengar lantunan musik.
{thread_title}

Sumber:edit

Detak jantung mulai berdegup kencang, agus mencoba melihat dari celah celah dinding rumah namun, hanya gelap gulita saja dalam rumah itu.
Agus lansung meninggalkan lokasi rumah tersebut tapi, terdengar kembali lantunan musik yang seperti gamelan, bergegas ia berlari menuju jalan keluar dari kampung itu.

Tanpa fikir panjang, agus lalu menyetat motor sambil memanggil teman temannya yang tak jauh dari jalan. "Doni,,,ridho ayo pulang.." kemudian lansung meninggal kan mereka begitu saja di tempat itu.
Keesokan harinya, agus menceritakan kejadian yang di alaminya kepada teman temanya. Warga setempat mengatakan gubuk yang agus temui adalah bekas rumah seorang kakek pemain gamelan, ia tinggal sendirian di gubuk itu kerena di telantarkan anaknya. akibat penyakit yang di deritanya Kakek itu kemudian meninggal di gubuk itu.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di