CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Supranatural /
Penyewekan [Pengasih] Bagian III kembali ke Pion
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec4ac8d337f930ee05edc7b/penyewekan-pengasih-bagian-iii-kembali-ke-pion

Penyewekan [Pengasih] Bagian III kembali ke Pion

       Botol plastik 600ml masih tersisa seperempat dari seharusnya, tak terasa 1 jam Odik bercerita dengan begitu Lemuh (Lentur), entah darimana Ia belajar mendongeng sehingga kosa katanya demikian berwarna melebihi guru bahasa daerahku di sekolah dulu. “Mungkin ini penyebabnya!” pikirku sambil menuangkan isi botol itu ke gelas yang sudah merembes kemana-mana karena kepalaku sudah mulai terasa ringan.

Penyewekan [Pengasih] Bagian III kembali ke Pion
gambar ilustrasi minuman beralkohol

        “Yon, bantu aku!, apa yang harus aku lakukan?”, Odik meletakan sloki yang telah kosong di meja. 

         Aku menarik nafas dalam2 dan mulai mencerna secara rasional kata2 Odik. Ada beberapa kemungkinan. Pertama Odik depresi sehingga dia gila, kedua dia mabok dan latihan bermonolog, dan yang terahir dia memang jujur. Tapi, kalau dilihat-lihat kasian juga Si Odik ini. Apa salahnya aku memberikan sedikit Motivasi.

         “Dik, kalo boleh aku kasi saran tapi jangan tersinggung, seandainya memang si Mira itu jodohmu walau di dipisahkan samudera pasti akan bersatu. Seandainya tidak, meski sekamar berdua pasti akan pisah juga. Aku akui Mira itu memang orang yang baik begitu juga denganmu, sudah sepantasnya kalian mendapatkan yang terbaik mungkin ini jalannya.” Aku coba menjadi bijak.

         “Ikhlas saja, toh kalau bukan Mira mungkin ada yang Tuhan persiapkan untuk mendampingimu, bukan karena Mira tidak baik untukmu tapi karena ada yang lebih cocok untukmu selain Mira. Ingat masadepan kita masih panjang Dik!, jangan terhenti hanya karena 1 orang saja!” ucapku layaknya motivator kelas dunia, ya mau gimana lagi, aku tidak mau Odik down karena mikirin wanita yang udah ngusir dia begitu aja karena kalah saing dengan siapa itu si Wahyu namanya.

         Antara gentel dan bego, itu yang aku bayangin dari sosok si Odik kenapa punya pacar secantik Mira gak di Amah (makan) sepuasnya, malah di  Not (lihat) saja nah sekarang sudah orang lain yang makan baru nyesel. Odik terlihat menunduk, mungkin kecewa dengan bantuanku yang hanya sekedar kata2 yang sebelumnya pasti semua orang sudah berkata hal yang sama padanya.

          “Yon, kalo kamu menanyakan seberapa iklasnya aku melihat orang yang aku cintai bahagia, jangankan melihat Mira nikah dengan orang lain, menyerahkan nyawaku sendiri aku rela demi dia!!” ujar Odik dengan penuh penghayatan. Pikirku ini minuman yang kami minum mungkin dicampur dengan jamur kotoran sapi, sampai sebegitunya kawanku yang setauku pendiam ini berorasi.

Penyewekan [Pengasih] Bagian III kembali ke Pion
ilustrasi magic-mushroom

         “Lalu masalahnya apa?”, aku kembali bertanya memperjelas sembari menghabiskan sisa minuman kalengku yang sudah tidak dingin lagi.
Odik menatapku kemudian berkata agak berbisik tapi dapat aku dengar dengan jelas kata2nya. 
      
           “Wahyu kabur, dia seolah-olah lupa dengan mira, dan sekarang ada wanita lain yang dia cari!!... Ratna!!”
 
           Aku terkejut mendengar itu, kenapa tega sekali Si Wahyu ini, sudah ngambil pacar orang sekarang ditinggal kabur lagi nyari wanita lain. Seketika aku merasa kesadaranku kembali menghampiri badanku, mulai muncul perasaan jengkel dengan orang bernama Wahyu itu.

         “Cobak ci kenehang!, (cobak kamu pikirkan).  Kalau Wahyu kabur sama cewek lain trus Mira gimana?, aku bisa saja nerima Mira dengan keadaannya sekarang tapi, keluargaku pasti menolak dan aku bisa ditendang dari rumah Cing!.,(njing!)”

          Kali ini bukan sebuah keegoisan yang aku dengar dari Odik, tapi sebuah kedewasaan pemikiran, tak aku sangka kawanku yang cupu ini sekarang telah berkembang jauh, lebih jauh dewasa dari pemikiranku sendiri, mungkin aku harus main game di sela waktu luangku.

         “Lalu apa?. Apa yang harus aku lakukan Yon?, apa kita langsung temuin Wahyu trus nanyain dengan jantan?!” ucap Odik seraya mengepalkan tangan, aku tertawa sinis melihat sabatku terbawa emosi.

         “Kamu pikir si Wahyu itu Gentel mau mendengarkan kata2nya kamu?, merebut pacar orang saja sudah pengecut namanya”, jawabku sembari menuangkan isi terahir dalam botol ke sloki.

         “Terus bagaimana?” tanya Odik masih belum mengerti dengan maksudku. Aku tersenyum melihat ekspresinya, “Aku punya cara yang lebih baik, tapi sayangnya agak merepotkan, hmm..sangat merepotkan tepatnya”. Odik terdiam menatapku sembari menaikan alis tanda belum paham.

        “Kita selesaikan satu2 dulu”, ucapku yang kemudian menengguk isi sloki terahir dari pesta perayaan sakit hati sahabatku.


Bersambung...........

profile-picture
mastercasino88 memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di