CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Sejarah Tanah Bugis Tentang Bissu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec4814868cc95621e564a95/sejarah-tanah-bugis-tentang-bissu

Sejarah Tanah Bugis Tentang Bissu

Sedikit pengetahuan sejarah bugis tentang Bissu


Bissu, adalah kaum pendeta yang tidak mempunyai golongan gender dalam kepercayaan tradisional masyarakat Bugis kuno dari Sulawesi Selatan, Indonesia. Golongan Bissu mengambil peran gender laki-laki dan perempuan. Mereka dilihat sebagai separuh manusia dan separuh dewa dan bertindak sebagai penghubung antara kedua dunia.
Dahulu masyarakat Bugis mengenal 5 jenis gender
1. Makkunrai : perempuan
2. Urane : laki - laki
3. Calabai : laki laki bersifat perempuan
4. Calalai : perempuan bersifat laki laki
5. Bissu : tidak bergender

Di zaman modern sekarang Bissu masih mengambil peran penting terutama di saat diadakan ritual ritual kebesaran suku Bugis ,

Admin _ Bendera roboh
sumber: Nusantara Bagus

Sejarah Tanah Bugis Tentang Bissu

Sejarah Tanah Bugis Tentang Bissu

Sejarah Tanah Bugis Tentang Bissu

Sejarah Tanah Bugis Tentang Bissu
kiranya ada Gan-Sis yg lebih faham mohon pencerahannya 🙏
penjelasan artikel nya kurang banyak, sumber link asli nya jg perlu di tulis jg disini, gan....
profile-picture
agung2828165 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Bohong klo g bergender, cb plorotin celananya...
setubuh samaa atas ane..
kalo orang Arab nyebut nya "Huntsa", laki tidak perempuan juga tidak, lebih kepada sifat bawaan, meski ciri fisik sudah jelas
sayang sekali info yang disampaikan hanya sebatas foto
Quote:


Quote:


Hahaha betul juga itu gan😅
Sedikit tambahan gan , agar tidak menjadi salah mengerti tentang ke '5 gender' yang ada di masyarakat bugis. dua gender pertama yaitu pria dan wanita tidak perlu saya jelaskan. kecuali tiga yang terakhir.

1. Calabai pada dasarnya terlahir sebagai seorang laki-laki tetapi tetapi secara fisik ia gemulai serata feminim dan tidak memiliki kejantanan layaknya seorang lelaki sejati. tetapi ia tidaklah mendefinisikan dirinya sebagai sebagai "perempuan". calabai, di masyarakat bugis banyak memposisikan dirinya sebagai "jennang" atau orang yang ahli memasak di acara acara pengantin tetapi ia bukanlah seperti seorang lelaki peminim yang mengumbar hasrat seksual terhadap lelaki. dalam peneltian: "If there is to be a wedding in Bugis society, more often than not calabai will be involved in the organization. When a wedding date has been agreed upon, the family will approach a calabai and negotiate a wedding plan. The calabai will be responsible for many things: setting up and decorating the tent, arranging the bridal chairs, bridal gown, costumes for the groom and the entire wedding party (numbering up to twenty-five), makeup for all those involved, and all the food. Rarely did I attend a village wedding with less than a thousand guests. On the day, some calabai remain in the kitchen preparing food while others form part of the reception, showing guests to their seats."[Sharyn Graham]

2. Calalai, bukanlah seorang perempuan yang mendefinisikan dirinya sebagai lelaki, tetapi iya adalah perempuan yang berwatak maskulin. jdi jangan dipandang sebagai orientasi seksual. Calalai adalah perempuan yang bekerja layaknya lelaki. saya melihat / menyaksiakan ada beberapa orang perempuan yang memang mampu bekerja dan sama kuatnya dengan lelaki, yang inilah yang di sebut calalai.
"This group of individuals refers to a person who is assigned female at birth but takes on the roles of a heterosexual male in the Bugis society. Calalai individuals do not "transition" like most Western transgender people, Calalai merely dress and present themselves in the masculine fashions of cisgender"

3. Bisssu.
bissu ini bukan trbatas hanya dari kalangan pria saja tetapi juga ada dari kalangan perempuan, ini adalah kaitanyya dengan agama kuno pra agama samawi .

dan yang namanya BANCI/bencong itu tidak pernah memiliki tempat dimasyarakt bugis.
Diubah oleh agung2828165
dulu di bahas di Indosiar kalo g salah
ada wawancaranya juga dsri sumbernya


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di