CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Hobby & Community /
Judul Provokatif Kok Dipake, Nggak Ada Judul Lain?!!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec47774facb95649209bc22/judul-provokatif-kok-dipake-nggak-ada-judul-lain

Judul Provokatif Kok Dipake, Nggak Ada Judul Lain?!!

Judul Provokatif Kok Dipake, Nggak Ada Judul Lain?!!

Beberapa tahun lalu saya mendapatkan pelajaran berharga dari seorang guru taman kanak-kanak (TK), ketika saya memulai menulis naskah-naskah untuk buku aktivitas anak. Terutama anak TK atau yang masuk dalam lingkup pendidikan anak usia dini (PAUD). Ibu guru TK tersebut mengatakan kepada saya prinsip dia mengajar, yaitu bermain sambil belajar. “Jadi, kalau mau menulis naskah untuk anak, jangan lupakan prinsip bermain sambil belajar.” Demikian masukan dari sang guru. “Jangan dibalik!” Ia melanjutkan ungkapannya.

Saya pun mengikuti saran dari bu guru yang baik hati tersebut. Prinsip ‘bermain sambil belajar’ pun banyak mewarnai aktivitas menulis saya. Bahkan, untuk menulis artikel dewasa pun, hehehe... saya ikuti prinsip tersebut.

Satu lagi ungkapan yang menggunakan kata ‘bermain’. Prinsip yang serius sih. Begini bunyinya, “Hidup adalah suatu permainan.” Kita masuk dalam permainan tersebut dan sebisa mungkin memainkannya dengan baik agar menjadi pemenangnya. Di dalam permainan tersebut ada levelnya, dari level termudah hingga tersulit.

Lalu, apa hubungannya dengan tulisan ini?

Tentu saja ada. Kata ‘bermain’ kembali saya lekatkan dan alirkan untuk merangkai tulisan ini. Di dalam aktivitas menulis, seorang pengarangnya juga harus bisa bermain. Salah satunya adalah bermain judul. Dalam membuat judul, anggap saja itu suatu permainan, kita diharuskan untuk pintar mencari kata yang pas, untuk disematkan menjadi judul yang keren. Namanya, permainan kata! Semakin cerdas kita mendapatkan kata yang tepat maka judul pun akan menjadi menarik.

Pujangga dunia, William Shakespeare, sangat terkenal dengan ungkapannya, “Apalah arti sebuah nama.” Saya juga bisa mengungkapkan, “Apalah arti sebuah judul.” Tentu saja sangat berarti alias sangat penting. Teori kepenulisan bahkan secara khusus membahas cara membikin judul yang tepat agar suatu tulisan itu berkualitas, menarik minat baca, dan memancing orang untuk berpendapat, dan sebagainya.

Judul yang menarik tersebut banyak jenisnya, salah satunya adalah judul yang bombastis. Melebih-lebihkan sesuatu lebih dari kenyataannya itulah bombastis. Bisa juga menggunakan istilah provokatif, menjadi judul provokatif. Maksud judul seperti ini adalah memancing emosi pembaca, bahkan menimbulkan kemarahan, sehingga para pembaca ingin cepat-cepat menuntaskan pembacaan tulisan yang kita buat, kemudian memberikan komentar.

Kini Dipakai di Berbagai Jenis Tulisan

Judul Provokatif Kok Dipake, Nggak Ada Judul Lain?!!

Dari masa ke masa, judul-judul tulisan yang tersaji di media, baik media massa daring (online) maupun cetak berubah ke arah yang lebih santai, bahkan terkesan sangat santai, menuju lebay. Pemakaian kata yang terkesan bombastis digunakan untuk menarik minat pembaca. Pilihan kata yang provokatif pun digunakan demi tercapainya tujuan tulisan, yakni memancing pembaca untuk menikmati isinya.

Berbagai jenis tulisan sudah menggunakan judul provokatif, baik itu tulisan politik, ekonomi, sosial, hingga tulisan-tulisan ringan human interest, tips dan trik, dan tentu saja tulisan sport atau olahraga. Di sinilah kelihaian para penulis untuk bermain, memanfaatkan judul provokatif, demi memancing keingintahuan pembaca terhadap karya yang dibuatnya.

Saya pun demikian. Dalam menulis artikel beberapa kali saya menggunakan judul provokatif untuk mengundang banyak pembaca menikmati tulisan saya. Efek kejutnya terasa, banyak reaksi atau respons pembaca. Beragam komentarnya, beragam pula emosi pembaca yang tercermin dalam komen-komen yang saya baca.

Bahkan, ada yang bernada marah, ada juga yang memuji. Kemarahan pembaca saya pahami karena saya yakin dia tidak membaca isinya, tapi hanya sebatas membaca judulnya. Saya ambil contoh, tulisan saya yang berjudul, “Ngapain Kuliah, Sarjana Banyak yang Menganggur Kok!” Tulisan tersebut saya bagikan ke media sosial (medsos), Facebook, dan begini komentar salah satu pembaca, “Ini kayaknya berita sesat. Mendingan m*t*i saja kau...! Manusia yang kasi berita ini sudah overdosis.”

Judul Provokatif Kok Dipake, Nggak Ada Judul Lain?!!

Saya tertawa membaca komen tersebut, tapi juga miris. Itu membuktikan bahwa tidak semua orang yang memberikan komentar terhadap tulisan kita, membaca isinya. Ungkapan bijak bilang, “Hanya tahu kulitnya, tapi tidak kenal isinya, tidak bisa merasakan nikmatnya buah yang ada di dalamnya.”

Itulah efek kejut dari judul provokatif. Para penulis, baik itu penulis artikel maupun penulis buku, untuk jenis-jenis tulisan tertentu memang lebih pas menggunakan judul yang memancing pembaca untuk ingin tahu lebih jauh isi tulisan yang disajikan. Permainan judul inilah yang menjadi salah satu penentu kesuksesan suatu karya yang kita buat.

Kaidah Utama Jangan Dilanggar

Judul Provokatif Kok Dipake, Nggak Ada Judul Lain?!!

Judul provokatif, bombastis, atau judul yang terkesan lebay, boleh-boleh saja dipakai. Bahkan, sering kali lebih tepat menggunakan judul provokatif untuk tulisan-tulisan ringan, agar tersampaikan kesan ringan namun berisi dari sebuah karya. Jika kita menggunakan judul yang serius, resmi, kaku, padahal tulisan kita renyah, sekali baca selesai sudah, maka efek kejutnya tidak akan bisa kita dapatkan. Rasa ingin tahu pembaca tidak muncul dari tulisan-tulisan yang kita buat.

Namun, tetap ingat kaidah utama ini: adanya kesesuaian antara judul dan isi tulisan. Kaidah tersebut jangan dilanggar. Jangan hanya pintar membuat judul provokatif, bombastis, terkesan lebay, tapi abai terhadap isi tulisan. Bahkan, jangan sampai jauh panggang dari api, judul tidak mencerminkan isi tulisan, bahkan sangat jauh berbeda dari tulisan yang kita sampaikan.

Hmmm... sudah terasa panjang saya menulis obrolan ringan tentang judul. Padahal, ini bukan barang baru, bukan? Hehehe... ngapain juga masih dibaca sampai kalimat terakhir ini? Nah loh....



Foto: pixabay.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Daniswara92 dan 68 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Pertamax di trit HT tanpa komen
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
herrypengarang dan 2 lainnya memberi reputasi
Banyak sih kalo mau
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Sekarang jamannya wartawan buat berita bukan cari berita
profile-picture
profile-picture
abepinarno dan herrypengarang memberi reputasi
karena yang berbau click bait gampang bikin banyak orang buat kepo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
herrypengarang dan 2 lainnya memberi reputasi
ninggalin jejak dulu Gan..
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
strategi marketing yang menipu
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Gimana bisa menarik minat pembaca kalo judulnya datar? Yg terpenting isi dan judulnya ga berbeda aja. Gak clickbait yg kebangetan
Biar keliatan menarik bree emoticon-Ngakak
Klo judulnya bombastis emoticon-Leh Uga
sering nemu di aplikasi berita online judulnya provokatif, banyak netizen yg cuma baca judul langsung komen emoticon-Big Grin
Judul juga kadang bisa menggiring opini pembaca
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan mayyurie memberi reputasi
Demi pyuwer.
emoticon-Cool
profile-picture
ventisca memberi reputasi
sebenernya dengan judul yang tidak idealis dan tepat untuk memancing para pecinta media sosial melalui berita online biasanya yg gampang terpancing dengan judul provokatif ya bapak bapak wkwkwkwk apelagi yang suka politik pasti rame makanya media media berita online pada pake judul provokatif bisa jadi rating naik wkwkwkwk
profile-picture
profile-picture
nazmaas dan mayyurie memberi reputasi
Judul provokatif itu bisa menyudutkan satu sisi.
Padahal berita yg bagus itu harus berimbang, termasuk pemilihan diksi dlm judul.
profile-picture
samatawari memberi reputasi
Di uc news tuh judul sama isi berita suka gak nyambung, makanya kalau cuma baca judulnya terus komentar bisa malu maluin emoticon-Ngakak
Begitulah dunia ini sekarang Pak
Sehala usaha pun dilakoni demi tulisan sukses sesuai dengan objective.

Termasuk judul, saya sendiri kerap menerapkan judul yang provoking, karena pendapat saya justru akan lebih menarik orang untuk mengkonsumsi tulisan kita.

Tapi, kembali sih dengan kanal dimana tulisan kita publish, tentu akan menyesuaikan dengan persona pembaca dan culture dari kanal tersebut
Koran/media berbayar hampir semuanya punya judul kalem emoticon-Wakaka

Kalo media online gratisan mah mereka cari klik, cuma ane sekarang kalo baca berita cuma berita 1, bbc, sama cnn, media sisanya kebanyakan clickbait, split pages dan iklan mengganggu.
yang penting kan ngejual
kayak berita tr!bun neh
Threadnya keren nih! emoticon-Recommended Seller
Isinya singkat, jelas dan padat!

Materinya mendidik dan mudah dicerna!
Ini baru thread berbobot di Kaskus!

Cendol sent! emoticon-Shakehand2
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di