CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / Sista /
Tanya Ahli: Mengapa Seseorang Menikmati Melakukan Prank?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec3e047facb95403159b530/tanya-ahli-mengapa-seseorang-menikmati-melakukan-prank

Tanya Ahli: Mengapa Seseorang Menikmati Melakukan Prank?

Tanya Ahli: Mengapa Seseorang Menikmati Melakukan Prank?
Foto: www.istockphoto.com

Ketika April Fool’s Day 2020 dibatalkan di hampir semua bagian dunia karena coronavirus—rasanya lega luar biasa! Mungkin terdengar aneh, tapi sepertinya pandemik COVID-19 memiliki “sisi positif”. Namun, baru-baru ini sebuah kasus prank membuat heboh sejagad Indonesia dan berakhir di ranah hukum. Ini membuat kita bertanya-tanya apa sebenernya kenikmatan yang didapat saat seseorang melakukan prank, apalagi prank ‘yang tidak lucu’ dan membuat malu pihak lain? LIMONE menghubungi seorang psikolog untuk mencari tahu jawabannya.

Mengapa Seseorang Melakukan Prank?

Tanya Ahli: Mengapa Seseorang Menikmati Melakukan Prank?

Foto: www.istockphoto.com 


“Sebenarnya tujuan pelaku prank itu yakni ingin melihat reaksi korban prank. Jika dirasa cukup menarik maka akan dijadikan konten bahkan sampai ketagihan. Hal itu dikarenakan akan diperoleh status trending topicmost viewed content, bahkan viral di berbagai platform digital yang tersedia sehingga terbuka peluang untuk mengakomodasi konten macam ini,” ujar Nena Mawar Sari S. Psi.,Psikolog, seorang psikolog klinis remaja dewasa dan hipnoterapis dari Denpasar Mental Health Centre Balimed Hospital.

Dan jika konten tersebut dilirik, ditonton—apalagi jika menjadi viral—maka yang didapat adalah respon dari banyak orang. “Orang akan menikmati ketika dipuji, karyanya direspons. Yah, ujung-ujungnya mencari perhatian,” jelasnya.


Saat kebutuhan akan perhatian tersebut terus meningkat, si prankster kemungkinan akan ingin terus melakukan sesuatu demi memenuhinya. Bahkan, sering kali “tanpa berpikir panjang apakah perilaku prank-nya ini berdampak buruk atau membuat tidak nyaman korbannya,” tuturnya.

Apa Dampak Prank bagi Orang Lain?

Tanya Ahli: Mengapa Seseorang Menikmati Melakukan Prank?


Foto: www.gettyimages.com

Dan seandainya kita semua perlu diingatkan: prank yang menyebabkan korban menjadi malu—apalagi trauma—bukanlah sebuah kenormalan.

“Tentu tidak. Di sini jelas rasa empati dan humanisnya sudah tidak ada. Di sisi lain pelaku prank juga tidak memikirkan dampak psikis terhadap penontonnya, apalagi jika korbannya orang yang justru seharusnya dibantu misal, ojek online, anak-anak, lansia atau penyandang disabilitas. Ini jelas tidak menginspirasi dan justru merusak mental penonton,” tegasnya.

Hmm. Ini memunculkan sebuah pertanyaan: Apakah orang yang melakukan prank berlebihan bisa jadi merupakan sebuah gejala dari kondisi psikologis tertentu?

“Ya bisa jadi,” jawabnya. “Pelaku prank itu hampir mirip pelaku bullying, hanya saja jenisnya beda dan tujuannya beda. Namun perlu diingat juga bahwa mereka memiliki latar belakang yang bermacam-macam, jadi kita juga tidak bisa menjudge pelaku prank mengalami gangguan psikologis. Tetapi empati yang kurang jelas iya,” bebernya.

Dan sama seperti korban bullying, menurut Nena jika memang korban mengalami trauma atau dampak psikis karena kejadian tersebut, diperlukan pendampingan psikologis. “Ya, tentu merasa malu, marah sedih dan trauma, tetapi kembali lagi kepada personal masing-masing seberapa kuat dalam melewati hal ini,” tambahnya.

Untuk kamu yang memang memiliki hobi melakukan prank atau berprofesi sebagai prankster, Nena mengingatkan untuk: berpikir ulang untuk konten yang akan dibuat. “Jangan hanya karena rating jadi merugikan orang lain. Karena konten-konten tersebut bisa saja ditonton anak-anak atau justru bersinggungan dengan masalah hukum. Lagi pula konten yang menarik tidak harus nge-prank.”

Sebagai seorang psikolog dan kemungkinan dampak prank bagi korbannya, apakah lebih baik prank dihilangkan dari Bumi tercinta ini?

“Agak sulit karena kita tidak bisa mengontrol semua konten. Tetapi undang-undang ITE atau undang-undang kekerasan verbal, fisik atau tindakan kurang menyenangkan bisa menjadi dasar sebagai efek jera/ hukum pelaku,” Nena memberikan pendapat.

Sumber  :  https://www.limone.id/mengapa-seseor...akukan-prank/





profile-picture
profile-picture
profile-picture
wenzzForaLL dan 36 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh limone.id
Halaman 1 dari 4
dairdulu ane kaga pernah tertarik sm dunia prank prankan siii. dan makin kesini jg makin aneeh aje
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
emang ngejailin orang tu ada kenikmatan tersendiri gan emoticon-Sorry

kalo ke temen deket mungkin masih asik" aja, kalo ke orang gak kenal nah itu bisa bikin runyam...

btw, sekarang banyak konten prank tapi setting-an.. jalo gitu yang diprank orang di dalem video atau orang yang nonton?? emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
apollion dan kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 3 balasan
iyw betul gan. prank membuat trauma bagii korban prank. bisa jadi pingsan gegara kaget ditakut takutin dan semacamnya
profile-picture
profile-picture
monicamey dan kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 2 balasan
pada dasarnya orang itu seneng liat orang lain menderita
lebih hebat dari orang lain
lebih punya power lebih kuat semena-mena
jatuhnya jadi bullying perundungan kan.

liat aja anak kecil mau generasi tua sampai yg sekarang gen z. anak2 mereka suka tuh bullying.

------------------
harusnya yg jadi pertanyaan apakah bullying atau suka liat orang menderita adalah inner sifat lahiriah manusia? emoticon-Om Telolet Om!

jiwa binatang mereka yg gak ilang pas anunaki inject sel ke homo sapien
profile-picture
profile-picture
profile-picture
monicamey dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh irma.kawaii
iya gan, jangan sampai ngeprank bikin mental seseorang malu dan drop
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
tapi.. Prank ala GAGS lucu ya.. total abis.. kadang prank jadi polisi.. itu kalo di indonesia yakin udah ditangkep dah..
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
kerennm abisssss,parah parahhh
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Ane sih suka jahil, btw jahil sama prank beda kan?
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
auto report aja konten prank ga bermutu di utub, yakin lah gw ga subscribe kesana kesini tpi di homepej isinya prank wik2, prank anu, prank inu, nonton aja ga pernah malah nongol mulu itu konten
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 2 lainnya memberi reputasi
saya pribadi ingin meminta maaf...














tapi boong.
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Silakan nge prank.


Tpi klo di tampol korban jgn mewek2 apalagi lapor polisi
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 1 balasan
prank dibaca préngemoticon-Coblos
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
kadang prank di salah gunakanemoticon-Frown
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Simpel aja sih...

Preng gak akan menarik kalo sipatnya repetitip...

Dan kalo semua kewajaran dah diprengin...

Maka konsekuensi logisnya adalah...
emoticon-Ngakak
Nyrempet2 batas kewajaran bahkan melampauinya...
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
dasar bego

ngeprank buat apa? orang sampe ada yg mati gara2 prank, tau

Tanya Ahli: Mengapa Seseorang Menikmati Melakukan Prank?
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Ane ga suka prank.

Menurut ane, itu ciri-ciri jiwa psikopat dalam skala kecil, yaitu menikmati penderitaan orang lain.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Alasan pastinya kurang perhatian / pengen diperhatikan . Seperti anak anak yang kurang kasih sayang biasanya mereka berbuat sesuatu yang akan menarik perhatian orang tuanya
profile-picture
profile-picture
reid2 dan kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 3 balasan
aku dulu jaman youtube belm ada iklan sama sekali suka nonton prank barat n keliatan banget naturalnya dan tidak ada yang disakiti, lihat prank sekarang malah jijik, settingan banyak pula, tp gitu2 banyak pula yang nonton, selama viewersnya banyak ga bakalan punah tu prank
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
amerika bisa jadi negara no 1 tanpa harus menjujung tinggi tata krama

jepang juga negara maju ,mereka bisa membedakan mana prank dan mana kehormatan ...

nah indonesia menurut ku agak kaku , sebagian menjujung tinggi agama, kehormatan dan tata krama ...tapi kelakuan sehari harinya tidak mencerminkan itu semua... contoh disuruh psbb susah , buang sampah masih sembarangan , beli kaset masih bajakan , yang paling parah guru ngaji cabulin muridnya...

liat warkop ikut ketawa, padahal jelas film warkop guyonan nya sangat tidak baik ...



pesan ane sih , ojo kaku lah emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pisa.purp
iyaaa karena suka banget gaess kalo bisa ngagetin orang, bikin orang kesel, bikin orang shock,,,,berasa puass ajaa gituuu


profile-picture
profile-picture
reid2 dan kakekane.cell memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di