CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
"Kebijakan Pemerintah Setengah Hati": Rasa Frustrasi Atas Kebijakan Tidak Konsisten
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec3b03865b24d4a991893f4/quotkebijakan-pemerintah-setengah-hatiquot-rasa-frustrasi-atas-kebijakan-tidak-konsisten

"Kebijakan Pemerintah Setengah Hati": Rasa Frustrasi Atas Kebijakan Tidak Konsisten

"Kebijakan Pemerintah Setengah Hati": Rasa Frustrasi Atas Kebijakan Tidak Konsisten


Hashtag #IndonesiaTerserah telah menjadi tren di media sosial, di mana banyak orang Indonesia, termasuk pekerja medis, mengungkapkan rasa frustrasi mereka pada apa yang mereka lihat sebagai tanggapan pemerintah yang tidak konsisten.

"Tagar ini dimulai oleh pekerja medis yang merasa bahwa perjuangan mereka di garis depan tidak dihargai pemerintah." kata Anita Wahid, presidium MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), sebuah organisasi masyarakat sipil yang memantau berita serta meliterasi masyarakat soal hoax.

"Mereka tidak bisa bertemu keluarga mereka karena risiko tinggi tidak dihargai oleh Pemerintah, yang telah memutuskan untuk melonggarkan pembatasan,"

"Ini adalah ekspresi kekecewaan mereka atas kebijakan Pemerintah yang setengah hati."

Meski mengaku memahami reaksi dari rekan tenaga medis yang sedikit terbawa emosi melihat kondisi Indonesia saat ini terkait COVID-19, dr Fala Adinda yang sehari-hari bertugas di Rumah Sakit COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta menegaskan bahwa sebagai dokter, ia tidak akan menyerah.

"Sebagai tenaga medis, kami kan sudah disumpah atas nama Tuhan untuk mengutamakan kemanusiaan dan mahluk hidup lain di atas kepentingan sendiri."

"Kami bisa pasrah pada kebijakan pemerintah, tapi kami nggak akan menyerah melayani pasien-pasien yang masuk," kata dr Fala kepada Hellena Souisa dari ABC.

Namun dr Fala juga mengingatkan, akan ada "titik nadir" di mana kebijakan pemerintah yang menurutnya selama ini simpang-siur nantinya akan sangat berdampak pada tenaga kesehatan.

Fala berpendapat, kebijakan pemerintah dan sosialisasinya kepada masyarakat sangat krusial dalam menekan penyebaran COVID-19.

"Sebenarnya tenaga medis ini adalah pintu terakhir untuk penyelesaian masalah, jadi sebisa mungkin jangan sampai ke kami."

"Tapi bagaimana nih [komunikasi dan kebijakan] dari sentral untuk menyelesaikan masalah ini dengan masyarakat," ujar Fala.

Selain kebijakan, dr Fala juga menyadari ada banyak faktor yang memperumit situasi COVID-19 di Indonesia, mulai dari soal data, pengetesan, sampai faktor masyarakat itu sendiri.


Quote:



Quote:



Quote:



SUMUR:
https://www.tempo.co/abc/5604/kebija...idak-konsisten
profile-picture
profile-picture
profile-picture
devilkillms dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Update.Berita
Halaman 1 dari 2
Pelan2 gan bikin tritnya..
jgn terlalu rajin..
profile-picture
introvertpsycho memberi reputasi
2 bulan yang sia sia emoticon-Ngakak ente pancen top markotop jok emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
introvertpsycho dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Gak fokus nangani pandemi, udah bener bentuk gugus tugas tp nanggung dalam kewenangan, cuma jadi pajangan doang buat konpers.
Akhirnya menteri kabinet banyak ngawur semaunya tanpa koordinasi dgn gugus tugas.

Kalau pak JKW msh plangak plongok gak tegas dan gak denger kata para ahli ya tinggal tunggu waktu aja, para pakar/ahli kesehatan dan tenaga medis covid di Indonesia mulai nyerah dan apatis.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
introvertpsycho dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
"Tagar ini dimulai oleh pekerja medis yang merasa bahwa perjuangan mereka di garis depan tidak dihargai pemerintah." kata Anita Wahid, presidium MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia),





"Sebenarnya tenaga medis ini adalah pintu terakhir untuk penyelesaian masalah, jadi sebisa mungkin jangan sampai ke kami."
"Tapi bagaimana nih [komunikasi dan kebijakan] dari sentral untuk menyelesaikan masalah ini dengan masyarakat," ujar Fala.

Kalian jg plin-plan

Satu bilang pintu terakhir satu lagi bilang garis depan


emoticon-Leh Uga
profile-picture
emangon memberi reputasi
Gelagapan.. Bikin kebijakan a e ae.. Kek orang gagap. Mana ga ada tegas2nya..
profile-picture
profile-picture
alisson.13 dan binokulars memberi reputasi
Jgn salahkan don kowi, beliau itu sdh maksimal. Sdh memberikan segala kemampuannya - daya pikirnya, menejerialnya, ketegasannya-

Publik berharap lebih krn secara auto melihat, membandingkan dg bagaimana pemimpin negara lain bersikap hadapi covid utk rakyatnya.

Padahal secara sadar dan logis publik sdh tau (sebagian pura2 denial) si don ini suka asal ngebacot, ngomong ora mikir, menggampangkan masalah, tidak bisa dipercaya dan hal2 lucu lainnya tapi dlm angan mimpi masih berharap si don spt trump. Minimal duterte lah.

Yg salah jelas si publik hidup di dunia fantasi.

Bangun woy, minum kopi biar real. Jgn berharap lebih. Itu petruk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yeytothesouz dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
indonesia terserah

pemimpin sm rakyat sama2 bebal
Lihat 5 balasan
org indo gak butuh PSBB & gak mau PSBB
baju lebaran & ibadah di mesjid lbh penting...

emoticon-Belgia
Sehari bikin thread maksimal 3 kali, woy
Sudahlah beraktivitas seperti biasa saja ga usah PSBBan,yg penting waspada jaga diri masing2...emoticon-Traveller
Sepenuh hati yang bener bukan setengah hati
"Kami bisa pasrah pada kebijakan pemerintah, tapi kami nggak akan menyerah melayani pasien-pasien yang masuk," kata dr Fala kepada Hellena Souisa dari ABC.



Semoga Tuhan membalas kebaikan para nakes dengan kebaikan yg berlipat ganda.....
Berita racikan tempo. emoticon-Shakehand2

Tahu sama tahu saja. emoticon-Shakehand2
super duper gak konfijten, alternatif kebijakan yang telah dikeluarkan satu sama lain tidak sinkron sehingga kami masyarakat menjadi bingung.
joko satria piniggit
ane sekeluarga udah bulat tekad solat ied di rumah aja walau ane udah dapat edaran pengumuman kalo masjid ane di buka nanti pas solat ied
ane ngeliat situasi sekarang udah kacau balau informasi nya
ini semua akibat MUI dan pemerintah tidak seia sekata
percuma maruf jadi wapres kalau MUI gak bisa "diatur"
tujuan maruf dijadikan wapres itu kan biar bisa mengendalikan umat Islam yang emosian
tapi nyatanya mana????
Quote:


Padahal tempo mati matian dukung jokowi ahok.

Eh karena kebijakan yg tidak profesional, nastaik marah lalu mencap kadrun ke media tempo.

emoticon-Matabelo
Harusnya dari awal dibiarkan saja gak usah gembor2 ke media cukup berita ringan saja,sekarang semuanudah terpuruk malah makin frustasi.
Terlalu banyak mimpi tiba2 hadapin pandemi emoticon-Angkat Beer
Quote:


Mana cap kadrun dari nastaknya?
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di