CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
RI Mau New Normal, Faisal Basri: Konyol, Malu Sama Rakyat
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec3aadb337f9349cd08fd40/ri-mau-new-normal-faisal-basri-konyol-malu-sama-rakyat

RI Mau New Normal, Faisal Basri: Konyol, Malu Sama Rakyat

RI Mau New Normal, Faisal Basri: Konyol, Malu Sama Rakyat


Ekonom senior Faisal Basri buka suara soal wacana hidup berdampingan dan hidup baru dengan virus corona yang belakangan gencar dikampanyekan pemerintah.

Rencana pemerintah ini dinilai terlalu buru-buru. Termasuk rencana pemerintah untuk mengizinkan masyarakat berusia 45 tahun ke bawah mulai bekerja seperti biasa, alasannya jumlah pasien kelompok ini lebih sedikit berdasar data dua bulan terakhir.

Bagi Faisal Basri, ide ini sangat konyol karena dasar data yang dijadikan rujukan kurang ilmiah dan akurat. Faisal mengatakan meski kelompok usia tersebut cenderung memiliki daya tahan yang baik, namun mereka tetap berpotensi menyebarkan virus kepada orang lain, dalam hal ini kelompok usia tua.

"Tolong semua yang dirumuskan itu berdasarkan scientific dan data yang akurat. Pelonggaran kepada usia 45 tahun ke bawah ini kan konyol. Baiklah, orang berusia di bawah 45 tahun itu punya daya tahan yang lebih baik, tapi mereka bergaul dengan masyarakat banyak di luar, pulang bertemu dengan ibundanya yang sudah tua, bertemu dengan saudara-saudara yang sudah tua, ya ditularkan lah itu ke orang-orang di rumahnya", ungkap Fasial dalam webinar ISPE Lecture yang dilaksanakan oleh INDEF , Senin (18/5/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pelonggaran baru dapat dilakukan apabila jumlah kasus baru dan kasus kematian harian telah menurun secara konsisten selama 2 minggu.

Di sisi lain, juga perlu ada kesiapan dari sisi pelayanan kesehatan. Faisal menuturkan bijaknya pelonggaran dilakukan setelah penanganan Covid-19 terutama pelaksanaan tes sudah maksimal dijalankan. Ia mengklaim, hal ini belum maksimal dilakukan di Indonesia.

Pemerintah, kata dia, harus melihat jumlah kasus aktif yang menunjukkan penurunan secara konsisten sebelum mewacanakan hidup 'normal'.

Ia mengatakan kurva jumlah kasus aktif di Indonesia sama sekali belum menunjukkan penurunan. Bahkan negara yang jumlah kasus aktifnya sudah turun sekali pun, masih memungkinkan naik kembali. Sebagai tambahan, jumlah kasus aktif didapat dari pengurangan antara jumlah kumulatif kasus dengan jumlah kematian dan jumlah pasien sembuh.

"Kuncinya di mana pun, pelonggaran itu bisa efektif kalau kasus baru harian dan kematian harian turun konsisten selama 2 minggu. Kemarin kematian naik lagi jadi 55 kan? Angka kematian dan kasus baru di kita itu, fluktuasi gak karu-karuan. Bergantung pada fungsi tes juga. Lawan pandemi itu dengan tes semaksimal mungkin", pungkas Faisal.

"Kasus aktif juga harus turun. Lihat di kurva Iran, dia sudah turun, tapi karena pelonggaran, mereka jadi lengah. Sekarang naik lagi kasus aktifnya. Nah, kita kurva jumlah kasus aktifnya aja masih di lereng mau naik. Bayangkanlah apa yang terjadi nanti kalau dilonggarkan, itu akan lebih susah tertangani. Sekarang aja sudah repot", tambahnya.

Faisal menegaskan sejauh ini belum ada negara yang mengambil kebijakan serupa. Hal tersebut lantaran kebijakan pelonggaran perlu mempertimbangkan banyak aspek, termasuk pertimbangan ahli. Ia juga menyayangkan rencana pelonggaran ini karena datang dari pemikiran beberapa menteri, bukan dari ahli epidemiologi.

"Tidak ada resep seperti ini di negara lain, karena yang berbicara itu ahli epidemiologi, bukan tentara. Jadi hanya melihat data-data kematian? Masya allah. Ini malah yang ngajuin opsi adalah Luhut Panjaitan, Mahfud MD, Muhadjir Effendy. Ayo dong malu sama rakyat", singgungnya.

Menurutnya, yang menjadi salah satu penyebab lambannya pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 adalah kerap terjadinya inkonsistensi kebijakan. Setidaknya Faisal menilai tak jarang pemerintah membuat kebijakan berdasarkan komando masing-masing, sehingga sering tidak sinkron.

"Kita gak punya komandan perang. Semua orang punya komando-komando sendiri. Oleh karena itu komandan perang harus jelas, Pak Jokowi tunjuk komandan yg benar-benar komandan, yang lain-lain tutup mulut", tegasnya.


SUMUR:
https://www.cnbcindonesia.com/news/2...lu-sama-rakyat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
batmanitsme dan 11 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Loser always blame the government
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hendi38 dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Yang penting ekonomi tidak ambruk, masa bodoh dengan kesehatan. Wong Menkes nya juga udah ga keliatan lagi emoticon-Wakaka
profile-picture
bukan_hp_nokia memberi reputasi
baru berapa hari lalu nyatain perang sama covid sekarang gini? emoticon-Bingung

gua ga benci sama pemerintah, cuma kalo gini siapa yang ga stress coba.
profile-picture
profile-picture
ShadowSin dan bukan_hp_nokia memberi reputasi
Lihat 1 balasan
setuju dgn faisal basri banyak yg konyol

salah satunya disuruh berdamai dgn virus corona ??? maksudnya apa disuruh nyoba2 rasanya virus corona gimana sensasinya ???

siapa yg berani ? ga habis pikir ane maksudnya berdamai itu gimana dan siapa yg berani berdamai
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anti.suap dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
RI Mau New Normal, Faisal Basri: Konyol, Malu Sama Rakyat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
batmanitsme dan 3 lainnya memberi reputasi
bomat, karena pemerintah ga peduli lagi soal pencegahan corona itu klo pejabat atau anggota hewan ada yang mampus gara2 corona perlakuannya disamain kayak rakyat biasa ya...awas kalau pilih kasih , nyari ribut itu emoticon-Tai
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yoshitake dan 2 lainnya memberi reputasi
Gua kirain ada pengamat konyol lagi statement

Rupa nya cuma statement konyol dari ekonom konyol mencoba pansos

Dari dulu gak pernah ada kontribusi buat kemajuan sistem ekonomi negara kemudian kok merasa berhak menyampaikan kritik

Itu nama nya gak punya malu alias tembok

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
batmanitsme dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Pengamat hanya bisa mengamati saja...emoticon-Big Grin

profile-picture
profile-picture
gigbuupz dan bukan_hp_nokia memberi reputasi
RI Mau New Normal, Faisal Basri: Konyol, Malu Sama Rakyat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tukangbeling7 dan 3 lainnya memberi reputasi
kebijakan ikut2an negara lain..
negara lain sih grafiknya udah menurun jadi wajar.lah indon masih belum menuju puncak udah mau noemal aja..
kan ngawur
profile-picture
bukan_hp_nokia memberi reputasi
mau jutaaan yang mati kek
nyang penting ekonomi tetep meroket
profile-picture
profile-picture
ravanovic dan bukan_hp_nokia memberi reputasi
Kalau kami disuruh berteman dengan virus , saya percaya dan yakin konspirasi pengurangan manusia di bumi .

Bangsawan bangsawan mungkin punya vaksinnya atau diseleski lagi siapa saja yang mampu beli vaksin, dia yang berhak lanjut hidup

Itu dari kacamata saya ya blok

emoticon-Maluemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
galer2124 dan bukan_hp_nokia memberi reputasi
Diubah oleh gethighwithme
Lihat 4 balasan
RI Mau New Normal, Faisal Basri: Konyol, Malu Sama Rakyat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radeneca dan 2 lainnya memberi reputasi
Lebih malu sama anggaran sih pak, udah seret hehe
profile-picture
bukan_hp_nokia memberi reputasi
grafik masih nanjak udah mau normal.
kan dongo
profile-picture
bukan_hp_nokia memberi reputasi
Lihat 1 balasan
PSBB cuma test the wateremoticon-Belgia
profile-picture
bukan_hp_nokia memberi reputasi
masih aje pada denial ini virus bisa diatasi
mau lokdon setahunpun akan ada gelombang selanjutnya yang menunggu

udah buka sekalian, itung2 program pengurangan populasi kek thanos emoticon-Ngakak


profile-picture
profile-picture
profile-picture
tukangbeling7 dan 2 lainnya memberi reputasi
amati dan komentari saja
berkaca dari beberapa negara tetangga (nguyen,pinoy,malay)yg menuju new normal karena memang grafiknya menurun.
ane bukanya bilang itu kebijakan buruk tapi disini apa gak blunder di saat mendekati hari raya yang dimana mobilitas orang orang tinggi.mengingat hari raya yg jadi ajang silahturami.
ane rasa cocoknya di teraokan sehabis hari raya gitu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tukangbeling7 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Quote:


RI Mau New Normal, Faisal Basri: Konyol, Malu Sama Rakyat

Pengamat kadrunistan gak usah di dengerin. Tetaplah beriman kepada yang mulia jokowi. emoticon-Smilie
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di