CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec3998209b5ca6d580a1031/patient

PATIENT – 1. Keluarga

Senin adalah hari yang paling dibenci bagi sebagian orang. Yang dibenci bukanlah hari Seninnya, tapi kegiatan yang ada di hari Senin. Ya, apa lagi kalau bukan upacara bendera. Seperti biasa setiap pagi Mariah selalu menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Dengan lauk seadanya, tapi rasa syukur mereka tidak pernah luntur, kecuali anak yang satu itu.

Saat ini mereka sedang duduk melingkar di dapur dengan nasi di tengah mereka dan tempe goreng sebagai temannya.

"Mak, kok makannya sama tempe lagi sih!" ucap Angkasa, anak pertama Mariah selalu saja begitu. Sifatnya tidak jauh berbeda dengan Bapaknya. Selalu ingin makan enak tanpa melihat keadaan yang serba kekurangan. Tidak bisa menerima kenyataan. Pantas saja Mariah tidak betah.

"Segitu juga untung kamu Nak, masih bisa makan," ucap Mariah lalu mengambil piring, mengisinya dengan nasi lengkap dengan tempe gorengnya. Dia menyodorkan piring itu ke hadapan Angkasa.

"Angkasa gak nafsu makan Mak, Aku langsung berangkat aja. Assalamualaikum!" ucap Angkasa, lalu dia pergi tanpa mencium tangan Mariah. Itulah kebiasaan Angkasa jika sedang marah terhadap Emaknya.

"Ck. Apa-apan sih Kak Angkasa," ucap Langit, anak Mariah yang ke dua. Mariah hanya tersenyum sambil mengusap pucuk kepala Langit. Walau hatinya begitu sakit.

"Surya, Langit, Bulan, Bintang, Mentari, kalian makan yang kenyang ya, Emak mau ke kamar dulu," ucap Mariah kepada anak-anaknya. Mereka hanya mengangguk lalu melanjutkan aktivitasnya.

Tidak ada yang berbicara saat mereka makan, sampai akhirnya, "Angkasa emang kayak gitu ya sifatnya?" tanya Surya.

"Dulu sih gak gitu." Bintang menjawab.

"Emangnya kenapa?" tanya Surya lagi. Bintang hanya menggeleng pelan.

Anak-anak Mariah semuanya ada enam, yaitu Angkasa, Surya, Langit, Bintang, Rembulan, dan Mentari. Semuanya anak kandung kecuali Surya. Dia diangkat tiga bulan yang lalu. Jadi wajar saja kalau Dia belum tahu sifat asli saudara-saudaranya.

Jika ada yang bertanya kemana Bapaknya, Dia sudah pergi jauh meninggalkan Mariah dan anak-anaknya dua tahun lalu. Entah karena keadaan atau hanya ingin mencari kebebasan, yang pasti keduanya sudah merasa tidak cocok lagi. Sifat Samsudin yang egois dan keras kepala sangat berbanding terbalik dengan Mariah yang ramah dan penyabar. Tapi sesabar apapun Mariah, dia tetap manusia, ada masanya Mariah tidak sanggup menghadapi sifat suaminya. Ditambah dengan ekonomi mereka yang bisa disebut kurang. Jika keduanya sudah tidak betah, sudah tidak alasan bagi mereka untuk tetap bertahan.

"Mungkin Kak Angkasa iri sama Kak Surya yang hanya seorang anak angkat tapi diperlakukan sama seperti anak kandung Emak," ucap Mentari dengan polosnya.

"Ish, Tari! Gak boleh gitu ah, gak baik," ucap Langit merasa tidak enak dengan Kakak angkatnya.

"Emang bener kok apa yang diucapin Tari. Menurut pandangan Kak Angkasa anak kandung sama anak angkat itu harus beda. Mulai dari perhatian Emak, sekolah sama makannya harus be-"

"Tari!" bentak Langit pada Tari sebelum omongannya semakin jauh dan dapat menyinggung Kakaknya. Baru kali ini dirinya dibentak sang Kakak. Satu kata dengan nada tinggi membuat hatinya sakit. Sebelumnya Ia tidak pernah dibentak seperti ini, sesalah apapun dirinya.

"Udah lah Kak Bulan, Tari itu masih kecil," ucap Bintang membela Adiknya.

"Iya Lan, betul kata Bintang. Lagian aku gak apa-apa kok," ucap Surya dengan senyuman di wajahnya. Sebenarnya hati Surya sakit, tapi Surya tahu apa yang diucapkan adiknya memang benar, meski tidak seharusnya diucapkan di depan Surya. Dia memakluminya karena anak seusia Mentari masih sangat polos. Dia menyadari bahwa dirinya hadir ditengah keluarga Mariah dan membuat salah satu anaknya merasa iri. Iya, Dia sadar! Tapi apa yang harus dia lakukan sekarang? Pergi pun hanya akan membuat Mariah berfikir bahwa Surya tidak betah hidup serba kekurangan.

Pikiran Surya berkelana, memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan. Setelah itu tidak ada lagi yang berbicara, tidak ada suara sendok yang beradu dengan piring, karena mereka makan tidak memakai sendok. Hanya kecanggungan yang menyelimuti mereka.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riri48 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rinliaa
masih sepi ya
profile-picture
rinliaa memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Komen keduaemoticon-Genitemoticon-Genit
profile-picture
rinliaa memberi reputasi
Lihat 16 balasan
Punya anjing ga Mariah? Klo punya, ntar namanya Pluto ya? emoticon-Peace

profile-picture
rinliaa memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Hadir🙏😊

mau nonton dan nyimak cerita di sini😄.
profile-picture
rizky27062017 memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di