CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Khofifah VS Risma Politik Balas Dendam Di Tengah Pandemi Covid-19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec3198e4601cf3d3240c790/khofifah-vs-risma-politik-balas-dendam-di-tengah-pandemi-covid-19

Khofifah VS Risma Politik Balas Dendam Di Tengah Pandemi Covid-19

Konflik berkepanjangan yang terjadi di antara 2 pemimpin Jawa Timur ini, menuai banyak polemik. Pro dan kontra terus bergulir. Hal tersebut dikemukakan oleh politikus besutan PAN Dhimam Abror Djuraid. Jumat (15/5/2020)

Jawa Timur menjadi episentrum baru penyebaran covid 19.
Jatim menjadi runner up nasional di bawah DKI. Banyak klaster baru yang ditemukan di Jatim. Surabaya sebagai kota terbesar menjadi sarang paling besar.

Dua emak, Gubernur Khofifah dan Walikota Risma, mestinya rukun menuntaskan pagebluk ini, tapi kelihatannya susah untuk mengajak mereka akur.

Persaingan politik membuat emak-emak itu sulit dipertemukan.
Pilkada Surabaya, yang seyogyanya digelar September, diundur sampai Desember. Tapi aromnya sudah terasa menyengat sekarang.

Risma bakal mempertaruhkan reputasinya untuk memenangkan sang protege, putra mahkota, Eri Cahyadi. Sementara Khofifah tidak tinggal diam, ia menyiapkan jago untuk merebut Surabaya yang sangat strategis ini. Khofifah bakal mendorong Machfud Arifin untuk menantang Eri.

Atas jaminan Risma, Eri mungkin bakal dapat rekom PDIP. Melihat kedekatan Risma dengan Megawati, kelihatannya Risma bakal dapat cek kosong yang bisa diisi nama siapa saja. Sejauh ini hanya nama Eri di kantong Risma.

Khofifah terlalu cerdas untuk membiarkan Risma bermanuver sendirian. Selama ini Surabaya menjadi kerikil dalam sepatu Khofifah. Machfud Arifin menjadi pipihan yang cukup lumayan untuk menantang jago Risma.

Machfud, seolah tinggal menagih dividen dari hasil kerjanya memenangkan Jokowi di Jatim dalam pilpres 2019. Sekarang Machfud seperti sudah aman memegang rekom dari partai-partai non-PDIP. Ia tinggal menunggu siapa yang menjadi pendampinya. Khofifah-lah yang punya privilege untuk menyodorkan nama pendamping Machfud. Bisa jadi Gus Hans, orang dekat Khofifah, atau Lia Istifhama, salah satu kerabat Khofifah.

Pertempuran memperebutkan teritori Surabaya bakal seru dan sulit ditebak hasilnya. PDIP sudah menguasai Surabaya 20 tahun, dan selama 10 tahun terakhir Risma sudah menjadi legenda di Surabaya. Dukungannya terhadap Eri akan seperti “idu geni”, ludah api nan sakti yang bisa memengaruhi pilihan warga Surabaya.

Eri relatif tidak dikenal–meskipun gambarnya sekarang banyak nempel di kantong beras bansos–dan kiprah birokrasinya tidak ada yang menonjol. Tapi, ia akan menjadi kuat dengan back-up dari Risma. Andai tidak terbentur aturan, sangat mungkin Risma akan turun ranjang menjadi wakil Eri.
Skenario itu dipakai PDIP pada pilwali 2005 ketika Bambang DH–inkamben walikota saat itu–turun kelas menjadi wakil Risma. Kartu lawas itu tidak bisa dimainkan lagi karena Risma terbentur aturan. Risma agak puyeng mencari wakil yang pas untuk Eri.

Machfud akan jadi lawan yang tangguh,t karena amunisi dan logistik yang– kabarnya–melimpah dari banyak sponsor. Apalagi kalau Khofifah all out mendukung, bakal makin seru.

Ini bukan pertempuran lokal. Ini pertempuran nasional dengan pemain lokal. Ini adalah partai balas dendam, pertempuran lanjutan dari pilgub 2018 antara PDIP yang menjagokan Gus Ipul-Puti Guntur melawan koalisi Jokowi yang menjagokan Khofifah-Emil Dardak.

Khofifah menang meyakinkan. Surabaya, yang diklaim sebagai daerah merah pun oleh Khofifah berhasil ditundukkan. Inilah yang menumbuhkan optimisme kubu Khofifah bahwa Surabaya bakal bisa ditundukkan, meskipun harus kerja keras.

Pagebluk Covid 19 membuat skenario berubah dan perimbangan kekuatan bergeser. Pengunduran waktu tiga bulan ini menguntungkan Khofifah. Penananganan kasus Covid 19 ini membuat Khofifah bisa mengambil kendali dan memamerkan otoritasnya sembari menjawab pertanyaan yang selama ini muncul, “Who is the Boss”.

Kali ini Khofifah boleh dengan lantang menjawab, “I’m the Boss”. Tentu Risma tak nyaman dengan perkembangan ini. Selama ini komunikasi antar dua Srikandi itu “lukewarm”, hangat-hangat kuku, dan adem-panas.

Saat dipanggil ke Grahadi untuk diberi tahu bahwa PSBB akan diberlakukan di Surabaya Raya, Risma terlihat jengah dan enggan menjawab wartawan. Ia sudah mengambil inisiatif menutup titik-titik masuk ke Surabaya untuk mencegah penyebaran wabah, tapi dimentahkan oleh Khofifah yang merasa dilangkahi.

Begitu PSBB disetujui pusat, Khofifah unjuk gigi dan langsung gas poll. Pikirnya, kapan lagi bisa ngerjain Risma. Selama ini ia sudah berkali-kali dikerjain Risma, bahkan baliho atau billboard gambar Khofifah pun dicekal di Surabaya.

Munculnya klaster baru di pabrik rokok Sampoerna membuat Risma makin terpojok, apalagi ketika Khofifah menganggapnya lelet dalam merespons kasus ini.

Yang teranyar, Risma merajuk karena rumah sakit di Surabaya lebih banyak dipenuhi pasien dari luar Surabaya. Pernyataan itu dibantah dan dimentahkan oleh banyak pihak.

Kalau toh faktanya benar, pernyataan Risma itu dianggap diskriminatif. Mungkin Risma berpikir mau menerapkan model zonasi seperti dalam penerimaan murid sekolah.

Bukan cuma komunikasi vertikal yang bermasalah. Komunikasi horizontal Risma dengan DPRD Surabaya juga memanas. Fraksi-fraksi non-PDIP mendesak pembentukan panitia khusus karena tidak puas atas kinerja Risma. Desakan ini ditolak PDIP, tapi hubungan Risma dengan Dewan telanjur hambar.

Gaya kepemimpinan Risma yang “one woman show” tidak cocok diterapkan untuk mengatasi musibah wabah ini. Reputasinya bisa tercoreng karena kebijakannya yang inaktif. Sebaliknya, Khofifah terus menunjukkan strong leadership dengan memperpanjang PSBB di Surabaya Raya dan memperluasnya di Malang Raya.

Emak-emak ini akan terus bersaing sampai pada puncaknya di pilkada Surabaya, Desember nanti. Untuk sementara ini Khofifah masih memimpin di depan. Kalau Risma tidak bisa menyalip di tikungan, ia akan kehilangan Surabaya, dan reputasi politiknya akan tercoreng. (yul)

https://beritalima.com/khofifah-vs-r...demi-covid-19/

Persaingan ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 17 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
menunggu perseteruan mereka reda..korban covid sdh berjatuhan tak terhitung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
Di timur pasti seru, balapan prestasi soalnya. Yang gak seru kan DKI
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh AndiniRahma
Lihat 5 balasan
Jiancok opinine wong ngloco gae berita
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 5 lainnya memberi reputasi
Emak emak kalo dendam susah lupa

emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
sumber jancok

kok seneng adu domba
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan xneakerz memberi reputasi
Wes waktune nggoreng kodok wedok dienggo buko emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
victimaye dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
yang pertama sekali ini tulisan adalah murni opini yg sangat tendensius dari si penulis kepada risma. entah dia punya dendam apa sama risma

kedua, memang koordinasi antara pemprov jatim dan pemkot surabaya sangta buruk, padahal kantornya deketan. bahkan pegawai di masing" instansinya saja saling menyalahkan. orang pemprov nyalahin orang pemkot begitupun sebaliknya

kalo aparatnya saja sama" kepala batu dan pingin menang sendiri ya warganya yg jadi korban. ditambah budaya cangkrukan orang sby yg bikin psbb ga berguna sama sekali emoticon-Traveller
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
darimana datangnya lintah? emoticon-Ngakak
seru ya, lanjutkan
Susah lawan emak2 tar digrudug loohemoticon-Bingung
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
menggoreng saja terus media.. makin tak suka
22nya orangnya jokowi,,
harusnya video call bertiga sampe keluar semua unek2 selse itu harus kompak kerja bareng...
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Sejak periode 1 dpr sama risma emang uda gak akur
Gara2 dpr maksa pengen bikin tol dlm kota yg ditolak risma

Skg nambah lagi gubernurnya pun khofifah

Jawa timur sebenernya bkn kandang banteng, kalo liat drdulu yg bener jatim kandang pkb
Cuma skg pkb lg gak jelas partainya
Banteng sendiri pilgub kemarin pecah gr2 over pd dan kena prank si emil dardak
Surabaya yg emang kandang banteng, tp itupun krn bambang dh sama risma yg emang bener2 walikota yg mumpuni pas menjabat

Menarik juga sih, biasanya gubernur jatim sama walkot sby itu akur
Skg nih agak baru ada perang dingin
Tp rekam jejak khofifah sih drdulu emang ambisius, uda brp kali drdulu usahanya menaklukkan jatim baru berhasil sejak sukarwo abis masa jabatannya
Risma gatau jg deh skg kayaknya mulai agak serakah
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
cebong civil war
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
nontonin emak2 aja, jangan jadi penengah, kalian yg bakal hancur nantiemoticon-Leh Uga
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Yang kuat yang dapat gaji.....yang lemot bakalan terdepak dan kehilangan gaji.....
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
waduh, seru amat kayaknya :emoticon-Matabelo
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
opini mas
Susah deh misahinnya kalo emak² udah ribut sama emak² juga
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
udah deh jangan coba coba di medsos mending nonton aja kl
masalah emak
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di