CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
MUI: Pemerintah Tegas Menutup Masjid, tapi Tidak Tempat Berkumpul
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec2a49c10d2951d2a311c33/mui-pemerintah-tegas-menutup-masjid-tapi-tidak-tempat-berkumpul

MUI: Pemerintah Tegas Menutup Masjid, tapi Tidak Tempat Berkumpul

MUI: Pemerintah Tegas Menutup Masjid, tapi Tidak Tempat Berkumpul

iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta sikap tegas pemerintah soal penanganan pandemi virus corona (Covid-19) tidak hanya berlaku untuk rumah ibadah saja. Melainkan, juga diberlakukan di tempat-tempat umum lain, seperti pasar, mall, hingga kantor-kantor.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Anwar Abbas mengatakan, penanganan virus corona menjadi terkendala karena adanya ambivalensi sikap dari pemerintah yang tegas dengan rumah ibadah tapi tidak tegas dengan lainnya. Menurutnya, Fatwa yang dikeluarkan untuk mengatur pola beribadah masyarakat untuk di rumah saja, sudah dipegang teguh oleh pemerintah.

"Fatwa MUI ini oleh pihak pemerintah tampak  sangat diperhatikan dan dipegang kuat sebagai dasar untuk mencegah orang untuk berkumpul ke mesjid bagi melaksanakan Salat jumat dan Salat  berjamaah. Saya rasa hal ini sudah merupakan satu tindakan yang benar. Tapi yang menjadi pertanyaan mengapa pemerintah hanya tegas melarang orang untuk berkumpul di mesjid, tapi tidak tegas dan tidak keras dalam menghadapi orang-orang yang berkumpul di tempat-tempat lain?," katanya di Jakarta, Minggu (17/5/2020).

Bahkan, kata dia, di beberapa daerah para petugas dengan memakai pengeras suara mengingatkan masyarakat untuk tidak berkumpul di masjid. Seperti melaksanakan Salat Jumat, Salat Jamaah, serta Salat Tarawih karena berbahaya.

"Tetapi di wilayah dan daerah yang sama tidak ada petugas yang dengan pengeras suara mengimbau masyarakat di di pasar,  di mall, di jalan, di bandara, di kantor dan di pabrik-pabrik untuk mengingatkan mereka supaya menjauhi berkumpul-kumpul," katanya.

Hal demikian tentu saja, lanjut Anwar, mengundang pertanyaan di kalangan umat. Apalagi melihat pihak pemerintah dan petugas tahunya hanya melarang dan itu mereka dasarkan kepada fatwa MUI.

Lebih lanjut dia menuturkan, dalam fatwa MUI dijelaskan bahwa di wilayah dan atau daerah yang penyebaran virusnya terkendali umat islam bisa menyelenggarakan Salat Jumat dan Salat Berjamaah dengan memperhatikan protokol kesehatan. Namun, kata Anwar, pemerintah dan petugas tetap saja melarang tanpa memperhatikan situasi dan kondisi yang ada.

"Sehingga terjadilah adu mulut di antara masyarakat dengan petugas di daerah tersebut," ucapnya.

Dia mengatakan, masyarakat tentu sangat memahami anjuran dari pemerintah untuk tidak berkumpul di tempat-tempat ibadah, karena memang hal tersebut amat berbahaya. Menurutnya, asalkan pemerintah dan petugas benar-benar konsisten dalam menegakkan aturan yang melarang semua orang untuk berkumpul, di mana saja tanpa kecuali.

"Kalau pemerintah dan petugas bisa bersikap seperti itu tentu kegelisahan dan keresahan di masyarakat  tidak akan ada karena semua kità sudah tahu bahaya dari virus tersebut.Tetapi karena yang terjadi tidak seperti itu maka akhirnya masyarakat menggerutu-gerutu," katanya.

Dia berharap, pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan dan tindakannya. Kemudian, menurutnya, pemerintah harus membuat aturan yang jelas dan menegakkan serta memberikan perlakuan yang sama untuk semuanya.


Source: MUI: Pemerintah Tegas Menutup Masjid, tapi Tidak Tempat Berkumpul
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eksspy dan 7 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
MUI ente mainnya kurang jauhhhh.....
Liat jg negara muslim lain... "MUI" Sono bagaimana
profile-picture
arifanputra memberi reputasi
Sebaiknya dibuka lagi aja tuh masjid2 dan tempat2 ibadah lainnya..., biar pada ketularan dan mati satu persatu.
profile-picture
uclim.uclim memberi reputasi
Mui kadrun gak guna.
profile-picture
profile-picture
west1973 dan Proloque memberi reputasi
Tegas darimana, cuma imbauan tongemoticon-Kagets
Ya iyalah tegas menutup tempat ibadah selama pandemik, soalnya tempat ibadah tidak berdampak terhadap perekonomian.
Kalo tempat berkumpul kayak pasar, cafe, atau mall, itu signifikan dampaknya buat perekonomian, yang kalo tegas ditutup bakal bikin gagal meroket datanya.

MUI perlu belajar lagi soal ekonomi nih, biar gak cuma bisanya bisnisin label doang. emoticon-Hammer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kontholl dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kaum ini kok ngiri ya? ibarat kata lihat orang senang senang merokok trus bertanya kenapa saya dilarang merokok?
profile-picture
aloha.duarr memberi reputasi
Lihat 1 balasan
iya ini kan mau era "new normal" bentar lagi juga masjid di buka kayaknya. mau gak mau kehidupan emang harus kemabli normal, kita harus kembali beraktifitas, dengan catatan harus mawas diri mengenai kesehatan dan kebersihan diri sendiri. ini aja mall dah mau di buka gan, pasar udah rame pada beli baju lebaran, elah cape deh ah serah, emesyenel.emoticon-Mewek emoticon-Cape d... emoticon-Turut Berduka
Lebai amat,, d tempat gw jarak 1km msh ada 3 mesjid yg tarawehan.. Ga ada beda dgn mall2 yg nakal tetap buka..
profile-picture
aloha.duarr memberi reputasi
tanya langsung sama wapres noh, pasti punya nomor hp dan alamat rumahnya kan.
gak perlu ngoceh ke media
Masjid mana yg dimaksud?emoticon-Bingung (S). Banyak yg buka kok masjid, tarawih dan jumatan berjamaah juga banyakemoticon-Big Grin.
Diubah oleh legor
Gw udah berminggu2 gak jumatan..gak satu kali pun taraweh di masjid.

Tapi pas kemarin gw keluar sebentar bawa jalan manasin mobil. Yg beli takjil rame banget.

Emang banyak yg salah dengan PSBB odong2 ini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gailham dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Berarti pemerintah lebih sayang situ . Bpak yg juga mesti ngasih pencerahan dong bukannya ngomporin. Msak sekelas sekjen mikirnya kek botwarior.
Udahlah Buka aja semua gak usah ada psbban segala...percuma...
Biarin masyarakat beraktivitas segala macem...toh pemerintah gak bisa ngasih sembako untuk 260 juta penduduk kan?
Yg penting kemana2 semua wajib pake masker,, yg gak pake kena denda...
....
Gitu aje repot
emoticon-Traveller
Setelah Dimusuhi Antek² nya Prabowo kini MUI kembali Mulai Menunjukan ke Come Back kan nya ke Cendana...

Take Beer 🍺🍻

emoticon-Ngakak
profile-picture
kontholl memberi reputasi
nama nya psbb
boong boongan
ya kebijakan bomg boongan juga

corona mana kenal apakah itu mesjid, itu pasar kek, itu mall ke
klo ada yg kena satu trus kumpul dimana pun bakal jdi cluster itu smua,dimana pun berada

psbb cuma kebijakan agar pemerintah dianggap berusaha padahal hemm.......... isi sendiri

tujuannya biar herd immunity dan bisa berdamai dengan corona
profile-picture
alisson.13 memberi reputasi
Diubah oleh baujengki
Lihat 1 balasan
emg lah, noh liat kmaren di mc d bawa2 lilin. alasanya kenangan lah, tmpat pertama pacaran lah, dan pembenaran lainnya
profile-picture
profile-picture
Gailham dan alisson.13 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Tebang pilih, maklum keturunan parno
Yg di tempat umum kayaknya kesadaran sendiri aja lah, dah sebln lbh masa hrs dibilangin mulu. Ini gak bakal slesai klo masyarakatnya dan pemerintah gak 1 suara. Capek hati bnr dah liatin org2 tolol kumpul2 di mall tanpa social distancing, ksl juga liat masjid2 laksanain ibadah tanpa ada jarak. Kasian nakes yg mati2an krn corona hrs ngurusin org tolol
Mekdi jg tu kasusnya emoticon-Ngakak (S)
masalah utama kan keuangan. duit umat pake fong, ada dana haji dsb
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di