CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Games / Games /
[Curhat] Efektifkah Pemasaran Menggunakan Free Games ?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec295d3b8408825b12e5c13/curhat-efektifkah-pemasaran-menggunakan-free-games

[Curhat] Efektifkah Pemasaran Menggunakan Free Games ?

Selamat datang di thread Kaca


Kali ini Kaca akan membahas mengenai cara masarkan suatu platform menggunakan game gratis (free games)


= = = =


Budayakan membaca detail thread


Sebelum berkomentar mengenai isi threadnya


Sikap kalian membawa nama baik bangsa ini



[Curhat] Efektifkah Pemasaran Menggunakan Free Games ?



Quote:



[Curhat] Efektifkah Pemasaran Menggunakan Free Games ?



Quote:



[Curhat] Efektifkah Pemasaran Menggunakan Free Games ?



Quote:



[Curhat] Efektifkah Pemasaran Menggunakan Free Games ?



Quote:



[Curhat] Efektifkah Pemasaran Menggunakan Free Games ?



Quote:



Terima kasih telah berkunjung dan membaca thread Kaca

Kaca minta cendolnya yaa

Serta ratenya juga yaa

Jangan lupa tinggalkan jejak yaa



Quote:



profile-picture
profile-picture
profile-picture
wenzzForaLL dan 24 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Reserved
profile-picture
bintarabintang3 memberi reputasi
Yah, kalau marketing ke warga +62 ane rasa cukup efektif dengan mindset cari gratisan, pokoknya selama gamenya bagus, marketingnya bakalan berhasil
profile-picture
apollion memberi reputasi
contoh GTA V epic store....tipe marketing bakar uang....
profile-picture
bek0n memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 1 balasan
tergantung sih.. kalo game yg gratis tuh punya power dan mampu memberi daya tarik calon konsumen ya pasti laku.. apalagi orang indo yg sukanya gratisan..
profile-picture
sidikkurniawan0 memberi reputasi
Game free2play yg legend ya GRP.... (Ghost Recon Phantom) sayangnya udah ditutup.... kalo item item atau skin kadang kalo lagi hali libur atau ada event tertentu di amrik sono pasti diskon
in my opinion, as long as it is COMPLETELY FREE and totally available in game, without microtransactions and such ridiculous things, the game will just go well. make it free or make some price on it. do not deceive us by making free games with a bunch of microtransactions and pay-to-play/win system. that is (in a very polite manner) horribly annoying. EA is one of many companies and also the first one that has to listen to this opinion and change their way.
profile-picture
fan.kui memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Bikin saya untung besar, bisa main game mahal secara murah/gratis karena semua launcher saya installemoticon-Ngakak (S)
profile-picture
adhonhr memberi reputasi
Diubah oleh mr.kevin95
Seperti CS;GO, yang harganya lumayan aja yang maen rame, apalagi di gratisin kayak sekarang.
Cukup efektif.. apalg diimingi2i kata Gratisss emoticon-Hammer2
free 2 play mmg konsep yg sngt menarik, percobaan pertama gratisan, slanjut nya jk sdh ketagihan bakal kena biaya xtra yg super mahal.... emoticon-Smilie
Free Games?

Bagusnya:
- Playernya banyak.
- Gratis.


Jeleknya:
- Pemainnya banyak yang toxic.
- Banyak player newbie.
- Banyak bocah.


Ane punya game berbayar kaya Overwatch & Battlefield V, itu playernya jauh lebih friendly dibanding DotA 2 yang gratisan. Liatin aja game gratis pasti banyak yg kaya tokai playernya, misalkan Mobile Legends.

DotA 2 SEA itu contoh nyata banget betapa rusaknya game kalo dikasih gratis. Playernya banyak banget yang asal, engga paham role, bahasa alien, banyak bocah dsb, akibatnya? DotA 2 di SEA udah engga bisa dimainin lagi untuk solo ranked match.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bangshishigami dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rezatp
Lihat 2 balasan
Opininya cuman segitu aja gan emoticon-Thinking
Well saya kira bakal Byk perhitungan dengan bukti2 pengalaman. dengan bentuk pemasaran gratis game lain.

Agak kaget emang si epic games keluarin game gratis macam world war Z dan gta 5, klo niat awal mereka ingin mengumpulkan pengguna sebanyak mungkin, saya rasa mereka telah berhasil, harusnya penggunanya melonjak terutama buat org2 yg belum bisa kebeli game2 tersebut. Tpi buat saya yg udh beli agak kesel beli disteam mahal2 eh di epic games gta 5-nya gratis emoticon-Ngakak (S)



profile-picture
profile-picture
natokh02 dan mr.kevin95 memberi reputasi
efekif cuman banyak pleyer musim yang cuman numpang entar dia balik lagi ke game yg lain emoticon-Hammer2
Game gratis tapi didalem gamenya micropayment..
beli beli item..
emoticon-Sundul Up
profile-picture
nshor.100.idea memberi reputasi
Suka atau engga, business model game semuanya bakal ngarah ke free to play dengan microtransaction/lootbox

GTA V meskipun dikasih gratis tapi kayaknya orang lebih suka main online, yang mana ada microtransactionnya juga

Sama juga Call of Duty Modern Warfare dan Black Ops 4, game premium AAA tapi tetep ada microtransaction

Kalo pasang price tag pas di awal, misalnya game Battle Royale, competitornya Apex Legends

Sedangkan mobile games, ke Play Store semuanya free to play, sedangkan untuk liat list premium mesti tau menunya yang mana dulu

Dan dari segi profit jelas lootcrate/lootbox lebih menguntungkan dibandingkan DLC, kenapa? Karena consumer bisa spend money untuk satu item yang sama berkali-kali. Mungkin lootbox harganya cuma $1 tapi untuk dapetin item yang dia inginkan harus ngegacha 100 kali ya sama aja 100 dolar kan.

Jangan lupa, game itu tetaplah sebuah bisnis. Dan sepertinya model gambling dengan lootbox/lootcrate/gacha ini yang bakal sangat sulit dibasmi, karena jelas profitnya jauh lebih gede dibandingin develop game AAA dan kembangin DLC/expansion setelah release.

Coba cek lucky drawnya COD mobile. Buat dapetin semua itemnya harus keluar 8000an COD Points yang hampir setara dengan Rp. 1.500.000 atau $100 lebih.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
natokh02 dan 2 lainnya memberi reputasi
Selama gamenya bagus, bakar uang pun gk masalah. Namun cara ini tidak berlaku untuk game indie (kyknya)
Marketing ga harus dgn cara ini sih.. banyak cara lain..
efektif untuk game micro transaction dan hampir semua game sekarang mirip mirip kalo ga gatcha, loot box, dlc, dll tambahterus selama gamer senang dan sultan bertebaran. selama game nya tidak punah.
minusnya banyak kreator indie susah mengeluarkan game berkualitas mendekati game AAA, namun memiliki komunitas nya sendiri yang demen sama story, gameplay, atau grafik estetiknya.
dan memaksa kreator indie untuk menggunakan strategi game alpha yang masi di masak untuk dijual dan menyusul dlc dlc nya ga komplit maen tamat.

opini aja sih sama keresahan hehehe kalo ada masukan silahkan
yang efektif kalo spec game nya ngga gila - gilaan.
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di